24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tumpek Uye: Memuliakan Hewan, Merawat Keharmonisan

IK Satria by IK Satria
December 12, 2024
in Opini
Dodol Satuh : Memaknai Lebih Dalam Hari Suci Galungan

IK Satria

KELOKALAN dan adab manusia di berbagai tempat memiliki perbedaan satu sama lainnya. Bagaimana mereka hidup berdampingan dengan tanah yang memberikan kesuburan untuk hidup, bagaimana air yang sehat dan memberikan kesegaran hidup mereka, maka hal ini memberikan makna bagaimana sesungguhnya manusia menjaga adab hidupnya dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Tidak berbeda dengan manusia Bali, yang secara sosiologis merupakan masyarakat yang selalu merawat hidup secara berdampingan dengan alamnya. Aplikasi konsep luhur Tri Hita Karana yang sangat kental bagi masyarakat Hindu Bali sangat perlu diapresiasi untuk menyatakan bahwa ada adab yang baik dalam rangka menunjang keharmonisan antara makhluk Bumi.

Keharmonisan terhadap aplikasi sila pertama Pancasila sebagai lambang negara kita, bagaimana merawat kemanusiaan dan melestarikan lingkungan adalah adab yang hanya dimiliki manusia yang adabnya terbangun dari keyakinan yang luhur.

Hal ini tidak terlepas dari bagaimana perilaku kita utuk memuliakan yang hidup seperti pelaksanaan Tumpek Uye. Penghujung sapta wara (saniscara) dan pancawara (kliwon) yang jatuh pada Wuku Uye ini merupakan hari yang sangat sakral. Sebab hari ini, doa dan pemuliaan dengan aksi nyata kita lakukan untuk para binatang yang ada.

Bukan hanya binatang peliharaan namun juga seluruh yang kita sebut binatang kita doakan pada hari ini, dengan doa yang khusyuk tertuju kehadapan Hyang Pasupati dalam manifestasinya Sang Hyang Rare Angon. Pemuliaan bisa kita lakukan dengan menjaga dan memeliharanya, serta merituali dengan harapan akan hidup baik dan sehat.

Sekilas Tumpek Uye menjadi sakral tatkala kita mengingat bahwa binatang dalam pandangan Hindu merupakan wahana atau kendaraan dari para dewa. Hal inilah memerlukan kontemplasi yang dalam ketika ritual kita lakukan untuk pengharapan agar baiknya keadaan hewan-hewan yang ada di lingkungan kita.

Jika mereka adalah wahana dari para Dewa, maka dengan memuliakan dan memperhatikan mereka maka kita juga akan mendapatkan welas asih yang agung dari para Dewata, sederhananya bisa kita simpulkan demikian.

Merujuk pada salah satu nasihat kitab suci, Lontar Sundarigama: Saniscara Kliwon Uye pinaka prakertining sarwa sato. Artinya: Pada hari Saniscara Kliwon Uye hendaknya dijadikan tonggak untuk melestarikan semua jenis hewan.

Kata pelestarian inilah menurut Hindu dilakukan dengan cara memuliakan. Di dalamnya juga tersirat pesan yang menjelaskan bahwa peringatan Tumpek Uye bertujuan menjaga keselarasan antara manusia dengan lingkungan, khususnya hewan.

Bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga semua hewan yang ada bumi ini didoakan. Namun, karena hewan peliharaan yang terdekat, maka hewan peliharaanlah yang diupacarai sebagai perwakilan hewan lainnya.

Lalu, apakah kita mesti memperlakukan para binatang layaknya manusia? Dengan pakaian, hiasan, makanan, dan lainnya? Sesungguhnya itu adalah cara dan cetusan bhakti kita, yang dalam hal ini bukan saja berpaku pada euforia, tetapi pemaknaan yang dalam tentang perilaku memuliakan.

Sebuah refrensi lain menguatkan tentang hari Tumpek Uye ini. Bacalah kutipan sloka dalam Lontar Sundarigama yang esensinya mewajibkan umat manusia untuk menyayangi hewan. Hewan adalah salah satu mahluk yang menjadi kekuatan alam, yakni ketika prana atau unsur hidup mereka digunakan sebagai alat untuk pelaksanaan caru (Bhuta Yadnya).

Kutipan sloka tersebut berbunyi: Ayuwa tan masih ring sarwa prani, apan prani ngaran prana. Artinya: Jangan tidak sayang kepada binatang, karena binatang atau makhluk adalah kekuatan alam. Karena hewan adalah kekuatan maka perlu dipelihara demi keharmonisan.

Adapun sarana upakara yang penting untuk diketahui dalam peringatan Tumpek Uye ini, antara lain: untuk sarana bebantenan bagi pemilik hewan kuda, sapi atau kerbau, banten-nya terdiri dari tumpeng tetebasan, panyeneng, sesayut dan canang raka. Sedangkan bagi umat Hindu yang memelihara babi, bisa menghaturkan tumpeng-canang raka, penyeneng, ketipat dan belayag.

Untuk bebanten sebangsa unggas, dibuatkan bebanten berupa bermacam-macam ketupat sesuai dengan nama atau unggas itu, seperti tipat kedis, tipat kukur, tipat gelatik, dan lain sebagainya, yang dilengkapi dengan penyeneng, tetebus, dan kembang payas.

Bebanten atau sarana pemujaan tersebut dilakukan permohonan di Kemulan Tiga Sakti atau Bhatara Hyang Guru, lalu tirta yang ditunas digunakan di tempat ternak dipelihara.

Sekilas sangatlah sederhana secara ritual, namun pesannya sangat sarat dengan pelestarian dan mengikat eling kita kepada lingkungan untuk keharmonisan. Maka, melalui tulisan ini, mari kita wujudnyatakan ritual Tumpek Uye dengan memelihara anjing bali, memelihara ayam bali, babi bali, burung bali, dan sebagainya sebagai upaya menjaga ke-ajegan taksu Bali yang bermula dari keharmonisan dan pelestarian yang kita lakukan secara nyata.

Pada akhirnya, Tumpek Uye bukan hanya perayaan, tetapi harus juga dijadikan sebagai momentum untuk lebih eling pada lingkungan. Rahajeng Tumpek Uye.[T]

Tumpek Uye, Warga di Buleleng Lepaskan 6.991 Burung, 170.267 Ikan, 6.497 Tukik
Tumpek Landep : Menajamkan Pikiran, Memohon Ke-Sidhi-an
Valentine Ala Bali atau Tumpek Krulut Rasa Valentine?
Renungan “Tumpek Wayang” di Akhir Tahun: Manusia Selalu Dikejar Sang Kala
Tags: baliHindu BaliLontar Sundarigamaritualtumpek uye
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Canggu, Masa Depan Bali

Next Post

Emas Hijau dari Kandang: Solusi Cerdas Kelola Limbah Sapi Perah untuk Masa Depan Berkelanjutan

IK Satria

IK Satria

Penyuluh Agama Kementerian Agama Buleleng

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Emas Hijau dari Kandang: Solusi Cerdas Kelola Limbah Sapi Perah untuk Masa Depan Berkelanjutan

Emas Hijau dari Kandang: Solusi Cerdas Kelola Limbah Sapi Perah untuk Masa Depan Berkelanjutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co