3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Roti Kembang Waru, Ikon Kuliner Khas Kotagede Yogyakarta

Luki Antoro by Luki Antoro
July 4, 2024
in Kuliner
Roti Kembang Waru, Ikon Kuliner Khas Kotagede Yogyakarta

Roti Kembang Waru khas Kotagede Yogyakarta | Foto: Luki Antoro

KOTAGEDE, salah satu sudut Jogja yang menyimpan sejarah panjang berdirinya kerajaan-kerajaan di tanah jawa. Terkenal dengan kearifan lokal dan pelestariaan situs bersejarah yang memukau.

Sehingga tak heran jika kawasan yang melahirkan banyak sekali produk kebudayaan ini menjadi daya tarik para wisatawan asing maupun lokal untuk berkunjung di Jogja. Kotagede memiliki tempat pariwisata yang sangat lengkap, mulai dari sejarah, pasar dan masjid tradisional tertua di jogja, beragam kuliner khas kotagede hingga kerajinan perak, tembaga dan kuningannya.

Dan, selain wisata sejarah, budaya dan adat istiadat jawa yang memiliki keunikan tersendiri, di sini juga terdapat beberapa kuliner tradisional khas yang menjadi sorotan para wisatawan. Wisata kuliner di kotagede ini tentu tidak kalah menarik dari wisata sejarah atau seni budayanya. Kotagede banyak menyimpan kuliner legendaris yang hanya bisa ditemukan di kota bekas pusat kerajaan mataram islam ini.

Artinya, sebagai episentrum pemajuan kebudayaan pada jamannya, kotagede tentu menghasilkan cita rasa kuliner yang berbeda. Nah, berikut ini makanan khas legendaris yang ada di Kotagede, yang ketika namanya disebutkan, maka akan teringat langsung dengan  Kotagede Yogyakarta.

Roti Kembang Waru

Kuliner legendaris Kotagede yang menempati urutan pertama ini agak awam untuk masyarakat umum. Sebab, pengrajin kue tradisional roti kembang waru sudah tidak banyak lagi.

Roti kembang waru merupakan kudapan yang dulunya digemari raja-raja. Kini keberadaanya hanya diperuntukan sebagai pelengkap kegiatan-kegiatan upacara adat saja. Meskipun, menurut Kipowaru Pusat Oleh-Oleh Khas Kotagede, menyampaikan bahwa produk roti kembang waru ini segmennya tidak luas, namun mencoba dibranding lagi sebagai oleh-oleh khas Kotagede Jogja.

Ciri khas dari roti kembang waru adalah bentuknya seperti bunga, memiliki delapan sisi, bewarna coklat panggangan yang begitu menggugah selera.

Proses pembuatan roti kembang waru memakan waktu yang cukup lama dan kesabaran yang tinggi, dengan teknik mengaduk adonan saja memakan waktu 1,5 hingga 2 jam. Pemanggangan pun masih menggunakan oven tradisional berbasis arang. Jadi betul-betul harus sabra untuk menghasilkan roti kembang waru khas kotagede ini.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti kembang waru pun sederhana, antara lain: tepung terigu, mentega, minyak sayur, telur dan vanili. Roti kembang warunya biasanya dapat bertahan hingga 7 hari dalam suhu ruang. Salah satu rekomendasi tempat makan yang menyediakan roti kembang waru premium legendaris adalah  Kipowaru.

Legomoro

Kotagede memiliki banyak kuliner tradisional yang memiliki filosofis tinggi. Legomoro memiliki arti Lego (Lega) dan Moro (Datang), dimana jika diartikan suasana lega bahagia karena orang yang diharapkan datang akhirnya datang juga.

Sekilas, Legomoro mirip lemper, namun yang memberdakan adalah legomoro bentuknya lebih berisi dan diikat dengan bamboo per 4 biji. Cara pembuatan legomoro pun membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Jadi, ketika memakan pun kita dapat merasakan bagaimana kulner asli kotagede dibuat. Mulai mengurai tali bambu dan membuka kulit daun pisangnya.

Kipowaru melestarikan banyak pengrajin roti kembang waru di Kotagede | Foto: Luki Antoro

Pembuatan Sudang Lepet memiliki 3 tahapan: pertama, membuat tali bambu, menyiapkan daun pisang, memasak ketan dan mebuat isian (daging sapi); selanjutnya, dilakukan tahap pengemasan; dan terakhir, dikukus hingga warna daun pisang berubah. Legomoro sendiri memiliki rasa yang sangat otentik, sangat cocok disajikan untuk hidangan keluarga besar bahkan oleh-oleh.

Legomoro mulai tidak banyak ditemukan di Jogja, jadi untuk mendapatkan kuliner khas kotagede ini bisa di Kipowaru pusat oleh-oleh khas kotagede.

Emping Mlinjo Khas Kotagede

Makanan khas Kotagede yang berikutnya adalah Emping Mlinjo, yang terbuat dari biji mlinjo dan di bumbui dengan rempah-rempah, ditambah gula atau cabai sesuai selera. Emping khas kotagede ini kecil-kecil seperti koin dan tebal, namun rasanya gurih dan enak.

Emping Mlinjo khas kotagede memiliki ciri khas kemasan, warna yang memiliki tiga rasa, yaitu; pedas manis, manis dan gurih. Emping mlinjo khas kotagede dulunya pernah merajai pasaran hingga ekspor malaysia. Mengingat dulu Kotagede adalah kawasan hutan yang begitu kaya dengan hasil bumi, salah satunya pohon melinjo yang melimpah.

Emping Mlinjo khas Kotagede ini sangat cocok untuk dijadikan camilan hingga oleh-oleh khas jogja. Kuliner ini jarang sekali ditemukan, tapi bisa ditemukan di pusat pelesari pangan lokal di Kipowaru juga.

Gudeng Asli Kotagede

Gudeg aslinya berasal dari kotagede, namun mengalami perkembangan tumbuh di beberapa tempat di Yogyakarta. Gudeg Wijilan salah satunya, wijilan adalah nama tempat untuk memfokuskan para pedagang gudeng berada di pusat kota.

Menariknya, mungkin kita dibuat penasaran seperti apa gudeg asli kotagede tersebut. Sebenarnya gudeg terbagi menjadi dua, ada gudeg basah dan gudeg kering. Awalnya gudeg itu adalah basah. Dulu prajurit kerajaan yang membuka lahan, mengolah Nangka muda dengan proses yang sangat tradisional.

Warung yang menjajakan gudeg asli bisa kamu temui di sekitar Kotagede, seperti pasar kotagede ataupun warung-warung bubur pagi di sekitaran kotagede. Biasanya mereka buka dari pukul 5 pagi sampai pukul 11 siang. Jadi, bagi teman-teman yang berkunjung ke Kotagede, jangan pernah melewatkan berburu gudeg langsung di Kotagede.

Nah, itu dia, rekomendasi kuliner khas Kotagede yang wajib teman-teman coba kalau berkunjung ke Yogyakarta. Selamat berburu oleh-oleh khas jogja untuk melestarikan kuliner tradisional disana. [T]

Kerajinan Logam Kotagede: Masa Lalu dan Masa Kini
Kue Apakah yang Menduduki Kasta Tertinggi di Kelas Kue Kering Saat Hari Raya?
“Dapur Bangsa”: Eksplorasi Kekayaan Kuliner Nusantara
Tags: Kotagede YogyakartaRoti Kembang WaruYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Pejalan dan Pemandu: Mengunjungi Tempat-tempat Buatan Manusia  

Next Post

Gong Kebyar Dewasa dari Yayasan Lilanjani Kerta Bumi, Tabanan, Sajikan Sunar Genjong, Raga Sidhi, dan Jayaning Singasana di PKB 2024

Luki Antoro

Luki Antoro

Pemerhati dan pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 7 april 1996 di Bantul, Yogyakarta. Ia lulusan jurusan prodi menejemen, fakultas ekonomi dan bisnis di UPN Veteran Yogyakarta.

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Gong Kebyar Dewasa dari Yayasan Lilanjani Kerta Bumi, Tabanan, Sajikan Sunar Genjong, Raga Sidhi, dan Jayaning Singasana di PKB 2024

Gong Kebyar Dewasa dari Yayasan Lilanjani Kerta Bumi, Tabanan, Sajikan Sunar Genjong, Raga Sidhi, dan Jayaning Singasana di PKB 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co