2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadis Kebudayaan Buleleng Lakukan Ritual Guru Piduka di Tiga Tempat Suci: Haru dan Khusyuk  

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
March 31, 2024
in Khas
Kadis Kebudayaan Buleleng Lakukan Ritual Guru Piduka di Tiga Tempat Suci: Haru dan Khusyuk  

Ritual guru piduka di Banjar paketan Singaraja | Foto: Ist

SEHARIAN, dari pagi hingga sore hari, Minggu, 31 Maret 2024, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Nyoman Wisandika, mendatangi tiga tempat suci di Buleleng untuk melakukan ritual guru piduka. Ritual ini digelar sebagai bentuk permohonan maaf secara niskala terkait kisruh yang terjadi saat pentas gong kebyar mebarung pada acara penutupan Malam Perayaan HUT Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra Singaraja, Sabtu malam, 30 Maret 2024.

Tiga tempat suci itu adalah Pura Pengaruman, di Banjar Paketan, Kelurahan Paket Agung Singaraja, dan Pura Desa serta Merajan Griya Gede di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan. Kadisbud Nyoman Wisandika datang bersama sejumlah staf Dinas Kebudayaan. Suasana khusyuk sekaligus hangat pun tercipta pada saat ritual. Secara sekala, Kadisbud Wisandika berkali-kali minta maaf atas kejadian pada Sabtu malam itu, yang disambut dengan baik oleh sekaa gong, baik di Banjar Paketan Singaraja maupun di Desa Jagaraga.

Sebagaimana ditulis sebelumnya, Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma dari Desa Jagaraga dan Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya dari Banjar Paketan Singaraja batal menyelesaikan pentasnya pada malam penutupan HUT Kota Singaraja karena ada sedikit kisruh tentang pengaturan acara. Sejumlah anggota sekaa dan penari mengungkapkan kekecewaan mereka, baik di lapangan maupun di media sosial.

Wisandika sendiri pada malam itu sudah minta maaf atas peristiwa itu. Namun secara niskala ia mewakili panitia merasa perlu juga untuk memohon maaf melalui ritual guru piduka gong kebyar itu memang sesuatu yang sakral dan suci. Pada perayaan HUT Kota Singaraja, Wisandika selaku Kadis Kebudayaan memang masuk sebagai panitia tetap yang membidangi pementasan kesenian daerah.   

Suasana Haru dan Khusyuk

Pertama-tama, Wisandika menuju Pura Pengaruman, Banjar Paketan Singaraja. Ritual guru piduka di Pura itu berlangsung haru sekaligus khusyuk. Ada penari legendaris dan penglingsir mengalami trance. Kesedihan tergambar lewat para penglingsir yang menjadi perantara taksu gong di Kelurahan Banjar Paketan.

Perlu diketahui, Pura Pengaruman di Banjar Paketan merupakan taksu dari kesenian. Ida Batara Dewa Ayu Mas Mangelo sebagai taksu tari dan Ida Batara Bagus Marincing sebagai taksu tabuh. Ketika akan pentas, sekee gong kebyar Eka Wakya akan melakukan ritual untuk memohon doa restu agar penampilan mereka dilancarkan.

Ritual guru piduka di Pura Pengaruman, Banjar Paketan Singaraja | Foto: Ist

Koordinator Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya Gede Arya Septiawan mengatakan, untuk membawa pusaka itu keluar tentu ada prosesi yang dilakukan oleh para sekaa dan tidak sembarangan. Ada gong keramat yang turut dibawa untuk pentas.

“Ada gong tua yang disakralkan. Upaya kami untuk mementaskan gong itu tidak sembarangan. Ada upacaranya. Kami mulai dari pagi, nguningang, gladi dan lainnya. Prosesnya panjang. Yang keramat itu gong gantung, reong, bungan gangsa tersimpan di gedong simpen. Di stanakan di Pura Pengaruman,” katanya.

Dengan digelarnya ritual guru piduka di Pura Pengaruman, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan para seniman yang tergabung dalam sekaa gong itu bisa legowo.

Di Desa Jagaraga

Di Desa Jagaraga, Wisandika bersama sejumlah staf melakukan ritual guru piduka di dua tempat, yakni di Pura Desa dan Merajan Griya Gede Jagaraga. Seperti juga di Banjar Paketan, sekaa gong legandaris juga ikut bersembahyang dan secara khusyuk mengikuti ritual guru piduka itu. Salah satu tokoh gong kebyar Desa Jagaraga, Pak Kranca juga ikut menemani Kadisbud Wisandika.

Suasana di Pura Desa dan di Merajan Griya Gede juga berlangsung khusyuk. Anggota sekaa dan para penglingsir di Desa Jagaraga melakukan persembahyangan dengan tertib dan lancar.

Ritual guru piduka di Pura Desa Jagaraga | Foto: ist

Wisandika, di hadapan anggota sekaa, kembali meminta maaf atas peristiwa yang membuat anggota sekaa merasa tak nyaman pada malam penutupan perayaan HUT Kota Singaraja. Wisandika mengatakan peristiwa itu akan dievaluasi, dan nantinya pentas kesenian tradisional, seperti sekaa yang akan ikut Pesta Kesenian Bali akan dibuatkan tempat khusus.

“Pada prinsipnya pemerintah menempatkan kesenian adiluhung kita di tempat yang terhormat,” kata Wisandika di hadapan anggota sekaa.

Apa kata Pj Bupati Ketut Lihadnyana?

Pj Bupati Lihadnyana telah memberi penjelasan kepada sejumlah wartawan dan penjelasan Pj Bupati ini juga divideokan dan disebarkan di media sosial. Lihadnyana mengatakan, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi.

“Tetapi kita juga perlu menyampaikan, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten buleleng, untuk menghormati dan untuk memberikan ruang para seniman kita, para musisi kita, tampil pada suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak lain,” kata Lihadnyana.

Intinya, kata Lihadnyana, komitmen itu tidak hanya hari ini. Ia juga memberikan prioritas seniman, musisi di Buleleng. di bidang seni budaya.

“Kita sudah menyadri itu, rasa bangga itu karena kita memiliki maestro yang sangat luar biasa. Sehingga kebijakan saya saat rapat awal, bahwa prioritaskan seni budaya, para musisi Kabupaten Buleleng. Itu kebijakan yang kita ambil, sehingga tim kreatif menyusun rundown,” katanya.

Setelah itu, kata Lihadnyana, rundown itu dikomunikasikan juga kepada para pengisi acara.

“Panitia dan tim kreatif sudah komunikasi itu. kemarin kita sudah mengambil langkah-langkah berkoordinasi dengan sekaa, baik itu di Baanjar Paketan maupun Jagaraga. Kita memang harus menyadari, sebagus apapun rencana itu pasti ada kendalanya. Tak ada gading yang tidak retak,” ujarnya.

Ritual guru piduka di Merajan Griya Gede di Desa Jagaraga | Foto: Ist

Terkait masalah pada Sabtu malam itu, kata Lihadnyana, pihaknya sudah koordinasi dan sudah langsung ditindaklanjuti.

“Kita sangat menghormati nilai budaya adi luhung dengan keberadaan sekaa gong yang juga sarananya mungkin sudah ratusan tahun. Kami hormati betul aplagi itu disakralkan. Kami minta maaf atas kejadian itu. Saya pribadi juga minta maaf. Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Saya tahu semuanya sudah bekerja keras. Ini jadi satu dasar untuk bahan evaluasi ke depan,” kata Lihadnyana.

Lihadnyana mengatakan, ia juga sudah mendengarkan juga masukan-masukan dari seniman tradisi itu, sehingga ke depan jika ada acara seperti ini akan dibuatkan ruang khusus. tapi dengan catatan semuanya dari Buleleng.

“Saya sependapat dengan usulan para seniman itu. Seniman kan berbeda dengan kita. Tidak bisa dicampur-campur, apalagi ini gong legendaris yang punya taksu. Ke depan kita perbaiki. Ini pertama dan terakhir terjadi seperti ini. Ini bahan evaluasi buat kami untuk even selanjutnya,” kata Lihadnyana. [T][Ado]

Editor: Made Adnyana Ole

BACA JUGA:

Inilah Cerita Lengkap “Kisruh” Gong Kebyar Legendaris Mebarung di Panggung Hut Kota Singaraja
“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja
Padepokan Seni Dwi Mekar Raih Juara Pertama Lomba Baleganjur HUT Kota Singaraja
Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja
Tags: Banjar PaketanbulelengDesa Jagaragagong kebyarHUT Kota Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sesuatu yang Setengah

Next Post

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co