12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pararudan”: Jalinan Kekerabatan Para Leluhur Beringkit-Gegelang

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
April 29, 2024
in Khas
“Pararudan”: Jalinan Kekerabatan Para Leluhur Beringkit-Gegelang

Proses”nyanggra” dalam ritual nodya pujawali di Pura Luhur Pucak Gegelang. Foto: Weda Adi Wangsa

PARARUDAN, sebagaimana disebutkan dalam Kamus Bali-Indonesia, berasal dari kata dasar rarud yang berarti pindah. Pararudan berarti berpindah atau pindahan. Pararudan biasanya identik dengan suatu langkah antisipasi untuk menyelamatkan diri yang dilakukan para leluhur di masa silam.

Para leluhur kami di masa lampau juga melakukan hal itu. Mereka memilih melaksanakan perpindahan dari daerah yang semula mereka tempati. Leluhur kami bisa disebut pararudan. Mereka berpindah karena beberapa penyebab. Kemungkinan karena bencana alam, lingkungan yang kurang subur, ataupun konflik antara suku.

Mari kami ceritakan luluhur kami. Leluhur kami berasal dari salah satu daerah yang terletak di Badung bagian utara, yakni Desa Adat Nungnung di Desa Dinas Nungnung Kecamatan Petang. Mereka kemudian rarud, melakukan perpindahan dari Nungnung ke daerah lain.

Salah satu makalah mengenai Purana Pura Pucak Gegelang, yang ditulis oleh Ketut Sudarsana, disebutkan terjadi suatu peristiwa yang membuat masyarakat Nungnung berpindah ke beberapa wilayah. Tulisan dalam makalah ini berpedoman pada Purana Pura Pucak Gegelang.

Dalam purana tersebut dikatakan pada tahun 1473 Saka terdapat binatang buas, yakni macan, yang membuat kegaduhan di wilayah Nungnung. Sehingga atas dasar itu, beberapa penduduk Nungnung memilih untuk meninggalkan daerah Nunung dan mengungsi ke beberapa wilayah. Wilayah yang dituju antara lain Buleleng, Beringkit di Mengwi, Kedaton dan Kesiman di Denpasar, serta Darmasaba atau Lukluk.

Setelah mereka pindah ke beberapa wilayah yang baru itu, mereka tentu membawa juga budaya atau adat kebiasaan mereka di daerah baru. Hal tersebut tercermin dalam perihal keagamaan, salah satunya di Desa Adat Beringkit di Mengwi. Entah hal tersebut kebetulan belaka atau keseriusan dari para leluhur pada jaman dahulu dalam menjaga adat, kepercayaan dan kebiasaan mereka, yang jelas tradisi keagamaan dan kebudayaan yang dilaksanakan di Desa Nungnung terdapat juga di Desa Adat Beringkit.

Masyarakat Nungnung memusatkan pemujaan mereka di Pura Luhur Pucak Gegelang di Desa Adat Nungnung, Desa Nungnung, Kecamatan Petang. Pura Luhur Pucak Gegelang sebagai stana dari Bhatara Wisnu dan Bhatara Brahma yang secara fungsional sebagai tempat memohon keselamatan pertanian.

Suatu hal yang unik, mereka meyakini suatu tradisi kuno yakni keberadaan entitas sulinggih niskala atau pendeta tak kasat mata. Hal tersebut bukan mitos belaka. Pada saat pujawali yang dilaksanakan pada hari Rabu/Buda Kliwon Ugu, terdapat palinggih semi permanen sejenis sanggah surya dengan ukuran yang lebih lebar. Palinggih itu menjadi tempat meletakkan piranti pemujaan sulinggih. Piranti-piranti tersebut berupa bhawa atau mahkota, genta, pasepan, tempat tirta dan dilengkapi dengan sesajen pendukung lainnya.

Palinggih Sulinggih niskala di Pura Luhur Pucak Gegelang | Foto: Weda Adi Wangsa

Berdasarkan wawancara dengan beberapa warga di Pura Luhur Pucak Gegelang, hal itu telah terjadi sejak lama. Mereka hanya menerima tradisi tersebut dan melaksanakannya dengan penuh keyakinan.

Kepercayaan itu pula terjadi di Pura Kahyangan Desa dan Puseh di Desa Adat Beringkit, Mengwi. Pada salah satu gedong atau palinggih Puseh, yang merupakan pemujaan kepada Sang Hyang Wisnu, juga terdapat entitas lain yang dipuja di sana. Entitas tersebut bergelar Ratu Lingsir.

Berdasarkan pada wawancara dengan pamangku di Pura Puseh, disebutkan keberadaan Ratu Lingsir merupakan perwujudan dari sulinggih niskala dan beliau yang berwenang atas selesai atau tidaknya dari suatu pelaksanaan yadnya di Kahyangan Desa dan Puseh di Desa Adat Beringkit.

Keberadaan beliau pun disimbolkan dengan adanya dua buah danda atau tongkat kesulinggihan yang selalu dibawa pada saat ida tedun, baik dalam rangka pemelastian atau ritual masucian yang dilaksanakan di pura beji. Entitas Ratu Lingsir distanakan pada gedong puseh, punya kesamaan dengan pesimpangan Pura Luhur Pucak Gegelang.

Adanya pesimpangan itu adalah sebagai wujud bakti dari para penduduk Nungnung yang telah mengungsi dari wilayah sebelumnya. Hal tersebut atas dasar bhisama atau pesan dari Ida Bhatara di Kahyangan Pucak Gegelang, agar tidak melupakan wit atau asal kelahiran mereka. Jika sampai melupakan, maka, dipercaya bencana besar akan terjadi.

Danda atau Tongkat simbol dari Ida Bhatara Lingsir di Pura Kahyangan Desa lan Puseh, Beringkit | Foto: Weda Adi Wangsa

Tersuratnya  suatu pesan dari para leluhur di masa lampau, ternyata sangat berdampak pada hubungan kekerabatan pada masyarakat Nungnung, Beringkit, dan Dalem Gegelang yang terletak di Desa Perang, Lukluk, Mengwi. Masyarakat Beringkit dan masyarakat Perang di Lukluk menerima dengan tangan terbuka kehadiran penduduk Nungnung dan budaya mereka pada masa lampau.

Sehingga sampai saat ini hubungan kekerabatan tersebut masih disimbolkan dengan tradisi Nodya Pujawali atau menyaksikan suatu ritual rutin yang dilaksanakan oleh masing-masing pura. Tradisi tersebut disambut baik oleh tetua hingga generasi kami.

Sehingga saban 6 bulan hingga 1 tahun sekali tapakan yang berupa barong, rangda, dan celuluk diiringi oleh seluruh masyarakat lunga atau menuju pura yang melaksanakan pujawali. Tradisi tersebut akan dilaksanakan pada Buda Kliwon Ugu yang merupakan pujawali Pura Pucak Gegelang. Saat itu tapakan dari Kahyangan Desa dan Puseh Beringkit dan Pura Dalem Gegelang di Lukluk akan datang dan nyejer selama beberapa hari di Pura Pucak Gegelang.

Jika Pada Wrespati Umanis Dunggulan, tapakan dari Pura Luhur Pucak Gegelang dan Pura Dalem Gegelang yang nodya pujawali di Pura Kahyangan Desa Beringkit. Pada Buda Umanis Tambir, maka tapakan dari Pucak Gegelang dan Pura Desa Beringkit akan nodya pujawali di Pura Dalem Gegelang.

Patapakan saat nodya pujawali di masing-masing pura yang melaksanakan piodalan | Foto: ig:yowanadesaadatberingkit

Pertalian kekerabatan  yang disematkan oleh leluhur kami merupakan satu pesan lisan kepada kami sebagai generasi muda. Bahwa, pentingnya ingat kepada konsep ketuhanan akan menjadikan kita sebagai manusia Bali yang memiliki jati diri.

Pararudan merupakan hanya salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para leluhur di masa lampau. Masih banyak aktivitas lainnya yang perlu diketahui dan dipelajari sebagai bentuk penghormatan pada jasa para leluhur untuk menyelamatkan keturunan mereka. Semoga atas terjalinnya kekerabatan antara Tuhan, leluhur, dan masyarakat di Desa Beringkit, Nungnung, dan Perang-Lukluk dapat memberikan cerminan bagi kita semua bahwa pentingnya menjaga sebuah jalinan kekerabatan.

Rahayu sadaging jagat. [T]

Rujukan:

Dinas Pendidikan Dasar Propinsi Dati I Bali. 1991. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar

Sudarsana, K. (2003). Purana Pura Luhur Pucak Gegelang Desa Adat Nungnung Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani
Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok
Tradisi “Ngelawang“ Bukan Ngemis
Tags: Desa Adat BeringkitDesa Adat NungnungKecamatan PetangTradisitradisi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

Next Post

Wisata Edukasi untuk Generasi Alpha dan Z

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Wisata Edukasi untuk Generasi Alpha dan Z

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co