2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengurai Ekosistem Wayang Wong Tejakula dan Usaha Menjaga Eksistensinya

Jaswanto by Jaswanto
October 2, 2024
in Khas
Mengurai Ekosistem Wayang Wong Tejakula dan Usaha Menjaga Eksistensinya

Kegiatan sosialisasi Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

BALAI Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Bali-NTB bekerjasama dengan Mulawali Institute menggelar sosialisasi hasil kegiatan Analisis Ekosistem Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Dramatari Wayang Wong Tejakula di Hotel The Grand Vilandra Resort, Singaraja, Senin (30/9/2024) pagi hingga sore hari.

Pelaksanaan kegiatan Analisis Ekosistem WBTB ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu penyusunan rancangan riset, survei dan pemetaan pelaku budaya, pengolahan data, sampai sosialisasi hasil. Dari tahap awal sampai akhir tim peneliti membutuhkan waktu sekira enam bulan lamanya.

Acara presentasi hasil riset tersebut mengundang pelaku kesenian Wayang Wong Tejakula, Camat Tejakula, instansi pendidikan—sekolah dan perguruan tinggi—di Kota Singaraja, dan dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Buleleng, termasuk Dinas Kebudayaan, yang dinilai berhubungan dengan ekosistem kesenian wayang wong.

Analisis Ekosistem Wayang Wong ini berfokus pada riset mengenai tata interaksi yang saling menunjang antara pelaku, lingkungan sekitar, alam, dan objek-objek pemajuan kebudayaan dalam suatu kawasan tertentu yang membentuk rangkaian rantai-aksi (culture cycle) yang menopang berjalannya keseluruhan ekosistem budaya.

Kadek Anggara (kiri), Putu Ardiyasa (tengah), dan Wayan Sumahardika (kanan) saat mempresentasikan hasil Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

Selain itu, jika ditilik lebih detail, kegiatan ini juga bertujuan untuk memetakan, menganalisis, mengurai, ekosistem kesenian Wayang Wong Tejakula dari segi kreasi, manajemen dan produksi, distribusi, konsumsi, sampai apresiasinya. Penelitian ini juga diharapkan dapat menyusun rencana tindak lanjut atas ditetapkannya Wayang Wong Tejakula sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

“Laporan penelitian ini dikerjakan berdasarkan kajian pustaka, observasi, dan wawancara dengan para pelaku Wayang Wong Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabuapten Buleleng,” ujar Putu Ardiyasa, peneliti dari STAHN Mpu Kuturan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Wayan Sumahardika, Direktur Mulawali Institute, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diketahui terkait pelaksanaan kegiatan Analisis Ekosistem WBTB ini. Pertama, pemetaan ekosistem OPK dan sebuah pembacaan kebudayaan secara makro, bukan mikro—atau yang hanya sebatas persoalan sejarah dan nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian tersebut yang narasinya terus diulang-ulang.

Kedua, sebagai rekomendasi rencana-aksi Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Hal ini sebenarnya sangat memudahkan dinas-dinas terkait dalam membuat program kerja yang berkaitan dengan Wayang Wong Tejakula. Ketiga, penyelarasan OPD di Buleleng.

“Analisis Ekosistem ini sesuai dengan Pasal 43 dan 44 UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Bahwa pemerintah pusat dan daerah bertugas dan berwenang melaksanakan pemajuan kebudayaan, mengelola informasi di bidang kebudayaan, menyediakan sarana dan prasarana kebudayaan,  menyediakan sumber pendanaan untuk pemajuan kebudayaan, mendorong peran aktif dan inisiatif masyarakat dalam pemajuan kebudayaan, dan seterusnya,” terang Abi Kusno, Kepala BPK Wilayah XV.

Rekomendasi Rencana-Aksi

Mengacu pada Laporan Penelitian Ekosistem  Wayang Wong Tejakula (2024), rekomendasi rencana-aksi, atau rekomendasi program, dibagi menjadi tiga rentang waktu, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Program-program tersebut kemudian dituangkan berdasarkan konteks perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan—sebagaimana amanat UU Pemajuan Kebudayaan.

Salah satu program jangka pendek (2025-2027) dalam hal perlindungan, misalnya, tim peneliti Mulawali Institute merekomendasikan program inventarisasi pengetahuan Wayang Wong Tejakula, seperti lakon cerita, tokoh dan karakter, tabuh, tembang, pelaku, dan pura atau situs penyelenggaraan Wayang Wong Tejakula.

Program di atas didasarkan atas persoalan pengetahuan Wayang Wong Tejakula yang belum tertata dengan baik dan sistematis. Tapi jika inventarisasi dapat dilakukan dengan baik dan benar, maka pencatatan dan pengarsipan pengetahuan Wayang Wong Tejakula dapat membuka ruang fasilitasi bagi masyarakat untuk dapat mempelajari pengetahuan, seluk-beluk, kesenian tersebut.

Beberapa seniman Wayang Wong Tejakula menghadiri kegiatan sosialisasi Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

Dan untuk program perlindungan jangka menengah, salah satu hal yang direkomendasikan peneliti adalah dokumentasi pertunjukan, tokoh-tokoh yang ada dalam cerita Wayang Wong Tejakula, pakaian, tapel, termasuk figur seniman yang berperan aktif dalam pelestarian wayang wong di seluruh Bali melalui publikasi tulisan di media website, audio-visual di media sosial, medium film-tari, dan film dokumenter.

Hal tersebut menjadi penting dilakukan sebab selama ini masih minimnya informasi yang terpadu dan aksesibilitas terkait OPK Wayang Wong Tejakula, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, kesulitan mendapatkan akses informasi yang menarik.

Namun, dalam proses diskusi rencana-aksi ini, setidaknya ada dua program yang menurut pelaku kesenian Wayang Wong Tejakula penting untuk dikawal sampai terealisasi. Program pertama tertuang dalam rencana perlindungan jangka pendek, yaitu program terkait sarana dan prasarana Wayang Wong Tejakula. Menurut laporan penelitian, sarana-prasarana tersebut belum lengkap dan beberapa perlu untuk diperbarui.

Suasana kegiatan sosialisasi Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

“Bantuan tapel [topeng] dan gelungan [hiasan kepala] ini sangat kami butuhkan, karena usianya sudah tua dan sudah rusak. Pelatihan untuk pelaku seni Wayang Tejakula juga penting,” ujar Ketut Sweta Swatara, seniman Wayang Wong Tejakula.

Selain bantuan sarana dan prasarana, dalam program perlindungan jangka panjang, memberikan jaminan sosial berdasarkan proses pendataan pelaku wayang wong melalui optimalisasi BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan bantuan sosial lainnya juga menarik pelaku kesenian tersebut untuk menanggapinya.

“Langkah apa saja yang harus tyang siapkan untuk mendapatkan bantuan BPJS?” tanya Ketut Widiastra dari Sekaa Wayang Wong Tejakula.

Sampai di sini, apa yang dilakukan BPK Wilayah XV dan Mulawali Institute adalah usaha mendukung eksistensi Wayang Wong Tejakula, kini, dan di masa yang akan datang dengan berdasar pada riset kondisi realitasnya di lapangan. Sehingga, program-program yang direkomendasikannya pun sesuai dengan kebutuhan pelaku kesenian dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Menyaksikan Lakon Wayang Wong “Ripati Patih Sputa Daksa lan Pratapa Naksir” di Pura Ratu Gede Sambangan Tejakula
Penari-penari Muda dalam Wayang Wong Tejakula
Wayang Wong yang Kikuk di Panggung “Buleleng Festival”
Tags: BPK Wilayah XV Bali-NTBMulawali InstituteWayang Wong Tejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Temu Misti: “Saya Ingin Menari Sampai Akhir Hayat”

Next Post

“Beach Club”: Wisata Elit bagi yang Berduit

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

“Beach Club”: Wisata Elit bagi yang Berduit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co