23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
July 21, 2024
in Khas
”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Diskusi bersama Ni Luh Djelantik, Dewi Lestari dan Andre Syahreza di Toya Devasya, Batur, Bangli

BUKU berjudul ”Eat, Play, Love”  ditulis oleh Andre Syahreza. Buku ini diluncurkan sekaligus diulas bersamaan dengan diskusi tentang narasi wisata dan storynomics di Toya Devasya Geopark Resort & Villas, tepi Danau Batur, Kintamani, Bangli, Jumat, 19 Juli 2024—sebagai bentuk perayaan 22 tahun Toya Devasya.

Buku “Eat, Play, Love”

Diskusi itu menghadirkan pembicara Dewi Lestari, seorang penulis novel dan penyanyi dan Ni Luh Djelantik, dikenal sebagai tokoh perempuan kelahiran Batur yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029. Satu pembicara lagi adalah penulis buku ”Eat, Play, Love”,  Andre Syahreza.

Buku yang Berkisah

Buku ”Eat, Play, Love” berkisah tentang alam, sejarah, dan manusia Batur yang diberkahi oleh Tuhan dengan keunikan geografis dan alamnya yang menakjubkan. Buku ini bukan soal Batur semata, namun juga soal manusia Bangli yang mendiaminya dan terlebih soal spiritualisme yang mengagumkan.

Diskusi tentang wisata narasi dan strorynomics tourism di Toya Devasya | Foto: Ole

Gunung Batur adalah sebuah anugerah alam yang memberikan kehidupan bagi Bali. Budaya yang lahir dari Batur, lahir dari pemujaan dan pemuliaan terhadap alam semesta.

Spiritualisme yang mendalam adalah bentuk penghormatan kepada spirit yang menjaga semesta, sehingga melahirkan kebudayaan yang sangat bernilai. Pura-pura yang ada di sekitar Gunung Batur adalah wujud bagaimana pemujaan itu dihayati dan diresapi sebagai nilai kesatuan dalam hidup manusia Bangli dan Bali.

Narasi yang membentuknya tak kalah menawan. Pura Dalem Balingkang salah satu contoh Pura dengan narasi soal Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Ching Wie yang memikat hati. Dari kisah cinta itu lahir kebudayaan yang berakar pada pluralisme  budaya China dan Bali.

Di tengah-tengah kemegahan alam dan spiritualisme itulah lahir sebuah legacy, bernama Toya Devasya, yang dikenal sebagai tempat wisata alam di tepian Batur.  

Toya bermakna air dan Devasya bermakna Tuhan. Secara harfiah dapat dimaknai Toya Devasya adalah air dari Tuhan. Bukan sebuah kebetulan bahwa Toya Devasya diberi nama demikian. Air adalah simbol kehidupan. Dimana ada air disana ada kehidupan manusia dan kebudayaan. Di filosofi ini, air mengaliri hidup manusia dan menemani manusia hingga akhir hayatnya.

Dewi Lestari dalam diskusi di Toya Devasya | Foto: Ole

Toya Devasya menggunakan air sebagai sarana utama dalam membangun wisata alam. Air yang bersumber dari api panas bumi itu menjadi daya tarik Toya Devasya.

Di bawah kepemimpinan dan kepemilikan I Ketut Mardjana dari tahun 2002, Toya Devasya menjadi destinasi alam yang paling menjanjikan pengalaman yang indah di Bangli, dari pemandangan danau, air hangat yang bersumber dari panas bumi, dan udara yang sejuk, membuat kita rileks dan damai secara bersamaan.

Toya Devasya bukan semata menjadi tempat wisata, namun sebagai pusat belajar bagi wisata berkelanjutan yang menghargai alam dan memuja alam sebagai pedoman utama. Oleh sebab itu, Toya Devasya menjadi tempat refleksi, berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, menikmati alam dengan damai, dalam sunyi.  Filosofi gajah yang dimiliki Toya Devasya juga memiliki makna yang mendalam.

Dalam konteks kepercayaan Hindu, Ganesha adalah Dewa lambang pengetahuan. Filosofi gajah menjadi penting karena semua yang melekat pada dewa Ganesha adalah simbol hidup yang bermakna. Tubuh yang besar bermakna sebagai pembuka jalan bagi kehidupan baru.

Belalai yang panjang adalah simbol kesabaran dan ketahanan menghadapi tantangan. Telinga yang lebar adalah simbol untuk  cara mendengar yang lebih baik.

Dewi Lestari Ni Luh Djelantik dan Andre Syahreza | Foto: Ole

Esensi Toya Devasya dalam mengemban misi sebagai simbol pelayan bagi masyarakat tercermin dalam setiap lini pengembangan Toya Devasya sebagai sebuah tujuan wisata. Komitmen tertinggi Toya Devasya adalah mengembangkan pariwisata berkelanjutan dengan prioritas menjaga alam dan energi spiritual Batur, yang sejak awal telah menjadi visi utamanya.

Narasi Wisata

Diskusi tentang narasi wisata dan storynomic tourism dihadiri oleh jurnalis, penulis, dan publik umum. Dalam diskusi itu tercermin bahwa Toya Devasya punya komitmen menjadi tujuan wisata yang berbeda, yang mengangkat narasi alam, kisah sejarah, dan budaya unik yang tiada duanya di Batur.

Dewi Lestari mengungkap dalam konteks wisata narasi ada tiga level penting yang perlu diingat dalam menulis.

Pertama, deskriptif, dimana penulis hanya mendeskripsikan sesuatu berdasarkan data. Dalam konteks ini menulis hanya menyampaikan informasi. Level kedua, menggabungkan deskriptif dan sedikit naratif. Level ketiga, melibatkan pengalaman dan rasa. Di level inilah, menulis menjadi menggugah dan menjadi inspirasi.

Buku Eat, Play, Love sebagai dedikasi dari Toya Devasya ini telah menunjukkan bahwa level ketiga yang dimaksud Dewi Lestari ini menjadi nyata. Di dalamnya ada pengalaman dan rasa, terutama dari foundernya.

Dari kiri ke kanan: Dewi Lestari, Sonia (saya, penulis), Ni Luh Djelantik, dan CEO Toya Devasya Ayu Saraswati | Foto: Ole

Pada akhirnya, sebuah pencapaian tertinggi dari manusia adalah legacy yang ditinggalkannya. Pada titik ini Toya Devasya adalah salah sebuah legacy yang ditinggalkan foundernya, I Ketut Mardjana yang membuat hati siapapun tersentuh untuk melestarikan alam, menjaga dan memeliharanya.

Sore itu kami diterpa udara sejuk dari tiupan angin danau. Terasa senja mulai turun. Hanya damai dan sunyi di hati yang membuat tunduk. Betapa alam telah memberikan cinta kepada manusia dan hanya dengan cintalah kita mampu memeliharanya. [T]

BACA artikel lain tentang BATUR atau artikel lain dari penulis KADEK SONIA PISCAYANTI

Sinarata, Fragmentari Babad Batur, dan Cerita di Baliknya
Gunung Batur yang Kesekian Kalinya
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (7): Indikator Menilai Alam, Uyung dan Yuyu Telah Hilang?
Tags: BangliBaturDanau BaturKintamaniToya Devasyawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

Next Post

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co