14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahasiswa NTT di Denpasar: Dari Masak Bersama di Kos, Doa Bersama di Kampus Hingga Aksi Sosial di Jalanan

Agnes Enes by Agnes Enes
November 29, 2024
in Khas
Mahasiswa NTT di Denpasar: Dari Masak Bersama di Kos, Doa Bersama di Kampus Hingga Aksi Sosial di Jalanan

Aksi penggalanan dana oleh mahasiswa NTT di Denpasar

DI sebuah kos di Denpasar, sejumlah mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), berkumpul bersama. Ada yang mengiris bawang, ada yang memotong sayur, ada yang bersiap di depan kompor.

Tampak wajah-wajah mereka sangat bergembira. Ya, mereka sedang memasak bersama. Mahasiswa itu berasal dari sejumlah kampus di Denpasar, ada yang kos bersama, ada juga yang kos di tempat lain.

“Kami masak bersama untuk menghemat, sekaligus untuk mempererat persaudaraan,” kata Isna. Ia mahasiswa dari Manggarai, NTT, yang kuliah di sebuah kampus di wilayah Tonja, Denpasar.

Untuk menghemat bekal yang dikirim orang tua dari kampung, mereka, para mahasiswa dari NTT, itu memang mereka sering berkumpul untuk memasak bersama.

“Kita beli sayur bersama, dimasak bersama, dan makan bersama,” kata Isna.

Dengan cara-cara sederhana seperti itulah para mahasiswa itu bertahan untuk tetap bisa bertahan dan kuliah di Denpasar. Mereka tidak hanya menghemat uang tetapi juga merasakan keluarga di perantauan.

Masak bersama di kos | Foto: Ist

Hidup di kos, bagi mahasiswa-mahasiswa NTT itu tidak hanya melatih untuk hidup hemat, melainkan juga mengajarkan mereka bagaimana cara hidup bertetangga dan menemukan keluarga baru di perantauan.

Karena hidup di kos tidak hanya hidup dengan satu atau dua orang saja melainkan hidup dan berinteraksi dengan banyak orang. Maka dari itu kehidupan kos bisa juga dikatakan hidup bermasyarakat yang kecil. Seseorang akan merasa betah tinggal di sebuah kos ketika dia mendapatkan tetangga kos yang menganggapnya seperti saudara sendiri.

Isna bercerita, dulu sebelum masuk kuliah hal yang paling ditakutinya adalah tinggal sendirian di kos.

“Saya sudah pernah tinggal di tiga kos yang ada di Denpasar. Karena saya tidak menemukan tetangga kos yang sefrekuensi saya sangat merasa kesepian dan juga kesusahan,” ujarnya.

Di kos sebelumnya, kalau tidak punya uang untuk membeli makan, berarti ia tidak akan makan sampai dapat kiriman uang dari orang tua.

“Nah, di kos yang baru ini saya bisa tinggal nyaman, meski pun  kekurangan, pasti akan dibantu oleh tetangga-tetangga saya misalnya beras saya habis saya bisa pinjam dulu di tetangga-tetangga saya begitu juga sebaliknya,” kata Isna.

Hidup berjauhan dari keluarga tidak membuat mahasiswa-mahasiswa NTT itu merasa sendiri di kos-kosan. Di bulan Mei dan juga Oktober yang dipercaya sebagai bulan Rosario, dimana seluruh umat Khatolik mengadakan doa rosario setiap malam, mereka seringkali berdoa bersama di satu kos yang mereka tentukan.

“Melaksanakan doa bersama membuat kami lebih merasakan keluarga yang sesunggunya di perantauan,” kata Mia, mahasiswa yang juga daru NTT, tetangga kos Isna.

Walaupun jauh dari jangkauan kedua orang tua, mereka tetap bisa merasakan kebersamaan bersama keluarga baru mereka di perantauan.

***

Di Denpasar, banyak mahasiswa asal NTT yang tinggal di kos-kosan. Ada yang berasal dari keluarga yang berada, banyak yang berasal dari keluarga pas-pasan, namun punya semangat besar untuk kuliah di Bali.

Ada mahasiswa yang kuliah sambil kerja, namun ada juga yang fokus dengan perkuliahannya saja. Mereka yang kerja sambil kuliah biasanya berangkat kerja di pagi hari dan melanjutkan aktivitas perkuliahan di sore hari.

Namun, ada juga yang kuliah pagi dan untuk kerjanya sore hari. Sekarang, jumlah mahasiswa asal NTT di Bali mencapai ribuan mahasiswa.

Selain kegiatan bersama di kos-kosan, banyak dari mereka menjalin persaudaraan dengan mengikuti organisasi-organisasi mahasiswa di kampus atau di luar kampus, yang dibentuk oleh mahasiswa NTT di Denpasar.

Ada beberapa organisasi kemahasiswaan yang dibentuk oleh mahasiswa NTT baik dalam kampus maupun di luar kampus.

Organisasi mahasiswa NTT dalam kampus antara lain Keluarga Besar Mahasiswa Kristiani Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Keluarga Mahasiswa Khatolik Universitas Warmadewa, Keluarga Mahasiswa Khatolik UNMAS, dan Keluarga Mahasiswa Khatolik Undiknas.

Aksi kemanusiaan penggalangan dana untuk korban bencana Lewotobi, NTT | Foto: Ist

Selain itu di luar kampus ada beberapa organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa NTT misalnya Ikatan Mahasiswa Nagekeo (IKMAPENA), Himpunan Mahasiswa Pariwisata Manggarai Bali (HMPMB), Himpunan Mahasiswa Kodi, HIKMAH NTT, Himpunan Keluarga Mahasiswa Sumba Tengah dan masih banyak organisasi mahasiswa NTT lainnya.

Dalam organisasi-oraganisasi itulah mereka melakukan berbagai kegiatan untuk mempererat persaudaraan mereka sesama mahasiswa dari berbagai daerah di NTT. Kegiatan yang paling kerap dilakukan di dalam kampus adalah perayaan Natal dan Tahun Baru, doa bersama di bulan Rosario, dan ziarah ke Gua Maria.

Kegiatan lain di luar keagamaan adalah turnamen futsal, membersihkan pantai, dan berkunjung ke panti asuhan.

Ketua Flobamora dan Pemuda Khatolik. Galdianus Tian yang juga anggota KBMK UPMI mengatakan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru bersama juga ziarah ke Gua Maria sudah menjadi kegiatan yang harus dilaksanakan di setiap tahunnya.

“Dalam pelaksanaan Natal dan Tahun baru kami turut mengundang pihak kampus juga organisasi mahasiswa Kristen di luar kampus,” katanya.

Selain pelaksanaan kegiatan kegiatan didalam kampus, KMK juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan di luar kampus.

Perayaan bersama Natal dan Tahun Baru | Foto: Ist

Berkunjung ke Gua Maria di Desa Pelaga | Foto: Ist

Ketua KMK UNMAS yang kerap disapa Nafrin mengatakan, selain kegiatan di dalam lingkungan perkuliahan, mahasiswa juga sering melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat seperti membersihkan pantai dan berkunjung ke panti asuhan.

Sementara itu, di luar kampus, mahasiswa NTT juga sudah banyak melaksanakan kegiatan positif baik dalam bidang seni, olahraga, kerohanian, kesehatan, pendidikan juga pengabdian masyarakat.

Ketua IKMAPENA Bali Rivaldo Antonio Nicholas Vianey mengatakan, untuk di kepengurusan oraganisasinya, ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti sosialisasi, turnamen futsal dan bola voly, pelayanan di gereja, memperkenalkan tarian budaya Nagekeo, dan donor darah.

“Kami juga melaksanakan kegiatan bernama IKMAPENA FUN DAY dengan target beberapa wilayah di area Bali yang sekiranya masih banyak anak minim memperoleh bangku pendidikan, kami datangi dan belajar bersama-sama dengan mereka,” kata Rivaldo.

Tarian adat caci manggarai | Foto: Ist

Turnamen futsal | Foto: Ist

Ketua HMPMB yang biasa di sapa Wawan juga mengatakan, di HMPMB mereka sudah melaksanakan beberapa kegiatan seperti diskusi bersama, turnamen futsal dan yang paling besar itu kegiatan festival budaya. 

Mahasiswa NTT baru-baru ini juga melakukan aksi penggalangan dana peduli bencana meletusnya Gunung Lewotobi di Flores Timur. Hampir semua organisasi mahasiswa NTT bergabung membentuk aliansi dalam aksi ini.

 “Baru-baru ini kami melaksanakan aksi penggalangan dana peduli bencana alam erupsi gunung Lewotobi di Flores Timur,” kata Rivaldo. [T]

Reporter/Penulis: Agnes Enes
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi
IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Ragam Cara Mahasiswa Undiksha Menutup Biaya Hidup: Jadi Tukang Las, Ojol, Hingga Petugas Survei
Tags: mahasiswamahasiswa NTTNTT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Next Post

Menguatnya Kontrol Global dan Melemahnya Kontrol Lokal atas Lahan-lahan di Bali

Agnes Enes

Agnes Enes

Lahir di Manggarai, NTT. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Menguatnya Kontrol Global dan Melemahnya Kontrol Lokal atas Lahan-lahan di Bali

Menguatnya Kontrol Global dan Melemahnya Kontrol Lokal atas Lahan-lahan di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co