14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Susah Senang Mahasiswa NTT Kuliah Sambil Kerja di Denpasar

Yohana Krisusanti Daiman by Yohana Krisusanti Daiman
January 7, 2025
in Khas
Susah Senang Mahasiswa NTT Kuliah Sambil Kerja di Denpasar

Seorang mahasiswa dari NTT yang bekerja sambil kuliah di Denpasar | Foto: Santy

KULIAH sambil kerja, memang sudah, tapi ada senangnya. Itulah yang dialami sejumlah mahasiswa dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kuliah di kampus di Denpasar, Bali.

Sejumlah mahasiswa dari NTT yang kuliah merantau di Bali  dihadapkan dengan bermacam masalah, salah satunya masalah finansial. Mereka—tentu saja tidak semuana, dituntut untuk bisa menghasilkan uang sendiri untuk  meringankan atau membantu orang tua.

Namun saat memutuskan untuk menjadi mahasiswa tentu perioritas yang paling utama adalah kuliah. Ada banyak mahasiswa yang memilih kuliah sambil kerja, karena pilihan yang hebat dan juga berat untuk dijalani.Terlepas dari itu semua, setiap orang yang memutuskan kuliah sambil bekerja pasti memiliki alasan mereka tersendiri.

Ada banyak alasan mahasiswa untuk memilih jalan ini di antaranya adalah didasarkan oleh faktor ekonomi, supaya ada pemasukan tambahan, ingin mendapat pengalaman bekerja atau mengisi waktu luang. Tantangan yang perlu dihadapi adalah yang paling utama waktu.

Bagaimana mereka bisa membagi waktu agar tanggung jawab terhadap pekerjaan tidak menggangu kuliah. Ada pula mahasiswa yang memilih kuliah sambil kerja karena mereka membiayai kuliah sendiri, tanpa harus membebani kedua orang tua mereka.

Ada banyak karyawati asal Manggarai, NTT, yang saat ini sedang bekerja di sebuah toko penjual HP di seputaran  Jalan Seroja Denpasar, dekat dengan kampus Universitas Pgri Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali.

Mereka ternyata masih berstatus kuliah di kampus UPMI yang jaraknya tidak jauh dari tempat mereka bekerja. Mereka tentu saja tidak bekerja seharian. Bagi yang kuliahnya sore berarti mereka kerja pagi, begitupun sebaliknya mereka yang kuliah pagi pastilah kerjanya sore atau bahkan hingga malam.

Sebut saja dua mahasiswa, Sherly dan Risa. Mereka bekerja di konter HP itu pagi hari. Mereka tampak sibuk melayani customer mereka masing-masing.

Sherly, mahasiswa UPMI Bali, melayani customer yang sedang membeli HP di tempatnya bekerja | Foto: Santy

Sherly melayani customer yang sedang membeli HP sedangkan Risa sibuk melayani pelangfgan yang membeli pulsa, dan kartu telepon. Shery dan Risa satu jurusan di kampus bahkan satu ruangan juga.

”Kami senang bisa kuliah sambil kerja, agar bisa membantu meringankan beban orang tua, ” ujar Sherly yang diiyakan oleh Risa.

Sherly mulai kerja di konter sejak semester 3. Saat itu, seiring bertambahnya usia dan juga semakin menua semester kuliahnya, ia merasa tidak enak jika terus-terusan meminta uang kepada orang tuanya. Ia merupakan anak yang bertanggung jawab dan tidak mau mebebani kedua orang tuanya.

”Awalnya aku tidak menginginkan untuk melanjutkan kuliah karena tahu biaya kuliahnya sangat mahal, apalagi ayah saya seorang petani dan ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga yang penghasilannya cukup untuk biaya hidup, kalau ditambah saya kuliah akan semakin berat,” kata Sherly.

Jiwa semangat begitu terpancar dari dirinya yang setiap hari tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya.Meski pun begitu, ia merasa tidak sulit mengikuti kuliah. Lantaran sudah biasa kerja, kata Sherly, ia merasa bisa membagi waktu dan bersiasat agar tak keteteran saat kuliah.

”Yang penting kan selalu mengerjakan tugas yang di berika dosen,hadir,dan aktif dikit.Itu cukup untuk mendapat nilai baik,” katanya.

Baginya kuliah sambil kerja adalah sesuatu yang menyenangkan.”Kalau ditanya sedih ya nggak ada sedih-sedihnya memang. Keren juga kuliah sambil kerja kan, banyak uang juga,” katanya sambil tersenyum.

Sherly, mahasiswa UPMI Bali, melayani customer yang sedang membeli HP di tempatnya bekerja | Foto: Santy

Namun di balik ini semua tentu ada suka-duka yang akan dialami oleh mahasiswa kuliah sambil kerja. Dimulai dari berkurangnya jam istirahat, pola makan tidak teratur dan tugas kuliah semakin menumpuk yang berujung kesehatan akan terganggu juga. Karena jam kerja dan kuliah, tidak ada waktu yang bisa disisihkan buat istrihat. Mulai aktivitas kerja jam 07.00 hingga jam 15.000 bagi yang sif pagi, kalau sif sore mulai jam 15.00 hingga 22.30.

Sherly dan temannya mulai kuliah jam 18.00 hingga 22.000. Pulang kuliah mereka menyempatkan waktu satu jam untuk mengerjakan tugas agar tidak menumpuk karena jam 23.00 mereka harus itirahat mengingatkan kerja besoknya.

Setiap hari mereka selalu melakukan aktivitas yang sama tanpa kenal lelah, bahkan ketika ada tugas deadline dari dosen mereka harus begadang untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas tersebut, belum lagi dari dosen-dosen yang lain. Apalagi sekarang ia sudah berada di semester 5 tugas selalu menumpuk.

”Setiap malam saya harus begadang untuk menyelesaikan tugas dari tempat magang karena tidak ada kesempatan pulang kerja untuk membuat tugasnya, saya menahan ngantuk dan juga rasa cape,” ujar Sherly dengan wajah lesu.

Namun ada banyak hal juga yang menyenangkan kuliah sambil kerja, yang paling utamanya bisa membantu meringankan beban orang tua. Bahkan kalau ada rejeki lebih dari hasil kerjaan bisa membantu keperluan mendadak dari orang tua. Di tempat kerja bisa mendapat  pengalaman, public speaking, bisa berinteraksi dengan orang banyak. Karena kerja di konter itu kita harus bisa berinteraksi dengan orang banyak dan juga ramah agar costamer merasa dilayani.

Di kampus kebanyakan belajar teori,.prakteknya ada juga tetapi sedikit. Sementara dengan bekerja bisa mempraktekkan apa yang sudah dipelajari di kampus. Ilmu yang didapatkan saat bekerja bisa mengisi apa yang belum dapat saat kuliah. Keuntungan lain yang bisa diambil dari kuliah sambil kerja adalah bisa lebih maju dari teman-teman yang tidak sambil bekerja.

Ketika lulus kuliah tidak lagi pusing untuk mencari pekerjaan bahkan bisa membuka usaha sendiri dari hasil kerjaan tersebut. Saat menerima gaji juga merasa bangga kepada diri sendiri karena bisa menghasilkan uang sendiri dan bisa bebas mau beli apa aja yang kita mau semua rasa stres dan cape langsung hilang seketika.[T]

Reporter/Penulis:  Yohana Krisusanti Daiman
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Mahasiswa NTT di Denpasar: Dari Masak Bersama di Kos, Doa Bersama di Kampus Hingga Aksi Sosial di Jalanan
Mahasiswa Seni Rupa UPMI Bersenang-senang dengan Mural di UWRF 2021
Menapak Jejak Bahasa dan Sastra di Bali Utara
Made Indra Sanjaya, Ayah Dalang, Dia Dalang Juga
Pande Made Iron Digjaya, Berenang Bersama Ayah Sejak Kecil, Kini Juara PON
Tags: kuliah sambil kerjamahasiswamahasiswa NTTNTTUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Semua Berdagang

Next Post

BUMDes Bondalem Kembangkan “Eco Dive”, Biar Turis Bisa Menonton Keindahan Biota Laut di Kedalaman

Yohana Krisusanti Daiman

Yohana Krisusanti Daiman

Lahir di Kengko, NTT. Mahasiwa Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
BUMDes Bondalem Kembangkan “Eco Dive”, Biar Turis Bisa Menonton Keindahan Biota Laut di Kedalaman

BUMDes Bondalem Kembangkan “Eco Dive”, Biar Turis Bisa Menonton Keindahan Biota Laut di Kedalaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co