3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pararudan”: Jalinan Kekerabatan Para Leluhur Beringkit-Gegelang

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
April 29, 2024
in Khas
“Pararudan”: Jalinan Kekerabatan Para Leluhur Beringkit-Gegelang

Proses”nyanggra” dalam ritual nodya pujawali di Pura Luhur Pucak Gegelang. Foto: Weda Adi Wangsa

PARARUDAN, sebagaimana disebutkan dalam Kamus Bali-Indonesia, berasal dari kata dasar rarud yang berarti pindah. Pararudan berarti berpindah atau pindahan. Pararudan biasanya identik dengan suatu langkah antisipasi untuk menyelamatkan diri yang dilakukan para leluhur di masa silam.

Para leluhur kami di masa lampau juga melakukan hal itu. Mereka memilih melaksanakan perpindahan dari daerah yang semula mereka tempati. Leluhur kami bisa disebut pararudan. Mereka berpindah karena beberapa penyebab. Kemungkinan karena bencana alam, lingkungan yang kurang subur, ataupun konflik antara suku.

Mari kami ceritakan luluhur kami. Leluhur kami berasal dari salah satu daerah yang terletak di Badung bagian utara, yakni Desa Adat Nungnung di Desa Dinas Nungnung Kecamatan Petang. Mereka kemudian rarud, melakukan perpindahan dari Nungnung ke daerah lain.

Salah satu makalah mengenai Purana Pura Pucak Gegelang, yang ditulis oleh Ketut Sudarsana, disebutkan terjadi suatu peristiwa yang membuat masyarakat Nungnung berpindah ke beberapa wilayah. Tulisan dalam makalah ini berpedoman pada Purana Pura Pucak Gegelang.

Dalam purana tersebut dikatakan pada tahun 1473 Saka terdapat binatang buas, yakni macan, yang membuat kegaduhan di wilayah Nungnung. Sehingga atas dasar itu, beberapa penduduk Nungnung memilih untuk meninggalkan daerah Nunung dan mengungsi ke beberapa wilayah. Wilayah yang dituju antara lain Buleleng, Beringkit di Mengwi, Kedaton dan Kesiman di Denpasar, serta Darmasaba atau Lukluk.

Setelah mereka pindah ke beberapa wilayah yang baru itu, mereka tentu membawa juga budaya atau adat kebiasaan mereka di daerah baru. Hal tersebut tercermin dalam perihal keagamaan, salah satunya di Desa Adat Beringkit di Mengwi. Entah hal tersebut kebetulan belaka atau keseriusan dari para leluhur pada jaman dahulu dalam menjaga adat, kepercayaan dan kebiasaan mereka, yang jelas tradisi keagamaan dan kebudayaan yang dilaksanakan di Desa Nungnung terdapat juga di Desa Adat Beringkit.

Masyarakat Nungnung memusatkan pemujaan mereka di Pura Luhur Pucak Gegelang di Desa Adat Nungnung, Desa Nungnung, Kecamatan Petang. Pura Luhur Pucak Gegelang sebagai stana dari Bhatara Wisnu dan Bhatara Brahma yang secara fungsional sebagai tempat memohon keselamatan pertanian.

Suatu hal yang unik, mereka meyakini suatu tradisi kuno yakni keberadaan entitas sulinggih niskala atau pendeta tak kasat mata. Hal tersebut bukan mitos belaka. Pada saat pujawali yang dilaksanakan pada hari Rabu/Buda Kliwon Ugu, terdapat palinggih semi permanen sejenis sanggah surya dengan ukuran yang lebih lebar. Palinggih itu menjadi tempat meletakkan piranti pemujaan sulinggih. Piranti-piranti tersebut berupa bhawa atau mahkota, genta, pasepan, tempat tirta dan dilengkapi dengan sesajen pendukung lainnya.

Palinggih Sulinggih niskala di Pura Luhur Pucak Gegelang | Foto: Weda Adi Wangsa

Berdasarkan wawancara dengan beberapa warga di Pura Luhur Pucak Gegelang, hal itu telah terjadi sejak lama. Mereka hanya menerima tradisi tersebut dan melaksanakannya dengan penuh keyakinan.

Kepercayaan itu pula terjadi di Pura Kahyangan Desa dan Puseh di Desa Adat Beringkit, Mengwi. Pada salah satu gedong atau palinggih Puseh, yang merupakan pemujaan kepada Sang Hyang Wisnu, juga terdapat entitas lain yang dipuja di sana. Entitas tersebut bergelar Ratu Lingsir.

Berdasarkan pada wawancara dengan pamangku di Pura Puseh, disebutkan keberadaan Ratu Lingsir merupakan perwujudan dari sulinggih niskala dan beliau yang berwenang atas selesai atau tidaknya dari suatu pelaksanaan yadnya di Kahyangan Desa dan Puseh di Desa Adat Beringkit.

Keberadaan beliau pun disimbolkan dengan adanya dua buah danda atau tongkat kesulinggihan yang selalu dibawa pada saat ida tedun, baik dalam rangka pemelastian atau ritual masucian yang dilaksanakan di pura beji. Entitas Ratu Lingsir distanakan pada gedong puseh, punya kesamaan dengan pesimpangan Pura Luhur Pucak Gegelang.

Adanya pesimpangan itu adalah sebagai wujud bakti dari para penduduk Nungnung yang telah mengungsi dari wilayah sebelumnya. Hal tersebut atas dasar bhisama atau pesan dari Ida Bhatara di Kahyangan Pucak Gegelang, agar tidak melupakan wit atau asal kelahiran mereka. Jika sampai melupakan, maka, dipercaya bencana besar akan terjadi.

Danda atau Tongkat simbol dari Ida Bhatara Lingsir di Pura Kahyangan Desa lan Puseh, Beringkit | Foto: Weda Adi Wangsa

Tersuratnya  suatu pesan dari para leluhur di masa lampau, ternyata sangat berdampak pada hubungan kekerabatan pada masyarakat Nungnung, Beringkit, dan Dalem Gegelang yang terletak di Desa Perang, Lukluk, Mengwi. Masyarakat Beringkit dan masyarakat Perang di Lukluk menerima dengan tangan terbuka kehadiran penduduk Nungnung dan budaya mereka pada masa lampau.

Sehingga sampai saat ini hubungan kekerabatan tersebut masih disimbolkan dengan tradisi Nodya Pujawali atau menyaksikan suatu ritual rutin yang dilaksanakan oleh masing-masing pura. Tradisi tersebut disambut baik oleh tetua hingga generasi kami.

Sehingga saban 6 bulan hingga 1 tahun sekali tapakan yang berupa barong, rangda, dan celuluk diiringi oleh seluruh masyarakat lunga atau menuju pura yang melaksanakan pujawali. Tradisi tersebut akan dilaksanakan pada Buda Kliwon Ugu yang merupakan pujawali Pura Pucak Gegelang. Saat itu tapakan dari Kahyangan Desa dan Puseh Beringkit dan Pura Dalem Gegelang di Lukluk akan datang dan nyejer selama beberapa hari di Pura Pucak Gegelang.

Jika Pada Wrespati Umanis Dunggulan, tapakan dari Pura Luhur Pucak Gegelang dan Pura Dalem Gegelang yang nodya pujawali di Pura Kahyangan Desa Beringkit. Pada Buda Umanis Tambir, maka tapakan dari Pucak Gegelang dan Pura Desa Beringkit akan nodya pujawali di Pura Dalem Gegelang.

Patapakan saat nodya pujawali di masing-masing pura yang melaksanakan piodalan | Foto: ig:yowanadesaadatberingkit

Pertalian kekerabatan  yang disematkan oleh leluhur kami merupakan satu pesan lisan kepada kami sebagai generasi muda. Bahwa, pentingnya ingat kepada konsep ketuhanan akan menjadikan kita sebagai manusia Bali yang memiliki jati diri.

Pararudan merupakan hanya salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para leluhur di masa lampau. Masih banyak aktivitas lainnya yang perlu diketahui dan dipelajari sebagai bentuk penghormatan pada jasa para leluhur untuk menyelamatkan keturunan mereka. Semoga atas terjalinnya kekerabatan antara Tuhan, leluhur, dan masyarakat di Desa Beringkit, Nungnung, dan Perang-Lukluk dapat memberikan cerminan bagi kita semua bahwa pentingnya menjaga sebuah jalinan kekerabatan.

Rahayu sadaging jagat. [T]

Rujukan:

Dinas Pendidikan Dasar Propinsi Dati I Bali. 1991. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar

Sudarsana, K. (2003). Purana Pura Luhur Pucak Gegelang Desa Adat Nungnung Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani
Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok
Tradisi “Ngelawang“ Bukan Ngemis
Tags: Desa Adat BeringkitDesa Adat NungnungKecamatan PetangTradisitradisi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

Next Post

Wisata Edukasi untuk Generasi Alpha dan Z

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Wisata Edukasi untuk Generasi Alpha dan Z

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co