2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 27, 2024
in Opini
Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?

Tulisan ini hanya sekedar catatan keresahan saja. Tidak ada tendensi menyudutkan pihak manapun, anggap saja ini ke-sok-tahu-an saya belaka. Jikapun ada yang tersinggung, yaa sudahlah. Toh saya hanya bercerita, meluapkan pergolakan batin, sebuah usaha untuk mendamaikan denyut nadi idealisme dan realita fiskal yang seolah bersahutan dalam kalbu.

Jadi ini adalah tentang isu UKT (Uang Kuliah Tunggal) itu, yang katanya sedang naik ugal-ugalan di banyak perguruan tinggi, secara khusus mungkin di kampus saya sendiri, tempat saya bertugas selama hampir satu dekade ini. Saya sebetulnya berhutang penjelasan kepada mereka: tetangga, sahabat, dan keluarga yang beberapa waktu belakangan ini memulai percapakan dengan kalimat, “kampusmu viral!” sembari melampirkan sederet berita visual tentang aksi protes mahasiswa dari berbagai platform media.

 Dibalik itu saya mahfum, mereka sedang menuntut, menuntut penjelasan, apalagi kepada saya, seorang pekerja kampus yang seharusnya paham dan mampu menjelaskan situasi ini dari sudut pandang yang lebih rasional.

Sebelum kita mulai membahas lebih jauh perihal kenaikan UKT ini, izinkan saya mengurai terlebih dahulu konteks permasalahan yang melatarinya. Sebagaimana diketahui, pendidikan tinggi di Indonesia diselenggarakan oleh dua jenis perguruan tinggi, yaitu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Masing-masing memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam hal pendanaan operasional.

Bagi PTN, sumber dana utama berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk membiayai gaji dosen dan tenaga kependidikan, operasional kampus, serta berbagai program tri dharma perguruan tinggi. Namun, alokasi APBN ini seringkali tidak mencukupi kebutuhan riil yang terus meningkat seiring perkembangan zaman. Oleh karena itu, PTN diperbolehkan memungut biaya kuliah dari mahasiswa dalam bentuk UKT.

Di sisi lain, PTS mengandalkan biaya kuliah mahasiswa sebagai sumber pendapatan utama untuk membiayai seluruh operasional kampus. Dengan segala keterbatasan sumber daya, PTS kerap kali harus berjuang keras menjaga keberlangsungan institusinya agar tetap mampu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas.

Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa pada tahun akademik 2022/2023, rata-rata UKT di PTN berkisar Rp7,2 juta per semester, dengan rentang UKT terendah Rp500 ribu dan tertinggi Rp13,5 juta. Sementara itu, biaya kuliah di PTS sangat bervariasi, mulai dari Rp3 juta hingga lebih dari Rp25 juta per semester, tergantung reputasi dan fasilitas yang ditawarkan.

Kenaikan UKT di PTN memang menjadi sorotan utama belakangan ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian, pada tahun akademik 2023/2024, sebanyak 17 PTN melakukan penyesuaian UKT dengan kenaikan rata-rata sebesar 9,8%. Angka ini mungkin terlihat tidak terlalu signifikan, namun perlu diingat bahwa kenaikan tersebut berdampak langsung pada beban finansial mahasiswa dan keluarganya.

Salah satu alasan utama yang dikemukakan oleh pihak kampus adalah untuk mempertahankan kualitas layanan pendidikan dan fasilitas yang memadai. Biaya operasional seperti utilitas, pemeliharaan gedung, pengadaan bahan praktikum, dan peremajaan peralatan terus meningkat seiring dengan inflasi dan peningkatan kebutuhan.

 Selain itu, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi prioritas agar dapat menjaga kualitas sumber daya manusia.Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kenaikan UKT ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.

Mahasiswa menggelar aksi protes, menyuarakan keresahan mereka terhadap biaya pendidikan yang semakin tak terjangkau. Banyak yang merasa bahwa kenaikan UKT ini mencerminkan ketidakpedulian kampus terhadap kondisi ekonomi mahasiswa dan keluarganya.

 Dalam beberapa kasus, kenaikan UKT dianggap sebagai bentuk komersialisasi pendidikan, dimana akses pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih.

Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2023, sekitar 60% mahasiswa di PTN berasal dari keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah. Hal ini mempertegas bahwa kenaikan UKT bukan hanya masalah angka, tetapi juga masalah keadilan sosial.

 Mahasiswa dari keluarga kurang mampu harus bekerja lebih keras untuk membiayai kuliah mereka, bahkan tidak sedikit yang terpaksa berhenti di tengah jalan karena terbentur masalah biaya.Meskipun pemerintah menyediakan beasiswa dan program bantuan biaya pendidikan, masih terdapat celah yang memungkinkan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tereksklusi dari akses pendidikan berkualitas.

Misalnya, syarat dan proses administrasi yang rumit seringkali menjadi hambatan tersendiri bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, jumlah bantuan yang diberikan sering kali tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya kuliah dan kebutuhan hidup mahasiswa.

Pada akhirnya, pertanyaan “Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?” seharusnya tidak lagi relevan di masa depan. Kita semua, baik pemerintah, institusi pendidikan, sektor swasta, maupun masyarakat luas, seharusnya peduli dan berkomitmen mewujudkan pendidikan tinggi berkualitas untuk semua kalangan. Hanya dengan demikian, negara kita dapat terus maju dan bersaing di panggung global yang semakin kompetitif.

Selain itu, permasalahan UKT ini memang tidak ada solusi tunggal yang dapat memuaskan semua pihak. Dibutuhkan kebijakan yang adil dan berimbang, yang mempertimbangkan aspek kualitas pendidikan, keberlangsungan institusi perguruan tinggi, serta keterjangkauan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu duduk bersama untuk merumuskan strategi yang komprehensif dalam menjamin ketersediaan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau bagi generasi penerus bangsa.Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah penguatan skema pembiayaan pendidikan yang lebih inklusif.

Pemerintah perlu memperluas cakupan dan jumlah beasiswa serta bantuan biaya pendidikan, sehingga lebih banyak mahasiswa yang dapat mengaksesnya. Selain itu, perlu ada mekanisme pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Institusi pendidikan juga perlu berinovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif, seperti kerjasama dengan industri dan sektor swasta. Model pendidikan berbasis kerjasama industri tidak hanya dapat membantu menutup gap pembiayaan, tetapi juga dapat meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.

Pada tingkat yang lebih luas, masyarakat perlu mengubah pola pikir dan budaya terhadap pendidikan. Pendidikan tinggi tidak boleh lagi dipandang sebagai barang mewah, tetapi sebagai investasi masa depan yang harus diupayakan bersama. Semua pihak perlu berperan aktif dalam mendukung dan memperjuangkan akses pendidikan yang lebih merata.

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberi sedikit pencerahan atas situasi yang sedang berlangsung. Pada akhirnya, kita semua memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjamin masa depan pendidikan yang lebih baik di negeri ini.

Meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan tinggi bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen dan kolaborasi dari semua pihak. [T]

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi
Ijazah Pendidikan Tinggi: Bisa Menjadi Baik, Bisa Menjadi Buruk
Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi
Tags: biaya kuliahPendidikan TinggiPerguruan TinggiUKT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galiju Mengentak Lewat Album “Resonant”

Next Post

Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co