2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Son Lomri by Son Lomri
August 31, 2024
in Khas
Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Sandiaga Uno berbincang dengan perwakilan komunitas Buleleng di pantai Penimbangan, Singaraja

SEBAGAI Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno cukup gaul juga saat berbaur dengan anak muda yang tergabung dalam komunitas-komunitas di Buleleng. Ia bicara santai. Sesekali selfi. Lelaki yang lahir di Pekanbaru–Riau pada 28 Juni 1969 itu juga tak sekali dua kali lho memuji matahari setengah tenggelam yang tampak instagramable di Pantai Panimbangan, Singaraja, Jumat, 30 Agustus 2024.

Ini acara NETAS: Nemu Komunitas. Temanya, “Peningkatan Bali Utara Sebagai Destinasi Unggulan Melalui Peran Komunitas Sektor Pariwisata”. Acara itu diadakan Kemenparekraf.

Dalam acara itu Sandiaga Uno membicarakan kembali potensi-potensi indah di Bali Utara, salah satunya senja yang tampak jelas dilihatnya dari Krisna Beach Street Panimbangan—tempat acara itu berlangsung, dan tempat-tempat lain yang eksotik di Buleleng.

Apalagi, kata dia, Buleleng sudah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (Kata Kreatif) oleh Pemerintah Indonesia. Apa kemudian yang bisa dilakukan setelah penetapan Bulelengs ebagai Kata Kreatif ini?

Sandiaga Uno saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Sandiaga Uno bicara tentang bagaimana orang-orang yang tergabung dalam komunitas-komunitas memiliki peran penting terhadap kreatifitas di daerahnya. Sebab itulah pertemuan semacam ini dikembangkan oleh Kemenparekraf sejak 2016.

“Kita harus berpihak untuk membangun Bali utara. Karena ini kawasan yang penuh potensi, dan para pelakunya di sini penuh kreatifitas. Malah kabupaten Buleleng sudah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif oleh Pemerintah Indonesia, dan tentunya anak-anak komunitaslah yang menjadi lokomotifnya,” kata Sandiaga Uno.

Sejak pertamakali ke Singaraja pada tahun 1979, Uno sudah melihat eksotisme Bali utara.  Tahun 1979 itu ia bersama sang ayah, Razif Halik berlibur di Kuta, Denpasar, lalu melali ke Bali Utara. “Eksotisme—wisata telah terasa sejak kali pertama datang ke Buleleng. Hanya saja jarak dan waktu tempuhnya menjadi persoalan. Sekitar 3 jam mesti menghabiskan waktu untuk ke Bali Utara.,” katanya.

Nah, itu, kata dia, kenapa Bali Utara itu susah menarik wisatawan, karena, salah satunya adalah terkait aksesibilitas. Persoalan jarak dan waktu.

Sandiaga Uno menilai beberapa pembangunan untuk mefasilitasi—terutama memangkas waktu panjang itu, infrastruktur akan menjadi perhatian pemerintah, dan tahun depan bagaimana proyek jalan tol akan kembali dikebut—menghubungkan antara Denpasar dengan Buleleng untuk meninjau lebih baik lagi terkait kunjungan wisatawan.

“Kita ingin mengembangkan Bali Utara ini pendekatannya pembangunan infrastruktur. Jalan tol itu sudah diputuskan dan akan ditenderkan tahun depan. Jadi tahun depan ini akan dibangun dan ini menyambung juga, tol yang sekarang dalam proses tender ulang. Menghubungkan Denpasar ke Singaraja. Nah kita harapkan dengan jalan tol tersebut waktu tempuhnya bisa diperkirakan 90 menit…,” katanya.

Sandiaga Uno (tengah) saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Melalui tagline #KOMUNITASINAJA, program semacam ini menjadi langkah bagus Kemenparekraf barangkali untuk membangun komunikasi yang baik dengan komunitas akar rumput di daerah dengan pusat di Jakarta, dan lebih tilik dalam menemukan persoalan dan masukan secara sosiologis di daerah.

Pula sebagai menteri, memang Sandiaga Uno mesti meluangkan waktunya untuk itu, melakukan program semacam ini—agar terus mencari potensi tersembunyi. Seperti saat ia berbincang santai di Pantai Panimbangan dengan matahari setengah tenggelam di ujung sore.

Sandiaga sesekali memotong pembicaraannya—yang serius itu, dan lebih memuji matahari tenggelam indah di pantai. Seperti hendak meyakinkan kembali, jika Bali utara memang layak dikunjungi. Layak diperhatikan—tak hanya selatan (Denpasar) untuk sekadar menikmati senja.

Tak henti-hentinya juga ia memuji jika Bali Utara akan menjadi satu kebangkitan bersama dalam pariwsata jika semua elemen ikut terlibat untuk membangun bersama, termasuk para komunitas.

Dan waktu nyenja bersama Kemenparekraf ini—benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh 83 peserta dari berbagai komunitas yang ada di Buleleng. Seperti Jaswanto—delegasi dari Komunitas Mahima itu, ia menyampaikan cukup detail terkait kehidupan komunitasnya di bidang sastra dan seni seperti teater, bahkan tak hanya itu—untuk menghidupkan kembali aktifitas Gedung Kirtya di Buleleng terkait arsip, bidang riset juga dilakukan oleh komunitasnya.

Ia menceritakan sedikitnya tentang Singaraja Literary Festival 2024 yang berlangsung pada tanggal 23-25 Agustus belum lama ini, dan menyebutkan beberapa hal yang menjadi penting seperti lontar—untuk dibahas kembali di kota ini, dan Sandiaga Uno mengapresiasi itu—lebih-lebih terkait sastra, jika memang komunitas memiliki kekuatan tersendiri untuk menghidupkan kembali sesuatu, yang katanya sebagai lokomotif.

Tak hanya itu, Komunitas Oy yang membuat kopi dari buah maja, menjadi tambahan keyakinan Sandiaga jika Buleleng sebagai daerah kreatif—sangat layak mendapatkan penghargaan. Benar-benar kreatif, katanya.

Kemudian Ajik Cok Krisna—menyusul kalimat tersebut selaku pengusaha dan pembicara di acara NETAS itu langsung jika produk dari Komunitas Oy, ia siap menampungnya untuk dipasarkan di Toko Oleh-oleh Krisna Bali miliknya.

Dan senja pun bergerak menunju malam. Sandiaga Uno punya kegiatan lain di Buleleng, dan Sabtu besoknya ia harus ke Desa Les di Buleleng bagian timur terkait penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Desa Les memang masuk salah satu nominasi yang diunggulkan.

Sebelum pergi, Sandiaga Uno dengan gaya gaulnya beberapa kali selfi dengan peserta komunitas. Selamat bekerja, Mas Menteri. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain ang ditulis SONHAJI ABDULLAH

Anugerah Desa Wisata Indonesia | Kegembiraan Warga Desa Sudaji Sambut Sandiaga Uno
Sandiaga Uno: Sanur Village Festival Akan Jadi Festival Kelas Dunia
Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata
Tags: bali utarabulelengPariwisatapariwisata balipariwisata bulelengSandiaga Uno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia

Next Post

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co