23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Son Lomri by Son Lomri
October 14, 2024
in Khas
Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

DI bawah pohon palem di sebuah taman kecil, diskusi manis tergelar begitu saja. Sebelum diskusi—literasi dan menulis itu—dilakukan, sebentar lagi, diskusi lain akan berlangsung di lantai II Gedung Pusat Layananan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Sebagai pemateri, Made Adnyana Ole—penyair sekaligus wartawan senior itu—mengobrol tanpa sekat, jurang pengetahuan, dengan peserta yang berlatar penyuluh agama Hindu itu. Sambil merokok, dengan hangat mereka mengobrol di beranda gedung. Sangat santai.

Tidak lama setelah rokok menjadi abu, obrolan kemudian disudahi dan secara bersamaan mereka menuju lantai II dan di sana para peserta lain sudah menanti dengan apik dengan busana adat madya duduk di kursi masing-masing. Sekitar 45 peserta mengikuti pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024”.

“Saya berharap, melalui kegiatan pembinaan ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi Penyuluh Agama Hindu dalam membina umat,” kata I Made Subawa saat sambutan sekaligus membuka acara.

Dalam acara pelatihan Kemenag itu, setidaknya ada beberapa hal yang disampaikan oleh Made Adnyana Ole kepada para penyuluh ketika memberikan materinya. Tentu selain tentang teknis dasar menulis jurnalistik, ia juga menjelaskan bagaimana melihat sebuah posisi itu penting ketika berselancar di media sosial. Terlebih tentang siapa yang berhak menulis suatu berita, yang dalam hal ini, berhak serius dan mendalam.

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

Antara pegiat media sosial yang menulis isu sosial di laman Fesbuknya dengan wartawan yang juga menulis isu sosial, katanya, di koran media online, itu memiliki perbedaan posisi dan tanggung jawabnya pada publik.

“Jika wartawan, selain didasari fakta, tetapi juga meliputi proses verifikasi data yang ketat. Sementara pada pegiat media sosial, itu biasanya tidak. Ia hanya sekadar menuliskan bagaimana yang muncul di masyarakat tanpa lebih dulu melewati verifikasi data yang serius…” kata Made Adnyana Ole saat memberikan materi Menulis Berita di Media Sosial.

Sampai di sini, ia melanjutkan penjelasannya, bahwa potensi terkena jerat UU ITE kepada pengguna media social—dalam hal ini Fesbuk, misalnya—itu sangat dekat. Karena pegiat media sosial biasanya sangat rentan terkena hoak atau ikut serta dalam memroduksi hoak.

Sebab itulah pegiat media sosial tidak bisa secara frontal dalam menuliskan sesuatu yang bersifat sensitif—yang berbau hukum, yang mana berpotensi mencemari nama baik seseorang.

“Ada proses konfirmasi. Misalnya, ada seseorang dituntut menggelapkan dana. Kan banyak orang yang kena kasus ITE itu hanya karena ikut-ikutan menyebarkan informasi itu [hanya karena katanya-katanya], tanpa kembali konfrmasi tentang kebenarannya,” ujar Pemred tatkala.co itu.

Proses konfirmasi itu biasanya, bisa melewati pertanyaan kebenarannya kepada narasumber utama. “Misalnya proses konfirmasinya, Pak, bapak dituduh seperti ini, bagaimana tanggapan bapak? Terus yang bersangkutan menjawab, Oh, tidak bener ini! Nah, kalau tidak bener, bagaimana kejadiannya. Nah, itu kita mesti kutip juga. Isunya kita tulis, bantahannya kita tulis. Itu baru bener,” ujar Ole memberi contoh.

Menurut Ole, itu yang sering tidak dilakukan sama pegiat media sosial, merasa sudah upload, merasa sudah menyebarkan informasi. Padahal itu salah. Nah, itu yang disebut proses jurnalistik, dan proses jurnalistik hanya dilakukan oleh seorang wartawan.

“Karena bapak ibu tidak ingin jadi wartawan, saya tahu. Sudah jadi penyuluh, cukuplah, ngapain jadi wartawan, ribet…hehe…” lanjut kolumnis Lolohin Malu itu sambil bercanda.

Melihat Peristiwa seperti Wartawan

Seperti tidak ingin membuat keruwetan berpikir tentang kesulitan para pesertanya, Made Adnyana Ole kemudian menurunkan pembahasannya dan langsung menarik diri kepada teknis. Siapa saja bisa membuat berita dengan rumus yang sama, katanya, yaitu 5 W + 1 H.

“Makanya, sekarang ngupload di media sosial, mengunggah sesuatu informasi, setidaknya kita melakukan proses yang lengkap [apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana], gitu aja sebenarnya sudah cukup, dan hindari persoalan-persoalan yang sensitif.

“Misalnya, kemungkinan mencemarkan nama baik orang. Ada kemungkinan berkaitan dengan pornografi. Yang gitu-gitu tuh harus dihindari, diwaspadai,” kata Pak Ole, panggilan akrab dari Made Adnyana Ole ketika mulai membicarakan teknik.

Salah satu perserta bertanya saat sesi tanya jawab | Foto: tatkala.co/Son

Di dalam menulis berita, terdapat beberapa jenis fakta di masyarakat yang dapat dituliskan. Seperti seremonial, kejadian tak terduga, dan kejadian terjadwal.

Seremonial itu seperti upacara bendera, peringatan hari-hari besar nasional, misalnya. itu adalah fakta. Tapi tidak semua acara seremonial itu penting untuk diberitakan. Maksud kata penting di sini, tidak semuanya dibaca oleh semua orang atau dibutuhkan oleh semua orang.

“Makdudnya gini, semisal, di Kementrian Agama upacara hari Senin, setiap di hari itu upacara di depan. Nah, itu tidak penting bagi orang lain, gitu. Tapi sebagai informasi internal, itu gak papa,” terang Ole.

Sementara kejadian tak terduga misalnya kebakaran, kecelakaan, banjir, bencana. Atau kemalingan, atau yang lain, seperti, tiba-tiba dapat undian seratus juta gitu. “Nah itu nasib untung pun tak terduga gitu. Itu juga adalah fakta,” lanjutnya.

Begitupun dengan kejadian terjadwal. Misalnya, pertandingan sepak bola. Itu juga adalah fakta. “Bahkan sejak sebelum akan ada kejadiannya, kita sudah tahu,” kata Ole.

Sampai di sini, dalam membuka tulisan, lead menjadi penting untuk diperhatikan sebelum menulis. Dan lead, itu bagaimana cara kita dalam memandang sebuah fenomena sosial itu, dicarikan sisi yang menariknya.

“Lead yang menarik itu, adalah pertanyaan orang pertama kali. Misalnya gini, ada pertandingan sepak bola, terus kacau, wasit dipukuli.  Di sana, skor sudah tidak menarik lagi. Siapa yang menang sudah tidak menarik lagi. Yang kita ceritrakan adalah bagaimana kacaunya pertandingan itu, gitu.

“Jangan pas udah ada kekacauan, sudah ada wasit dipukuli, kita tiba-tiba menulis informasi. Baru terakhir sebutkan, oh iya, di pertandinga itu juga ada wasit dipukuli,” Ole menjelaskan.

Akhirnya, Ole kemudian menjelaskan bahwa bagi seorang penyuluh, sudah tidak lagi menarik jika mengkabarkan sesuatu langsung kepada inti, siraman rohani, misalnya. Tetapi bagaimana peristiwa itu mesti diceritakan agar menarik, dan masyarakat bisa membacanya tanpa tahu sedang disiram rohaninya.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari
Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024
Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024
“Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku” Bersama Gde Aryantha Soethama
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri
Tags: jurnalistikmenulisPenyuluh Agama Hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Betapa Gemas Menyaksikan Bocah Peragakan Busana Adat Bali

Next Post

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co