2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Son Lomri by Son Lomri
October 14, 2024
in Khas
Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

DI bawah pohon palem di sebuah taman kecil, diskusi manis tergelar begitu saja. Sebelum diskusi—literasi dan menulis itu—dilakukan, sebentar lagi, diskusi lain akan berlangsung di lantai II Gedung Pusat Layananan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Sebagai pemateri, Made Adnyana Ole—penyair sekaligus wartawan senior itu—mengobrol tanpa sekat, jurang pengetahuan, dengan peserta yang berlatar penyuluh agama Hindu itu. Sambil merokok, dengan hangat mereka mengobrol di beranda gedung. Sangat santai.

Tidak lama setelah rokok menjadi abu, obrolan kemudian disudahi dan secara bersamaan mereka menuju lantai II dan di sana para peserta lain sudah menanti dengan apik dengan busana adat madya duduk di kursi masing-masing. Sekitar 45 peserta mengikuti pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024”.

“Saya berharap, melalui kegiatan pembinaan ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi Penyuluh Agama Hindu dalam membina umat,” kata I Made Subawa saat sambutan sekaligus membuka acara.

Dalam acara pelatihan Kemenag itu, setidaknya ada beberapa hal yang disampaikan oleh Made Adnyana Ole kepada para penyuluh ketika memberikan materinya. Tentu selain tentang teknis dasar menulis jurnalistik, ia juga menjelaskan bagaimana melihat sebuah posisi itu penting ketika berselancar di media sosial. Terlebih tentang siapa yang berhak menulis suatu berita, yang dalam hal ini, berhak serius dan mendalam.

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

Antara pegiat media sosial yang menulis isu sosial di laman Fesbuknya dengan wartawan yang juga menulis isu sosial, katanya, di koran media online, itu memiliki perbedaan posisi dan tanggung jawabnya pada publik.

“Jika wartawan, selain didasari fakta, tetapi juga meliputi proses verifikasi data yang ketat. Sementara pada pegiat media sosial, itu biasanya tidak. Ia hanya sekadar menuliskan bagaimana yang muncul di masyarakat tanpa lebih dulu melewati verifikasi data yang serius…” kata Made Adnyana Ole saat memberikan materi Menulis Berita di Media Sosial.

Sampai di sini, ia melanjutkan penjelasannya, bahwa potensi terkena jerat UU ITE kepada pengguna media social—dalam hal ini Fesbuk, misalnya—itu sangat dekat. Karena pegiat media sosial biasanya sangat rentan terkena hoak atau ikut serta dalam memroduksi hoak.

Sebab itulah pegiat media sosial tidak bisa secara frontal dalam menuliskan sesuatu yang bersifat sensitif—yang berbau hukum, yang mana berpotensi mencemari nama baik seseorang.

“Ada proses konfirmasi. Misalnya, ada seseorang dituntut menggelapkan dana. Kan banyak orang yang kena kasus ITE itu hanya karena ikut-ikutan menyebarkan informasi itu [hanya karena katanya-katanya], tanpa kembali konfrmasi tentang kebenarannya,” ujar Pemred tatkala.co itu.

Proses konfirmasi itu biasanya, bisa melewati pertanyaan kebenarannya kepada narasumber utama. “Misalnya proses konfirmasinya, Pak, bapak dituduh seperti ini, bagaimana tanggapan bapak? Terus yang bersangkutan menjawab, Oh, tidak bener ini! Nah, kalau tidak bener, bagaimana kejadiannya. Nah, itu kita mesti kutip juga. Isunya kita tulis, bantahannya kita tulis. Itu baru bener,” ujar Ole memberi contoh.

Menurut Ole, itu yang sering tidak dilakukan sama pegiat media sosial, merasa sudah upload, merasa sudah menyebarkan informasi. Padahal itu salah. Nah, itu yang disebut proses jurnalistik, dan proses jurnalistik hanya dilakukan oleh seorang wartawan.

“Karena bapak ibu tidak ingin jadi wartawan, saya tahu. Sudah jadi penyuluh, cukuplah, ngapain jadi wartawan, ribet…hehe…” lanjut kolumnis Lolohin Malu itu sambil bercanda.

Melihat Peristiwa seperti Wartawan

Seperti tidak ingin membuat keruwetan berpikir tentang kesulitan para pesertanya, Made Adnyana Ole kemudian menurunkan pembahasannya dan langsung menarik diri kepada teknis. Siapa saja bisa membuat berita dengan rumus yang sama, katanya, yaitu 5 W + 1 H.

“Makanya, sekarang ngupload di media sosial, mengunggah sesuatu informasi, setidaknya kita melakukan proses yang lengkap [apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana], gitu aja sebenarnya sudah cukup, dan hindari persoalan-persoalan yang sensitif.

“Misalnya, kemungkinan mencemarkan nama baik orang. Ada kemungkinan berkaitan dengan pornografi. Yang gitu-gitu tuh harus dihindari, diwaspadai,” kata Pak Ole, panggilan akrab dari Made Adnyana Ole ketika mulai membicarakan teknik.

Salah satu perserta bertanya saat sesi tanya jawab | Foto: tatkala.co/Son

Di dalam menulis berita, terdapat beberapa jenis fakta di masyarakat yang dapat dituliskan. Seperti seremonial, kejadian tak terduga, dan kejadian terjadwal.

Seremonial itu seperti upacara bendera, peringatan hari-hari besar nasional, misalnya. itu adalah fakta. Tapi tidak semua acara seremonial itu penting untuk diberitakan. Maksud kata penting di sini, tidak semuanya dibaca oleh semua orang atau dibutuhkan oleh semua orang.

“Makdudnya gini, semisal, di Kementrian Agama upacara hari Senin, setiap di hari itu upacara di depan. Nah, itu tidak penting bagi orang lain, gitu. Tapi sebagai informasi internal, itu gak papa,” terang Ole.

Sementara kejadian tak terduga misalnya kebakaran, kecelakaan, banjir, bencana. Atau kemalingan, atau yang lain, seperti, tiba-tiba dapat undian seratus juta gitu. “Nah itu nasib untung pun tak terduga gitu. Itu juga adalah fakta,” lanjutnya.

Begitupun dengan kejadian terjadwal. Misalnya, pertandingan sepak bola. Itu juga adalah fakta. “Bahkan sejak sebelum akan ada kejadiannya, kita sudah tahu,” kata Ole.

Sampai di sini, dalam membuka tulisan, lead menjadi penting untuk diperhatikan sebelum menulis. Dan lead, itu bagaimana cara kita dalam memandang sebuah fenomena sosial itu, dicarikan sisi yang menariknya.

“Lead yang menarik itu, adalah pertanyaan orang pertama kali. Misalnya gini, ada pertandingan sepak bola, terus kacau, wasit dipukuli.  Di sana, skor sudah tidak menarik lagi. Siapa yang menang sudah tidak menarik lagi. Yang kita ceritrakan adalah bagaimana kacaunya pertandingan itu, gitu.

“Jangan pas udah ada kekacauan, sudah ada wasit dipukuli, kita tiba-tiba menulis informasi. Baru terakhir sebutkan, oh iya, di pertandinga itu juga ada wasit dipukuli,” Ole menjelaskan.

Akhirnya, Ole kemudian menjelaskan bahwa bagi seorang penyuluh, sudah tidak lagi menarik jika mengkabarkan sesuatu langsung kepada inti, siraman rohani, misalnya. Tetapi bagaimana peristiwa itu mesti diceritakan agar menarik, dan masyarakat bisa membacanya tanpa tahu sedang disiram rohaninya.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari
Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024
Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024
“Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku” Bersama Gde Aryantha Soethama
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri
Tags: jurnalistikmenulisPenyuluh Agama Hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Betapa Gemas Menyaksikan Bocah Peragakan Busana Adat Bali

Next Post

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co