13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Son Lomri by Son Lomri
October 14, 2024
in Khas
Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

DI bawah pohon palem di sebuah taman kecil, diskusi manis tergelar begitu saja. Sebelum diskusi—literasi dan menulis itu—dilakukan, sebentar lagi, diskusi lain akan berlangsung di lantai II Gedung Pusat Layananan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Sebagai pemateri, Made Adnyana Ole—penyair sekaligus wartawan senior itu—mengobrol tanpa sekat, jurang pengetahuan, dengan peserta yang berlatar penyuluh agama Hindu itu. Sambil merokok, dengan hangat mereka mengobrol di beranda gedung. Sangat santai.

Tidak lama setelah rokok menjadi abu, obrolan kemudian disudahi dan secara bersamaan mereka menuju lantai II dan di sana para peserta lain sudah menanti dengan apik dengan busana adat madya duduk di kursi masing-masing. Sekitar 45 peserta mengikuti pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024”.

“Saya berharap, melalui kegiatan pembinaan ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi Penyuluh Agama Hindu dalam membina umat,” kata I Made Subawa saat sambutan sekaligus membuka acara.

Dalam acara pelatihan Kemenag itu, setidaknya ada beberapa hal yang disampaikan oleh Made Adnyana Ole kepada para penyuluh ketika memberikan materinya. Tentu selain tentang teknis dasar menulis jurnalistik, ia juga menjelaskan bagaimana melihat sebuah posisi itu penting ketika berselancar di media sosial. Terlebih tentang siapa yang berhak menulis suatu berita, yang dalam hal ini, berhak serius dan mendalam.

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

Antara pegiat media sosial yang menulis isu sosial di laman Fesbuknya dengan wartawan yang juga menulis isu sosial, katanya, di koran media online, itu memiliki perbedaan posisi dan tanggung jawabnya pada publik.

“Jika wartawan, selain didasari fakta, tetapi juga meliputi proses verifikasi data yang ketat. Sementara pada pegiat media sosial, itu biasanya tidak. Ia hanya sekadar menuliskan bagaimana yang muncul di masyarakat tanpa lebih dulu melewati verifikasi data yang serius…” kata Made Adnyana Ole saat memberikan materi Menulis Berita di Media Sosial.

Sampai di sini, ia melanjutkan penjelasannya, bahwa potensi terkena jerat UU ITE kepada pengguna media social—dalam hal ini Fesbuk, misalnya—itu sangat dekat. Karena pegiat media sosial biasanya sangat rentan terkena hoak atau ikut serta dalam memroduksi hoak.

Sebab itulah pegiat media sosial tidak bisa secara frontal dalam menuliskan sesuatu yang bersifat sensitif—yang berbau hukum, yang mana berpotensi mencemari nama baik seseorang.

“Ada proses konfirmasi. Misalnya, ada seseorang dituntut menggelapkan dana. Kan banyak orang yang kena kasus ITE itu hanya karena ikut-ikutan menyebarkan informasi itu [hanya karena katanya-katanya], tanpa kembali konfrmasi tentang kebenarannya,” ujar Pemred tatkala.co itu.

Proses konfirmasi itu biasanya, bisa melewati pertanyaan kebenarannya kepada narasumber utama. “Misalnya proses konfirmasinya, Pak, bapak dituduh seperti ini, bagaimana tanggapan bapak? Terus yang bersangkutan menjawab, Oh, tidak bener ini! Nah, kalau tidak bener, bagaimana kejadiannya. Nah, itu kita mesti kutip juga. Isunya kita tulis, bantahannya kita tulis. Itu baru bener,” ujar Ole memberi contoh.

Menurut Ole, itu yang sering tidak dilakukan sama pegiat media sosial, merasa sudah upload, merasa sudah menyebarkan informasi. Padahal itu salah. Nah, itu yang disebut proses jurnalistik, dan proses jurnalistik hanya dilakukan oleh seorang wartawan.

“Karena bapak ibu tidak ingin jadi wartawan, saya tahu. Sudah jadi penyuluh, cukuplah, ngapain jadi wartawan, ribet…hehe…” lanjut kolumnis Lolohin Malu itu sambil bercanda.

Melihat Peristiwa seperti Wartawan

Seperti tidak ingin membuat keruwetan berpikir tentang kesulitan para pesertanya, Made Adnyana Ole kemudian menurunkan pembahasannya dan langsung menarik diri kepada teknis. Siapa saja bisa membuat berita dengan rumus yang sama, katanya, yaitu 5 W + 1 H.

“Makanya, sekarang ngupload di media sosial, mengunggah sesuatu informasi, setidaknya kita melakukan proses yang lengkap [apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana], gitu aja sebenarnya sudah cukup, dan hindari persoalan-persoalan yang sensitif.

“Misalnya, kemungkinan mencemarkan nama baik orang. Ada kemungkinan berkaitan dengan pornografi. Yang gitu-gitu tuh harus dihindari, diwaspadai,” kata Pak Ole, panggilan akrab dari Made Adnyana Ole ketika mulai membicarakan teknik.

Salah satu perserta bertanya saat sesi tanya jawab | Foto: tatkala.co/Son

Di dalam menulis berita, terdapat beberapa jenis fakta di masyarakat yang dapat dituliskan. Seperti seremonial, kejadian tak terduga, dan kejadian terjadwal.

Seremonial itu seperti upacara bendera, peringatan hari-hari besar nasional, misalnya. itu adalah fakta. Tapi tidak semua acara seremonial itu penting untuk diberitakan. Maksud kata penting di sini, tidak semuanya dibaca oleh semua orang atau dibutuhkan oleh semua orang.

“Makdudnya gini, semisal, di Kementrian Agama upacara hari Senin, setiap di hari itu upacara di depan. Nah, itu tidak penting bagi orang lain, gitu. Tapi sebagai informasi internal, itu gak papa,” terang Ole.

Sementara kejadian tak terduga misalnya kebakaran, kecelakaan, banjir, bencana. Atau kemalingan, atau yang lain, seperti, tiba-tiba dapat undian seratus juta gitu. “Nah itu nasib untung pun tak terduga gitu. Itu juga adalah fakta,” lanjutnya.

Begitupun dengan kejadian terjadwal. Misalnya, pertandingan sepak bola. Itu juga adalah fakta. “Bahkan sejak sebelum akan ada kejadiannya, kita sudah tahu,” kata Ole.

Sampai di sini, dalam membuka tulisan, lead menjadi penting untuk diperhatikan sebelum menulis. Dan lead, itu bagaimana cara kita dalam memandang sebuah fenomena sosial itu, dicarikan sisi yang menariknya.

“Lead yang menarik itu, adalah pertanyaan orang pertama kali. Misalnya gini, ada pertandingan sepak bola, terus kacau, wasit dipukuli.  Di sana, skor sudah tidak menarik lagi. Siapa yang menang sudah tidak menarik lagi. Yang kita ceritrakan adalah bagaimana kacaunya pertandingan itu, gitu.

“Jangan pas udah ada kekacauan, sudah ada wasit dipukuli, kita tiba-tiba menulis informasi. Baru terakhir sebutkan, oh iya, di pertandinga itu juga ada wasit dipukuli,” Ole menjelaskan.

Akhirnya, Ole kemudian menjelaskan bahwa bagi seorang penyuluh, sudah tidak lagi menarik jika mengkabarkan sesuatu langsung kepada inti, siraman rohani, misalnya. Tetapi bagaimana peristiwa itu mesti diceritakan agar menarik, dan masyarakat bisa membacanya tanpa tahu sedang disiram rohaninya.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari
Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024
Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024
“Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku” Bersama Gde Aryantha Soethama
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri
Tags: jurnalistikmenulisPenyuluh Agama Hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Betapa Gemas Menyaksikan Bocah Peragakan Busana Adat Bali

Next Post

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co