23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu, Komunikator Pertama dalam Kehidupan

Chusmeru by Chusmeru
December 22, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SURGA di bawah telapak kaki ibu. Ungkapan itu begitu akrab dan populer di Indonesia. Tentu saja itu hanya simbolik. Namun di balik ungkapan tersebut terkandung makna yang luar biasa. Ibu adalah segalanya dalam kehidupan.

Ibu di mata masyarakat Indonesia bukan sekadar bermakna biologis. Ibu bukan hanya makhluk reproduktif,  perempuan yang mengandung dan melahirkan. Ibu adalah sosok yang bermakna religius dan spiritual. Tak heran bila seorang ibu diposisikan sebagai sosok yang terhormat di Indonesia. Sebagai apresiasi terhadap peran ibu, pemerintah menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Indonesia yang memiliki beragam budaya menempatkan sosok ibu dalam berbagai cerita, legenda, tradisi, dan mitologi. Personifikasi Ibu Kota untuk pusat pemerintahan, dan Ibu Petiwi untuk tanah tumpah darah menggambarkan begitu penting arti ibu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Personifikasi itu tentu saja tidak bermaksud bias gender lantaran tidak menyebut Bapak Kota atau Bapak Pertiwi. Sebutan Ibu Kota dan Ibu Pertiwi oleh masyarakat Indonesia semata untuk memposisikan ibu sebagai representasi bumi, dan tanah tumpah darah. Artinya, pijakan kehidupan manusia diawali dari peran seorang ibu.

Masa depan seorang anak acapkali juga digambarkan tak lepas dari kontribusi luar biasa sosok ibu. Lahirlah berbagai tradisi yang berkaitan dengan ungkapan surga di bawah telapak kaki ibu. Tradisi membasuh kaki ibu dilakukan dalam prosesi pernikahan di Indonesia yang merupakan simbolisasi permohonan restu anak kepada ibunya. Hal itu juga terjadi pada prosesi kegiatan lain di berbagai lembaga pendidikan yang diwarnai dengan tradisi membasuh kaki ibu.

Begitu melekat sosok ibu bagi masyarakat Indonesia, sehingga banyak legenda yang bernuansa seorang ibu. Legenda Malin Kundang di masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat begitu terkenal di Indonesia. Betapa seorang anak yang durhaka kepada ibunya lantas berubah bentuk menjadi batu. Legenda itu sejatinya hendak menuturkan kepada masyarakat, bahwa ucapan seorang ibu adalah doa.

Makna religius dan spiritual kemudian muncul dalam bentuk doa ibu. Banyak kisah, dongeng, dan mitos yang dikaitkan dengan doa seorang ibu. Keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam kehidupan sering dikaitkan dengan doa dari sang ibu.  Tidak heran jika muncul anjuran: “dengar kata-kata ibu, ingat ucapan ibu, jangan bantah ibu, jangan kecewakan ibu, jangan sia-siakan ibu”. Anjuran itu bukanlah bentuk dominasi dan hegemoni seorang ibu, namun gambaran sosok ibu yang memiliki kekuatan transendental dalam doanya.

Komunikator dan Komunikan Andal

Ibu adalah gambaran seorang komunikator yang sekaligus komunikan pertama dalam kehidupan. Begitu seorang anak lahir ke dunia ini, sosok ibulah yang berada di sampingnya. Ibu yang kemudian memberikan keberlanjutan kehidupan dengan air susunya.

Komunikator pertama dalam kehidupan  anak adalah seorang ibu. Anak belajar tengkurap dengan bimbingan ibunya. Setelah merangkak, anak juga belajar berdiri dengan bantuan ibu. Dari ibu pula seorang anak mulai untuk bicara dan mengenal beragam bentuk komunikasi.

Sesungguhnya sejak dalam kandungan seorang ibu sudah berkomunikasi dengan sang anak. Ketika anak keluar dari rahimnya, sang ibu mengajaknya berkomunikasi. Bukan hanya sebagai komunikator, ibu juga menjadi komunikan atau audiens yang andal bagi anaknya.

Seorang ibu yang begitu dekat dengan anaknya tahu persis apa dan bagaimana perangai sang anak. Saat anak menangis, ibu tahu apakah sang anak lapar, marah, atau mengantuk. Ketika anak mulai mengeja kata, ibu paham betul apa yang ingin disampaikan sang anak.

Proses komunikasi seorang ibu dan anaknya berlangsung timbal-balik, secara verbal dan nonverbal. Pengamat dan komunikator andal pertama dalam kehidupan adalah seorang ibu. Ia mempelajari betul setiap gerakan tangan, kaki, mata, bibir, dan wajah anaknya. Maka seorang ibu akan sangat cermat menafsirkan pesan verbal dan nonverbal yang disampaikan sang anak.

Boleh jadi, anak berada dalam situasi diskordansi pesan. Artinya, apa yang diucapkan seorang anak berbeda dengan ekpresi wajah dan gerakan tubuhnya. Ibu akan tahu persis itu semua. Sehingga ketika anak berbohong, seorang ibu akan dapat mengetahui lewat ucapan dan gerakan tubuh yang ia pelajari dari anaknya sejak kecil. Tidak heran, sepandai-pandainya anak berbohong pasti akan ketahuan oleh ibunya.

Kasih Sayang Ibu

Komunikasi ibu dan anak yang dimulai sejak anak berada dalam kandungan dilakukan secara verbal dan nonverbal. Konon, komunikasi sejak anak dalam kandungan berpengaruh besar dalam tumbuh kembang anak nantinya; baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, banyak terapi kehamilan yang dilakukan seorang ibu; misalnya dengan memutarkan musik yang lembut di dekat perut sang ibu hamil, agar anak memiliki sifat dan kehidupan yang tenang nantinya.

Ungkapan kasih sayang ibu kepada anaknya tiada henti. Hal itu bisa dilakukan dengan ucapan maupun tindakan. Berne ( dalam Borden Stone, 1976) menyebutnya stroking, yaitu satu unit rekognisi, pesan komunikasi dengan kontak fisik secara intim. Bentuknya bermacam-macam, seperti pelukan, dekapan, belaian, bahkan cubitan yang bukan bertujuan menyakiti.

Semua ungkapan kasih sayang itu merupakan sesuatu yang fundamental bagi anak dalam interaksi sosialnya. Anak yang sejak kecil diperlakukan dengan lembut oleh ibunya, senantiasa didekap dan dipeluk sayang, kelak akan tumbuh menjadi anak yang hangat dalam interaksi sosial.

Kelembutan dan kehangatan seorang ibu acapkali pula menjadi model dalam komunikasi, bahkan dalam komunikasi bisnis. Banyak produk barang dan jasa yang digambarkan dengan kehadiran seorang ibu dalam iklan. Maka muncullah kata-kata: “sentuhan kasih ibu”, “selembut kasih ibu”, maupun “ibu yang bijak”. Semua menggambarkan sosok ibu yang kredibel sebagai komunikator.

Tak cukup kata-kata untuk menggambarkan sosok ibu dan penghormatan terhadapnya. Ibu tempat berbagi segalanya dalam kehidupan. Dan berbagi adalah proses komunikasi yang penting. Seperti kata Borden Stone, without sharing there is no human growth.

Pertumbuhan dan perkembangan manusia selalu dimulai lewat berbagi dengan ibu. Maka, layak kiranya mengucapkan “Selamat Hari Ibu”. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
  • BACA artikel lain tentang HARI IBU
Lagu dan Meme Tentang Ibu di Hari Ibu : Kehebatan Emak-Emak yang Diabadikan
Ketidakadilan Perayaan Hari Ibu
Memuliakan Perempuan Bukan Hanya di Hari Ibu
Hari Ibu Bagi Anak yang Tak Tahu Ibu
Merayakan Hari Ibu: Memutar Kembali Film “Lemantun” di Kepala Kita
Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru
Tags: Hari Ibuibuibu dan anakkomunikasikomunikatorPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bayang Hitam Perempuan dan Botol Depresi | Dari Pentas Seni UAS Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan

Next Post

Pentas Karya Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan: Mencipta untuk Menemukan Jati Diri dan Menjalin Jejaring Seni

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pentas Karya Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan: Mencipta untuk Menemukan Jati Diri dan Menjalin Jejaring Seni

Pentas Karya Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan: Mencipta untuk Menemukan Jati Diri dan Menjalin Jejaring Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co