24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Konformitas Orang Baduy dalam Bentuk Pandangan

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
January 15, 2025
in Esai
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Ahmad Sihabudin

Pandangan tentang sekolah.

Sekolah formal dilarang oleh adat. Kuatnya keyakinan  masyarakat terhadap hukum adat dan rendahnya tingkat pendidikan, menjadikan  warga Baduy dilarang bersekolah secara formal (Kurnia dan Sihabudin, 2010:230).  

Alasan pertama, karena menurut Jaro (tokoh adat) Cibeo, cukup bagi orang Baduy mengurus wiwitan. Sekolah formal itu untuk mengurus negara, biarkan orang luar yang mengurus negara. Kedua, kalau orang sudah sekolah, nanti pintar, kalau sudah pintar nanti akan berbuat semaunya yang tidak etis.

Meskipun tidak berpendidikan formal menurut Mulyanto (2006), sebagian masyarakat bisa membaca, menulis, dan berhitung. Hal tersebut dipelajari dari pengunjung yang datang ke Baduy. Bukti tulisan masyarakat Baduy terlihat pada kayu-kayu di rumahnya, yang ditulis menggunakan arang. Tulisan yang ditulis yaitu nama mereka sendiri.  Selain belajar dari interaksi dengan pengunjung, orang Baduy juga mengenal huruf dari abjad hanacaraka dan kolenjer (huruf-huruf Sunda kuno).

Mengenai pandangan KAT (Komunitas Adat Terpencil)  Baduy tentang alat transportasi, menjual padi, larangan hewan berkaki empat, dan pengobatan tradisionil, berikut saya ringkaskan hasil penelitian Mulyanto, Prihartanti, Moordiningsih, (2006) sebagai berikut:

Pandangan tentang penggunaan alat transportasi

Selain sekolah, keseragaman pandangan orang Baduy juga ada ketika merespons transportasi modern seperti mobil, motor atau kereta. Namun, konformitas terhadap larangan penggunaan alat transportasi ini hanya ada di Baduy Dalam saja. Bagi orang Baduy Dalam naik kendaraan merupakan salah satu pantangan, karena hal itu sudah melanggar adat dan akan dihukum adat.

Warga Baduy Dalam tetap berjalan kaki (Nguntuy) dari Desanya ke Pendopo Gubernur Banten | Foto Dok.Asep Kurnia

Larangan tersebut membuat para tokoh adat, termasuk puun (pemimpin adat tertinggi) melarang pula orang-orang tangtu (Baduy Dalam) berjalan terlalu jauh, seperti ke Jakarta atau ke Tangerang, karena khawatir jika nanti lelah kemudian naik mobil, lalu akhirnya terjadi pelanggaran adat. Meskipun tidak diikuti oleh para tokoh adat, orang Baduy akan mengaku sendiri jika dirinya melakukan kesalahan dengan naik kendaraan.

Pandangan tentang menjual padi

Prinsip dari orang Baduy adalah daripada menjual lebih baik membeli. Padi dari huma tidak difokuskan untuk makan sehari-hari tapi untuk antisipasi hari tua. Adanya konformitas pada prinsip ini membuat ketahanan pangan masyarakat Baduy menjadi sangat kuat.

Pandangan tentang larangan memelihara binatang berkaki empat

 Adat Baduy melarangmemelihara binatang berkaki empat. Alasannya karena hewan tersebut perilaku seperti maling, dapat merusak alam, kebun atau tanaman milik orang lain yang selama ini dijaga kelestariannya.

Pandangan tentang kesehatan

 Jaro Sami  menegaskan bahwa:”yang dicari tiap hari tiap malam oleh masyarakat kami baik secara lahir maupun batin dengan berdoa atau pakai jampi-jampi, tiada lain tiada bukan ingin sehat dan benar alias mencari kesehatan, bukan menolak kesehatan”.

Jembatan gantung di Kampung Gajeboh, Baduy | Foto Dok.Penulis

Penjelasan tokoh adat tersebut,  pandangan dan  konsep hidup sehat serta perilaku hidup sehat di masyarakat adat Baduy sudah tidak diragukan lagi keberadaannya sejak kesukuan mereka lahir. Namun yang menjadi bahan pemikiran dan kajian kita sebenarnya lebih tertuju pada aspek penerapannya.

 Apakah penerapannya sudah menggunakan dan selaras dengan konsep-konsep ilmu kesehatan modern? Apakah pola-pola hidup mereka sudah memenuhi standar kesehatan? Kalau ya, sejak kapan mereka memulai pola hidup sehat dengan konsep ilmu kesehatan modern? Untuk memenuhi kejelasan jawaban atas pertanyaan di atas, maka penulis mencoba mencari informasi dan data-data ke pihak yang terkait.

Pandangan tentang pengobatan modernmenurut Mulyanto dkk (2006), pada dasarnya tidak ada larangan dalam masyarakat Baduy untuk mengobati penyakit pada pengobatan modern.

Alam menyediakan kebutuhan keluarga warga Baduy | Foto Dok.Penulis

Berdasarkan paparan tentang perilaku konformitas yang terurai dalam bentuk aktivitas, penampilan, dan pandangan masyarakat Baduy di atas, maka terlihat jelas konformitas dalam masyarakat Baduy merupakan konformitas yang memiliki kedalaman makna dan mengandung kearifan lokal nilai-nilai hidup. Konformitas menjadi perilaku yang dianjurkan, bahkan dipandang penting sebagai prasyarat berfungsinya tatanan kehidupan, tatanan budaya dan hubungan interpersonal warga Baduy.

Konformitas sebagai Bentuk Kepatuhan

Sebagaimana pendapat Matsumoto (2004) bahwa dalam budaya-budaya tertentu, konformitas tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang baik, hal itu bahkan menjadi prasyarat keberhasilan berfungsinya kebudayaan, kelompok dan hubungan interpersonal anggota budaya tersebut.

Adapun kondisi psikologis yang menyertai pelaku konformitas adalah:

  • Konformitas dilakukan berdasarkan kehendak pribadi dan bukan paksaan.
  • Warga tidak akan ikut campur bila ada yang nonkonformitas.
  • Warga tidak merasa tertekan, bahkan konformitas adalah ekspresi aktualisasi diri.
  • Warga betah tinggal di Baduy, meskipun aturan adat ketat namun bertujuan baik.
  • Warga tidak ingin berbeda dengan ketentuan adat.
  • Orang Baduy akan jujur, bila melakukan pelanggaran adat.

      Berdasarkan data kondisi psikologis dan uraian sebelumnya, maka dapat disimpulkan sekurangnya ada empat faktor yang mempengaruhi konformitas dalam masyarakat Baduy yaitu: 1) kepercayaan orang Baduy terhadap kelompok sebagai sumber kebenaran, 2) rasa takut orang Baduy terhadap penyimpangan dan pelanggaran, 3) kekompakan warga Baduy dan 4) besarnya ukuran warga Baduy yang sependapat.

       Pertanyaannya sampai kapan konformitas ini akan bertahan? Hanya waktu yang akan menjawab. Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri.

      • Tulisan tentang Konformitas Orang Baduy selesai.

      Bahan Bacaan

      Adimihardja, Kusnaka. 2007. Dinamika Budaya Lokal. Bandung. CV. Indra Prahasta dan Pusat Kajian LBPB.

      ________.2000. Orang Baduy di Banten Selatan: Manusia Air Pemelihara Sungai, Jakarta. Jurnal Antropologi Indonesia, Th. XXIV, No. 61, Januari-April 2000, FISIP Universitas Indonesia.

      Djoewisno, MS., 1987. Potret Kehidupan Masyarkat Baduy. Jakarta: Khas Studio.

      Garna, Judistira, K. 1993a.  Masyarakat Baduy di Banten., dalam Koentjaraningrat (ed) Masyarakat Terasing di Indonesia. Jakarta: Depsos RI, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, dan Gramedia.

      Iskandar, Johan. 1992. Ekologi Perladangan di Indonesia. Studi Kasus Dari Daerah Baduy Banten Selatan, Jawa Barat. Jakarta: Penerbit Djambatan.

      Mulyanto , Nanik Prihartanti, dan Moordiningsih. 2006. “Perilaku Konformitas Masyarakat Baduy”. http: //eprints.ums.ac.id/650/1/1 PERILAKU KONFORMITAS Baduy.doc. download 19 Januari 2009.

      Sihabudin, Ahmad. 2009. Persepsi KAT Baduy Luar Terhadap Kebutuhan Keluarga di Kabupaten Lebak Banten. Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.

      • BACA esai-esai tentang BADUY
      • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
      Konformitas Orang Baduy dalam Penampilan
      Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy
      Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
      ”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi — [Bagian 1]: Bentuk dan Struktur
      Riwayat “Menak” Banten dan Asal-Usul Banten Versi Orang Baduy
      Tags: masyarakat adatSuku Baduy
      ShareTweetSendShareSend
      Previous Post

      Kuliah di Tempat Sampah  |  Ini Kunjungan Mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja ke Galang Panji

      Next Post

      Di Melaka, Melihat Bangunan Tua, Laut dan Sungai, Saya Teringat Singaraja dan Pelabuhan Buleleng

      Ahmad Sihabudin

      Ahmad Sihabudin

      Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

      Related Posts

      Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

      by Wayan Gde Yudane
      October 23, 2026
      0
      Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

      Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

      Read moreDetails

      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

      by I Ketut Suar Adnyana
      October 22, 2026
      0
      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

      IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

      Read moreDetails

      Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

      by Tri Nugroho Adi
      October 22, 2026
      0
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

      Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

      Read moreDetails

      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

      by I Wayan Artika
      October 21, 2026
      0
      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

      ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

      Read moreDetails

      Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

      by Chusmeru
      October 21, 2026
      0
      Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

      DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

      Read moreDetails

      Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

      by Angga Wijaya
      October 20, 2026
      0
      Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

      SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

      Read moreDetails

      Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

      by Luh Putu Anggreny
      October 20, 2026
      0
      Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

      BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

      Read moreDetails

      Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

      by Wayan Gde Yudane
      October 19, 2026
      0
      Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

      Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

      Read moreDetails

      Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

      by AA Ayu Arun Suwi Arianty
      October 19, 2026
      0
      Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

      PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

      Read moreDetails

      Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

      by I Wayan Yudana
      October 19, 2026
      0
      Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

      ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

      Read moreDetails
      Next Post
      Di Melaka, Melihat Bangunan Tua, Laut dan Sungai, Saya Teringat Singaraja dan Pelabuhan Buleleng

      Di Melaka, Melihat Bangunan Tua, Laut dan Sungai, Saya Teringat Singaraja dan Pelabuhan Buleleng

      Please login to join discussion

      Ads

      POPULER

      • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

        Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

        22 shares
        Share 22 Tweet 0
      • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

        0 shares
        Share 0 Tweet 0

      ARTIKEL TERKINI

      Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
      Pendidikan

      Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

      SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

      by Wahyu Mahaputra
      October 23, 2026
      Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
      Panggung

      Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

      KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

      by Nyoman Budarsana
      October 23, 2026
      Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
      Esai

      Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

      Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

      by Wayan Gde Yudane
      October 23, 2026
      Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
      Khas

      Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

      SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

      by Dede Putra Wiguna
      October 23, 2026
      Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
      Panggung

      Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

      GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

      by Dede Putra Wiguna
      October 22, 2026
      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
      Esai

      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

      IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

      by I Ketut Suar Adnyana
      October 22, 2026
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
      Esai

      Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

      Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

      by Tri Nugroho Adi
      October 22, 2026
      Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
      Panggung

      Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

      DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

      by Nyoman Budarsana
      October 22, 2026
      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
      Esai

      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

      ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

      by I Wayan Artika
      October 21, 2026
      Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
      Opini

      Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

      SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

      by I Made Pria Dharsana
      October 21, 2026
      Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
      Pendidikan

      Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

      ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

      by Nyoman Budarsana
      October 21, 2026
      Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
      Pariwisata

      Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

      DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

      by Nyoman Budarsana
      October 21, 2026

      TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

      • Penulis
      • Tentang & Redaksi
      • Kirim Naskah
      • Pedoman Media Siber
      • Kebijakan Privasi
      • Desclaimer

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In
      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Feature
        • Khas
        • Tualang
        • Persona
        • Historia
        • Milenial
        • Kuliner
        • Pop
        • Gaya
        • Pameran
        • Panggung
      • Berita
        • Ekonomi
        • Pariwisata
        • Pemerintahan
        • Budaya
        • Hiburan
        • Politik
        • Hukum
        • Kesehatan
        • Olahraga
        • Pendidikan
        • Pertanian
        • Lingkungan
        • Liputan Khusus
      • Kritik & Opini
        • Esai
        • Opini
        • Ulas Buku
        • Ulas Film
        • Ulas Rupa
        • Ulas Pentas
        • Kritik Sastra
        • Kritik Seni
        • Bahasa
        • Ulas Musik
      • Fiksi
        • Cerpen
        • Puisi
        • Dongeng
      • English Column
        • Essay
        • Fiction
        • Poetry
        • Features
      • Penulis
      • Buku
        • Buku Mahima
        • Buku Tatkala

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co