23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
June 29, 2024
in Khas
Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani

Arak jeruk dari Desa Awan, Kintamani, Bangli | Foto Meisa Wulandari

JUMPA lagi, Kawan. Semoga senantiasa dalam keadaan sober, karena mungkin saja kalian akan candu dan segera mengecek isi dompet kalian. Barangkali untuk membeli sebotol, dua botol, atau bahkan lebih. Tentunya untuk sekadar merayakan kesabaran dan kewarasan yang lebih panjang. Hehehe.

Sabar ya, perjalanan kita masih panjang untuk sampai pada yang dituju. Kali ini akan kuperkenalkan sesuatu yang tak biasa-biasa saja dari sekeranjang buah jeruk.

Kurasa hampir semua mengenal buah jeruk, baik cara menanam, cara mendapatkannya dan pasti tahu cara memakannya.  Jeruk sendiri sangat melekat dan menjadi identitas bagi sejumlah desa di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, dengan varietas jeruk unggulan yakni jeruk Siem.

Memiliki perpaduan rasa asam dan manis yang menyegarkan tentunya menjadi primadona di antara berbagai varietas jeruk yang dikembangkan khususnya di kawasan Kintamani. Perlu diketahui jeruk Kintamani pada umumnya panen setahun sekali yakni pada bulan Agustus sampai Oktober, kami menyebutnya sebagai panen raya.

Tentunya tidak semua pohon menghasilkan buah yang matang secara bersamaan, maka dari itu pasti ada saja sisa-sisa buah jeruk yang masih belum matang, dan biasanya akan siap dipanen satu bulan setelah panen raya yang dikenal dengan istilah nyeladian/ladian  atau lebih mudah disebut sebagai panen susulan.

Untuk memperoleh hasil panen yang melimpah tentunya pohon jeruk harus dirawat dengan baik, seperti rutin dilakukan pemangkasan, pemupukan, dan penghormatan terhadap tanaman juga memahami bahwa gulma, hama dan penyakit pun bagian dari siklus alami.  Sebab tanaman juga merupakan bagian dari alam semesta. Semesta memaksa untuk memahami harmoni alam dengan bahasa-bahasa yang hanya bisa kita mengerti dengan diam dalam pengamatan.

Dari Kintamani kita akan melipir sedikit ke sebuah desa bernama Desa Awan, tempat penghasil jeruk yang melimpah ruah. Saking banyaknya jeruk pada musim panen raya, jeruk yang tidak berhasil melewati penyortiran akan tebuang begitu saja. Akan tetapi, berkat inisiatif warga setempat jeruk tersebut diolah menjadi sari buah jeruk, namun sayangnya karena tidak mengandung pengawet, sari buah jeruk tidak mampu bertahan lama.

Akibat harga jeruk yang murah, serta kerap kali dijumpai ukuran buah yang tidak terlalu besar menyebabkan jeruk sulit dipasarkan, hingga tangan-tangan dan ide terampil kelompok Subak Cempaka Kembar memproduksi arak jeruk.

Beranggotakan 16 orang, mereka dikenal sebagai kelompok Arak Jeruk Cempaka. Lalu seiring dengan penambahan jumlah anggota, kelompok berganti nama menjadi UMKM Tirta Kauripan, dimana nama ini diambil dari nama salah satu banjar di Desa Awan dan kini jumlah anggotanya sebanyak 22 orang. Usaha ini sudah dimulai sejak tahun 2020.

Arak jeruk dari Desa Awan, Kintamani, Bangli | Foto: Meisa Wulandari

Arak jeruk merupakan hasil fermentasi dan destilasi (penyulingan). Waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi sari jeruk, minimal selama 28 hari untuk mendapatkan 35%-40%  kandungan alkohol dengan memanfaatkan sari jeruk yang sudah tersaring, dicampur  air dan juga gula aren. Tentunya pilihan utama jatuh pada jeruk siem,  yang memiliki kandungan air cukup banyak.

Terlihat panci dan bejana yang mereka gunakan untuk memproses sari jeruk. Yang dipasok langsung dari rumah mereka secara bersama-sama untuk menjadi arak, bukankan ini  peralatan yang sudah mulai modern? Ya, karena dibutuhkan beberapa jam bagi sari jeruk untuk mencapai titik didih lalu menguap, naik ke tabung dan kemudian didinginkan di tangki air dimana ia akan mengembun.

Embun mulai menetes pada wadah yang telah disediakan, Lalu apa yang menetes selanjutnya bukan lagi zat manis berupa air jeruk melainkan cairan beralkohol yang jernih dan menyengat, dan mereka menyebutnya sebagai arak jeruk.

Wajah arak jeruk bisa kita temui dalam kemasan yang modern, tidak menggunakan botol plastik seperti kebanyakan arak tradisional melainkan sudah menggunakan botol kaca berukuran 500-700 ml, dan tentunya arak ini sudah legal karena sudah memenuhi standar keamanan atau izin edar produk. Tidak hanya memproduksi arak jeruk, katanya mereka juga memproduksi turunan arak jeruk seperti whiskey dan  wine yang masih berbahan dasar buah jeruk. Masalah bagaimana rasanya, aku sarankan kalian mencobanya sendiri.

Sebotol arak jeruk bisa dibandrol dengan harga yang cukup aman di kantong mulai dari enam puluh ribu rupiah sampai seratus lima puluh ribu rupiah. Jadi tunggu apalagi, seperti yang tadi sudah ku katakan di awal kalian akan mulai candu dan segera mengecek isi dompet tentunya. Terlebih lagi kini arak jeruk tidak hanya dijual di pulau Bali saja melainkan sudah merambah hingga keluar pulau Bali.

Mengais-ngais tali penghubung antara hasil alam berupa buah jeruk dengan hubungan social ekonomi masyarakat setempat juga terkoneksi dengan budaya dan ritual keagamaan adalah salah satu usaha kecil yang setidaknya bisa merawat harapan sambil mencari-cari cara alternatif untuk mendukung mereka yang mau berusaha dengan baik sekaligus ingin mengapresiasi para petani lokal yang mempunyai komitmen tinggi dalam memberdayakan hasil pertanian desa setempat.

Seperti yang kita telah ketahui, arak merupakan minuman tradisional khas Bali. Pun arak tidak bisa terlepas dari berbagai ritual keagamaan, tentunya sudah menjadi prinsipnya orang Bali. Karena apa yang kita dapatkan dari alam juga harus kita persembahkan kembali ke alam. Tidak hanya itu dalam konteks sosial arak menjadi sarana untuk bergaul dalam hubungan antar sesama.

Melihatnya dari kacamata yang berbeda, akan mengantarkan kita pada satu wawasan bahwa selain memberi penghidupan, arak juga telah menjadi bagian dari semesta, sosial, kultur dan ekologi masyarakat Bali terlepas dari dampak negatif yang ditimbulkan jika terlampau banyak mengkonsumsi arak.

Mimpi memberikan kontribusi yang harus segera diwujudkan. Bersama UMKM Tirta Kauripan Desa Awan memberdayakan satu sama lain bahkan mengolah produk lokal menjadi sesuatu yang unik, dari sekeranjang buah jeruk disulap menjadi arak jeruk. Silakan mencoba dan semoga berkenan. Salam Sober… [T]

  • BACA artikel lain dari penulis MEISA WULANDARI
  • BACA artikel lain tentang BATUR
  • BACA lain tentang KINTAMANI
Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok
Ubud dan Ragam Ceritanya, Mulai dari Wariga Hingga Usadha, Juga Perjumpaan Manis Kita
Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal
Tags: arakarak jerukjeruk kintamaniKintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi

Next Post

Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Dua Ranperda Tuntas Sebelum Berakhirnya Masa Tugas Anggota DPRD Buleleng Periode 2019-2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co