2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
July 21, 2024
in Khas
”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Diskusi bersama Ni Luh Djelantik, Dewi Lestari dan Andre Syahreza di Toya Devasya, Batur, Bangli

BUKU berjudul ”Eat, Play, Love”  ditulis oleh Andre Syahreza. Buku ini diluncurkan sekaligus diulas bersamaan dengan diskusi tentang narasi wisata dan storynomics di Toya Devasya Geopark Resort & Villas, tepi Danau Batur, Kintamani, Bangli, Jumat, 19 Juli 2024—sebagai bentuk perayaan 22 tahun Toya Devasya.

Buku “Eat, Play, Love”

Diskusi itu menghadirkan pembicara Dewi Lestari, seorang penulis novel dan penyanyi dan Ni Luh Djelantik, dikenal sebagai tokoh perempuan kelahiran Batur yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029. Satu pembicara lagi adalah penulis buku ”Eat, Play, Love”,  Andre Syahreza.

Buku yang Berkisah

Buku ”Eat, Play, Love” berkisah tentang alam, sejarah, dan manusia Batur yang diberkahi oleh Tuhan dengan keunikan geografis dan alamnya yang menakjubkan. Buku ini bukan soal Batur semata, namun juga soal manusia Bangli yang mendiaminya dan terlebih soal spiritualisme yang mengagumkan.

Diskusi tentang wisata narasi dan strorynomics tourism di Toya Devasya | Foto: Ole

Gunung Batur adalah sebuah anugerah alam yang memberikan kehidupan bagi Bali. Budaya yang lahir dari Batur, lahir dari pemujaan dan pemuliaan terhadap alam semesta.

Spiritualisme yang mendalam adalah bentuk penghormatan kepada spirit yang menjaga semesta, sehingga melahirkan kebudayaan yang sangat bernilai. Pura-pura yang ada di sekitar Gunung Batur adalah wujud bagaimana pemujaan itu dihayati dan diresapi sebagai nilai kesatuan dalam hidup manusia Bangli dan Bali.

Narasi yang membentuknya tak kalah menawan. Pura Dalem Balingkang salah satu contoh Pura dengan narasi soal Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Ching Wie yang memikat hati. Dari kisah cinta itu lahir kebudayaan yang berakar pada pluralisme  budaya China dan Bali.

Di tengah-tengah kemegahan alam dan spiritualisme itulah lahir sebuah legacy, bernama Toya Devasya, yang dikenal sebagai tempat wisata alam di tepian Batur.  

Toya bermakna air dan Devasya bermakna Tuhan. Secara harfiah dapat dimaknai Toya Devasya adalah air dari Tuhan. Bukan sebuah kebetulan bahwa Toya Devasya diberi nama demikian. Air adalah simbol kehidupan. Dimana ada air disana ada kehidupan manusia dan kebudayaan. Di filosofi ini, air mengaliri hidup manusia dan menemani manusia hingga akhir hayatnya.

Dewi Lestari dalam diskusi di Toya Devasya | Foto: Ole

Toya Devasya menggunakan air sebagai sarana utama dalam membangun wisata alam. Air yang bersumber dari api panas bumi itu menjadi daya tarik Toya Devasya.

Di bawah kepemimpinan dan kepemilikan I Ketut Mardjana dari tahun 2002, Toya Devasya menjadi destinasi alam yang paling menjanjikan pengalaman yang indah di Bangli, dari pemandangan danau, air hangat yang bersumber dari panas bumi, dan udara yang sejuk, membuat kita rileks dan damai secara bersamaan.

Toya Devasya bukan semata menjadi tempat wisata, namun sebagai pusat belajar bagi wisata berkelanjutan yang menghargai alam dan memuja alam sebagai pedoman utama. Oleh sebab itu, Toya Devasya menjadi tempat refleksi, berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, menikmati alam dengan damai, dalam sunyi.  Filosofi gajah yang dimiliki Toya Devasya juga memiliki makna yang mendalam.

Dalam konteks kepercayaan Hindu, Ganesha adalah Dewa lambang pengetahuan. Filosofi gajah menjadi penting karena semua yang melekat pada dewa Ganesha adalah simbol hidup yang bermakna. Tubuh yang besar bermakna sebagai pembuka jalan bagi kehidupan baru.

Belalai yang panjang adalah simbol kesabaran dan ketahanan menghadapi tantangan. Telinga yang lebar adalah simbol untuk  cara mendengar yang lebih baik.

Dewi Lestari Ni Luh Djelantik dan Andre Syahreza | Foto: Ole

Esensi Toya Devasya dalam mengemban misi sebagai simbol pelayan bagi masyarakat tercermin dalam setiap lini pengembangan Toya Devasya sebagai sebuah tujuan wisata. Komitmen tertinggi Toya Devasya adalah mengembangkan pariwisata berkelanjutan dengan prioritas menjaga alam dan energi spiritual Batur, yang sejak awal telah menjadi visi utamanya.

Narasi Wisata

Diskusi tentang narasi wisata dan storynomic tourism dihadiri oleh jurnalis, penulis, dan publik umum. Dalam diskusi itu tercermin bahwa Toya Devasya punya komitmen menjadi tujuan wisata yang berbeda, yang mengangkat narasi alam, kisah sejarah, dan budaya unik yang tiada duanya di Batur.

Dewi Lestari mengungkap dalam konteks wisata narasi ada tiga level penting yang perlu diingat dalam menulis.

Pertama, deskriptif, dimana penulis hanya mendeskripsikan sesuatu berdasarkan data. Dalam konteks ini menulis hanya menyampaikan informasi. Level kedua, menggabungkan deskriptif dan sedikit naratif. Level ketiga, melibatkan pengalaman dan rasa. Di level inilah, menulis menjadi menggugah dan menjadi inspirasi.

Buku Eat, Play, Love sebagai dedikasi dari Toya Devasya ini telah menunjukkan bahwa level ketiga yang dimaksud Dewi Lestari ini menjadi nyata. Di dalamnya ada pengalaman dan rasa, terutama dari foundernya.

Dari kiri ke kanan: Dewi Lestari, Sonia (saya, penulis), Ni Luh Djelantik, dan CEO Toya Devasya Ayu Saraswati | Foto: Ole

Pada akhirnya, sebuah pencapaian tertinggi dari manusia adalah legacy yang ditinggalkannya. Pada titik ini Toya Devasya adalah salah sebuah legacy yang ditinggalkan foundernya, I Ketut Mardjana yang membuat hati siapapun tersentuh untuk melestarikan alam, menjaga dan memeliharanya.

Sore itu kami diterpa udara sejuk dari tiupan angin danau. Terasa senja mulai turun. Hanya damai dan sunyi di hati yang membuat tunduk. Betapa alam telah memberikan cinta kepada manusia dan hanya dengan cintalah kita mampu memeliharanya. [T]

BACA artikel lain tentang BATUR atau artikel lain dari penulis KADEK SONIA PISCAYANTI

Sinarata, Fragmentari Babad Batur, dan Cerita di Baliknya
Gunung Batur yang Kesekian Kalinya
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (7): Indikator Menilai Alam, Uyung dan Yuyu Telah Hilang?
Tags: BangliBaturDanau BaturKintamaniToya Devasyawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

Next Post

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co