2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menemukan Keaslian Dee Lestari pada “Tanpa Rencana”

Nova Aryani by Nova Aryani
November 1, 2024
in Ulas Buku
Menemukan Keaslian Dee Lestari pada “Tanpa Rencana”

Sonia, Dwi dan saya (Nova) memamerkan buku Tanpa Rencana di UWRF 2024

KETIKA diajak oleh Sonia—pendiri Komunitas Mahima—untuk membedah buku terbaru karya Dee Lestari, saya sangat bersemangat.

Buku yang dibedah adalah buku terbarunya, ”Tanpa Rencana”. Buku itu baru saja launching, 24 Oktober, di event Ubud Writers and Readers Festival (UWRF).

Tentu saya bersemangat. Karena saya bersama-sama Sonia mengulas tulisan terbaru dari penulis idola saya. Bedah buku itu pun berlangsung dengan suasana yang menyenangkan di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Rabu malam, 30 Oktober 2024.

Berikut ini kesan saya dari perspektif seorang fans berat Dee Lestari yang telah membaca karya-karyanya sejak Supernova sampai Rapijali.

Di buku terbarunya ini, yang merupakan sebuah kumpulan cerita, pada beberapa tulisan dapat dirasakan Dee begitu menunjukkan karakternya sendiri, bahkan menjadikan dirinya sebagai tokoh utama cerita. Belum pernah terjadi pada karya-karyanya sebelumnya.

Saya bersama Dee yang sedang tanda tangan buku Tanpa Rencana | Foto: Dok. Nova

Namun begitu, di cerita yang agak panjang, pada alur ceritanya pasti ada sesuatu yang terasa sangat riil karena barangkali Dee telah melakukan riset ataupun pengamatan pada sebuah momen sehingga hal itu bisa masuk ke dalam fiksinya dan mengalir seolah seperti kisah nyata.

Seperti pada cerpen “Asam Garam”, saya sangat terhanyut oleh kisah pembuatan garam untuk mengawetkan kenangan dengan cara menambahkan air mata pada mata air asin. Air mata untuk mata air.

Ada sebuah fakta yang diperoleh Dee tentang pembuatan garam hitam di sebuah mata air asin di pegunungan Papua. Dan lalu ia dengan lihai mengolah kisahnya sendiri dari fakta itu untuk menjadi sebuah fiksi yang menarik. Fakta yang masuk ke fiksi, begitulah ciri khas Dee.

Kesan perasaan terdalam dari seorang Dee Lestari saya tangkap pada tulisannya yang berjudul “Bapak, Aku Mencoba”. Disitu Dee menumpahkan segala kepedihannya ditinggal sang Ayah berpulang padaNya, yang saya tahu memang terjadi beberapa waktu sebelum buku ini terbit.

Dee menuliskannya dengan pilihan kata yang cantik dan disusun dengan sedemikian ritmis. Membuat haru biru dan mungkin tersedu sedan bagi siapapun yang membacanya. Saya jadi bisa merasa Dee adalah juga manusia biasa seperti layaknya seorang anak yang begitu sedih kehilangan sang Ayah.

Lalu ada kisah menarik tentang reuni para karakter Supernova di cerita “The Supernova Lounge”. Saya merasa sangat senang karena tokoh-tokoh favorit saya di tiap sekuel Supernova, berkumpul membicarakan perannya masing-masing dan dikejutkan dengan munculnya sang penulis, Dee Lestari, menjadi dirinya sendiri, tuan rumah Lounge tersebut.

Percakapan-percakapan yang isinya mungkin hanya dimengerti oleh mereka yang sudah pernah membaca sekuel-sekuel Supernova, membuat cerita ini menjadi eksklusif dan spesial bagi para fans Supernova seperti saya.

Pamer buku Tanpa Rencana | Foto: Dok. Nova

Ada 18 cerita pada buku Tanpa Rencana ini, yang semuanya ditulis memang tanpa rencana. Maksudnya, dimanapun Dee berada, apapun ide yang ia temui, langsung digarap jadi cerita.

Bahkan, kehilangan ide pun, mampu ia jadikan sebuah tulisan menarik, yakni pada cerita “Di Balik Papan Tik”. Dee yang saat itu mengalami ketersendatan menulis karena benar-benar tak menemukan ide cerita, membuat sebuah narasi bagaimana ia meminta ide agar datang padanya dan menyebutkan bahwa mereka berdua, Dee dan Ide lah, pencipta karya-karya Dee Lestari selama ini. Sebuah cerita yang unik bukan, cerita tentang kehilangan ide.

Lalu ditutup dengan kisah humor tentang buah hajat, yang diceritakan dengan elegan sejak dari judulnya. “Transendensi Ampas Insani”, yang bila disingkat adalah kata untuk kotoran itu sendiri. Jadi lucu dan tidak jorok ya. Begitu pula ceritanya yang sebenarnya sangat konyol tapi dibalut dengan bahasa penceritaan khas ala Dee, sehingga saya jadi terbahak-bahak saat membacanya.

Dari cerita terakhir ini pula, siapapun yang mengenal Dee akan bisa merasa bagaimana sesungguhnya karakter penulis cantik ini. Yang dibalik keseriusan dan keanggunannya, tersimpan jiwa humoris dan kekonyolan pula.

Jadi, bagi kalian yang sama sekali belum pernah membaca karya-karya Dee Lestari, menurut saya Tanpa Rencana ini bagus untuk awal perkenalan. Selamat membaca dan menemukan Dee Lestari di dalamnya. [T]

Sains & Fiksi, Puncak Kelindan Fakta dan Imajinasi
Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur
Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari
Tags: CerpenDee LestariKomunitas Mahimakumpulan cerpennovelUWRF 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tukik Kehujanan di Pantai Penimbangan: Atap Penangkaran Diterbangkan Angin yang Kencang Sekali

Next Post

Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan

Nova Aryani

Nova Aryani

Seorang mompreneur yang hobi membaca. Memiliki 2 orang anak dan usaha jualan online serta draft-draft naskah di laptop yang ia anggap anak-anaknya juga. Mengunjungi perpustakaan dan toko buku adalah kegemarannya. Dapat bertemu dengan penulis-penulis besar adalah impiannya. Selain membaca, Nova juga menulis cerpen untuk menyalurkan isi kepalanya. Saat ini baru satu buku kumpulan cerpen yang berhasil ditulisnya di sela-sela menjalankan usahanya. Untuk lebih mengenalnya, silakan follow medsos FB dan IG nova.aryani

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan

Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co