2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tumpek Uye: Memuliakan Hewan, Merawat Keharmonisan

IK Satria by IK Satria
December 12, 2024
in Opini
Dodol Satuh : Memaknai Lebih Dalam Hari Suci Galungan

IK Satria

KELOKALAN dan adab manusia di berbagai tempat memiliki perbedaan satu sama lainnya. Bagaimana mereka hidup berdampingan dengan tanah yang memberikan kesuburan untuk hidup, bagaimana air yang sehat dan memberikan kesegaran hidup mereka, maka hal ini memberikan makna bagaimana sesungguhnya manusia menjaga adab hidupnya dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Tidak berbeda dengan manusia Bali, yang secara sosiologis merupakan masyarakat yang selalu merawat hidup secara berdampingan dengan alamnya. Aplikasi konsep luhur Tri Hita Karana yang sangat kental bagi masyarakat Hindu Bali sangat perlu diapresiasi untuk menyatakan bahwa ada adab yang baik dalam rangka menunjang keharmonisan antara makhluk Bumi.

Keharmonisan terhadap aplikasi sila pertama Pancasila sebagai lambang negara kita, bagaimana merawat kemanusiaan dan melestarikan lingkungan adalah adab yang hanya dimiliki manusia yang adabnya terbangun dari keyakinan yang luhur.

Hal ini tidak terlepas dari bagaimana perilaku kita utuk memuliakan yang hidup seperti pelaksanaan Tumpek Uye. Penghujung sapta wara (saniscara) dan pancawara (kliwon) yang jatuh pada Wuku Uye ini merupakan hari yang sangat sakral. Sebab hari ini, doa dan pemuliaan dengan aksi nyata kita lakukan untuk para binatang yang ada.

Bukan hanya binatang peliharaan namun juga seluruh yang kita sebut binatang kita doakan pada hari ini, dengan doa yang khusyuk tertuju kehadapan Hyang Pasupati dalam manifestasinya Sang Hyang Rare Angon. Pemuliaan bisa kita lakukan dengan menjaga dan memeliharanya, serta merituali dengan harapan akan hidup baik dan sehat.

Sekilas Tumpek Uye menjadi sakral tatkala kita mengingat bahwa binatang dalam pandangan Hindu merupakan wahana atau kendaraan dari para dewa. Hal inilah memerlukan kontemplasi yang dalam ketika ritual kita lakukan untuk pengharapan agar baiknya keadaan hewan-hewan yang ada di lingkungan kita.

Jika mereka adalah wahana dari para Dewa, maka dengan memuliakan dan memperhatikan mereka maka kita juga akan mendapatkan welas asih yang agung dari para Dewata, sederhananya bisa kita simpulkan demikian.

Merujuk pada salah satu nasihat kitab suci, Lontar Sundarigama: Saniscara Kliwon Uye pinaka prakertining sarwa sato. Artinya: Pada hari Saniscara Kliwon Uye hendaknya dijadikan tonggak untuk melestarikan semua jenis hewan.

Kata pelestarian inilah menurut Hindu dilakukan dengan cara memuliakan. Di dalamnya juga tersirat pesan yang menjelaskan bahwa peringatan Tumpek Uye bertujuan menjaga keselarasan antara manusia dengan lingkungan, khususnya hewan.

Bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga semua hewan yang ada bumi ini didoakan. Namun, karena hewan peliharaan yang terdekat, maka hewan peliharaanlah yang diupacarai sebagai perwakilan hewan lainnya.

Lalu, apakah kita mesti memperlakukan para binatang layaknya manusia? Dengan pakaian, hiasan, makanan, dan lainnya? Sesungguhnya itu adalah cara dan cetusan bhakti kita, yang dalam hal ini bukan saja berpaku pada euforia, tetapi pemaknaan yang dalam tentang perilaku memuliakan.

Sebuah refrensi lain menguatkan tentang hari Tumpek Uye ini. Bacalah kutipan sloka dalam Lontar Sundarigama yang esensinya mewajibkan umat manusia untuk menyayangi hewan. Hewan adalah salah satu mahluk yang menjadi kekuatan alam, yakni ketika prana atau unsur hidup mereka digunakan sebagai alat untuk pelaksanaan caru (Bhuta Yadnya).

Kutipan sloka tersebut berbunyi: Ayuwa tan masih ring sarwa prani, apan prani ngaran prana. Artinya: Jangan tidak sayang kepada binatang, karena binatang atau makhluk adalah kekuatan alam. Karena hewan adalah kekuatan maka perlu dipelihara demi keharmonisan.

Adapun sarana upakara yang penting untuk diketahui dalam peringatan Tumpek Uye ini, antara lain: untuk sarana bebantenan bagi pemilik hewan kuda, sapi atau kerbau, banten-nya terdiri dari tumpeng tetebasan, panyeneng, sesayut dan canang raka. Sedangkan bagi umat Hindu yang memelihara babi, bisa menghaturkan tumpeng-canang raka, penyeneng, ketipat dan belayag.

Untuk bebanten sebangsa unggas, dibuatkan bebanten berupa bermacam-macam ketupat sesuai dengan nama atau unggas itu, seperti tipat kedis, tipat kukur, tipat gelatik, dan lain sebagainya, yang dilengkapi dengan penyeneng, tetebus, dan kembang payas.

Bebanten atau sarana pemujaan tersebut dilakukan permohonan di Kemulan Tiga Sakti atau Bhatara Hyang Guru, lalu tirta yang ditunas digunakan di tempat ternak dipelihara.

Sekilas sangatlah sederhana secara ritual, namun pesannya sangat sarat dengan pelestarian dan mengikat eling kita kepada lingkungan untuk keharmonisan. Maka, melalui tulisan ini, mari kita wujudnyatakan ritual Tumpek Uye dengan memelihara anjing bali, memelihara ayam bali, babi bali, burung bali, dan sebagainya sebagai upaya menjaga ke-ajegan taksu Bali yang bermula dari keharmonisan dan pelestarian yang kita lakukan secara nyata.

Pada akhirnya, Tumpek Uye bukan hanya perayaan, tetapi harus juga dijadikan sebagai momentum untuk lebih eling pada lingkungan. Rahajeng Tumpek Uye.[T]

Tumpek Uye, Warga di Buleleng Lepaskan 6.991 Burung, 170.267 Ikan, 6.497 Tukik
Tumpek Landep : Menajamkan Pikiran, Memohon Ke-Sidhi-an
Valentine Ala Bali atau Tumpek Krulut Rasa Valentine?
Renungan “Tumpek Wayang” di Akhir Tahun: Manusia Selalu Dikejar Sang Kala
Tags: baliHindu BaliLontar Sundarigamaritualtumpek uye
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Canggu, Masa Depan Bali

Next Post

Emas Hijau dari Kandang: Solusi Cerdas Kelola Limbah Sapi Perah untuk Masa Depan Berkelanjutan

IK Satria

IK Satria

Penyuluh Agama Kementerian Agama Buleleng

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Emas Hijau dari Kandang: Solusi Cerdas Kelola Limbah Sapi Perah untuk Masa Depan Berkelanjutan

Emas Hijau dari Kandang: Solusi Cerdas Kelola Limbah Sapi Perah untuk Masa Depan Berkelanjutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co