23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Son Lomri by Son Lomri
August 31, 2024
in Khas
Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Sandiaga Uno berbincang dengan perwakilan komunitas Buleleng di pantai Penimbangan, Singaraja

SEBAGAI Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno cukup gaul juga saat berbaur dengan anak muda yang tergabung dalam komunitas-komunitas di Buleleng. Ia bicara santai. Sesekali selfi. Lelaki yang lahir di Pekanbaru–Riau pada 28 Juni 1969 itu juga tak sekali dua kali lho memuji matahari setengah tenggelam yang tampak instagramable di Pantai Panimbangan, Singaraja, Jumat, 30 Agustus 2024.

Ini acara NETAS: Nemu Komunitas. Temanya, “Peningkatan Bali Utara Sebagai Destinasi Unggulan Melalui Peran Komunitas Sektor Pariwisata”. Acara itu diadakan Kemenparekraf.

Dalam acara itu Sandiaga Uno membicarakan kembali potensi-potensi indah di Bali Utara, salah satunya senja yang tampak jelas dilihatnya dari Krisna Beach Street Panimbangan—tempat acara itu berlangsung, dan tempat-tempat lain yang eksotik di Buleleng.

Apalagi, kata dia, Buleleng sudah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (Kata Kreatif) oleh Pemerintah Indonesia. Apa kemudian yang bisa dilakukan setelah penetapan Bulelengs ebagai Kata Kreatif ini?

Sandiaga Uno saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Sandiaga Uno bicara tentang bagaimana orang-orang yang tergabung dalam komunitas-komunitas memiliki peran penting terhadap kreatifitas di daerahnya. Sebab itulah pertemuan semacam ini dikembangkan oleh Kemenparekraf sejak 2016.

“Kita harus berpihak untuk membangun Bali utara. Karena ini kawasan yang penuh potensi, dan para pelakunya di sini penuh kreatifitas. Malah kabupaten Buleleng sudah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif oleh Pemerintah Indonesia, dan tentunya anak-anak komunitaslah yang menjadi lokomotifnya,” kata Sandiaga Uno.

Sejak pertamakali ke Singaraja pada tahun 1979, Uno sudah melihat eksotisme Bali utara.  Tahun 1979 itu ia bersama sang ayah, Razif Halik berlibur di Kuta, Denpasar, lalu melali ke Bali Utara. “Eksotisme—wisata telah terasa sejak kali pertama datang ke Buleleng. Hanya saja jarak dan waktu tempuhnya menjadi persoalan. Sekitar 3 jam mesti menghabiskan waktu untuk ke Bali Utara.,” katanya.

Nah, itu, kata dia, kenapa Bali Utara itu susah menarik wisatawan, karena, salah satunya adalah terkait aksesibilitas. Persoalan jarak dan waktu.

Sandiaga Uno menilai beberapa pembangunan untuk mefasilitasi—terutama memangkas waktu panjang itu, infrastruktur akan menjadi perhatian pemerintah, dan tahun depan bagaimana proyek jalan tol akan kembali dikebut—menghubungkan antara Denpasar dengan Buleleng untuk meninjau lebih baik lagi terkait kunjungan wisatawan.

“Kita ingin mengembangkan Bali Utara ini pendekatannya pembangunan infrastruktur. Jalan tol itu sudah diputuskan dan akan ditenderkan tahun depan. Jadi tahun depan ini akan dibangun dan ini menyambung juga, tol yang sekarang dalam proses tender ulang. Menghubungkan Denpasar ke Singaraja. Nah kita harapkan dengan jalan tol tersebut waktu tempuhnya bisa diperkirakan 90 menit…,” katanya.

Sandiaga Uno (tengah) saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Melalui tagline #KOMUNITASINAJA, program semacam ini menjadi langkah bagus Kemenparekraf barangkali untuk membangun komunikasi yang baik dengan komunitas akar rumput di daerah dengan pusat di Jakarta, dan lebih tilik dalam menemukan persoalan dan masukan secara sosiologis di daerah.

Pula sebagai menteri, memang Sandiaga Uno mesti meluangkan waktunya untuk itu, melakukan program semacam ini—agar terus mencari potensi tersembunyi. Seperti saat ia berbincang santai di Pantai Panimbangan dengan matahari setengah tenggelam di ujung sore.

Sandiaga sesekali memotong pembicaraannya—yang serius itu, dan lebih memuji matahari tenggelam indah di pantai. Seperti hendak meyakinkan kembali, jika Bali utara memang layak dikunjungi. Layak diperhatikan—tak hanya selatan (Denpasar) untuk sekadar menikmati senja.

Tak henti-hentinya juga ia memuji jika Bali Utara akan menjadi satu kebangkitan bersama dalam pariwsata jika semua elemen ikut terlibat untuk membangun bersama, termasuk para komunitas.

Dan waktu nyenja bersama Kemenparekraf ini—benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh 83 peserta dari berbagai komunitas yang ada di Buleleng. Seperti Jaswanto—delegasi dari Komunitas Mahima itu, ia menyampaikan cukup detail terkait kehidupan komunitasnya di bidang sastra dan seni seperti teater, bahkan tak hanya itu—untuk menghidupkan kembali aktifitas Gedung Kirtya di Buleleng terkait arsip, bidang riset juga dilakukan oleh komunitasnya.

Ia menceritakan sedikitnya tentang Singaraja Literary Festival 2024 yang berlangsung pada tanggal 23-25 Agustus belum lama ini, dan menyebutkan beberapa hal yang menjadi penting seperti lontar—untuk dibahas kembali di kota ini, dan Sandiaga Uno mengapresiasi itu—lebih-lebih terkait sastra, jika memang komunitas memiliki kekuatan tersendiri untuk menghidupkan kembali sesuatu, yang katanya sebagai lokomotif.

Tak hanya itu, Komunitas Oy yang membuat kopi dari buah maja, menjadi tambahan keyakinan Sandiaga jika Buleleng sebagai daerah kreatif—sangat layak mendapatkan penghargaan. Benar-benar kreatif, katanya.

Kemudian Ajik Cok Krisna—menyusul kalimat tersebut selaku pengusaha dan pembicara di acara NETAS itu langsung jika produk dari Komunitas Oy, ia siap menampungnya untuk dipasarkan di Toko Oleh-oleh Krisna Bali miliknya.

Dan senja pun bergerak menunju malam. Sandiaga Uno punya kegiatan lain di Buleleng, dan Sabtu besoknya ia harus ke Desa Les di Buleleng bagian timur terkait penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Desa Les memang masuk salah satu nominasi yang diunggulkan.

Sebelum pergi, Sandiaga Uno dengan gaya gaulnya beberapa kali selfi dengan peserta komunitas. Selamat bekerja, Mas Menteri. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain ang ditulis SONHAJI ABDULLAH

Anugerah Desa Wisata Indonesia | Kegembiraan Warga Desa Sudaji Sambut Sandiaga Uno
Sandiaga Uno: Sanur Village Festival Akan Jadi Festival Kelas Dunia
Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata
Tags: bali utarabulelengPariwisatapariwisata balipariwisata bulelengSandiaga Uno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia

Next Post

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co