3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan-perempuan Desa Jasri-Karangasem yang Tetap Setia Menciptakan Gerabah Tradisional

Agus Eka Cahyadi by Agus Eka Cahyadi
July 25, 2024
in Khas
Perempuan-perempuan Desa Jasri-Karangasem yang Tetap Setia Menciptakan Gerabah Tradisional

DESA JASRI merupakan salah satu desa tua di Kabupaetn Karangasem. Desa ini termasuk dalam Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Kondisi geografis Desa Jasri didominasi lahan agraris dan bahari, dengan panorama pesisir yang menawan.

Sebagian besar masyarakat Desa Jasri bekerja sebagai petani, pedagang dan nelayan. Disamping itu ada satu kegiatan khusus yang dilakukan oleh penduduk desa yaitu membuat kerajinan gerabah. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh para wanita.

Menurut penuturan sejumlah penduduk, kerajinan gerabah telah menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun di desa mereka. Sejak kapan tradisi ini dimulai dan sejak kapan ada di desa mereka, tidak ada yang bisa menjawab. Sejak lahir mereka sudah mendapati sanak keluarga membuat gerabah. Mungkin ada kaitannya dengan lokasi desa yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan tradisional yaitu kerajaan atau puri Karangasem.

Pada masanya, Jasri dikenal sebagai desa penghasil gerabah terbaik di Karangasem. Pada masa kini, desa ini merupakan satu-satunya desa pengrajin gerabah di Kabupaten Karangasem. Keberadaan kerajinan gerabah di Desa Jasri yang telah ada sejak ratusan tahun, tentu telah mengalami pasang-surut.

Pada era-era sebelum dan sekitar tahun 1970-an, desa ini sempat mengalami masa kejayaan sebagai penghasil gerabah. Namun, belakangan hasil kerajinan itu semakin terpinggirkan dengan hadirnya barang-barang modern yang berbahan aluminum, seng, atau plastik.

Dahulu, hampir semua perabotan rumah tangga terbuat dari bahan tanah liat. Saat itu permintaan terhadap produk gerabah sangat tinggi, seperti tempat air, periuk, tungku, dan sebagainya., semua terbuat dari tanah.

Beberapa tetua di Jasri masih ingat bagaimana hampir di setiap rumah para wanita sibuk, bekerja, bergelut dengan tanah liat. Ketika itu, bahan baku tanah liat didatangkan dari Desa Seraya. Para pedagang tanah liat mendatangi Desa Jasri untuk menjajakan bahan baku grabah ini.

Namun kondisi itu sangat berbeda dengan sekarang, karena tidak ada lagi pedagang tanah liat yang berkunjung ke desa, tetapi pengrajin Desa Jasri yang harus mencari ke Desa Seraya. Penurunan pamor gerabah Jasri mulai terjadi seiring dengan derasnya aliran perabot-perabot rumah tangga modern berbahan plastik, logam, aluminium, dan sebagainya.

Perabot-perabot modern ini mulai merebak di awal tahun 1980-an. Perabot-perabot itu hadir dengan berbagai keunggulan seperti harga murah, praktis, higienis, dan modern.

Kencangnya aliran barang-barang modern tentu menyebabkan geliat kerajinan gerabah di Desa Jasri mulai meredup dan hampir punah. Dari semula dapat ditemui ratusan pengrajin yang aktif, sekarang tinggal belasan pengrajin saja. Pengrajin yang masih bertahan hingga sekarang lebih banyak hanya melayani kebutuhan untuk alat-alat upacara keagamaan (yadnya).

Para pengrajin yang tersisa didominasi oleh wanita yang sudah sepuh. Sangat sedikit para pemuda yang tertarik untuk bergelut sebagai pengrajin grabah. Mereka lebih memilih bekerja merantau ke luar desa.

***

Mengunjungi dan berdialog dengan para pengrajin grabah di Desa Jasri membuat saya sangat berkesan. Karakter masyarakat desa tradisional yang guyub, menerima saya dengan ramah. Di rumah mereka yang sederhana, saya dapat menyaksikan aktivitas pengrajin yang bercengkrama dengan tanah liat. Harum aroma tanah begitu terasa menyelimuti perbincangan kami.

Pengrajin membuat gerabah dengan teknik atau proses tradisional. Adapun bahan yang digunakan untuk memproduksi grabah antara lain tanah liat, bahan pewarna (pere), dan air. Alat yang digunakan juga sangat sederhana, antara lain bangkongan, lilidan, batu dan kayu, pemokpok, dan sidi (ayakan)

Gambar 1. Suasana rumah pengrajin gerabah di desa Jasri

Gambar 2. Bahan baku tanah liat dari Desa Seraya

Gambar 3. Alat-alat tradisional yang digunakan untuk memproduksi gerabah di Desa Jasri

Proses pengerjaan gerabah tradisional Desa Jasri masih mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setidaknya ada tiga tahapan pengerjaan gerabah di desa ini, yaitu dimulai dengan mengolah bahan baku tanah liat, membentuk berbagai jenis produk, dan pembakaran.

Mengolah Tanah

Tanah liat sebagai bahan baku diperoleh dari Desa Seraya. Tanah dari desa ini dianggap sebagai tanah terbaik karena bersih dari campuran seperti batu padas, bata, pasir dan yang lainnya serta berkualitas bagus atau elastis. Pengolahannya adalah sebagai berikut:

  • Nendeng. Tanah liat terlebih dahulu dijemur hingga kering.
  • Nigtig. Tanah yang sudah kering ditumbuk atau dipukul-pukul dengan kayu dan batu.
  • Nyidi. Dilanjutkan dengan menyaring tanah tersebut dengan ayakan hingga dihasilkan tanah yang bertekstur halus.
  • Ngulam. Tanah yang sudah halus dicampur dengan air sedikit demi sedikit sambil diulet hingga menjadi adonan yang siap diolah. Proses ini dikerjakan pada meja yang disebut pemokpok

Membentuk produk

  • Nguseh. Setelah adonan tanah siap, dilanjutkan dengan proses pembentukan menjadi produk-produk yang diinginkan. Nguseh dilakukan di atas (lilidan) yaitu papan kayu bundar dengan permukaan datar dan bisa diputar-putar. Lilidan ditaruh di atas bangkongan yang sekaligus sebagai tempat duduk si pengrajin. Sambil tangan kiri terus menggerakkan atau memutar lilidan, dengan cekatan tangan kanan pengrajin mengolah adonan menjadi bentuk produk yang diinginkan.
  • Panyeliman. Setelah menampakkan bentuk produk, maka dilanjutkan melakukan pengusapan dengan kain pada permukaan produk untuk membersihkan dan memperhalus tampilannya.
  • Mepayasin. Terhadap produk yang dilengkapi hiasan dilanjutkan menambah motif dan gambar.
  • Ngewarnin. Mengusapkan warna pada permukaan produk dengan bahan alami (pere)

Pembakaran

  • Nengdeng. Pengeringan di bawah sinar matahari
  • Penunyelin. Pengasapan produk yang sudah kering yang dilakukan pada tungku

Gambar 4. Proses pembentukan gerabah

***

Produk yang dihasilkan oleh para pengrajin Desa Jasri sebenarnya sangat tergantung dari pasar dan pesanan para pelanggan. Dapat diketahui setidaknya ada tiga macam produk berdasarkan fungsinya, yaitu produk grabah yang berfungsi sebagai kelengkapan upacara yadnya, sebagai perabot rumah tangga, dan fungsi hiasan.

Produk yang berfungsi sebagai sarana upacara yadnya antara lain  Coblong (tempat tirta), Pasepan (tempat perapian), penudusan, Sewamba, Kulu, Gupa (sarana upakara untuk pitra yadnya), Mingke, dan lain-lain. 

Produk gerabah yang berfungsi sebagai perabot rumah tangga seperti Gentong (tempat air), Ceretan (tempat air), Payuk (Periuk), Pane atau paso (tempayan), Jalikan (damar), kulub. Produk gerabah yang berfungsi untuk penghias seperti pas bunga, pot tanaman dan lain-lain.

Gambar 5. Beberapa jenis produk yang dihasilkan

BACA artikel lain dari penulis AGUS EKA CAHYADI

Tradisi Menganyam Tikar Pandan di Desa Tumbu, Tradisi yang Bertahan Menghidupi Warga
Narasi Dramatari Penyalonarangan “Kala Ludra” di Pura Dalem Desa Adat Ubud
Ida Bagus Jelantik Purwa | Cerita Manusia, Hewan dan Tumbuhan pada Prasi yang Istimewa
Tags: Desa Jasrigerabahkarangasemperajin gerabah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Mumuland Up Close” di Rumah Tanjung Bungkak

Next Post

Menghidupkan Spirit Marya dan Pernik Estetika Festival sebagai Ruang Alternatif Seni Pertunjukan Bali

Agus Eka Cahyadi

Agus Eka Cahyadi

I Wayan Agus Eka Cahyadi. Lahir di Ubud, 12 Agustus 1984. Dosen FSRD ISI Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Menghidupkan Spirit Marya dan Pernik Estetika Festival sebagai Ruang Alternatif Seni Pertunjukan Bali

Menghidupkan Spirit Marya dan Pernik Estetika Festival sebagai Ruang Alternatif Seni Pertunjukan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co