14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahasiswa NTT di Denpasar: Dari Masak Bersama di Kos, Doa Bersama di Kampus Hingga Aksi Sosial di Jalanan

Agnes Enes by Agnes Enes
November 29, 2024
in Khas
Mahasiswa NTT di Denpasar: Dari Masak Bersama di Kos, Doa Bersama di Kampus Hingga Aksi Sosial di Jalanan

Aksi penggalanan dana oleh mahasiswa NTT di Denpasar

DI sebuah kos di Denpasar, sejumlah mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), berkumpul bersama. Ada yang mengiris bawang, ada yang memotong sayur, ada yang bersiap di depan kompor.

Tampak wajah-wajah mereka sangat bergembira. Ya, mereka sedang memasak bersama. Mahasiswa itu berasal dari sejumlah kampus di Denpasar, ada yang kos bersama, ada juga yang kos di tempat lain.

“Kami masak bersama untuk menghemat, sekaligus untuk mempererat persaudaraan,” kata Isna. Ia mahasiswa dari Manggarai, NTT, yang kuliah di sebuah kampus di wilayah Tonja, Denpasar.

Untuk menghemat bekal yang dikirim orang tua dari kampung, mereka, para mahasiswa dari NTT, itu memang mereka sering berkumpul untuk memasak bersama.

“Kita beli sayur bersama, dimasak bersama, dan makan bersama,” kata Isna.

Dengan cara-cara sederhana seperti itulah para mahasiswa itu bertahan untuk tetap bisa bertahan dan kuliah di Denpasar. Mereka tidak hanya menghemat uang tetapi juga merasakan keluarga di perantauan.

Masak bersama di kos | Foto: Ist

Hidup di kos, bagi mahasiswa-mahasiswa NTT itu tidak hanya melatih untuk hidup hemat, melainkan juga mengajarkan mereka bagaimana cara hidup bertetangga dan menemukan keluarga baru di perantauan.

Karena hidup di kos tidak hanya hidup dengan satu atau dua orang saja melainkan hidup dan berinteraksi dengan banyak orang. Maka dari itu kehidupan kos bisa juga dikatakan hidup bermasyarakat yang kecil. Seseorang akan merasa betah tinggal di sebuah kos ketika dia mendapatkan tetangga kos yang menganggapnya seperti saudara sendiri.

Isna bercerita, dulu sebelum masuk kuliah hal yang paling ditakutinya adalah tinggal sendirian di kos.

“Saya sudah pernah tinggal di tiga kos yang ada di Denpasar. Karena saya tidak menemukan tetangga kos yang sefrekuensi saya sangat merasa kesepian dan juga kesusahan,” ujarnya.

Di kos sebelumnya, kalau tidak punya uang untuk membeli makan, berarti ia tidak akan makan sampai dapat kiriman uang dari orang tua.

“Nah, di kos yang baru ini saya bisa tinggal nyaman, meski pun  kekurangan, pasti akan dibantu oleh tetangga-tetangga saya misalnya beras saya habis saya bisa pinjam dulu di tetangga-tetangga saya begitu juga sebaliknya,” kata Isna.

Hidup berjauhan dari keluarga tidak membuat mahasiswa-mahasiswa NTT itu merasa sendiri di kos-kosan. Di bulan Mei dan juga Oktober yang dipercaya sebagai bulan Rosario, dimana seluruh umat Khatolik mengadakan doa rosario setiap malam, mereka seringkali berdoa bersama di satu kos yang mereka tentukan.

“Melaksanakan doa bersama membuat kami lebih merasakan keluarga yang sesunggunya di perantauan,” kata Mia, mahasiswa yang juga daru NTT, tetangga kos Isna.

Walaupun jauh dari jangkauan kedua orang tua, mereka tetap bisa merasakan kebersamaan bersama keluarga baru mereka di perantauan.

***

Di Denpasar, banyak mahasiswa asal NTT yang tinggal di kos-kosan. Ada yang berasal dari keluarga yang berada, banyak yang berasal dari keluarga pas-pasan, namun punya semangat besar untuk kuliah di Bali.

Ada mahasiswa yang kuliah sambil kerja, namun ada juga yang fokus dengan perkuliahannya saja. Mereka yang kerja sambil kuliah biasanya berangkat kerja di pagi hari dan melanjutkan aktivitas perkuliahan di sore hari.

Namun, ada juga yang kuliah pagi dan untuk kerjanya sore hari. Sekarang, jumlah mahasiswa asal NTT di Bali mencapai ribuan mahasiswa.

Selain kegiatan bersama di kos-kosan, banyak dari mereka menjalin persaudaraan dengan mengikuti organisasi-organisasi mahasiswa di kampus atau di luar kampus, yang dibentuk oleh mahasiswa NTT di Denpasar.

Ada beberapa organisasi kemahasiswaan yang dibentuk oleh mahasiswa NTT baik dalam kampus maupun di luar kampus.

Organisasi mahasiswa NTT dalam kampus antara lain Keluarga Besar Mahasiswa Kristiani Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Keluarga Mahasiswa Khatolik Universitas Warmadewa, Keluarga Mahasiswa Khatolik UNMAS, dan Keluarga Mahasiswa Khatolik Undiknas.

Aksi kemanusiaan penggalangan dana untuk korban bencana Lewotobi, NTT | Foto: Ist

Selain itu di luar kampus ada beberapa organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa NTT misalnya Ikatan Mahasiswa Nagekeo (IKMAPENA), Himpunan Mahasiswa Pariwisata Manggarai Bali (HMPMB), Himpunan Mahasiswa Kodi, HIKMAH NTT, Himpunan Keluarga Mahasiswa Sumba Tengah dan masih banyak organisasi mahasiswa NTT lainnya.

Dalam organisasi-oraganisasi itulah mereka melakukan berbagai kegiatan untuk mempererat persaudaraan mereka sesama mahasiswa dari berbagai daerah di NTT. Kegiatan yang paling kerap dilakukan di dalam kampus adalah perayaan Natal dan Tahun Baru, doa bersama di bulan Rosario, dan ziarah ke Gua Maria.

Kegiatan lain di luar keagamaan adalah turnamen futsal, membersihkan pantai, dan berkunjung ke panti asuhan.

Ketua Flobamora dan Pemuda Khatolik. Galdianus Tian yang juga anggota KBMK UPMI mengatakan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru bersama juga ziarah ke Gua Maria sudah menjadi kegiatan yang harus dilaksanakan di setiap tahunnya.

“Dalam pelaksanaan Natal dan Tahun baru kami turut mengundang pihak kampus juga organisasi mahasiswa Kristen di luar kampus,” katanya.

Selain pelaksanaan kegiatan kegiatan didalam kampus, KMK juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan di luar kampus.

Perayaan bersama Natal dan Tahun Baru | Foto: Ist

Berkunjung ke Gua Maria di Desa Pelaga | Foto: Ist

Ketua KMK UNMAS yang kerap disapa Nafrin mengatakan, selain kegiatan di dalam lingkungan perkuliahan, mahasiswa juga sering melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat seperti membersihkan pantai dan berkunjung ke panti asuhan.

Sementara itu, di luar kampus, mahasiswa NTT juga sudah banyak melaksanakan kegiatan positif baik dalam bidang seni, olahraga, kerohanian, kesehatan, pendidikan juga pengabdian masyarakat.

Ketua IKMAPENA Bali Rivaldo Antonio Nicholas Vianey mengatakan, untuk di kepengurusan oraganisasinya, ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti sosialisasi, turnamen futsal dan bola voly, pelayanan di gereja, memperkenalkan tarian budaya Nagekeo, dan donor darah.

“Kami juga melaksanakan kegiatan bernama IKMAPENA FUN DAY dengan target beberapa wilayah di area Bali yang sekiranya masih banyak anak minim memperoleh bangku pendidikan, kami datangi dan belajar bersama-sama dengan mereka,” kata Rivaldo.

Tarian adat caci manggarai | Foto: Ist

Turnamen futsal | Foto: Ist

Ketua HMPMB yang biasa di sapa Wawan juga mengatakan, di HMPMB mereka sudah melaksanakan beberapa kegiatan seperti diskusi bersama, turnamen futsal dan yang paling besar itu kegiatan festival budaya. 

Mahasiswa NTT baru-baru ini juga melakukan aksi penggalangan dana peduli bencana meletusnya Gunung Lewotobi di Flores Timur. Hampir semua organisasi mahasiswa NTT bergabung membentuk aliansi dalam aksi ini.

 “Baru-baru ini kami melaksanakan aksi penggalangan dana peduli bencana alam erupsi gunung Lewotobi di Flores Timur,” kata Rivaldo. [T]

Reporter/Penulis: Agnes Enes
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi
IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Ragam Cara Mahasiswa Undiksha Menutup Biaya Hidup: Jadi Tukang Las, Ojol, Hingga Petugas Survei
Tags: mahasiswamahasiswa NTTNTT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Next Post

Menguatnya Kontrol Global dan Melemahnya Kontrol Lokal atas Lahan-lahan di Bali

Agnes Enes

Agnes Enes

Lahir di Manggarai, NTT. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Menguatnya Kontrol Global dan Melemahnya Kontrol Lokal atas Lahan-lahan di Bali

Menguatnya Kontrol Global dan Melemahnya Kontrol Lokal atas Lahan-lahan di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co