3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan-perempuan Desa Jasri-Karangasem yang Tetap Setia Menciptakan Gerabah Tradisional

Agus Eka Cahyadi by Agus Eka Cahyadi
July 25, 2024
in Khas
Perempuan-perempuan Desa Jasri-Karangasem yang Tetap Setia Menciptakan Gerabah Tradisional

DESA JASRI merupakan salah satu desa tua di Kabupaetn Karangasem. Desa ini termasuk dalam Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Kondisi geografis Desa Jasri didominasi lahan agraris dan bahari, dengan panorama pesisir yang menawan.

Sebagian besar masyarakat Desa Jasri bekerja sebagai petani, pedagang dan nelayan. Disamping itu ada satu kegiatan khusus yang dilakukan oleh penduduk desa yaitu membuat kerajinan gerabah. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh para wanita.

Menurut penuturan sejumlah penduduk, kerajinan gerabah telah menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun di desa mereka. Sejak kapan tradisi ini dimulai dan sejak kapan ada di desa mereka, tidak ada yang bisa menjawab. Sejak lahir mereka sudah mendapati sanak keluarga membuat gerabah. Mungkin ada kaitannya dengan lokasi desa yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan tradisional yaitu kerajaan atau puri Karangasem.

Pada masanya, Jasri dikenal sebagai desa penghasil gerabah terbaik di Karangasem. Pada masa kini, desa ini merupakan satu-satunya desa pengrajin gerabah di Kabupaten Karangasem. Keberadaan kerajinan gerabah di Desa Jasri yang telah ada sejak ratusan tahun, tentu telah mengalami pasang-surut.

Pada era-era sebelum dan sekitar tahun 1970-an, desa ini sempat mengalami masa kejayaan sebagai penghasil gerabah. Namun, belakangan hasil kerajinan itu semakin terpinggirkan dengan hadirnya barang-barang modern yang berbahan aluminum, seng, atau plastik.

Dahulu, hampir semua perabotan rumah tangga terbuat dari bahan tanah liat. Saat itu permintaan terhadap produk gerabah sangat tinggi, seperti tempat air, periuk, tungku, dan sebagainya., semua terbuat dari tanah.

Beberapa tetua di Jasri masih ingat bagaimana hampir di setiap rumah para wanita sibuk, bekerja, bergelut dengan tanah liat. Ketika itu, bahan baku tanah liat didatangkan dari Desa Seraya. Para pedagang tanah liat mendatangi Desa Jasri untuk menjajakan bahan baku grabah ini.

Namun kondisi itu sangat berbeda dengan sekarang, karena tidak ada lagi pedagang tanah liat yang berkunjung ke desa, tetapi pengrajin Desa Jasri yang harus mencari ke Desa Seraya. Penurunan pamor gerabah Jasri mulai terjadi seiring dengan derasnya aliran perabot-perabot rumah tangga modern berbahan plastik, logam, aluminium, dan sebagainya.

Perabot-perabot modern ini mulai merebak di awal tahun 1980-an. Perabot-perabot itu hadir dengan berbagai keunggulan seperti harga murah, praktis, higienis, dan modern.

Kencangnya aliran barang-barang modern tentu menyebabkan geliat kerajinan gerabah di Desa Jasri mulai meredup dan hampir punah. Dari semula dapat ditemui ratusan pengrajin yang aktif, sekarang tinggal belasan pengrajin saja. Pengrajin yang masih bertahan hingga sekarang lebih banyak hanya melayani kebutuhan untuk alat-alat upacara keagamaan (yadnya).

Para pengrajin yang tersisa didominasi oleh wanita yang sudah sepuh. Sangat sedikit para pemuda yang tertarik untuk bergelut sebagai pengrajin grabah. Mereka lebih memilih bekerja merantau ke luar desa.

***

Mengunjungi dan berdialog dengan para pengrajin grabah di Desa Jasri membuat saya sangat berkesan. Karakter masyarakat desa tradisional yang guyub, menerima saya dengan ramah. Di rumah mereka yang sederhana, saya dapat menyaksikan aktivitas pengrajin yang bercengkrama dengan tanah liat. Harum aroma tanah begitu terasa menyelimuti perbincangan kami.

Pengrajin membuat gerabah dengan teknik atau proses tradisional. Adapun bahan yang digunakan untuk memproduksi grabah antara lain tanah liat, bahan pewarna (pere), dan air. Alat yang digunakan juga sangat sederhana, antara lain bangkongan, lilidan, batu dan kayu, pemokpok, dan sidi (ayakan)

Gambar 1. Suasana rumah pengrajin gerabah di desa Jasri

Gambar 2. Bahan baku tanah liat dari Desa Seraya

Gambar 3. Alat-alat tradisional yang digunakan untuk memproduksi gerabah di Desa Jasri

Proses pengerjaan gerabah tradisional Desa Jasri masih mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setidaknya ada tiga tahapan pengerjaan gerabah di desa ini, yaitu dimulai dengan mengolah bahan baku tanah liat, membentuk berbagai jenis produk, dan pembakaran.

Mengolah Tanah

Tanah liat sebagai bahan baku diperoleh dari Desa Seraya. Tanah dari desa ini dianggap sebagai tanah terbaik karena bersih dari campuran seperti batu padas, bata, pasir dan yang lainnya serta berkualitas bagus atau elastis. Pengolahannya adalah sebagai berikut:

  • Nendeng. Tanah liat terlebih dahulu dijemur hingga kering.
  • Nigtig. Tanah yang sudah kering ditumbuk atau dipukul-pukul dengan kayu dan batu.
  • Nyidi. Dilanjutkan dengan menyaring tanah tersebut dengan ayakan hingga dihasilkan tanah yang bertekstur halus.
  • Ngulam. Tanah yang sudah halus dicampur dengan air sedikit demi sedikit sambil diulet hingga menjadi adonan yang siap diolah. Proses ini dikerjakan pada meja yang disebut pemokpok

Membentuk produk

  • Nguseh. Setelah adonan tanah siap, dilanjutkan dengan proses pembentukan menjadi produk-produk yang diinginkan. Nguseh dilakukan di atas (lilidan) yaitu papan kayu bundar dengan permukaan datar dan bisa diputar-putar. Lilidan ditaruh di atas bangkongan yang sekaligus sebagai tempat duduk si pengrajin. Sambil tangan kiri terus menggerakkan atau memutar lilidan, dengan cekatan tangan kanan pengrajin mengolah adonan menjadi bentuk produk yang diinginkan.
  • Panyeliman. Setelah menampakkan bentuk produk, maka dilanjutkan melakukan pengusapan dengan kain pada permukaan produk untuk membersihkan dan memperhalus tampilannya.
  • Mepayasin. Terhadap produk yang dilengkapi hiasan dilanjutkan menambah motif dan gambar.
  • Ngewarnin. Mengusapkan warna pada permukaan produk dengan bahan alami (pere)

Pembakaran

  • Nengdeng. Pengeringan di bawah sinar matahari
  • Penunyelin. Pengasapan produk yang sudah kering yang dilakukan pada tungku

Gambar 4. Proses pembentukan gerabah

***

Produk yang dihasilkan oleh para pengrajin Desa Jasri sebenarnya sangat tergantung dari pasar dan pesanan para pelanggan. Dapat diketahui setidaknya ada tiga macam produk berdasarkan fungsinya, yaitu produk grabah yang berfungsi sebagai kelengkapan upacara yadnya, sebagai perabot rumah tangga, dan fungsi hiasan.

Produk yang berfungsi sebagai sarana upacara yadnya antara lain  Coblong (tempat tirta), Pasepan (tempat perapian), penudusan, Sewamba, Kulu, Gupa (sarana upakara untuk pitra yadnya), Mingke, dan lain-lain. 

Produk gerabah yang berfungsi sebagai perabot rumah tangga seperti Gentong (tempat air), Ceretan (tempat air), Payuk (Periuk), Pane atau paso (tempayan), Jalikan (damar), kulub. Produk gerabah yang berfungsi untuk penghias seperti pas bunga, pot tanaman dan lain-lain.

Gambar 5. Beberapa jenis produk yang dihasilkan

BACA artikel lain dari penulis AGUS EKA CAHYADI

Tradisi Menganyam Tikar Pandan di Desa Tumbu, Tradisi yang Bertahan Menghidupi Warga
Narasi Dramatari Penyalonarangan “Kala Ludra” di Pura Dalem Desa Adat Ubud
Ida Bagus Jelantik Purwa | Cerita Manusia, Hewan dan Tumbuhan pada Prasi yang Istimewa
Tags: Desa Jasrigerabahkarangasemperajin gerabah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Mumuland Up Close” di Rumah Tanjung Bungkak

Next Post

Menghidupkan Spirit Marya dan Pernik Estetika Festival sebagai Ruang Alternatif Seni Pertunjukan Bali

Agus Eka Cahyadi

Agus Eka Cahyadi

I Wayan Agus Eka Cahyadi. Lahir di Ubud, 12 Agustus 1984. Dosen FSRD ISI Denpasar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Menghidupkan Spirit Marya dan Pernik Estetika Festival sebagai Ruang Alternatif Seni Pertunjukan Bali

Menghidupkan Spirit Marya dan Pernik Estetika Festival sebagai Ruang Alternatif Seni Pertunjukan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co