12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Minikino Film Week 2023 dan Hidupnya Ruang Kolaboratif di Singaraja

Jaswanto by Jaswanto
September 18, 2023
in Khas
Minikino Film Week 2023 dan Hidupnya Ruang Kolaboratif di Singaraja

Suasana Minikino Film Week di Singaraja | Foto: Dok. Bayu

BANYAK yang beranggapan barangkali “diskusi” memang bukan menjadi nama tengah Singaraja. Di kota yang terletak di Bali bagian utara ini, meski terdapat beberapa perguruan tinggi, nyatanya ruang diskusi jumlahnya tak lebih banyak dari jari tangan manusia.

Dari sedikitnya ruang diskusi serius, selain di Rumah Belajar Komunitas Mahima tentu saja, Kedai Kopi DeKakiang bisa jadi salah satu ruang penawar dahaga orang-orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Kedai kopi yang terletak di Jl. Sedap Malam, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, itu memang tercatat beberapa kali menjadi ruang diskusi serius—tapi asyik—tentang banyak hal.

Selain tempatnya yang representatif: luas, sederhana, dengan menu yang tak sampai menguras gaji bulanan, pemiliknya juga pintar membangun dan memelihara relasi.

Barangkali itulah asalan kenapa kolaborator penyelenggara Minikino Film Week memilih kedai kopi tersebut menjadi salah satu venue untuk memutar beberapa film pendek yang terpilih.

Minikino Film Week 9 diselenggarakan dari tanggal 15 sampai 23 September 2023 di 14 tempat di Bali, termasuk Kedai Kopi DeKakiang di Singaraja. Maka tak heran, jauh sebelum hari pemutaran film dilaksanakan, di beberapa sudut kedai kopi tersebut, terdapat beberapa poster dan banner panjang yang dipasang sebagai bahan penunjang informasi.

Bekerja sama dengan Singaraja Menonton, sebuah platform yang menyediakan informasi seputar screening, workshop, dan festival film, Minikino Film Week di Singaraja diselenggarakan pada 16-17 September kemarin dari pukul 18.30 sampai 22.00 Wita.

Suasana Kedai Kopi DeKakiang saat Minikino Film Week berlangsung / Foto: Dok. Bayu

“Ada empat program yang diputar di Singaraja. Program Jolly, Surprise!, Toronto Reel Asian, dan Mother! Dari keempat program tersebut, terdapat 24 film pendek dari berbagai negara,” jelas Kardian Narayana, Founder Singaraja Menonton.

Dalam Program Jolly terdapat tujuh film pendek: 11 (2022) karya Vuk Jevremovic dari Jerman; Spirit of the Fores (2022) karya Nandini Rao dari India; On the Other Side of the Mountain (2022) karya Yosman Serrano Lindarte dari Kolombia; Letters from the Edge of the Forest (2022) karya Jelena Oroz dari Kroasia; Luce and the Rock (2022) karya Britt Raes dari Belgia; Svetla (Lights) (2023) karya Jitka Nemikinsova dari Czech Republic; dan I’m not Afraid! (2022) dari Marita Mayer dari Jerman.

Semua film dalam program tersebut mengangkat tema tentang pengalaman filosofis dan petualangan yang berkaitan dengan alam: hutan, gunung, dan laut. Film Spirit of the Fores, misalnya, bercerita tentang pengalaman dan kesadaran seorang anak dalam memahami bagaimana pentingnya sebutir biji pohon terhadap berlangsungnya kehidupan mahluk di bumi. Film pendek ini mengingatkan kita pada film animasi—sebagaimana genre Spirit of the Fores—The Lorax (2012) karya Chirs Renaud.

Atau film On the Other Side of the Mountain, yang bercerita tentang kekonyolan dua orang anak kecil yang melakukan perjalanan jauh hanya untuk melihat laut secara nyata. Diceritakan, selama hidup, mereka sama sekali tidak memiliki pengalaman empiris tentang laut. Bahkan mereka tidak tahu, apakah warna laut sama birunya dengan warna langit? Premis utama dalam film ini, meski dibalut dengan humor, sebenarnya memiliki muatan yang serius, yaitu masalah ekologi.

“Ada tiga tema yang saya tangkap dalam ketujuh film tersebut: soal ekologis, gotong royong (kolaborasi), dan filsafat—mempertannyakan eksistensi sebagai manusia,” ujar Altha Rivan, salah satu penonton yang hadir.

Sementara itu, dalam Program Surprise! terdapat enam film yang diputar: Ma Gueule (Facking Head) (2022) karya Gregory Carnoli dan Thibaut Wohifahrt dari Belgia; Kakak Jenggot (2022) karya Nur Falah Muzakkir dari Indonesia; Garek (2022) karya Cech Adrea dari Malaysia; At Little Wheelie Three Days Ago (2022) karya Andrew Stephen Lee dari United States; Safe as Houses (2022) karya Mia Mullarkey dari Irlandia; dan It’s You (2021) karya Yu WON dari Korea Selatan.

Sebagaimana nama programnya, keenam film pendek di atas memang menghadirkan kejutan-kejutan kepada penonton. Seperti Ma Gueule yang pemeran utamanya dituduh dan dicurigai sebagai seorang teroris, atau Kakak Jenggot yang bercerita tentang anak kecil dengan pikiran bahwa jenggot adalah penyebab seseorang menjadi teroris, atau It’s You yang memberi kejutan melalui absurditas dan membuat penonton mengutuk diri sendiri sebab tak paham apa yang sedang diperdebatkan oleh para pemerannya.

Kardian Narayana saat sedang memantik diskusi / Foto: Dok. Bayu

“Saya melihat, dalam film Ma Gueule, terdapat semacam Arabphobia dan trauma kolektif jangka panjang terhadap aksi terorisme di Eropa. Sebagai sebuah premis, tema ini sebenarnya sudah usang. Tapi, secara realitas, beberapa orang Eropa barangkali masih memiliki trauma itu,” terang Azman H. Bahbereh, kritikus film muda yang turut hadir dalam screening.

Dan seperti program sebelumnya, dalam Program Toronto Reel Asian juga terdapat enam film pendek yang semuanya dari Kanada: Dutar (2022) karya Roda Medhat; Perennials (2022) karya Hannah Polinski; In Silence, We Sing (2022) karya Vivian Li; Maya (2022) karya Samyukth Movva; Papaya (2022) karya Dede Chen; dan Once in a Reed Moon (2022) karya Yi Shi.

Keenam film tersebut mencoba menyampaikan cerita tentang diaspora orang-orang imigran di Kanada yang gelisah akan indentitas, kesepian, kesendirian, dan bagaimana menjadi seorang minoritas. Dari semua film tersebut, terdapat dua film experimental, yaitu Dutar dan Papaya. Sisanya bergenre fiksi. Dan yang menarik adalah, beberapa sutradara dari enam film tersebut, turut hadir meramaikan acara screening. Mereka datang langsung dari Kanada.

“Ini kunjungan kami yang pertama di Indonesia dan di Bali. Kami sangat berterima kasih kepada semuanya atas apresiasi film karya kami,” kata Dede Chen, sutradara film Papaya, sesaat setelah menjawab beberapa pertanyaan dari penonton.

Terakhir, dalam Program Mother! terdapat lima film pendek yang diputar: Sweet Summer (2021) karya Sabrina Mertens dari Jerman; File (2022) karya Sonia K. Hadad dari Iran; A Day That Year (2022) karya Stanley Xu dari Singapura; Aime (2022) karya Gillie Cinneri dan Anouk Ferreira da Silva dari Belgia; dan Your Way My Way (2022) karya Sharon Kleinberg dari Mexico.

Film-film dalam Program Mother! bercerita tentang hubungan kompleks antara ibu dan anak. File (2022) karya Sonia K. Hadad terpilih sebagai nominasi film terbaik dalam Festival Minikino Film Week 2023 kategori fiksi. Meski bercerita tentang hubungan antara ibu dan anak, menurut Azman, jika ditelisik lebih dalam, kita akan menemukan sesuatu yang lebih daripada itu.

“Saya melihat film File justru bukan hanya sekadar hubungan antara ibu dan anak, lebih dari itu, sutradara mengajak kita untuk melihat dan mempertanyakan kebenaran dari berbagai sudut pandang—dan itu memang ciri khas sineas-sineas dari Iran,” terangnya.

Sedangkan, film Aime (2022) karya Gillie Cinneri dan Anouk Ferreira da Silva memiliki gaya bercerita, khususnya di ending, seperti dalam cerpen-cerpen Anton Chekhov—selain meng-“KO”-kan, ia juga bisa membuat kita tersenyum simpul dan senang. Lega. Tanpa beban, tapi membuat penasaran, juga mengejutkan, lalu berkata, “Oh, sialan. Ternyata begitu ceritanya.”

Sementara itu, tanggapan juga datang dari seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja, Rusdi Ulumudin. Menurutnya, film-film dalam Program Mother! merupakan kritik kepada orang tua yang melakukan atau memperlihatkan perbuatan negatif di depan anak-anak mereka. “Dan itulah yang menyebabkan anak-anak di beberapa film melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan dan diajarkan oleh ibu mereka,” jelasnya.

Keempat program tersebut diputar dalam dua malam secara kontinu. Artinya, satu malam diputar dua program. Malam pertama film-film dari Program Jolly dan Surprise yang diputar lebih dulu, Sabtu (16/9/2023). Sedangkan film dalam Program Toronto dan Mother diputar di malam berikutnya, Minggu (17/9/2033).

Hidupnya Ruang Kolaboratif

Pada malam itu, Kedai Kopi DeKakiang menjadi pusat perhatian. Orang-orang ke sana tak lagi hanya sekadar ingin nongkrong dan ngobrol ngalor-ngidul, tapi juga menikmati film-film pendek yang diputar dan didiskusikan. Selama dua malam, DeKakiang seolah menjelma menjadi Le Procope di Paris pada abad ke-18.

Layaknya Le Procope—kedai kopi milik orang Italia bernama Francesco Procopio Dei Coltelli yang menjadi tempat berbagi informasi pencerahan kalangan intelektual dan seniman Paris seperti JJ Rousseau, Diderot, Voltaire, dan Pirot, sampai menghasilkan Revolusi Prancis—DeKakiang juga menjadi ruang tukar informasi dan pemikiran, meski dengan bobot yang berbeda tentu saja, tentang tafsir, kritik, hingga ekosistem film di Bali.

Diskusi yang dipantik oleh Kardian Narayana, wartawan sekaligus programer film Indonesia Raja; Dian Suryantini, wartawan cum sutradara film; dan Azman H. Bahbereh, selaku kritikus film muda dari Singaraja itu, membuat Minikino Film Week 9 semakin hidup dan meriah: luber akan tafsir dan argumen mengenai film yang diputar.

Dian Suryantini, selaku sutradara yang memulai debutnya dengan dua film pendek: Renjana dan AIR, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini merupakan tempat belajar bagi saya. Dari film-film yang diputar, sebagai sutradara yang masih baru, saya banyak mendapatkan inspirasi dan pelajaran yang sangat berharga,” ujarnya.

Azman H. Bahbereh dan Dian Suryantini sedang memantik diskusi / Foto: Dok. Bayu

Hadirnya Minikino Film Week 9 di Singaraja, disadari atau tidak, telah menghidupkan ruang-ruang kolaborasi antarkomunitas. Hal ini dibuktikan dengan terlibatnya komunitas seperti Singaraja Menonton (sebagai pihak kolaborator Minikino) dan Komunitas Omah Laras Singaraja—yang mengadakan workshop sablon cukil terlebih dahulu sebelum acara screening film dimulai.

Menurut Kardian Narayana, kolaborasi tersebut sebagai bentuk solidaritas antarkomunitas yang ada di Singaraja. Ia ingin bergerak bersama-sama dan membuktikan kepada siapa pun bahwa  film bisa terhubung dengan banyak hal; dengan kopi, tongkrongan, bahkan fashion: sablon. Melalui screening film, banyak orang dari latar belakang yang berbeda juga dapat duduk bersama. Jadi, selain menghubungkan, juga menyatukan.

“Saya ingin mendekatkan film pendek kepada teman-teman yang mungkin masih awam soal itu. Okelah semua orang tahu soal film panjang di banyak platform, tapi kalau film pendek kan kebanyakan hanya bisa ditonton melalui festival. Meski di YouTube ada sebenarnya, tapi lebih seru kalau nonton bareng-barenglah,” imbuhnya.

Selain itu, wartawan Kompas TV itu mengaku bahwa dirinya ingin orang-orang datang ke Buleleng. Menurutnya, ini kesempatan bagus untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, jika saja pemerintah peka akan hal tersebut. Selama ini, ketika berbicara ekonomi kreatif, pemerintah belum menyentuh ruang-ruang kolaboratif semacam ini.

“Ruang kolaboratif itu saling menghidupkan,” ujar Kardian.

Sebagai kota yang pernah menjadi pusat segala hal di Bali dan NTB, Singaraja memang memerlukan lebih banyak ruang-ruang kolaborasi. Bukan saja soal film, tapi juga ekonomi, sastra, politik, filsafat, sejarah, agama, sains, dan ilmu pengetahuan secara umum. Memperbanyak pusat perbelanjaan dan hiburan profan tanpa diimbangi dengan usaha untuk menumbuhkan ruang-ruang diskusi atau wacana, ide, gagasan yang serius—tapi asyik—hanya akan menjadikan Singaraja sebagai kota yang “membosankan”.

Semoga, dengan adanya Minikino Film Week selama dua malam kemarin, menjadi pemantik kesadaran bersama akan pentingnya ruang-ruang kolaborasi antarkomunitas di Singaraja.[T]

Baca juga artikel terkait FILM atau tulisan menarik lainnya JASWANTO

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang
Minikino Film Week 2023: Tempat Bertemunya Pelaku Industri Film dan Upaya Penguatan Perfilman Bali
Tags: balifilmfilm pendekMinikinoMinikino Film WeekSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof. Ni Luh Kartini dan Perjuangan Pertanian Organik

Next Post

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Dinasti dalam Pendidikan Tinggi

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co