2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan

Chusmeru by Chusmeru
April 1, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

TIDAK dapat dipungkiri, bahwa pembangunan dan pengembangan pariwisata di suatu negara selalu akan membawa dampak. Postifnya, pariwisata dianggap mendatangkan keuntungan ekonomi, devisa negara, maupun pendapatan nasional. Secara sosial, pariwisata juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk.

Dampak negatif pariwisata juga tidak dapat dihindari. Pariwisata sering dituding sebagai sumber terjadinya kerusakan lingkungan. Pencemaran air laut dan sungai, sampah, erosi tebing, dan abrasi pantai merupakan masalah lingkungan sebagai dampak buruk pariwisata.

Mengantisipasi terjadinya dampak negatif pariwisata, beberapa negara menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Konsep ini bertujuan agar pengembangan pariwisata di satu destinasi berwawasan lingkungan dengan memperhatikan keberlanjutan. Bukan hanya secara ekologis, keberlanjutan juga diharapkan secara ekonomis, sosial, dan budaya.

Sayangnya, konsep pariwisata berkelanjutan itu menjadi macan ompong, di atas kertas belaka. Perkembangan pariwisata sulit dikendalikan. Apalagi hasrat pembangunan pariwisata bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi juga merambah ke pelosok pedesaan.

Kritik Berkelanjutan

Konsep pariwisata berkelanjutan yang sebenarnya cukup ideal tidak dapat berjalan dengan baik. Hal ini terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia. Eksploitasi terhadap lahan tetap terus terjadi atas nama pariwisata.

Konflik kepentingan yang ditimbulkan oleh pengembangan pariwisata di daerah juga kerap terjadi. Lembaga sosial di desa sebagai representasi masyarakat yang mestinya sebagai pemilik sah pariwisata di daerah juga sering bertikai. Semua ingin berperan di garda depan pengelolaan pariwisata.

Kucuran kue pariwisata pun tak begitu deras mengalir ke masyarakat. Sebab pariwisata yang seharusnya mendatangkan pemerataan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi terganjal oleh kekuatan ekonomi yang datang dari luar.

Atas dasar kenyataan itu, konsep pariwisata berkelanjutan mendapat kritik. Salah satu kritik dilontarkan oleh Bellato dkk ( dalam Yesaya Sandang, 2023). Bellato menyatakan, paradigma berkelanjutan dalam pariwisata menghasilkan perspektif yang melihat manusia tetap terpisah dari alam. Pariwisata tetap menciptakan hubungan persaingan antara manusia dengan alam maupun antara sesama manusia.

Dimensi ekonomi masih tetap dominan dalam pembangunan pariwisata ketimbang dimensi sosial dan lingkungan. Dominasi sektor swasta dan pemerintah membuat kerangka kerja pariwisata bergerak dari atas ke bawah. Pariwisata berkelanjutan pada akhirnya menjadi rezim yang terpusat, terstandarisasi, dan tersegmentasi.

Orientasi pembangunan pariwisata pada pertumbuhan ekonomi banyak menimbulkan masalah. Eksploitasi terhadap alam akibat dominasi perusahaan besar di sektor pariwisata sulit dikendalikan. Apalagi dalam beberapa kasus, pemerintah cenderung berpihak pada korporasi dibanding kepada masyarakat ketika terjadi sengketa pembangunan pariwisata.

Satu masalah yang sulit dihindari juga dari pariwisata yang mengagungkan pertumbuhan ekonomi adalah over tourism. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke satu destinasi terlalu banyak. Dampaknya, pariwisata semakin tidak terkelola dan terkendali dengan baik. Kerusakan lingkungan dan kemerosotan kualitas hidup masyarakat adalah konsekuensinya.

Pariwisata Regeneratif

Menanggapi  tumpulnya konsep pariwisata berkelanjutan, muncul pariwisata regeneratif (regenerative tourism). Konsep pariwisata regeneratif dianggap melampaui pariwisata berkelanjutan. Bahkan pariwisata regeneratif dianggap sebagai solusi dengan fokus pada pemulihan, regenerasi lingkungan, dan peran masyarakat lokal.

Dapat dikatakan, regenerative tourism merupakan evolusi dari konsep sustainable tourism dengan fokus yang lebih kuat pada restorasi dan pemulihan. Pariwisata regeneratif memiliki prinsip utama berupa keterlibatan komunitas, konservasi dan restorasi lingkungan, keberlanjutan ekonomi, serta pendidikan dan kesadaran (Nurdin Hidayah, 2023).

Komunitas lokal perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan mendukung partisipasi mereka dalam manfaat ekonomi pariwisata. Kerusakan lingkungan perlu diperbaiki melalui kegiatan pemulihan, penghijauan, dan praktik keberlanjutan.

Pariwisata regeneratif memastikan keberlanjutan kegiatan ekonomi lokal dengan mengurangi ketergantungan pada pariwisata massal dan memprioritaskan produk lokal lewat UMKM. Pemahaman tentang arti penting konservasi lingkungan perlu ditingkatkan kepada wisatawan dan penduduk lokal.

Beberapa negara telah sukses menerapkan pariwisata regeneratif. Taman Nasional Bwindi di Uganda berhasil melindungi dan memulihkan populasi gorila gunung sambil memberdayakan komunitas lokal dan memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Negara lain yang sukses mengembangkan pariwisata regeneratif adalah Inggris, Slovenia, Kanada, dan Australia.

 Indonesia banyak memiliki potensi alam, sosial, dan budaya. Saatnya pariwisata regeneratif diterapkan, agar masa depan alam dapat dipertahankan, kehidupan sosial budaya terlestarikan, dan manfaat ekonomi dapat menyejahterakan masyarakat. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Media Komunikasi dan Hedonisme
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu

Tags: ilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kadis Kebudayaan Buleleng Lakukan Ritual Guru Piduka di Tiga Tempat Suci: Haru dan Khusyuk  

Next Post

Habis Seleksi Tahap I dan II, Terbitlah 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Habis Seleksi Tahap I dan II, Terbitlah 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024

Habis Seleksi Tahap I dan II, Terbitlah 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co