24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 27, 2024
in Opini
Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?

Tulisan ini hanya sekedar catatan keresahan saja. Tidak ada tendensi menyudutkan pihak manapun, anggap saja ini ke-sok-tahu-an saya belaka. Jikapun ada yang tersinggung, yaa sudahlah. Toh saya hanya bercerita, meluapkan pergolakan batin, sebuah usaha untuk mendamaikan denyut nadi idealisme dan realita fiskal yang seolah bersahutan dalam kalbu.

Jadi ini adalah tentang isu UKT (Uang Kuliah Tunggal) itu, yang katanya sedang naik ugal-ugalan di banyak perguruan tinggi, secara khusus mungkin di kampus saya sendiri, tempat saya bertugas selama hampir satu dekade ini. Saya sebetulnya berhutang penjelasan kepada mereka: tetangga, sahabat, dan keluarga yang beberapa waktu belakangan ini memulai percapakan dengan kalimat, “kampusmu viral!” sembari melampirkan sederet berita visual tentang aksi protes mahasiswa dari berbagai platform media.

 Dibalik itu saya mahfum, mereka sedang menuntut, menuntut penjelasan, apalagi kepada saya, seorang pekerja kampus yang seharusnya paham dan mampu menjelaskan situasi ini dari sudut pandang yang lebih rasional.

Sebelum kita mulai membahas lebih jauh perihal kenaikan UKT ini, izinkan saya mengurai terlebih dahulu konteks permasalahan yang melatarinya. Sebagaimana diketahui, pendidikan tinggi di Indonesia diselenggarakan oleh dua jenis perguruan tinggi, yaitu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Masing-masing memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam hal pendanaan operasional.

Bagi PTN, sumber dana utama berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk membiayai gaji dosen dan tenaga kependidikan, operasional kampus, serta berbagai program tri dharma perguruan tinggi. Namun, alokasi APBN ini seringkali tidak mencukupi kebutuhan riil yang terus meningkat seiring perkembangan zaman. Oleh karena itu, PTN diperbolehkan memungut biaya kuliah dari mahasiswa dalam bentuk UKT.

Di sisi lain, PTS mengandalkan biaya kuliah mahasiswa sebagai sumber pendapatan utama untuk membiayai seluruh operasional kampus. Dengan segala keterbatasan sumber daya, PTS kerap kali harus berjuang keras menjaga keberlangsungan institusinya agar tetap mampu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas.

Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa pada tahun akademik 2022/2023, rata-rata UKT di PTN berkisar Rp7,2 juta per semester, dengan rentang UKT terendah Rp500 ribu dan tertinggi Rp13,5 juta. Sementara itu, biaya kuliah di PTS sangat bervariasi, mulai dari Rp3 juta hingga lebih dari Rp25 juta per semester, tergantung reputasi dan fasilitas yang ditawarkan.

Kenaikan UKT di PTN memang menjadi sorotan utama belakangan ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian, pada tahun akademik 2023/2024, sebanyak 17 PTN melakukan penyesuaian UKT dengan kenaikan rata-rata sebesar 9,8%. Angka ini mungkin terlihat tidak terlalu signifikan, namun perlu diingat bahwa kenaikan tersebut berdampak langsung pada beban finansial mahasiswa dan keluarganya.

Salah satu alasan utama yang dikemukakan oleh pihak kampus adalah untuk mempertahankan kualitas layanan pendidikan dan fasilitas yang memadai. Biaya operasional seperti utilitas, pemeliharaan gedung, pengadaan bahan praktikum, dan peremajaan peralatan terus meningkat seiring dengan inflasi dan peningkatan kebutuhan.

 Selain itu, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi prioritas agar dapat menjaga kualitas sumber daya manusia.Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kenaikan UKT ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.

Mahasiswa menggelar aksi protes, menyuarakan keresahan mereka terhadap biaya pendidikan yang semakin tak terjangkau. Banyak yang merasa bahwa kenaikan UKT ini mencerminkan ketidakpedulian kampus terhadap kondisi ekonomi mahasiswa dan keluarganya.

 Dalam beberapa kasus, kenaikan UKT dianggap sebagai bentuk komersialisasi pendidikan, dimana akses pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih.

Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2023, sekitar 60% mahasiswa di PTN berasal dari keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah. Hal ini mempertegas bahwa kenaikan UKT bukan hanya masalah angka, tetapi juga masalah keadilan sosial.

 Mahasiswa dari keluarga kurang mampu harus bekerja lebih keras untuk membiayai kuliah mereka, bahkan tidak sedikit yang terpaksa berhenti di tengah jalan karena terbentur masalah biaya.Meskipun pemerintah menyediakan beasiswa dan program bantuan biaya pendidikan, masih terdapat celah yang memungkinkan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tereksklusi dari akses pendidikan berkualitas.

Misalnya, syarat dan proses administrasi yang rumit seringkali menjadi hambatan tersendiri bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, jumlah bantuan yang diberikan sering kali tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya kuliah dan kebutuhan hidup mahasiswa.

Pada akhirnya, pertanyaan “Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?” seharusnya tidak lagi relevan di masa depan. Kita semua, baik pemerintah, institusi pendidikan, sektor swasta, maupun masyarakat luas, seharusnya peduli dan berkomitmen mewujudkan pendidikan tinggi berkualitas untuk semua kalangan. Hanya dengan demikian, negara kita dapat terus maju dan bersaing di panggung global yang semakin kompetitif.

Selain itu, permasalahan UKT ini memang tidak ada solusi tunggal yang dapat memuaskan semua pihak. Dibutuhkan kebijakan yang adil dan berimbang, yang mempertimbangkan aspek kualitas pendidikan, keberlangsungan institusi perguruan tinggi, serta keterjangkauan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu duduk bersama untuk merumuskan strategi yang komprehensif dalam menjamin ketersediaan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau bagi generasi penerus bangsa.Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah penguatan skema pembiayaan pendidikan yang lebih inklusif.

Pemerintah perlu memperluas cakupan dan jumlah beasiswa serta bantuan biaya pendidikan, sehingga lebih banyak mahasiswa yang dapat mengaksesnya. Selain itu, perlu ada mekanisme pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Institusi pendidikan juga perlu berinovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif, seperti kerjasama dengan industri dan sektor swasta. Model pendidikan berbasis kerjasama industri tidak hanya dapat membantu menutup gap pembiayaan, tetapi juga dapat meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.

Pada tingkat yang lebih luas, masyarakat perlu mengubah pola pikir dan budaya terhadap pendidikan. Pendidikan tinggi tidak boleh lagi dipandang sebagai barang mewah, tetapi sebagai investasi masa depan yang harus diupayakan bersama. Semua pihak perlu berperan aktif dalam mendukung dan memperjuangkan akses pendidikan yang lebih merata.

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberi sedikit pencerahan atas situasi yang sedang berlangsung. Pada akhirnya, kita semua memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjamin masa depan pendidikan yang lebih baik di negeri ini.

Meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan tinggi bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen dan kolaborasi dari semua pihak. [T]

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi
Ijazah Pendidikan Tinggi: Bisa Menjadi Baik, Bisa Menjadi Buruk
Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi
Tags: biaya kuliahPendidikan TinggiPerguruan TinggiUKT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galiju Mengentak Lewat Album “Resonant”

Next Post

Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

by I Made Pria Dharsana
April 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Kepercayaan publik terhadap notaris tidak runtuh dalam satu peristiwa besar, ia retak perlahan, dari satu kompromi kecil ke kompromi berikutnya....

Read moreDetails

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

by I Made Pria Dharsana
April 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik,...

Read moreDetails

Bunga, Denda, dan Moralitas Kreditur: Ketika Kontrak Menjadi Alat Tekanan

by I Made Pria Dharsana
March 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Ada satu pertanyaan yang jarang disentuh secara jujur dalam praktik perbankan: apakah kreditur selalu berada dalam posisi beritikad baik, bahkan...

Read moreDetails

Bali: Destinasi Wisata Dunia atau Simpul Energi Nasional? —Sebuah Persimpangan Peradaban

by I Made Pria Dharsana
March 25, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PULAU Bali hari ini tidak sekadar berdiri sebagai ruang geografis, tetapi sebagai simbol. Ia adalah representasi wajah Indonesia di mata...

Read moreDetails
Next Post
Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co