2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jejak di Lorong Seniman: Sebuah Memoar tentang Bahar Malaka

Didin Tulus by Didin Tulus
October 20, 2024
in Khas
Jejak di Lorong Seniman: Sebuah Memoar tentang Bahar Malaka

Bahar Malaka dan Didin Tulus | Foto: Jumari

DI sebuah lorong sempit yang disebut Gang Bajat, di Cimahi, Jawa Barat, seorang lelaki berambut gimbal berjalan santai menuju jalan raya. Langkahnya mantap, meskipun terlihat seolah tak terburu-buru. Lelaki, kemudian, aku tahu adalah Bahar Malaka.

Aku mengamati dari kejauhan, membiarkan pikiranku melayang pada pertemuan yang akan segera terjadi. Aku sudah membuat janji dengan seorang wartawan dari media online untuk bertemu di rumah Bahar Malaka. atau yang akrab disapa Kang Bahar, seorang seniman eksentrik yang namanya mulai terdengar di kalangan seni rupa. Meski begitu, aku belum terlalu mengenal sosok ini secara pribadi.

Pertama kali mendengar tentang Bahar Malaka, aku sedang membaca sebuah artikel di Pratama Media News. Penulisnya, Pak Jumari, dengan tulisannya yang khas, berhasil memaparkan gambaran umum tentang Bahar.

Namun, selain tulisan tersebut, aku belum banyak tahu tentang pria berambut gimbal ini. Ketidaktahuanku mungkin wajar, karena seperti pepatah, “moal bogoh lamun teu wanoh” — tak kenal maka tak sayang. Dan bagiku, Bahar masih asing.

Dan, aku kemudian mengenalnya. Setelah sempat melihat dari kejauhan di Gang Bajat, aku kemudian bertemu secara dekat di rumahnya, di Gang Bajat itu.  

Hari itu, cuaca di Cimahi terasa sejuk, tipikal sore yang ideal untuk pertemuan yang dijanjikan. Kami berkumpul di sebuah ruang sederhana di rumah Kang Bahar, yang juga berfungsi sebagai studio seni kecil.

Ada suasana yang berbeda di sini—bukan hanya karena kehadiran sang seniman, tetapi juga energi yang mengalir dari percakapan kami.

Kang Bahar tidak datang dengan kesan besar atau mewah. Ia menyapa dengan cara yang sederhana, namun penuh kesopanan. Dari raut wajahnya, tersirat kehangatan yang membuat pertemuan menjadi nyaman. Pria berambut gimbal itu berbicara dengan tutur yang santun, hampir menyerupai mayoritas masyarakat Sunda yang terkenal ramah dan tenang dalam bertutur sapa.

Kami berbincang, mulai dari hal-hal sederhana hingga akhirnya menuju topik yang lebih berat: seni rupa. Meskipun pembicaraan tentang seni tidak begitu dalam—terutama karena aku dan sang wartawan masih merasa canggung di hadapan seorang seniman besar—ada sesuatu yang menarik dari cara Bahar menjelaskan.

Bukan hanya kata-katanya, tapi bagaimana ia memperlakukan seni dengan penuh cinta dan ketulusan, seperti melihat cerminan dari seluruh kehidupannya yang terjalin erat dengan seni.

Aku ingat satu momen ketika Bahar berbicara tentang pengalamannya. “Seni itu lebih dari sekadar gambar atau patung,” katanya pelan.

“Itu tentang bagaimana kita memahami dunia, bagaimana kita mengekspresikan diri tanpa batasan,” katanya lagi.

Matanya bersinar saat mengucapkan kalimat itu, seperti seseorang yang benar-benar hidup di dalam dunianya sendiri, namun juga sangat terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.

Sosok Bahar Malaka seolah mewakili kompleksitas dari seorang seniman yang tak terikat pada aturan. Rambut gimbalnya yang liar dan tak tertata adalah cerminan dari kebebasan yang ia cari dan junjung tinggi dalam hidupnya. Bagi Bahar, seni bukan hanya sebuah karya yang dinikmati dengan mata, melainkan sebuah proses yang perlu dirasakan, dipahami, dan dihidupi.

Pada saat pertemuan itu berlangsung, aku belum sepenuhnya memahami kedalaman pemikiran Bahar. Bagi seseorang yang belum terbiasa dengan dunia seni rupa, obrolan kami terdengar ringan dan biasa saja.

Namun, setelah beberapa saat berlalu, aku mulai merenungkan kata-katanya. Ada kejujuran dan keikhlasan dalam setiap kalimat yang keluar dari mulutnya, seolah-olah seni adalah jalan hidup yang telah ia pilih tanpa penyesalan sedikit pun.

Bersama kami, juga hadir Pak Jumari, penulis artikel yang pernah membuatku mengenal Bahar untuk pertama kalinya. Keduanya, Bahar dan Jumari, berbagi cerita tentang masa lalu, pengalaman seni, dan visi mereka untuk masa depan.

Ada ikatan yang dalam antara keduanya, sebuah persahabatan yang terbentuk melalui penghargaan dan cinta yang sama terhadap seni. Dalam percakapan mereka, tersirat kebanggaan terhadap Kota Cimahi yang melahirkan banyak seniman besar, salah satunya Bahar Malaka.

Saat pertemuan hampir berakhir, kami berfoto bersama sebagai tanda kenang-kenangan. Tidak ada yang spesial dalam sesi foto tersebut—hanya sebuah momen biasa yang mungkin akan terlupakan oleh sebagian orang. Namun bagiku, itu adalah simbol dari pertemuan singkat yang membuka mataku akan makna seni dan bagaimana seorang seniman hidup di dalamnya.

Aku tersenyum, menyadari bahwa pertemuan ini, meski sederhana, telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam ingatanku.

Sore itu, sosok Bahar Malaka mungkin akan segera buyar dari pikiranku saat aku kembali ke kehidupan sehari-hari. Namun, ada sesuatu yang berubah setelah pertemuan itu—cara pandangku terhadap seni dan para pelakunya, yang kini tidak lagi terasa asing atau jauh.

Bahar telah memperlihatkan padaku bahwa seni adalah bagian dari hidup yang penuh kejujuran, dan setiap orang yang terlibat di dalamnya memiliki cerita unik yang layak untuk didengar.

Saat melangkah keluar dari rumah Kang Bahar, aku merasa ada bagian dari dirinya yang tertinggal bersamaku—sebuah pelajaran berharga tentang ketulusan, kebebasan, dan bagaimana seni dapat menjadi jendela untuk memahami dunia. [T]

Harakat Warna Hardiman
Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali
“Jalak Bali, Kembali Pada Puisi” | Dari Pameran Tunggal Perupa Hardiman
Homo Ludens di Atas Sarkofagus
Tags: Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

OSIS SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan, Dari Diklatpim ke Wisata Spiritual   

Next Post

Puncak Tajun Cup V: Trofi Juara Dibawa ke Panggung-Sembiran, Motor Diboyong ke Pamesan

Didin Tulus

Didin Tulus

Pembaca karya Ajip Rosidi. Koleksi karya Ajip sudah 150 judul belum termasuk tulisan pengantar buku yang ditulis oleh Ajip. Penulis juga aktif mengelola perpustakaan Rumah Baca Ajip Rosidi.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Puncak Tajun Cup V: Trofi Juara Dibawa ke Panggung-Sembiran, Motor Diboyong ke Pamesan

Puncak Tajun Cup V: Trofi Juara Dibawa ke Panggung-Sembiran, Motor Diboyong ke Pamesan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co