22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 27, 2024
in Opini
Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?

Tulisan ini hanya sekedar catatan keresahan saja. Tidak ada tendensi menyudutkan pihak manapun, anggap saja ini ke-sok-tahu-an saya belaka. Jikapun ada yang tersinggung, yaa sudahlah. Toh saya hanya bercerita, meluapkan pergolakan batin, sebuah usaha untuk mendamaikan denyut nadi idealisme dan realita fiskal yang seolah bersahutan dalam kalbu.

Jadi ini adalah tentang isu UKT (Uang Kuliah Tunggal) itu, yang katanya sedang naik ugal-ugalan di banyak perguruan tinggi, secara khusus mungkin di kampus saya sendiri, tempat saya bertugas selama hampir satu dekade ini. Saya sebetulnya berhutang penjelasan kepada mereka: tetangga, sahabat, dan keluarga yang beberapa waktu belakangan ini memulai percapakan dengan kalimat, “kampusmu viral!” sembari melampirkan sederet berita visual tentang aksi protes mahasiswa dari berbagai platform media.

 Dibalik itu saya mahfum, mereka sedang menuntut, menuntut penjelasan, apalagi kepada saya, seorang pekerja kampus yang seharusnya paham dan mampu menjelaskan situasi ini dari sudut pandang yang lebih rasional.

Sebelum kita mulai membahas lebih jauh perihal kenaikan UKT ini, izinkan saya mengurai terlebih dahulu konteks permasalahan yang melatarinya. Sebagaimana diketahui, pendidikan tinggi di Indonesia diselenggarakan oleh dua jenis perguruan tinggi, yaitu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Masing-masing memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam hal pendanaan operasional.

Bagi PTN, sumber dana utama berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk membiayai gaji dosen dan tenaga kependidikan, operasional kampus, serta berbagai program tri dharma perguruan tinggi. Namun, alokasi APBN ini seringkali tidak mencukupi kebutuhan riil yang terus meningkat seiring perkembangan zaman. Oleh karena itu, PTN diperbolehkan memungut biaya kuliah dari mahasiswa dalam bentuk UKT.

Di sisi lain, PTS mengandalkan biaya kuliah mahasiswa sebagai sumber pendapatan utama untuk membiayai seluruh operasional kampus. Dengan segala keterbatasan sumber daya, PTS kerap kali harus berjuang keras menjaga keberlangsungan institusinya agar tetap mampu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas.

Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa pada tahun akademik 2022/2023, rata-rata UKT di PTN berkisar Rp7,2 juta per semester, dengan rentang UKT terendah Rp500 ribu dan tertinggi Rp13,5 juta. Sementara itu, biaya kuliah di PTS sangat bervariasi, mulai dari Rp3 juta hingga lebih dari Rp25 juta per semester, tergantung reputasi dan fasilitas yang ditawarkan.

Kenaikan UKT di PTN memang menjadi sorotan utama belakangan ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian, pada tahun akademik 2023/2024, sebanyak 17 PTN melakukan penyesuaian UKT dengan kenaikan rata-rata sebesar 9,8%. Angka ini mungkin terlihat tidak terlalu signifikan, namun perlu diingat bahwa kenaikan tersebut berdampak langsung pada beban finansial mahasiswa dan keluarganya.

Salah satu alasan utama yang dikemukakan oleh pihak kampus adalah untuk mempertahankan kualitas layanan pendidikan dan fasilitas yang memadai. Biaya operasional seperti utilitas, pemeliharaan gedung, pengadaan bahan praktikum, dan peremajaan peralatan terus meningkat seiring dengan inflasi dan peningkatan kebutuhan.

 Selain itu, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi prioritas agar dapat menjaga kualitas sumber daya manusia.Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kenaikan UKT ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.

Mahasiswa menggelar aksi protes, menyuarakan keresahan mereka terhadap biaya pendidikan yang semakin tak terjangkau. Banyak yang merasa bahwa kenaikan UKT ini mencerminkan ketidakpedulian kampus terhadap kondisi ekonomi mahasiswa dan keluarganya.

 Dalam beberapa kasus, kenaikan UKT dianggap sebagai bentuk komersialisasi pendidikan, dimana akses pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih.

Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2023, sekitar 60% mahasiswa di PTN berasal dari keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah. Hal ini mempertegas bahwa kenaikan UKT bukan hanya masalah angka, tetapi juga masalah keadilan sosial.

 Mahasiswa dari keluarga kurang mampu harus bekerja lebih keras untuk membiayai kuliah mereka, bahkan tidak sedikit yang terpaksa berhenti di tengah jalan karena terbentur masalah biaya.Meskipun pemerintah menyediakan beasiswa dan program bantuan biaya pendidikan, masih terdapat celah yang memungkinkan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tereksklusi dari akses pendidikan berkualitas.

Misalnya, syarat dan proses administrasi yang rumit seringkali menjadi hambatan tersendiri bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, jumlah bantuan yang diberikan sering kali tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya kuliah dan kebutuhan hidup mahasiswa.

Pada akhirnya, pertanyaan “Mutu Kuliah Mahal, Siapa Peduli?” seharusnya tidak lagi relevan di masa depan. Kita semua, baik pemerintah, institusi pendidikan, sektor swasta, maupun masyarakat luas, seharusnya peduli dan berkomitmen mewujudkan pendidikan tinggi berkualitas untuk semua kalangan. Hanya dengan demikian, negara kita dapat terus maju dan bersaing di panggung global yang semakin kompetitif.

Selain itu, permasalahan UKT ini memang tidak ada solusi tunggal yang dapat memuaskan semua pihak. Dibutuhkan kebijakan yang adil dan berimbang, yang mempertimbangkan aspek kualitas pendidikan, keberlangsungan institusi perguruan tinggi, serta keterjangkauan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu duduk bersama untuk merumuskan strategi yang komprehensif dalam menjamin ketersediaan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau bagi generasi penerus bangsa.Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah penguatan skema pembiayaan pendidikan yang lebih inklusif.

Pemerintah perlu memperluas cakupan dan jumlah beasiswa serta bantuan biaya pendidikan, sehingga lebih banyak mahasiswa yang dapat mengaksesnya. Selain itu, perlu ada mekanisme pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Institusi pendidikan juga perlu berinovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif, seperti kerjasama dengan industri dan sektor swasta. Model pendidikan berbasis kerjasama industri tidak hanya dapat membantu menutup gap pembiayaan, tetapi juga dapat meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.

Pada tingkat yang lebih luas, masyarakat perlu mengubah pola pikir dan budaya terhadap pendidikan. Pendidikan tinggi tidak boleh lagi dipandang sebagai barang mewah, tetapi sebagai investasi masa depan yang harus diupayakan bersama. Semua pihak perlu berperan aktif dalam mendukung dan memperjuangkan akses pendidikan yang lebih merata.

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberi sedikit pencerahan atas situasi yang sedang berlangsung. Pada akhirnya, kita semua memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjamin masa depan pendidikan yang lebih baik di negeri ini.

Meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan tinggi bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen dan kolaborasi dari semua pihak. [T]

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi
Ijazah Pendidikan Tinggi: Bisa Menjadi Baik, Bisa Menjadi Buruk
Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi
Tags: biaya kuliahPendidikan TinggiPerguruan TinggiUKT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galiju Mengentak Lewat Album “Resonant”

Next Post

Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co