14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadis Kebudayaan Buleleng Lakukan Ritual Guru Piduka di Tiga Tempat Suci: Haru dan Khusyuk  

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
March 31, 2024
in Khas
Kadis Kebudayaan Buleleng Lakukan Ritual Guru Piduka di Tiga Tempat Suci: Haru dan Khusyuk  

Ritual guru piduka di Banjar paketan Singaraja | Foto: Ist

SEHARIAN, dari pagi hingga sore hari, Minggu, 31 Maret 2024, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Nyoman Wisandika, mendatangi tiga tempat suci di Buleleng untuk melakukan ritual guru piduka. Ritual ini digelar sebagai bentuk permohonan maaf secara niskala terkait kisruh yang terjadi saat pentas gong kebyar mebarung pada acara penutupan Malam Perayaan HUT Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra Singaraja, Sabtu malam, 30 Maret 2024.

Tiga tempat suci itu adalah Pura Pengaruman, di Banjar Paketan, Kelurahan Paket Agung Singaraja, dan Pura Desa serta Merajan Griya Gede di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan. Kadisbud Nyoman Wisandika datang bersama sejumlah staf Dinas Kebudayaan. Suasana khusyuk sekaligus hangat pun tercipta pada saat ritual. Secara sekala, Kadisbud Wisandika berkali-kali minta maaf atas kejadian pada Sabtu malam itu, yang disambut dengan baik oleh sekaa gong, baik di Banjar Paketan Singaraja maupun di Desa Jagaraga.

Sebagaimana ditulis sebelumnya, Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma dari Desa Jagaraga dan Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya dari Banjar Paketan Singaraja batal menyelesaikan pentasnya pada malam penutupan HUT Kota Singaraja karena ada sedikit kisruh tentang pengaturan acara. Sejumlah anggota sekaa dan penari mengungkapkan kekecewaan mereka, baik di lapangan maupun di media sosial.

Wisandika sendiri pada malam itu sudah minta maaf atas peristiwa itu. Namun secara niskala ia mewakili panitia merasa perlu juga untuk memohon maaf melalui ritual guru piduka gong kebyar itu memang sesuatu yang sakral dan suci. Pada perayaan HUT Kota Singaraja, Wisandika selaku Kadis Kebudayaan memang masuk sebagai panitia tetap yang membidangi pementasan kesenian daerah.   

Suasana Haru dan Khusyuk

Pertama-tama, Wisandika menuju Pura Pengaruman, Banjar Paketan Singaraja. Ritual guru piduka di Pura itu berlangsung haru sekaligus khusyuk. Ada penari legendaris dan penglingsir mengalami trance. Kesedihan tergambar lewat para penglingsir yang menjadi perantara taksu gong di Kelurahan Banjar Paketan.

Perlu diketahui, Pura Pengaruman di Banjar Paketan merupakan taksu dari kesenian. Ida Batara Dewa Ayu Mas Mangelo sebagai taksu tari dan Ida Batara Bagus Marincing sebagai taksu tabuh. Ketika akan pentas, sekee gong kebyar Eka Wakya akan melakukan ritual untuk memohon doa restu agar penampilan mereka dilancarkan.

Ritual guru piduka di Pura Pengaruman, Banjar Paketan Singaraja | Foto: Ist

Koordinator Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya Gede Arya Septiawan mengatakan, untuk membawa pusaka itu keluar tentu ada prosesi yang dilakukan oleh para sekaa dan tidak sembarangan. Ada gong keramat yang turut dibawa untuk pentas.

“Ada gong tua yang disakralkan. Upaya kami untuk mementaskan gong itu tidak sembarangan. Ada upacaranya. Kami mulai dari pagi, nguningang, gladi dan lainnya. Prosesnya panjang. Yang keramat itu gong gantung, reong, bungan gangsa tersimpan di gedong simpen. Di stanakan di Pura Pengaruman,” katanya.

Dengan digelarnya ritual guru piduka di Pura Pengaruman, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan para seniman yang tergabung dalam sekaa gong itu bisa legowo.

Di Desa Jagaraga

Di Desa Jagaraga, Wisandika bersama sejumlah staf melakukan ritual guru piduka di dua tempat, yakni di Pura Desa dan Merajan Griya Gede Jagaraga. Seperti juga di Banjar Paketan, sekaa gong legandaris juga ikut bersembahyang dan secara khusyuk mengikuti ritual guru piduka itu. Salah satu tokoh gong kebyar Desa Jagaraga, Pak Kranca juga ikut menemani Kadisbud Wisandika.

Suasana di Pura Desa dan di Merajan Griya Gede juga berlangsung khusyuk. Anggota sekaa dan para penglingsir di Desa Jagaraga melakukan persembahyangan dengan tertib dan lancar.

Ritual guru piduka di Pura Desa Jagaraga | Foto: ist

Wisandika, di hadapan anggota sekaa, kembali meminta maaf atas peristiwa yang membuat anggota sekaa merasa tak nyaman pada malam penutupan perayaan HUT Kota Singaraja. Wisandika mengatakan peristiwa itu akan dievaluasi, dan nantinya pentas kesenian tradisional, seperti sekaa yang akan ikut Pesta Kesenian Bali akan dibuatkan tempat khusus.

“Pada prinsipnya pemerintah menempatkan kesenian adiluhung kita di tempat yang terhormat,” kata Wisandika di hadapan anggota sekaa.

Apa kata Pj Bupati Ketut Lihadnyana?

Pj Bupati Lihadnyana telah memberi penjelasan kepada sejumlah wartawan dan penjelasan Pj Bupati ini juga divideokan dan disebarkan di media sosial. Lihadnyana mengatakan, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi.

“Tetapi kita juga perlu menyampaikan, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten buleleng, untuk menghormati dan untuk memberikan ruang para seniman kita, para musisi kita, tampil pada suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak lain,” kata Lihadnyana.

Intinya, kata Lihadnyana, komitmen itu tidak hanya hari ini. Ia juga memberikan prioritas seniman, musisi di Buleleng. di bidang seni budaya.

“Kita sudah menyadri itu, rasa bangga itu karena kita memiliki maestro yang sangat luar biasa. Sehingga kebijakan saya saat rapat awal, bahwa prioritaskan seni budaya, para musisi Kabupaten Buleleng. Itu kebijakan yang kita ambil, sehingga tim kreatif menyusun rundown,” katanya.

Setelah itu, kata Lihadnyana, rundown itu dikomunikasikan juga kepada para pengisi acara.

“Panitia dan tim kreatif sudah komunikasi itu. kemarin kita sudah mengambil langkah-langkah berkoordinasi dengan sekaa, baik itu di Baanjar Paketan maupun Jagaraga. Kita memang harus menyadari, sebagus apapun rencana itu pasti ada kendalanya. Tak ada gading yang tidak retak,” ujarnya.

Ritual guru piduka di Merajan Griya Gede di Desa Jagaraga | Foto: Ist

Terkait masalah pada Sabtu malam itu, kata Lihadnyana, pihaknya sudah koordinasi dan sudah langsung ditindaklanjuti.

“Kita sangat menghormati nilai budaya adi luhung dengan keberadaan sekaa gong yang juga sarananya mungkin sudah ratusan tahun. Kami hormati betul aplagi itu disakralkan. Kami minta maaf atas kejadian itu. Saya pribadi juga minta maaf. Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Saya tahu semuanya sudah bekerja keras. Ini jadi satu dasar untuk bahan evaluasi ke depan,” kata Lihadnyana.

Lihadnyana mengatakan, ia juga sudah mendengarkan juga masukan-masukan dari seniman tradisi itu, sehingga ke depan jika ada acara seperti ini akan dibuatkan ruang khusus. tapi dengan catatan semuanya dari Buleleng.

“Saya sependapat dengan usulan para seniman itu. Seniman kan berbeda dengan kita. Tidak bisa dicampur-campur, apalagi ini gong legendaris yang punya taksu. Ke depan kita perbaiki. Ini pertama dan terakhir terjadi seperti ini. Ini bahan evaluasi buat kami untuk even selanjutnya,” kata Lihadnyana. [T][Ado]

Editor: Made Adnyana Ole

BACA JUGA:

Inilah Cerita Lengkap “Kisruh” Gong Kebyar Legendaris Mebarung di Panggung Hut Kota Singaraja
“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja
Padepokan Seni Dwi Mekar Raih Juara Pertama Lomba Baleganjur HUT Kota Singaraja
Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja
Tags: Banjar PaketanbulelengDesa Jagaragagong kebyarHUT Kota Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sesuatu yang Setengah

Next Post

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co