13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pararudan”: Jalinan Kekerabatan Para Leluhur Beringkit-Gegelang

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
April 29, 2024
in Khas
“Pararudan”: Jalinan Kekerabatan Para Leluhur Beringkit-Gegelang

Proses”nyanggra” dalam ritual nodya pujawali di Pura Luhur Pucak Gegelang. Foto: Weda Adi Wangsa

PARARUDAN, sebagaimana disebutkan dalam Kamus Bali-Indonesia, berasal dari kata dasar rarud yang berarti pindah. Pararudan berarti berpindah atau pindahan. Pararudan biasanya identik dengan suatu langkah antisipasi untuk menyelamatkan diri yang dilakukan para leluhur di masa silam.

Para leluhur kami di masa lampau juga melakukan hal itu. Mereka memilih melaksanakan perpindahan dari daerah yang semula mereka tempati. Leluhur kami bisa disebut pararudan. Mereka berpindah karena beberapa penyebab. Kemungkinan karena bencana alam, lingkungan yang kurang subur, ataupun konflik antara suku.

Mari kami ceritakan luluhur kami. Leluhur kami berasal dari salah satu daerah yang terletak di Badung bagian utara, yakni Desa Adat Nungnung di Desa Dinas Nungnung Kecamatan Petang. Mereka kemudian rarud, melakukan perpindahan dari Nungnung ke daerah lain.

Salah satu makalah mengenai Purana Pura Pucak Gegelang, yang ditulis oleh Ketut Sudarsana, disebutkan terjadi suatu peristiwa yang membuat masyarakat Nungnung berpindah ke beberapa wilayah. Tulisan dalam makalah ini berpedoman pada Purana Pura Pucak Gegelang.

Dalam purana tersebut dikatakan pada tahun 1473 Saka terdapat binatang buas, yakni macan, yang membuat kegaduhan di wilayah Nungnung. Sehingga atas dasar itu, beberapa penduduk Nungnung memilih untuk meninggalkan daerah Nunung dan mengungsi ke beberapa wilayah. Wilayah yang dituju antara lain Buleleng, Beringkit di Mengwi, Kedaton dan Kesiman di Denpasar, serta Darmasaba atau Lukluk.

Setelah mereka pindah ke beberapa wilayah yang baru itu, mereka tentu membawa juga budaya atau adat kebiasaan mereka di daerah baru. Hal tersebut tercermin dalam perihal keagamaan, salah satunya di Desa Adat Beringkit di Mengwi. Entah hal tersebut kebetulan belaka atau keseriusan dari para leluhur pada jaman dahulu dalam menjaga adat, kepercayaan dan kebiasaan mereka, yang jelas tradisi keagamaan dan kebudayaan yang dilaksanakan di Desa Nungnung terdapat juga di Desa Adat Beringkit.

Masyarakat Nungnung memusatkan pemujaan mereka di Pura Luhur Pucak Gegelang di Desa Adat Nungnung, Desa Nungnung, Kecamatan Petang. Pura Luhur Pucak Gegelang sebagai stana dari Bhatara Wisnu dan Bhatara Brahma yang secara fungsional sebagai tempat memohon keselamatan pertanian.

Suatu hal yang unik, mereka meyakini suatu tradisi kuno yakni keberadaan entitas sulinggih niskala atau pendeta tak kasat mata. Hal tersebut bukan mitos belaka. Pada saat pujawali yang dilaksanakan pada hari Rabu/Buda Kliwon Ugu, terdapat palinggih semi permanen sejenis sanggah surya dengan ukuran yang lebih lebar. Palinggih itu menjadi tempat meletakkan piranti pemujaan sulinggih. Piranti-piranti tersebut berupa bhawa atau mahkota, genta, pasepan, tempat tirta dan dilengkapi dengan sesajen pendukung lainnya.

Palinggih Sulinggih niskala di Pura Luhur Pucak Gegelang | Foto: Weda Adi Wangsa

Berdasarkan wawancara dengan beberapa warga di Pura Luhur Pucak Gegelang, hal itu telah terjadi sejak lama. Mereka hanya menerima tradisi tersebut dan melaksanakannya dengan penuh keyakinan.

Kepercayaan itu pula terjadi di Pura Kahyangan Desa dan Puseh di Desa Adat Beringkit, Mengwi. Pada salah satu gedong atau palinggih Puseh, yang merupakan pemujaan kepada Sang Hyang Wisnu, juga terdapat entitas lain yang dipuja di sana. Entitas tersebut bergelar Ratu Lingsir.

Berdasarkan pada wawancara dengan pamangku di Pura Puseh, disebutkan keberadaan Ratu Lingsir merupakan perwujudan dari sulinggih niskala dan beliau yang berwenang atas selesai atau tidaknya dari suatu pelaksanaan yadnya di Kahyangan Desa dan Puseh di Desa Adat Beringkit.

Keberadaan beliau pun disimbolkan dengan adanya dua buah danda atau tongkat kesulinggihan yang selalu dibawa pada saat ida tedun, baik dalam rangka pemelastian atau ritual masucian yang dilaksanakan di pura beji. Entitas Ratu Lingsir distanakan pada gedong puseh, punya kesamaan dengan pesimpangan Pura Luhur Pucak Gegelang.

Adanya pesimpangan itu adalah sebagai wujud bakti dari para penduduk Nungnung yang telah mengungsi dari wilayah sebelumnya. Hal tersebut atas dasar bhisama atau pesan dari Ida Bhatara di Kahyangan Pucak Gegelang, agar tidak melupakan wit atau asal kelahiran mereka. Jika sampai melupakan, maka, dipercaya bencana besar akan terjadi.

Danda atau Tongkat simbol dari Ida Bhatara Lingsir di Pura Kahyangan Desa lan Puseh, Beringkit | Foto: Weda Adi Wangsa

Tersuratnya  suatu pesan dari para leluhur di masa lampau, ternyata sangat berdampak pada hubungan kekerabatan pada masyarakat Nungnung, Beringkit, dan Dalem Gegelang yang terletak di Desa Perang, Lukluk, Mengwi. Masyarakat Beringkit dan masyarakat Perang di Lukluk menerima dengan tangan terbuka kehadiran penduduk Nungnung dan budaya mereka pada masa lampau.

Sehingga sampai saat ini hubungan kekerabatan tersebut masih disimbolkan dengan tradisi Nodya Pujawali atau menyaksikan suatu ritual rutin yang dilaksanakan oleh masing-masing pura. Tradisi tersebut disambut baik oleh tetua hingga generasi kami.

Sehingga saban 6 bulan hingga 1 tahun sekali tapakan yang berupa barong, rangda, dan celuluk diiringi oleh seluruh masyarakat lunga atau menuju pura yang melaksanakan pujawali. Tradisi tersebut akan dilaksanakan pada Buda Kliwon Ugu yang merupakan pujawali Pura Pucak Gegelang. Saat itu tapakan dari Kahyangan Desa dan Puseh Beringkit dan Pura Dalem Gegelang di Lukluk akan datang dan nyejer selama beberapa hari di Pura Pucak Gegelang.

Jika Pada Wrespati Umanis Dunggulan, tapakan dari Pura Luhur Pucak Gegelang dan Pura Dalem Gegelang yang nodya pujawali di Pura Kahyangan Desa Beringkit. Pada Buda Umanis Tambir, maka tapakan dari Pucak Gegelang dan Pura Desa Beringkit akan nodya pujawali di Pura Dalem Gegelang.

Patapakan saat nodya pujawali di masing-masing pura yang melaksanakan piodalan | Foto: ig:yowanadesaadatberingkit

Pertalian kekerabatan  yang disematkan oleh leluhur kami merupakan satu pesan lisan kepada kami sebagai generasi muda. Bahwa, pentingnya ingat kepada konsep ketuhanan akan menjadikan kita sebagai manusia Bali yang memiliki jati diri.

Pararudan merupakan hanya salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para leluhur di masa lampau. Masih banyak aktivitas lainnya yang perlu diketahui dan dipelajari sebagai bentuk penghormatan pada jasa para leluhur untuk menyelamatkan keturunan mereka. Semoga atas terjalinnya kekerabatan antara Tuhan, leluhur, dan masyarakat di Desa Beringkit, Nungnung, dan Perang-Lukluk dapat memberikan cerminan bagi kita semua bahwa pentingnya menjaga sebuah jalinan kekerabatan.

Rahayu sadaging jagat. [T]

Rujukan:

Dinas Pendidikan Dasar Propinsi Dati I Bali. 1991. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar

Sudarsana, K. (2003). Purana Pura Luhur Pucak Gegelang Desa Adat Nungnung Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani
Batur, Tradisi, Upacara Danu Kerti: Cerita Melasti ke Segara Watuklotok
Tradisi “Ngelawang“ Bukan Ngemis
Tags: Desa Adat BeringkitDesa Adat NungnungKecamatan PetangTradisitradisi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

Next Post

Wisata Edukasi untuk Generasi Alpha dan Z

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Wisata Edukasi untuk Generasi Alpha dan Z

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co