2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jejak di Lorong Seniman: Sebuah Memoar tentang Bahar Malaka

Didin Tulus by Didin Tulus
October 20, 2024
in Khas
Jejak di Lorong Seniman: Sebuah Memoar tentang Bahar Malaka

Bahar Malaka dan Didin Tulus | Foto: Jumari

DI sebuah lorong sempit yang disebut Gang Bajat, di Cimahi, Jawa Barat, seorang lelaki berambut gimbal berjalan santai menuju jalan raya. Langkahnya mantap, meskipun terlihat seolah tak terburu-buru. Lelaki, kemudian, aku tahu adalah Bahar Malaka.

Aku mengamati dari kejauhan, membiarkan pikiranku melayang pada pertemuan yang akan segera terjadi. Aku sudah membuat janji dengan seorang wartawan dari media online untuk bertemu di rumah Bahar Malaka. atau yang akrab disapa Kang Bahar, seorang seniman eksentrik yang namanya mulai terdengar di kalangan seni rupa. Meski begitu, aku belum terlalu mengenal sosok ini secara pribadi.

Pertama kali mendengar tentang Bahar Malaka, aku sedang membaca sebuah artikel di Pratama Media News. Penulisnya, Pak Jumari, dengan tulisannya yang khas, berhasil memaparkan gambaran umum tentang Bahar.

Namun, selain tulisan tersebut, aku belum banyak tahu tentang pria berambut gimbal ini. Ketidaktahuanku mungkin wajar, karena seperti pepatah, “moal bogoh lamun teu wanoh” — tak kenal maka tak sayang. Dan bagiku, Bahar masih asing.

Dan, aku kemudian mengenalnya. Setelah sempat melihat dari kejauhan di Gang Bajat, aku kemudian bertemu secara dekat di rumahnya, di Gang Bajat itu.  

Hari itu, cuaca di Cimahi terasa sejuk, tipikal sore yang ideal untuk pertemuan yang dijanjikan. Kami berkumpul di sebuah ruang sederhana di rumah Kang Bahar, yang juga berfungsi sebagai studio seni kecil.

Ada suasana yang berbeda di sini—bukan hanya karena kehadiran sang seniman, tetapi juga energi yang mengalir dari percakapan kami.

Kang Bahar tidak datang dengan kesan besar atau mewah. Ia menyapa dengan cara yang sederhana, namun penuh kesopanan. Dari raut wajahnya, tersirat kehangatan yang membuat pertemuan menjadi nyaman. Pria berambut gimbal itu berbicara dengan tutur yang santun, hampir menyerupai mayoritas masyarakat Sunda yang terkenal ramah dan tenang dalam bertutur sapa.

Kami berbincang, mulai dari hal-hal sederhana hingga akhirnya menuju topik yang lebih berat: seni rupa. Meskipun pembicaraan tentang seni tidak begitu dalam—terutama karena aku dan sang wartawan masih merasa canggung di hadapan seorang seniman besar—ada sesuatu yang menarik dari cara Bahar menjelaskan.

Bukan hanya kata-katanya, tapi bagaimana ia memperlakukan seni dengan penuh cinta dan ketulusan, seperti melihat cerminan dari seluruh kehidupannya yang terjalin erat dengan seni.

Aku ingat satu momen ketika Bahar berbicara tentang pengalamannya. “Seni itu lebih dari sekadar gambar atau patung,” katanya pelan.

“Itu tentang bagaimana kita memahami dunia, bagaimana kita mengekspresikan diri tanpa batasan,” katanya lagi.

Matanya bersinar saat mengucapkan kalimat itu, seperti seseorang yang benar-benar hidup di dalam dunianya sendiri, namun juga sangat terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.

Sosok Bahar Malaka seolah mewakili kompleksitas dari seorang seniman yang tak terikat pada aturan. Rambut gimbalnya yang liar dan tak tertata adalah cerminan dari kebebasan yang ia cari dan junjung tinggi dalam hidupnya. Bagi Bahar, seni bukan hanya sebuah karya yang dinikmati dengan mata, melainkan sebuah proses yang perlu dirasakan, dipahami, dan dihidupi.

Pada saat pertemuan itu berlangsung, aku belum sepenuhnya memahami kedalaman pemikiran Bahar. Bagi seseorang yang belum terbiasa dengan dunia seni rupa, obrolan kami terdengar ringan dan biasa saja.

Namun, setelah beberapa saat berlalu, aku mulai merenungkan kata-katanya. Ada kejujuran dan keikhlasan dalam setiap kalimat yang keluar dari mulutnya, seolah-olah seni adalah jalan hidup yang telah ia pilih tanpa penyesalan sedikit pun.

Bersama kami, juga hadir Pak Jumari, penulis artikel yang pernah membuatku mengenal Bahar untuk pertama kalinya. Keduanya, Bahar dan Jumari, berbagi cerita tentang masa lalu, pengalaman seni, dan visi mereka untuk masa depan.

Ada ikatan yang dalam antara keduanya, sebuah persahabatan yang terbentuk melalui penghargaan dan cinta yang sama terhadap seni. Dalam percakapan mereka, tersirat kebanggaan terhadap Kota Cimahi yang melahirkan banyak seniman besar, salah satunya Bahar Malaka.

Saat pertemuan hampir berakhir, kami berfoto bersama sebagai tanda kenang-kenangan. Tidak ada yang spesial dalam sesi foto tersebut—hanya sebuah momen biasa yang mungkin akan terlupakan oleh sebagian orang. Namun bagiku, itu adalah simbol dari pertemuan singkat yang membuka mataku akan makna seni dan bagaimana seorang seniman hidup di dalamnya.

Aku tersenyum, menyadari bahwa pertemuan ini, meski sederhana, telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam ingatanku.

Sore itu, sosok Bahar Malaka mungkin akan segera buyar dari pikiranku saat aku kembali ke kehidupan sehari-hari. Namun, ada sesuatu yang berubah setelah pertemuan itu—cara pandangku terhadap seni dan para pelakunya, yang kini tidak lagi terasa asing atau jauh.

Bahar telah memperlihatkan padaku bahwa seni adalah bagian dari hidup yang penuh kejujuran, dan setiap orang yang terlibat di dalamnya memiliki cerita unik yang layak untuk didengar.

Saat melangkah keluar dari rumah Kang Bahar, aku merasa ada bagian dari dirinya yang tertinggal bersamaku—sebuah pelajaran berharga tentang ketulusan, kebebasan, dan bagaimana seni dapat menjadi jendela untuk memahami dunia. [T]

Harakat Warna Hardiman
Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali
“Jalak Bali, Kembali Pada Puisi” | Dari Pameran Tunggal Perupa Hardiman
Homo Ludens di Atas Sarkofagus
Tags: Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

OSIS SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan, Dari Diklatpim ke Wisata Spiritual   

Next Post

Puncak Tajun Cup V: Trofi Juara Dibawa ke Panggung-Sembiran, Motor Diboyong ke Pamesan

Didin Tulus

Didin Tulus

Pembaca karya Ajip Rosidi. Koleksi karya Ajip sudah 150 judul belum termasuk tulisan pengantar buku yang ditulis oleh Ajip. Penulis juga aktif mengelola perpustakaan Rumah Baca Ajip Rosidi.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puncak Tajun Cup V: Trofi Juara Dibawa ke Panggung-Sembiran, Motor Diboyong ke Pamesan

Puncak Tajun Cup V: Trofi Juara Dibawa ke Panggung-Sembiran, Motor Diboyong ke Pamesan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co