12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dewadi Edition, Singaraja Menonton, dan Ruang Alternatif Nonton Film di Bali Utara

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 24, 2024
in Khas
Dewadi Edition, Singaraja Menonton, dan Ruang Alternatif Nonton Film di Bali Utara

Pemutaran dan diskusi film "Dewadi Edition" | Foto: Singaraja Menonton

“KARENA di Singaraja tidak ada bioskop, maka kami hadir sebagai ruang alternatif pemutaran film dan diskusi seputar film di Singaraja,” ujar Kardian Narayana, Direktur ProgramSingaraja Menonton.

Benar, sejak berdiri pada akhir tahun 2020, Singaraja Menonton secara konsisten menjadi platform yang menyediakan informasi seputar screening, workshop, arsip,dan festival film di Singaraja. Dengan program pemutaran film satu bulan dua kali—minggu ketiga dan keempat.

Kardian, dengan Komunitas Singaraja Menonton-nya, seakan membuat lupa para penikmat film di Singaraja bahwa di kota ini, sampai saat ini, memang tidak ada bioskop. Barangkali itulah salah satu alasan mengapa komunitas ini selalu ditunggu-tunggu para penikmat film di Singaraja untuk memutar film, baik film karya sturadara lokal maupun internasional.

Seperti malam kemarin, Jumat, 22 Maret 2024. Bertempat di Kedai Kopi Dekakiang, Komunitas Singaraja Menonton menghadirkan beberapa film pendek karya sutradara lokal Buleleng. Dengan tema Dewadi Edition, malam itu, terdapat lima film pendek yang diputar: Metuun (2019), Air Bening Bercerita (2023), Salah Jalan (2017), Cintai Aku Satu Hari Saja (2019), dan Abu-abu (2023).

Suasana pemutaran film “Dewadi Edition” | Foto: Singaraja Menonton

Setelah hujan benar-benar reda, kedai kopi sederhana di Jl. Sedap Malam, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, itu mulai didatangi para pengunjung setianya. Ada yang secara khusus datang untuk menonton film, ada juga yang hanya sekadar nongkrong.

Kursi-kursi sudah tertata rapi, layar sudah terpasang, dan film diputar. Semuanya tampak asik menikmati film-film pendek karya Dewadi Wijaya, sutradara muda dari Desa Kubutambahan itu. Selama film diputar, ada yang tampak serius, ada juga yang asyik menonton sambil berbincang. Riang ketiga anak kecil yang datang menonton bersama ibunya, menambah suasana hangat pada malam hari itu.

Secara keseluruhan, selain film Meetuun dan Air Bening Bercerita, film-film pendek karya Dewadi merupakan film pendek yang mengangkat tentang isu kenakalan remaja dan pencarian identitas. Bagaimana proses pencarian jati diri dan kenakalan seorang remaja agar bisa diterima di lingkungannya sangat terlihat di film Salah Jalan.

Film itu, menceritakan seorang gadis SMA dengan latar ekonomi pas-pasan, yang ingin bergaya hidup seperti teman-temannya—memiliki hp bagus dan berpenampilan modis. Namun, hidupnya mulai berubah setelah ia mengikuti saran temannya. Tapi nahas, saran temannya tersebut, yang membawa kehancuran di hidupnya, akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri.

Ya, isu kenakalan remaja dalam dunia film Indonesia barangkali sudah banyak melahirkan sutradara-sutradara baru. Banyak film yang menggunakan ide serupa, yakni penggunaan narkoba sampai pergaulan seks bebas.

Eksploitasi kenakalan remaja merupakan suatu isu yang sangat sering terjadi yang kemudian dijadikan film. Sekadar menyebut film, Realita Cinta Dan Rock n Roll (2006), Radit dan Jani (2008), adalah film yang sangat kental dengan isu kenakalan remajanya. Maka, apa yang Dewadi tawarkan dalam film Salah Jalan sebenarnya bukan hal baru.

Menurut Dewadi, selaku sutradara dari kelima film itu, ide dari pembuatan film-filmnya merupakan sesuatu hal yang dekat dengan dirinya. Ia memperoleh ide membuat film tentang isu kenakalan remaja dari tempatnya mengajar. Ya, sebagai seorang guru, ia sering mendapat curhatan, baik dari sesama guru maupun dari siswanya sendiri.

“Saya memperoleh ide membuat film itu dari sekolah. Saya sering mendapat curhatan mengenai siswa dari guru BK ataupun dari siswa sendiri,” ujarnya sesaat setelah filmnya selesai diputar.

Ia bercerita, bahwa belajar membuat film sudah ia tekuni sejak tahun 2013 secara otodidak. Dari hasil ketekunannya dan ketertarikannya dalam dunia film tersebut, sejak tahun 2017, ia telah menghasilkan beberapa film pendek yang ia produksi bersama rekan-rekannya.

Meski begitu, tampaknya ia masih belum puas dengan film-film yang sudah dihasilkannya itu. Menurutnya, sebagai orang yang tidak mempunyai basic di bidang perfilman, ia masih sering mengalami kesulitan untuk menyampaikan ide-idenya ke dalam film yang ia buat.

“Kadang idenya bagus, tapi pas eksekusi, malah berbeda dan terasa kurang,” tutur Dewadi.

Benar, beberapa filmnya yang diputar pada malam itu juga mendapat respon yang serupa dari para penonton. Seperti misalnya, Adib—mahasiswa Fakultas Kedokteran Undiksha, itu—berpendapat jika film-film karya Dewadi tersebut merupakan film yang bernuansa tentang anak muda. Namun, ada beberapa hal yang justru tidak dimasukan si pembuat film untuk penguat di dalam cerita yang ia buat.

“Mengapa tidak dijelaskan apa alasan Kadek [tokoh disabilitas pada film Cintai Aku Satu Hari Saja] itu meninggal, dan ia mengalami sakit apa?” tanya Adib. Barangkali, sebagai mahasiswa kedokteran, pertanyaan itu penting baginya untuk segera mendapat jawaban.

Kardian Narayana dan Dewadi saat sesi diskusi film “Dewadi Edition” | Foto: Singaraja Menonton

Selain Adib, Bli Gus—sapaan akrab owner Kedai Kopi Dekakiang—tak luput memberikan tanggapannya. Menurutnya, konsep ide yang Dewadi berikan di dalam film Cintai Aku Satu Hari Saja, merupakan sesuatu yang unik. Berbeda dengan Adib yang terlihat teliti dengan penyakit yang menyebabkan Kadek meninggal, Bli Gus tampak asyik menikmati film itu secara keseluruhan.

“Film ini menarik. Karena jarang ada film yang membahas tentang bagaimana anak disabilitas mempunyai rasa cinta kepada seseorang,” katanya.

Sedangkan, menurut Kardian, film Dewadi yang berjudul Metuun, memiliki kelemahan di dalam menarasikan sebuah cerita. Ia menganggap, si pembuat film kurang bisa memanfaatkan momen-momen yang terjadi pada saat proses syuting film tersebut.

“Seharusnya, percakapan pas metuun-nya diperlihatkan. Padahal itu poin penting di film ini,” jelas Kardian.

Menurut Dewadi, ia sering mengikuti berbagai perlombaan film lokal maupun nasional. Dan, tanggapan-tanggapan dari para penonton tersebut sebenarnya sama dengan masukan dan kritik yang ia peroleh pada saat mengikuti lomba film yang pernah ia ikuti.

“Masukan teman-teman sebenarnya sama dengan masukan-masukan yang saya dapat pada saat pemutaran film maupun pas lomba-lomba kemarin,” katanya. “Tapi, saya itu pelupa, dikasih masukan sepuluh, yang ingat cuma lima,” katanya lagi sembari tertawa.

Meski begitu, sebagai seorang yang mempunyai keinginan lebih di bidang perfilman, ia mengaku bahwa masukan-masukan tersebut yang membuatnya secara konsisten melahirkan karya-karya filmnya.

“Dari masukan-masukan itu yang membuat saya akan terus berusaha membuat film-film yang lebih baik ke depannya,” katanya, dengan nada bersungguh-sungguh di depan para penonton yang hadir sebelum Kardian Narayana menutup acara pemutaran dan diskusi film malam itu.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Warna Baru dalam Ekosistem Perfilman di Singaraja
Minikino Film Week 2023 dan Hidupnya Ruang Kolaboratif di Singaraja
Tags: film pendekSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yayasan IDEP Memperkenalkan Sumur Pemanen Air Hujan di Desa Munduk

Next Post

Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?

Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co