12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
June 29, 2024
in Khas
Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani

Arak jeruk dari Desa Awan, Kintamani, Bangli | Foto Meisa Wulandari

JUMPA lagi, Kawan. Semoga senantiasa dalam keadaan sober, karena mungkin saja kalian akan candu dan segera mengecek isi dompet kalian. Barangkali untuk membeli sebotol, dua botol, atau bahkan lebih. Tentunya untuk sekadar merayakan kesabaran dan kewarasan yang lebih panjang. Hehehe.

Sabar ya, perjalanan kita masih panjang untuk sampai pada yang dituju. Kali ini akan kuperkenalkan sesuatu yang tak biasa-biasa saja dari sekeranjang buah jeruk.

Kurasa hampir semua mengenal buah jeruk, baik cara menanam, cara mendapatkannya dan pasti tahu cara memakannya.  Jeruk sendiri sangat melekat dan menjadi identitas bagi sejumlah desa di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, dengan varietas jeruk unggulan yakni jeruk Siem.

Memiliki perpaduan rasa asam dan manis yang menyegarkan tentunya menjadi primadona di antara berbagai varietas jeruk yang dikembangkan khususnya di kawasan Kintamani. Perlu diketahui jeruk Kintamani pada umumnya panen setahun sekali yakni pada bulan Agustus sampai Oktober, kami menyebutnya sebagai panen raya.

Tentunya tidak semua pohon menghasilkan buah yang matang secara bersamaan, maka dari itu pasti ada saja sisa-sisa buah jeruk yang masih belum matang, dan biasanya akan siap dipanen satu bulan setelah panen raya yang dikenal dengan istilah nyeladian/ladian  atau lebih mudah disebut sebagai panen susulan.

Untuk memperoleh hasil panen yang melimpah tentunya pohon jeruk harus dirawat dengan baik, seperti rutin dilakukan pemangkasan, pemupukan, dan penghormatan terhadap tanaman juga memahami bahwa gulma, hama dan penyakit pun bagian dari siklus alami.  Sebab tanaman juga merupakan bagian dari alam semesta. Semesta memaksa untuk memahami harmoni alam dengan bahasa-bahasa yang hanya bisa kita mengerti dengan diam dalam pengamatan.

Dari Kintamani kita akan melipir sedikit ke sebuah desa bernama Desa Awan, tempat penghasil jeruk yang melimpah ruah. Saking banyaknya jeruk pada musim panen raya, jeruk yang tidak berhasil melewati penyortiran akan tebuang begitu saja. Akan tetapi, berkat inisiatif warga setempat jeruk tersebut diolah menjadi sari buah jeruk, namun sayangnya karena tidak mengandung pengawet, sari buah jeruk tidak mampu bertahan lama.

Akibat harga jeruk yang murah, serta kerap kali dijumpai ukuran buah yang tidak terlalu besar menyebabkan jeruk sulit dipasarkan, hingga tangan-tangan dan ide terampil kelompok Subak Cempaka Kembar memproduksi arak jeruk.

Beranggotakan 16 orang, mereka dikenal sebagai kelompok Arak Jeruk Cempaka. Lalu seiring dengan penambahan jumlah anggota, kelompok berganti nama menjadi UMKM Tirta Kauripan, dimana nama ini diambil dari nama salah satu banjar di Desa Awan dan kini jumlah anggotanya sebanyak 22 orang. Usaha ini sudah dimulai sejak tahun 2020.

Arak jeruk dari Desa Awan, Kintamani, Bangli | Foto: Meisa Wulandari

Arak jeruk merupakan hasil fermentasi dan destilasi (penyulingan). Waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi sari jeruk, minimal selama 28 hari untuk mendapatkan 35%-40%  kandungan alkohol dengan memanfaatkan sari jeruk yang sudah tersaring, dicampur  air dan juga gula aren. Tentunya pilihan utama jatuh pada jeruk siem,  yang memiliki kandungan air cukup banyak.

Terlihat panci dan bejana yang mereka gunakan untuk memproses sari jeruk. Yang dipasok langsung dari rumah mereka secara bersama-sama untuk menjadi arak, bukankan ini  peralatan yang sudah mulai modern? Ya, karena dibutuhkan beberapa jam bagi sari jeruk untuk mencapai titik didih lalu menguap, naik ke tabung dan kemudian didinginkan di tangki air dimana ia akan mengembun.

Embun mulai menetes pada wadah yang telah disediakan, Lalu apa yang menetes selanjutnya bukan lagi zat manis berupa air jeruk melainkan cairan beralkohol yang jernih dan menyengat, dan mereka menyebutnya sebagai arak jeruk.

Wajah arak jeruk bisa kita temui dalam kemasan yang modern, tidak menggunakan botol plastik seperti kebanyakan arak tradisional melainkan sudah menggunakan botol kaca berukuran 500-700 ml, dan tentunya arak ini sudah legal karena sudah memenuhi standar keamanan atau izin edar produk. Tidak hanya memproduksi arak jeruk, katanya mereka juga memproduksi turunan arak jeruk seperti whiskey dan  wine yang masih berbahan dasar buah jeruk. Masalah bagaimana rasanya, aku sarankan kalian mencobanya sendiri.

Sebotol arak jeruk bisa dibandrol dengan harga yang cukup aman di kantong mulai dari enam puluh ribu rupiah sampai seratus lima puluh ribu rupiah. Jadi tunggu apalagi, seperti yang tadi sudah ku katakan di awal kalian akan mulai candu dan segera mengecek isi dompet tentunya. Terlebih lagi kini arak jeruk tidak hanya dijual di pulau Bali saja melainkan sudah merambah hingga keluar pulau Bali.

Mengais-ngais tali penghubung antara hasil alam berupa buah jeruk dengan hubungan social ekonomi masyarakat setempat juga terkoneksi dengan budaya dan ritual keagamaan adalah salah satu usaha kecil yang setidaknya bisa merawat harapan sambil mencari-cari cara alternatif untuk mendukung mereka yang mau berusaha dengan baik sekaligus ingin mengapresiasi para petani lokal yang mempunyai komitmen tinggi dalam memberdayakan hasil pertanian desa setempat.

Seperti yang kita telah ketahui, arak merupakan minuman tradisional khas Bali. Pun arak tidak bisa terlepas dari berbagai ritual keagamaan, tentunya sudah menjadi prinsipnya orang Bali. Karena apa yang kita dapatkan dari alam juga harus kita persembahkan kembali ke alam. Tidak hanya itu dalam konteks sosial arak menjadi sarana untuk bergaul dalam hubungan antar sesama.

Melihatnya dari kacamata yang berbeda, akan mengantarkan kita pada satu wawasan bahwa selain memberi penghidupan, arak juga telah menjadi bagian dari semesta, sosial, kultur dan ekologi masyarakat Bali terlepas dari dampak negatif yang ditimbulkan jika terlampau banyak mengkonsumsi arak.

Mimpi memberikan kontribusi yang harus segera diwujudkan. Bersama UMKM Tirta Kauripan Desa Awan memberdayakan satu sama lain bahkan mengolah produk lokal menjadi sesuatu yang unik, dari sekeranjang buah jeruk disulap menjadi arak jeruk. Silakan mencoba dan semoga berkenan. Salam Sober… [T]

  • BACA artikel lain dari penulis MEISA WULANDARI
  • BACA artikel lain tentang BATUR
  • BACA lain tentang KINTAMANI
Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok
Ubud dan Ragam Ceritanya, Mulai dari Wariga Hingga Usadha, Juga Perjumpaan Manis Kita
Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal
Tags: arakarak jerukjeruk kintamaniKintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi

Next Post

Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co