14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
July 21, 2024
in Khas
”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Diskusi bersama Ni Luh Djelantik, Dewi Lestari dan Andre Syahreza di Toya Devasya, Batur, Bangli

BUKU berjudul ”Eat, Play, Love”  ditulis oleh Andre Syahreza. Buku ini diluncurkan sekaligus diulas bersamaan dengan diskusi tentang narasi wisata dan storynomics di Toya Devasya Geopark Resort & Villas, tepi Danau Batur, Kintamani, Bangli, Jumat, 19 Juli 2024—sebagai bentuk perayaan 22 tahun Toya Devasya.

Buku “Eat, Play, Love”

Diskusi itu menghadirkan pembicara Dewi Lestari, seorang penulis novel dan penyanyi dan Ni Luh Djelantik, dikenal sebagai tokoh perempuan kelahiran Batur yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029. Satu pembicara lagi adalah penulis buku ”Eat, Play, Love”,  Andre Syahreza.

Buku yang Berkisah

Buku ”Eat, Play, Love” berkisah tentang alam, sejarah, dan manusia Batur yang diberkahi oleh Tuhan dengan keunikan geografis dan alamnya yang menakjubkan. Buku ini bukan soal Batur semata, namun juga soal manusia Bangli yang mendiaminya dan terlebih soal spiritualisme yang mengagumkan.

Diskusi tentang wisata narasi dan strorynomics tourism di Toya Devasya | Foto: Ole

Gunung Batur adalah sebuah anugerah alam yang memberikan kehidupan bagi Bali. Budaya yang lahir dari Batur, lahir dari pemujaan dan pemuliaan terhadap alam semesta.

Spiritualisme yang mendalam adalah bentuk penghormatan kepada spirit yang menjaga semesta, sehingga melahirkan kebudayaan yang sangat bernilai. Pura-pura yang ada di sekitar Gunung Batur adalah wujud bagaimana pemujaan itu dihayati dan diresapi sebagai nilai kesatuan dalam hidup manusia Bangli dan Bali.

Narasi yang membentuknya tak kalah menawan. Pura Dalem Balingkang salah satu contoh Pura dengan narasi soal Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Ching Wie yang memikat hati. Dari kisah cinta itu lahir kebudayaan yang berakar pada pluralisme  budaya China dan Bali.

Di tengah-tengah kemegahan alam dan spiritualisme itulah lahir sebuah legacy, bernama Toya Devasya, yang dikenal sebagai tempat wisata alam di tepian Batur.  

Toya bermakna air dan Devasya bermakna Tuhan. Secara harfiah dapat dimaknai Toya Devasya adalah air dari Tuhan. Bukan sebuah kebetulan bahwa Toya Devasya diberi nama demikian. Air adalah simbol kehidupan. Dimana ada air disana ada kehidupan manusia dan kebudayaan. Di filosofi ini, air mengaliri hidup manusia dan menemani manusia hingga akhir hayatnya.

Dewi Lestari dalam diskusi di Toya Devasya | Foto: Ole

Toya Devasya menggunakan air sebagai sarana utama dalam membangun wisata alam. Air yang bersumber dari api panas bumi itu menjadi daya tarik Toya Devasya.

Di bawah kepemimpinan dan kepemilikan I Ketut Mardjana dari tahun 2002, Toya Devasya menjadi destinasi alam yang paling menjanjikan pengalaman yang indah di Bangli, dari pemandangan danau, air hangat yang bersumber dari panas bumi, dan udara yang sejuk, membuat kita rileks dan damai secara bersamaan.

Toya Devasya bukan semata menjadi tempat wisata, namun sebagai pusat belajar bagi wisata berkelanjutan yang menghargai alam dan memuja alam sebagai pedoman utama. Oleh sebab itu, Toya Devasya menjadi tempat refleksi, berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, menikmati alam dengan damai, dalam sunyi.  Filosofi gajah yang dimiliki Toya Devasya juga memiliki makna yang mendalam.

Dalam konteks kepercayaan Hindu, Ganesha adalah Dewa lambang pengetahuan. Filosofi gajah menjadi penting karena semua yang melekat pada dewa Ganesha adalah simbol hidup yang bermakna. Tubuh yang besar bermakna sebagai pembuka jalan bagi kehidupan baru.

Belalai yang panjang adalah simbol kesabaran dan ketahanan menghadapi tantangan. Telinga yang lebar adalah simbol untuk  cara mendengar yang lebih baik.

Dewi Lestari Ni Luh Djelantik dan Andre Syahreza | Foto: Ole

Esensi Toya Devasya dalam mengemban misi sebagai simbol pelayan bagi masyarakat tercermin dalam setiap lini pengembangan Toya Devasya sebagai sebuah tujuan wisata. Komitmen tertinggi Toya Devasya adalah mengembangkan pariwisata berkelanjutan dengan prioritas menjaga alam dan energi spiritual Batur, yang sejak awal telah menjadi visi utamanya.

Narasi Wisata

Diskusi tentang narasi wisata dan storynomic tourism dihadiri oleh jurnalis, penulis, dan publik umum. Dalam diskusi itu tercermin bahwa Toya Devasya punya komitmen menjadi tujuan wisata yang berbeda, yang mengangkat narasi alam, kisah sejarah, dan budaya unik yang tiada duanya di Batur.

Dewi Lestari mengungkap dalam konteks wisata narasi ada tiga level penting yang perlu diingat dalam menulis.

Pertama, deskriptif, dimana penulis hanya mendeskripsikan sesuatu berdasarkan data. Dalam konteks ini menulis hanya menyampaikan informasi. Level kedua, menggabungkan deskriptif dan sedikit naratif. Level ketiga, melibatkan pengalaman dan rasa. Di level inilah, menulis menjadi menggugah dan menjadi inspirasi.

Buku Eat, Play, Love sebagai dedikasi dari Toya Devasya ini telah menunjukkan bahwa level ketiga yang dimaksud Dewi Lestari ini menjadi nyata. Di dalamnya ada pengalaman dan rasa, terutama dari foundernya.

Dari kiri ke kanan: Dewi Lestari, Sonia (saya, penulis), Ni Luh Djelantik, dan CEO Toya Devasya Ayu Saraswati | Foto: Ole

Pada akhirnya, sebuah pencapaian tertinggi dari manusia adalah legacy yang ditinggalkannya. Pada titik ini Toya Devasya adalah salah sebuah legacy yang ditinggalkan foundernya, I Ketut Mardjana yang membuat hati siapapun tersentuh untuk melestarikan alam, menjaga dan memeliharanya.

Sore itu kami diterpa udara sejuk dari tiupan angin danau. Terasa senja mulai turun. Hanya damai dan sunyi di hati yang membuat tunduk. Betapa alam telah memberikan cinta kepada manusia dan hanya dengan cintalah kita mampu memeliharanya. [T]

BACA artikel lain tentang BATUR atau artikel lain dari penulis KADEK SONIA PISCAYANTI

Sinarata, Fragmentari Babad Batur, dan Cerita di Baliknya
Gunung Batur yang Kesekian Kalinya
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (7): Indikator Menilai Alam, Uyung dan Yuyu Telah Hilang?
Tags: BangliBaturDanau BaturKintamaniToya Devasyawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

Next Post

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co