2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
June 29, 2024
in Khas
Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani

Arak jeruk dari Desa Awan, Kintamani, Bangli | Foto Meisa Wulandari

JUMPA lagi, Kawan. Semoga senantiasa dalam keadaan sober, karena mungkin saja kalian akan candu dan segera mengecek isi dompet kalian. Barangkali untuk membeli sebotol, dua botol, atau bahkan lebih. Tentunya untuk sekadar merayakan kesabaran dan kewarasan yang lebih panjang. Hehehe.

Sabar ya, perjalanan kita masih panjang untuk sampai pada yang dituju. Kali ini akan kuperkenalkan sesuatu yang tak biasa-biasa saja dari sekeranjang buah jeruk.

Kurasa hampir semua mengenal buah jeruk, baik cara menanam, cara mendapatkannya dan pasti tahu cara memakannya.  Jeruk sendiri sangat melekat dan menjadi identitas bagi sejumlah desa di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, dengan varietas jeruk unggulan yakni jeruk Siem.

Memiliki perpaduan rasa asam dan manis yang menyegarkan tentunya menjadi primadona di antara berbagai varietas jeruk yang dikembangkan khususnya di kawasan Kintamani. Perlu diketahui jeruk Kintamani pada umumnya panen setahun sekali yakni pada bulan Agustus sampai Oktober, kami menyebutnya sebagai panen raya.

Tentunya tidak semua pohon menghasilkan buah yang matang secara bersamaan, maka dari itu pasti ada saja sisa-sisa buah jeruk yang masih belum matang, dan biasanya akan siap dipanen satu bulan setelah panen raya yang dikenal dengan istilah nyeladian/ladian  atau lebih mudah disebut sebagai panen susulan.

Untuk memperoleh hasil panen yang melimpah tentunya pohon jeruk harus dirawat dengan baik, seperti rutin dilakukan pemangkasan, pemupukan, dan penghormatan terhadap tanaman juga memahami bahwa gulma, hama dan penyakit pun bagian dari siklus alami.  Sebab tanaman juga merupakan bagian dari alam semesta. Semesta memaksa untuk memahami harmoni alam dengan bahasa-bahasa yang hanya bisa kita mengerti dengan diam dalam pengamatan.

Dari Kintamani kita akan melipir sedikit ke sebuah desa bernama Desa Awan, tempat penghasil jeruk yang melimpah ruah. Saking banyaknya jeruk pada musim panen raya, jeruk yang tidak berhasil melewati penyortiran akan tebuang begitu saja. Akan tetapi, berkat inisiatif warga setempat jeruk tersebut diolah menjadi sari buah jeruk, namun sayangnya karena tidak mengandung pengawet, sari buah jeruk tidak mampu bertahan lama.

Akibat harga jeruk yang murah, serta kerap kali dijumpai ukuran buah yang tidak terlalu besar menyebabkan jeruk sulit dipasarkan, hingga tangan-tangan dan ide terampil kelompok Subak Cempaka Kembar memproduksi arak jeruk.

Beranggotakan 16 orang, mereka dikenal sebagai kelompok Arak Jeruk Cempaka. Lalu seiring dengan penambahan jumlah anggota, kelompok berganti nama menjadi UMKM Tirta Kauripan, dimana nama ini diambil dari nama salah satu banjar di Desa Awan dan kini jumlah anggotanya sebanyak 22 orang. Usaha ini sudah dimulai sejak tahun 2020.

Arak jeruk dari Desa Awan, Kintamani, Bangli | Foto: Meisa Wulandari

Arak jeruk merupakan hasil fermentasi dan destilasi (penyulingan). Waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi sari jeruk, minimal selama 28 hari untuk mendapatkan 35%-40%  kandungan alkohol dengan memanfaatkan sari jeruk yang sudah tersaring, dicampur  air dan juga gula aren. Tentunya pilihan utama jatuh pada jeruk siem,  yang memiliki kandungan air cukup banyak.

Terlihat panci dan bejana yang mereka gunakan untuk memproses sari jeruk. Yang dipasok langsung dari rumah mereka secara bersama-sama untuk menjadi arak, bukankan ini  peralatan yang sudah mulai modern? Ya, karena dibutuhkan beberapa jam bagi sari jeruk untuk mencapai titik didih lalu menguap, naik ke tabung dan kemudian didinginkan di tangki air dimana ia akan mengembun.

Embun mulai menetes pada wadah yang telah disediakan, Lalu apa yang menetes selanjutnya bukan lagi zat manis berupa air jeruk melainkan cairan beralkohol yang jernih dan menyengat, dan mereka menyebutnya sebagai arak jeruk.

Wajah arak jeruk bisa kita temui dalam kemasan yang modern, tidak menggunakan botol plastik seperti kebanyakan arak tradisional melainkan sudah menggunakan botol kaca berukuran 500-700 ml, dan tentunya arak ini sudah legal karena sudah memenuhi standar keamanan atau izin edar produk. Tidak hanya memproduksi arak jeruk, katanya mereka juga memproduksi turunan arak jeruk seperti whiskey dan  wine yang masih berbahan dasar buah jeruk. Masalah bagaimana rasanya, aku sarankan kalian mencobanya sendiri.

Sebotol arak jeruk bisa dibandrol dengan harga yang cukup aman di kantong mulai dari enam puluh ribu rupiah sampai seratus lima puluh ribu rupiah. Jadi tunggu apalagi, seperti yang tadi sudah ku katakan di awal kalian akan mulai candu dan segera mengecek isi dompet tentunya. Terlebih lagi kini arak jeruk tidak hanya dijual di pulau Bali saja melainkan sudah merambah hingga keluar pulau Bali.

Mengais-ngais tali penghubung antara hasil alam berupa buah jeruk dengan hubungan social ekonomi masyarakat setempat juga terkoneksi dengan budaya dan ritual keagamaan adalah salah satu usaha kecil yang setidaknya bisa merawat harapan sambil mencari-cari cara alternatif untuk mendukung mereka yang mau berusaha dengan baik sekaligus ingin mengapresiasi para petani lokal yang mempunyai komitmen tinggi dalam memberdayakan hasil pertanian desa setempat.

Seperti yang kita telah ketahui, arak merupakan minuman tradisional khas Bali. Pun arak tidak bisa terlepas dari berbagai ritual keagamaan, tentunya sudah menjadi prinsipnya orang Bali. Karena apa yang kita dapatkan dari alam juga harus kita persembahkan kembali ke alam. Tidak hanya itu dalam konteks sosial arak menjadi sarana untuk bergaul dalam hubungan antar sesama.

Melihatnya dari kacamata yang berbeda, akan mengantarkan kita pada satu wawasan bahwa selain memberi penghidupan, arak juga telah menjadi bagian dari semesta, sosial, kultur dan ekologi masyarakat Bali terlepas dari dampak negatif yang ditimbulkan jika terlampau banyak mengkonsumsi arak.

Mimpi memberikan kontribusi yang harus segera diwujudkan. Bersama UMKM Tirta Kauripan Desa Awan memberdayakan satu sama lain bahkan mengolah produk lokal menjadi sesuatu yang unik, dari sekeranjang buah jeruk disulap menjadi arak jeruk. Silakan mencoba dan semoga berkenan. Salam Sober… [T]

  • BACA artikel lain dari penulis MEISA WULANDARI
  • BACA artikel lain tentang BATUR
  • BACA lain tentang KINTAMANI
Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok
Ubud dan Ragam Ceritanya, Mulai dari Wariga Hingga Usadha, Juga Perjumpaan Manis Kita
Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal
Tags: arakarak jerukjeruk kintamaniKintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi

Next Post

Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co