13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Konformitas Orang Baduy dalam Bentuk Pandangan

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
January 15, 2025
in Esai
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Ahmad Sihabudin

Pandangan tentang sekolah.

Sekolah formal dilarang oleh adat. Kuatnya keyakinan  masyarakat terhadap hukum adat dan rendahnya tingkat pendidikan, menjadikan  warga Baduy dilarang bersekolah secara formal (Kurnia dan Sihabudin, 2010:230).  

Alasan pertama, karena menurut Jaro (tokoh adat) Cibeo, cukup bagi orang Baduy mengurus wiwitan. Sekolah formal itu untuk mengurus negara, biarkan orang luar yang mengurus negara. Kedua, kalau orang sudah sekolah, nanti pintar, kalau sudah pintar nanti akan berbuat semaunya yang tidak etis.

Meskipun tidak berpendidikan formal menurut Mulyanto (2006), sebagian masyarakat bisa membaca, menulis, dan berhitung. Hal tersebut dipelajari dari pengunjung yang datang ke Baduy. Bukti tulisan masyarakat Baduy terlihat pada kayu-kayu di rumahnya, yang ditulis menggunakan arang. Tulisan yang ditulis yaitu nama mereka sendiri.  Selain belajar dari interaksi dengan pengunjung, orang Baduy juga mengenal huruf dari abjad hanacaraka dan kolenjer (huruf-huruf Sunda kuno).

Mengenai pandangan KAT (Komunitas Adat Terpencil)  Baduy tentang alat transportasi, menjual padi, larangan hewan berkaki empat, dan pengobatan tradisionil, berikut saya ringkaskan hasil penelitian Mulyanto, Prihartanti, Moordiningsih, (2006) sebagai berikut:

Pandangan tentang penggunaan alat transportasi

Selain sekolah, keseragaman pandangan orang Baduy juga ada ketika merespons transportasi modern seperti mobil, motor atau kereta. Namun, konformitas terhadap larangan penggunaan alat transportasi ini hanya ada di Baduy Dalam saja. Bagi orang Baduy Dalam naik kendaraan merupakan salah satu pantangan, karena hal itu sudah melanggar adat dan akan dihukum adat.

Warga Baduy Dalam tetap berjalan kaki (Nguntuy) dari Desanya ke Pendopo Gubernur Banten | Foto Dok.Asep Kurnia

Larangan tersebut membuat para tokoh adat, termasuk puun (pemimpin adat tertinggi) melarang pula orang-orang tangtu (Baduy Dalam) berjalan terlalu jauh, seperti ke Jakarta atau ke Tangerang, karena khawatir jika nanti lelah kemudian naik mobil, lalu akhirnya terjadi pelanggaran adat. Meskipun tidak diikuti oleh para tokoh adat, orang Baduy akan mengaku sendiri jika dirinya melakukan kesalahan dengan naik kendaraan.

Pandangan tentang menjual padi

Prinsip dari orang Baduy adalah daripada menjual lebih baik membeli. Padi dari huma tidak difokuskan untuk makan sehari-hari tapi untuk antisipasi hari tua. Adanya konformitas pada prinsip ini membuat ketahanan pangan masyarakat Baduy menjadi sangat kuat.

Pandangan tentang larangan memelihara binatang berkaki empat

 Adat Baduy melarangmemelihara binatang berkaki empat. Alasannya karena hewan tersebut perilaku seperti maling, dapat merusak alam, kebun atau tanaman milik orang lain yang selama ini dijaga kelestariannya.

Pandangan tentang kesehatan

 Jaro Sami  menegaskan bahwa:”yang dicari tiap hari tiap malam oleh masyarakat kami baik secara lahir maupun batin dengan berdoa atau pakai jampi-jampi, tiada lain tiada bukan ingin sehat dan benar alias mencari kesehatan, bukan menolak kesehatan”.

Jembatan gantung di Kampung Gajeboh, Baduy | Foto Dok.Penulis

Penjelasan tokoh adat tersebut,  pandangan dan  konsep hidup sehat serta perilaku hidup sehat di masyarakat adat Baduy sudah tidak diragukan lagi keberadaannya sejak kesukuan mereka lahir. Namun yang menjadi bahan pemikiran dan kajian kita sebenarnya lebih tertuju pada aspek penerapannya.

 Apakah penerapannya sudah menggunakan dan selaras dengan konsep-konsep ilmu kesehatan modern? Apakah pola-pola hidup mereka sudah memenuhi standar kesehatan? Kalau ya, sejak kapan mereka memulai pola hidup sehat dengan konsep ilmu kesehatan modern? Untuk memenuhi kejelasan jawaban atas pertanyaan di atas, maka penulis mencoba mencari informasi dan data-data ke pihak yang terkait.

Pandangan tentang pengobatan modernmenurut Mulyanto dkk (2006), pada dasarnya tidak ada larangan dalam masyarakat Baduy untuk mengobati penyakit pada pengobatan modern.

Alam menyediakan kebutuhan keluarga warga Baduy | Foto Dok.Penulis

Berdasarkan paparan tentang perilaku konformitas yang terurai dalam bentuk aktivitas, penampilan, dan pandangan masyarakat Baduy di atas, maka terlihat jelas konformitas dalam masyarakat Baduy merupakan konformitas yang memiliki kedalaman makna dan mengandung kearifan lokal nilai-nilai hidup. Konformitas menjadi perilaku yang dianjurkan, bahkan dipandang penting sebagai prasyarat berfungsinya tatanan kehidupan, tatanan budaya dan hubungan interpersonal warga Baduy.

Konformitas sebagai Bentuk Kepatuhan

Sebagaimana pendapat Matsumoto (2004) bahwa dalam budaya-budaya tertentu, konformitas tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang baik, hal itu bahkan menjadi prasyarat keberhasilan berfungsinya kebudayaan, kelompok dan hubungan interpersonal anggota budaya tersebut.

Adapun kondisi psikologis yang menyertai pelaku konformitas adalah:

  • Konformitas dilakukan berdasarkan kehendak pribadi dan bukan paksaan.
  • Warga tidak akan ikut campur bila ada yang nonkonformitas.
  • Warga tidak merasa tertekan, bahkan konformitas adalah ekspresi aktualisasi diri.
  • Warga betah tinggal di Baduy, meskipun aturan adat ketat namun bertujuan baik.
  • Warga tidak ingin berbeda dengan ketentuan adat.
  • Orang Baduy akan jujur, bila melakukan pelanggaran adat.

      Berdasarkan data kondisi psikologis dan uraian sebelumnya, maka dapat disimpulkan sekurangnya ada empat faktor yang mempengaruhi konformitas dalam masyarakat Baduy yaitu: 1) kepercayaan orang Baduy terhadap kelompok sebagai sumber kebenaran, 2) rasa takut orang Baduy terhadap penyimpangan dan pelanggaran, 3) kekompakan warga Baduy dan 4) besarnya ukuran warga Baduy yang sependapat.

       Pertanyaannya sampai kapan konformitas ini akan bertahan? Hanya waktu yang akan menjawab. Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri.

      • Tulisan tentang Konformitas Orang Baduy selesai.

      Bahan Bacaan

      Adimihardja, Kusnaka. 2007. Dinamika Budaya Lokal. Bandung. CV. Indra Prahasta dan Pusat Kajian LBPB.

      ________.2000. Orang Baduy di Banten Selatan: Manusia Air Pemelihara Sungai, Jakarta. Jurnal Antropologi Indonesia, Th. XXIV, No. 61, Januari-April 2000, FISIP Universitas Indonesia.

      Djoewisno, MS., 1987. Potret Kehidupan Masyarkat Baduy. Jakarta: Khas Studio.

      Garna, Judistira, K. 1993a.  Masyarakat Baduy di Banten., dalam Koentjaraningrat (ed) Masyarakat Terasing di Indonesia. Jakarta: Depsos RI, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, dan Gramedia.

      Iskandar, Johan. 1992. Ekologi Perladangan di Indonesia. Studi Kasus Dari Daerah Baduy Banten Selatan, Jawa Barat. Jakarta: Penerbit Djambatan.

      Mulyanto , Nanik Prihartanti, dan Moordiningsih. 2006. “Perilaku Konformitas Masyarakat Baduy”. http: //eprints.ums.ac.id/650/1/1 PERILAKU KONFORMITAS Baduy.doc. download 19 Januari 2009.

      Sihabudin, Ahmad. 2009. Persepsi KAT Baduy Luar Terhadap Kebutuhan Keluarga di Kabupaten Lebak Banten. Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.

      • BACA esai-esai tentang BADUY
      • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
      Konformitas Orang Baduy dalam Penampilan
      Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy
      Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
      ”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi — [Bagian 1]: Bentuk dan Struktur
      Riwayat “Menak” Banten dan Asal-Usul Banten Versi Orang Baduy
      Tags: masyarakat adatSuku Baduy
      ShareTweetSendShareSend
      Previous Post

      Kuliah di Tempat Sampah  |  Ini Kunjungan Mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja ke Galang Panji

      Next Post

      Di Melaka, Melihat Bangunan Tua, Laut dan Sungai, Saya Teringat Singaraja dan Pelabuhan Buleleng

      Ahmad Sihabudin

      Ahmad Sihabudin

      Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

      Related Posts

      KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

      by Sugi Lanus
      September 12, 2026
      0
      PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

      TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

      Read moreDetails

      Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

      by Tri Nugroho Adi
      September 11, 2026
      0
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

      "Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

      Read moreDetails

      DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

      by Petrus Imam Prawoto Jati
      September 10, 2026
      0
      Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

      INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

      Read moreDetails

      Kita Salah Menghitung Kesunyian

      by Angga Wijaya
      September 10, 2026
      0
      Kita Salah Menghitung Kesunyian

      SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

      Read moreDetails

      Tubuh yang Saya Suruh Begadang

      by Angga Wijaya
      September 9, 2026
      0
      Tubuh yang Saya Suruh Begadang

      SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

      Read moreDetails

      Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

      by Chusmeru
      September 9, 2026
      0
      Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

      SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

      Read moreDetails

      Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

      by Jerry Indrawan
      September 8, 2026
      0
      Mungkinkah Korut Serang AS?

      POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

      Read moreDetails

      Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

      by Wayan Gde Yudane
      September 7, 2026
      0
      Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

      SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

      Read moreDetails

      Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

      by Adwan SA
      September 6, 2026
      0
      Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

      JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

      Read moreDetails

      Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

      by Petrus Imam Prawoto Jati
      September 5, 2026
      0
      Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

      BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

      Read moreDetails
      Next Post
      Di Melaka, Melihat Bangunan Tua, Laut dan Sungai, Saya Teringat Singaraja dan Pelabuhan Buleleng

      Di Melaka, Melihat Bangunan Tua, Laut dan Sungai, Saya Teringat Singaraja dan Pelabuhan Buleleng

      Please login to join discussion

      Ads

      POPULER

      • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

        Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

        22 shares
        Share 22 Tweet 0
      • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

        5 shares
        Share 5 Tweet 0
      • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

        43 shares
        Share 43 Tweet 0

      ARTIKEL TERKINI

      PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
      Esai

      KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

      TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

      by Sugi Lanus
      September 12, 2026
      Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
      Ulas Buku

      Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

      AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

      by Kadek Wisnu Oktaditya
      September 12, 2026
      Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
      Panggung

      Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

      Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

      by Nyoman Budarsana
      September 12, 2026
      YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
      Panggung

      YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

      ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

      by Dede Putra Wiguna
      September 12, 2026
      Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
      Cerpen

      Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

      MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

      by Ahmad Sihabudin
      September 12, 2026
      Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
      Puisi

      Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

      Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

      by Ahmad Fatoni
      September 12, 2026
      Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
      Budaya

      Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

      Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

      by Ayu Kahuatu Tamar
      September 11, 2026
      Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
      Pameran

      Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

      SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

      by Dede Putra Wiguna
      September 11, 2026
      Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
      Panggung

      Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

      JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

      by Ingga Adelia
      September 11, 2026
      Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
      Gaya

      Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

        Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

      by tatkala
      September 11, 2026
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
      Esai

      Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

      "Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

      by Tri Nugroho Adi
      September 11, 2026
      Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
      Panggung

      Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

      Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

      by Nyoman Budarsana
      September 10, 2026

      TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

      • Penulis
      • Tentang & Redaksi
      • Kirim Naskah
      • Pedoman Media Siber
      • Kebijakan Privasi
      • Desclaimer

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In
      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Feature
        • Khas
        • Tualang
        • Persona
        • Historia
        • Milenial
        • Kuliner
        • Pop
        • Gaya
        • Pameran
        • Panggung
      • Berita
        • Ekonomi
        • Pariwisata
        • Pemerintahan
        • Budaya
        • Hiburan
        • Politik
        • Hukum
        • Kesehatan
        • Olahraga
        • Pendidikan
        • Pertanian
        • Lingkungan
        • Liputan Khusus
      • Kritik & Opini
        • Esai
        • Opini
        • Ulas Buku
        • Ulas Film
        • Ulas Rupa
        • Ulas Pentas
        • Kritik Sastra
        • Kritik Seni
        • Bahasa
        • Ulas Musik
      • Fiksi
        • Cerpen
        • Puisi
        • Dongeng
      • English Column
        • Essay
        • Fiction
        • Poetry
        • Features
      • Penulis
      • Buku
        • Buku Mahima
        • Buku Tatkala

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co