24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Son Lomri by Son Lomri
August 31, 2024
in Khas
Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Sandiaga Uno berbincang dengan perwakilan komunitas Buleleng di pantai Penimbangan, Singaraja

SEBAGAI Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno cukup gaul juga saat berbaur dengan anak muda yang tergabung dalam komunitas-komunitas di Buleleng. Ia bicara santai. Sesekali selfi. Lelaki yang lahir di Pekanbaru–Riau pada 28 Juni 1969 itu juga tak sekali dua kali lho memuji matahari setengah tenggelam yang tampak instagramable di Pantai Panimbangan, Singaraja, Jumat, 30 Agustus 2024.

Ini acara NETAS: Nemu Komunitas. Temanya, “Peningkatan Bali Utara Sebagai Destinasi Unggulan Melalui Peran Komunitas Sektor Pariwisata”. Acara itu diadakan Kemenparekraf.

Dalam acara itu Sandiaga Uno membicarakan kembali potensi-potensi indah di Bali Utara, salah satunya senja yang tampak jelas dilihatnya dari Krisna Beach Street Panimbangan—tempat acara itu berlangsung, dan tempat-tempat lain yang eksotik di Buleleng.

Apalagi, kata dia, Buleleng sudah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (Kata Kreatif) oleh Pemerintah Indonesia. Apa kemudian yang bisa dilakukan setelah penetapan Bulelengs ebagai Kata Kreatif ini?

Sandiaga Uno saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Sandiaga Uno bicara tentang bagaimana orang-orang yang tergabung dalam komunitas-komunitas memiliki peran penting terhadap kreatifitas di daerahnya. Sebab itulah pertemuan semacam ini dikembangkan oleh Kemenparekraf sejak 2016.

“Kita harus berpihak untuk membangun Bali utara. Karena ini kawasan yang penuh potensi, dan para pelakunya di sini penuh kreatifitas. Malah kabupaten Buleleng sudah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif oleh Pemerintah Indonesia, dan tentunya anak-anak komunitaslah yang menjadi lokomotifnya,” kata Sandiaga Uno.

Sejak pertamakali ke Singaraja pada tahun 1979, Uno sudah melihat eksotisme Bali utara.  Tahun 1979 itu ia bersama sang ayah, Razif Halik berlibur di Kuta, Denpasar, lalu melali ke Bali Utara. “Eksotisme—wisata telah terasa sejak kali pertama datang ke Buleleng. Hanya saja jarak dan waktu tempuhnya menjadi persoalan. Sekitar 3 jam mesti menghabiskan waktu untuk ke Bali Utara.,” katanya.

Nah, itu, kata dia, kenapa Bali Utara itu susah menarik wisatawan, karena, salah satunya adalah terkait aksesibilitas. Persoalan jarak dan waktu.

Sandiaga Uno menilai beberapa pembangunan untuk mefasilitasi—terutama memangkas waktu panjang itu, infrastruktur akan menjadi perhatian pemerintah, dan tahun depan bagaimana proyek jalan tol akan kembali dikebut—menghubungkan antara Denpasar dengan Buleleng untuk meninjau lebih baik lagi terkait kunjungan wisatawan.

“Kita ingin mengembangkan Bali Utara ini pendekatannya pembangunan infrastruktur. Jalan tol itu sudah diputuskan dan akan ditenderkan tahun depan. Jadi tahun depan ini akan dibangun dan ini menyambung juga, tol yang sekarang dalam proses tender ulang. Menghubungkan Denpasar ke Singaraja. Nah kita harapkan dengan jalan tol tersebut waktu tempuhnya bisa diperkirakan 90 menit…,” katanya.

Sandiaga Uno (tengah) saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Melalui tagline #KOMUNITASINAJA, program semacam ini menjadi langkah bagus Kemenparekraf barangkali untuk membangun komunikasi yang baik dengan komunitas akar rumput di daerah dengan pusat di Jakarta, dan lebih tilik dalam menemukan persoalan dan masukan secara sosiologis di daerah.

Pula sebagai menteri, memang Sandiaga Uno mesti meluangkan waktunya untuk itu, melakukan program semacam ini—agar terus mencari potensi tersembunyi. Seperti saat ia berbincang santai di Pantai Panimbangan dengan matahari setengah tenggelam di ujung sore.

Sandiaga sesekali memotong pembicaraannya—yang serius itu, dan lebih memuji matahari tenggelam indah di pantai. Seperti hendak meyakinkan kembali, jika Bali utara memang layak dikunjungi. Layak diperhatikan—tak hanya selatan (Denpasar) untuk sekadar menikmati senja.

Tak henti-hentinya juga ia memuji jika Bali Utara akan menjadi satu kebangkitan bersama dalam pariwsata jika semua elemen ikut terlibat untuk membangun bersama, termasuk para komunitas.

Dan waktu nyenja bersama Kemenparekraf ini—benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh 83 peserta dari berbagai komunitas yang ada di Buleleng. Seperti Jaswanto—delegasi dari Komunitas Mahima itu, ia menyampaikan cukup detail terkait kehidupan komunitasnya di bidang sastra dan seni seperti teater, bahkan tak hanya itu—untuk menghidupkan kembali aktifitas Gedung Kirtya di Buleleng terkait arsip, bidang riset juga dilakukan oleh komunitasnya.

Ia menceritakan sedikitnya tentang Singaraja Literary Festival 2024 yang berlangsung pada tanggal 23-25 Agustus belum lama ini, dan menyebutkan beberapa hal yang menjadi penting seperti lontar—untuk dibahas kembali di kota ini, dan Sandiaga Uno mengapresiasi itu—lebih-lebih terkait sastra, jika memang komunitas memiliki kekuatan tersendiri untuk menghidupkan kembali sesuatu, yang katanya sebagai lokomotif.

Tak hanya itu, Komunitas Oy yang membuat kopi dari buah maja, menjadi tambahan keyakinan Sandiaga jika Buleleng sebagai daerah kreatif—sangat layak mendapatkan penghargaan. Benar-benar kreatif, katanya.

Kemudian Ajik Cok Krisna—menyusul kalimat tersebut selaku pengusaha dan pembicara di acara NETAS itu langsung jika produk dari Komunitas Oy, ia siap menampungnya untuk dipasarkan di Toko Oleh-oleh Krisna Bali miliknya.

Dan senja pun bergerak menunju malam. Sandiaga Uno punya kegiatan lain di Buleleng, dan Sabtu besoknya ia harus ke Desa Les di Buleleng bagian timur terkait penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Desa Les memang masuk salah satu nominasi yang diunggulkan.

Sebelum pergi, Sandiaga Uno dengan gaya gaulnya beberapa kali selfi dengan peserta komunitas. Selamat bekerja, Mas Menteri. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain ang ditulis SONHAJI ABDULLAH

Anugerah Desa Wisata Indonesia | Kegembiraan Warga Desa Sudaji Sambut Sandiaga Uno
Sandiaga Uno: Sanur Village Festival Akan Jadi Festival Kelas Dunia
Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata
Tags: bali utarabulelengPariwisatapariwisata balipariwisata bulelengSandiaga Uno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia

Next Post

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co