2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu, Komunikator Pertama dalam Kehidupan

Chusmeru by Chusmeru
December 22, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SURGA di bawah telapak kaki ibu. Ungkapan itu begitu akrab dan populer di Indonesia. Tentu saja itu hanya simbolik. Namun di balik ungkapan tersebut terkandung makna yang luar biasa. Ibu adalah segalanya dalam kehidupan.

Ibu di mata masyarakat Indonesia bukan sekadar bermakna biologis. Ibu bukan hanya makhluk reproduktif,  perempuan yang mengandung dan melahirkan. Ibu adalah sosok yang bermakna religius dan spiritual. Tak heran bila seorang ibu diposisikan sebagai sosok yang terhormat di Indonesia. Sebagai apresiasi terhadap peran ibu, pemerintah menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Indonesia yang memiliki beragam budaya menempatkan sosok ibu dalam berbagai cerita, legenda, tradisi, dan mitologi. Personifikasi Ibu Kota untuk pusat pemerintahan, dan Ibu Petiwi untuk tanah tumpah darah menggambarkan begitu penting arti ibu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Personifikasi itu tentu saja tidak bermaksud bias gender lantaran tidak menyebut Bapak Kota atau Bapak Pertiwi. Sebutan Ibu Kota dan Ibu Pertiwi oleh masyarakat Indonesia semata untuk memposisikan ibu sebagai representasi bumi, dan tanah tumpah darah. Artinya, pijakan kehidupan manusia diawali dari peran seorang ibu.

Masa depan seorang anak acapkali juga digambarkan tak lepas dari kontribusi luar biasa sosok ibu. Lahirlah berbagai tradisi yang berkaitan dengan ungkapan surga di bawah telapak kaki ibu. Tradisi membasuh kaki ibu dilakukan dalam prosesi pernikahan di Indonesia yang merupakan simbolisasi permohonan restu anak kepada ibunya. Hal itu juga terjadi pada prosesi kegiatan lain di berbagai lembaga pendidikan yang diwarnai dengan tradisi membasuh kaki ibu.

Begitu melekat sosok ibu bagi masyarakat Indonesia, sehingga banyak legenda yang bernuansa seorang ibu. Legenda Malin Kundang di masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat begitu terkenal di Indonesia. Betapa seorang anak yang durhaka kepada ibunya lantas berubah bentuk menjadi batu. Legenda itu sejatinya hendak menuturkan kepada masyarakat, bahwa ucapan seorang ibu adalah doa.

Makna religius dan spiritual kemudian muncul dalam bentuk doa ibu. Banyak kisah, dongeng, dan mitos yang dikaitkan dengan doa seorang ibu. Keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam kehidupan sering dikaitkan dengan doa dari sang ibu.  Tidak heran jika muncul anjuran: “dengar kata-kata ibu, ingat ucapan ibu, jangan bantah ibu, jangan kecewakan ibu, jangan sia-siakan ibu”. Anjuran itu bukanlah bentuk dominasi dan hegemoni seorang ibu, namun gambaran sosok ibu yang memiliki kekuatan transendental dalam doanya.

Komunikator dan Komunikan Andal

Ibu adalah gambaran seorang komunikator yang sekaligus komunikan pertama dalam kehidupan. Begitu seorang anak lahir ke dunia ini, sosok ibulah yang berada di sampingnya. Ibu yang kemudian memberikan keberlanjutan kehidupan dengan air susunya.

Komunikator pertama dalam kehidupan  anak adalah seorang ibu. Anak belajar tengkurap dengan bimbingan ibunya. Setelah merangkak, anak juga belajar berdiri dengan bantuan ibu. Dari ibu pula seorang anak mulai untuk bicara dan mengenal beragam bentuk komunikasi.

Sesungguhnya sejak dalam kandungan seorang ibu sudah berkomunikasi dengan sang anak. Ketika anak keluar dari rahimnya, sang ibu mengajaknya berkomunikasi. Bukan hanya sebagai komunikator, ibu juga menjadi komunikan atau audiens yang andal bagi anaknya.

Seorang ibu yang begitu dekat dengan anaknya tahu persis apa dan bagaimana perangai sang anak. Saat anak menangis, ibu tahu apakah sang anak lapar, marah, atau mengantuk. Ketika anak mulai mengeja kata, ibu paham betul apa yang ingin disampaikan sang anak.

Proses komunikasi seorang ibu dan anaknya berlangsung timbal-balik, secara verbal dan nonverbal. Pengamat dan komunikator andal pertama dalam kehidupan adalah seorang ibu. Ia mempelajari betul setiap gerakan tangan, kaki, mata, bibir, dan wajah anaknya. Maka seorang ibu akan sangat cermat menafsirkan pesan verbal dan nonverbal yang disampaikan sang anak.

Boleh jadi, anak berada dalam situasi diskordansi pesan. Artinya, apa yang diucapkan seorang anak berbeda dengan ekpresi wajah dan gerakan tubuhnya. Ibu akan tahu persis itu semua. Sehingga ketika anak berbohong, seorang ibu akan dapat mengetahui lewat ucapan dan gerakan tubuh yang ia pelajari dari anaknya sejak kecil. Tidak heran, sepandai-pandainya anak berbohong pasti akan ketahuan oleh ibunya.

Kasih Sayang Ibu

Komunikasi ibu dan anak yang dimulai sejak anak berada dalam kandungan dilakukan secara verbal dan nonverbal. Konon, komunikasi sejak anak dalam kandungan berpengaruh besar dalam tumbuh kembang anak nantinya; baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, banyak terapi kehamilan yang dilakukan seorang ibu; misalnya dengan memutarkan musik yang lembut di dekat perut sang ibu hamil, agar anak memiliki sifat dan kehidupan yang tenang nantinya.

Ungkapan kasih sayang ibu kepada anaknya tiada henti. Hal itu bisa dilakukan dengan ucapan maupun tindakan. Berne ( dalam Borden Stone, 1976) menyebutnya stroking, yaitu satu unit rekognisi, pesan komunikasi dengan kontak fisik secara intim. Bentuknya bermacam-macam, seperti pelukan, dekapan, belaian, bahkan cubitan yang bukan bertujuan menyakiti.

Semua ungkapan kasih sayang itu merupakan sesuatu yang fundamental bagi anak dalam interaksi sosialnya. Anak yang sejak kecil diperlakukan dengan lembut oleh ibunya, senantiasa didekap dan dipeluk sayang, kelak akan tumbuh menjadi anak yang hangat dalam interaksi sosial.

Kelembutan dan kehangatan seorang ibu acapkali pula menjadi model dalam komunikasi, bahkan dalam komunikasi bisnis. Banyak produk barang dan jasa yang digambarkan dengan kehadiran seorang ibu dalam iklan. Maka muncullah kata-kata: “sentuhan kasih ibu”, “selembut kasih ibu”, maupun “ibu yang bijak”. Semua menggambarkan sosok ibu yang kredibel sebagai komunikator.

Tak cukup kata-kata untuk menggambarkan sosok ibu dan penghormatan terhadapnya. Ibu tempat berbagi segalanya dalam kehidupan. Dan berbagi adalah proses komunikasi yang penting. Seperti kata Borden Stone, without sharing there is no human growth.

Pertumbuhan dan perkembangan manusia selalu dimulai lewat berbagi dengan ibu. Maka, layak kiranya mengucapkan “Selamat Hari Ibu”. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
  • BACA artikel lain tentang HARI IBU
Lagu dan Meme Tentang Ibu di Hari Ibu : Kehebatan Emak-Emak yang Diabadikan
Ketidakadilan Perayaan Hari Ibu
Memuliakan Perempuan Bukan Hanya di Hari Ibu
Hari Ibu Bagi Anak yang Tak Tahu Ibu
Merayakan Hari Ibu: Memutar Kembali Film “Lemantun” di Kepala Kita
Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru
Tags: Hari Ibuibuibu dan anakkomunikasikomunikatorPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bayang Hitam Perempuan dan Botol Depresi | Dari Pentas Seni UAS Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan

Next Post

Pentas Karya Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan: Mencipta untuk Menemukan Jati Diri dan Menjalin Jejaring Seni

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pentas Karya Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan: Mencipta untuk Menemukan Jati Diri dan Menjalin Jejaring Seni

Pentas Karya Mahasiswa PSBKH STAHN Mpu Kuturan: Mencipta untuk Menemukan Jati Diri dan Menjalin Jejaring Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co