22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warna Baru dalam Ekosistem Perfilman di Singaraja

Jaswanto by Jaswanto
January 21, 2024
in Khas
Warna Baru dalam Ekosistem Perfilman di Singaraja

Suasana pemutaran dan diskusi film "Prim Art Edition" | Foto: Singaraja Menonton

“AWALNYA karena pandemi. Karena tidak banyak kerjaan, iseng-iseng bikin film,” kata Agus Primarta, agak terbata. Hadirin menyimaknya dengan serius. Pandemi, mungkin memang jahat; menghancurkan sebagian kehidupan. Dan menyerah adalah jalan yang paling mudah. Tapi, kata Mumu Aloha, hidup pada zaman teknologi yang memberikan jalan alternatif dan berbagai kemungkinan lain yang nyaris tiada batas, menempuh jalan paling mudah rasanya bukan pilihan yang elok.

Orang-orang berdatangan ke kedai kopi sederhana di Jalan Sedap Malam Banyuasri, Singaraja, itu. Pulang tiga, datang lima. Kebanyakan kaula muda. Tetapi, tampaknya tak banyak yang menaruh minat terhadap sekumpulan orang yang sedang berdiskusi tentang film—yang baru saja selesai diputar—yang duduk tepat di sudut paling strategis di kedai kopi deKakiang.

Tapi Gus Prim—panggilan akrab Agus Primarta—tak mengindahkan itu. Meski hanya sedikit orang yang memperhatikan dan menyimaknya, ia tetap berbinar menceritakan proses kreatifnya selama memproduksi beberapa film pendek. “Lalu saya ikut lomba. Dan siapa sangka, film itu dinobatkan sebagai film terbaik dari duaratusan film yang mendaftar,” katanya menggebu. Film yang ia maksud berjudul Seni di Tengah Pandemi yang ia garap bersama timnya pada tahun 2021.

Kardian Narayana dan Agus Primarta pada saat sesi diskusi / Foto: Prim Art

Motivasi Gus Prim memproduksi film pendek salah satunya adalah mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di Tanah Air. Pada 2021, film pendek berjudul Seni di Tengah Pandemi yang dia sutradarai dan produksi berhasil meraih Indihome Indie Movie Awards 2021. Sedangkan, di tahun yang sama, film pendeknya yang berjudul Tirta lolos sebagai official selection dalam program Begadang Filmmaking Competition Minikino Film Week 2021.

Sebelum Gus Prim mengungkap perjalanannya menjadi sutradara film pendek, lebih dulu hadirin disajikan lima film yang pernah ia produksi, yakni Made (2022), Tirta (2021), Sesal (2021), Seni di Tengah Pandemi (2021), dan Nyambutin (2021). Pemutaran dan diskusi film yang bertajuk “Prim Art Edition” itu  diselenggarakan oleh komunitas mikro sinema Singaraja Menonton yang bekerjasama dengan Kedai deKakiang, Jumat (20/1/2024) malam.

Made adalah sebuah film pendek fiksi berdurasi 07.53 menit. Film ini bercerita tentang keinginan seseorang anak kecil bernama Made. Namun, karena kondisi kehidupan yang tidak berpihak, ia harus mengubur keinginannya itu. Sedangkan empat film lainnya, semua berkisah tentang kondisi Covid-19, dari dilema seniman, sampai upacara keagamaan yang dibatasi dan penuh aturan atas satu alasan: demi keselamatan dan kebaikan bersama.

Suasana pemutaran dan diskusi film “Prim Art Edition” / Foto: Singaraja Menonton

Kelima film yang diputar tidak luput dari komentar dan kritik. Budayawan sekaligus wartawan senior Made Adnyana Ole mengatakan bahwa film-film yang dibikin Gus Prim memiliki kelemahan dari segi cerita. Gus Prim dinilai gagal dalam membuat alur yang membuat penonton penasaran. Menurut Pemred tatkala.co itu, beberapa alur cerita, khususnya dalam film Made, mengabaikan nalar dan logika.

“Kalau bikin cerita, puncak konflik itu bukan di ending. Tapi ada di beberapa adegan sebelum ending,” Ole menjelaskan. Gus Prim mengangguk-angguk sembari serius mendengarkan. Sepertinya ia sangat berterima kasih kepada tokoh yang dianggapnya “guru” itu.

Tetapi, terlepas dari saran dan kritik Made Adnyana Ole, satu hal yang harus diakui adalah bahwa Gus Prim termasuk sutradara muda yang cukup produktif, sebagaimana dikatakan Kardian Narayana, Direktur Program Singaraja Menonton, saat membuka diskusi.

“Bahkan dia berhasil memiliki semacam kelompok film sendiri dan tumbuh bersama. Di Buleleng, dia termasuk sutradara yang produktif,” ujar Kardian.

Apa yang dikatakan Kardian ada benarnya. Selain produktif, Gus Prim juga memiliki tim yang solid. Bayangkan, selama tahun 2021, setidaknya mereka berhasil memproduksi empat film. Kondisi ini tentu merupakan kabar baik bagi ekosistem perfilman di Singaraja. Mengingat, sejauh ini, selain Sang Karsa, nyaris tak ada kelompok lain di Singaraja yang produktif dan serius dalam menghasilkan film.

“Kami masih menggunakan dana pribadi setiap kali memproduksi film. Aktor-aktornya pun temen-temen sendiri,” kata Gus Prim melanjutkan ceritanya. Ini adalah kenyataan yang harus dihadapi setiap kreator. Perjuangan memang membutuhkan pengorbanan.

Suasana pemutaran dan diskusi film “Prim Art Edition” / Foto: Prim Art

Gus Prim memang bukan satu-satunya sutradara muda di Buleleng, tapi apa yang dilakukannya bersama timnya yang tergabung dalam Prim Art Production adalah sebuah ikhtiar yang harus didukung dan diapresiasi. Pasalnya, diakui atau tidak, Prim Art Production telah memberi semangat dan warna baru dalam dunia film di Kota Pendidikan ini. Ia, juga Singaraja Menonton barangkali, dapat menjadi pupuk untuk menumbuh-kembangkan dan mendukung ekosistem perfilman di Singaraja menjadi lebih baik.  

Berbicara ekosistem kesenian, termasuk film, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan: kreasi, manajemen produksi, distribusi, konsumsi, dan apresiasi. Jika kelima hal tersebut sudah berada di dalam satu tempat yang sama, maka ekosistem kesenian baru bisa dibilang sehat. Sebab, satu saja hilang dari rel tersebut, sulit rasanya membayangkan sebuah kesenian dapat berlangsung-berkembang sampai pada titik kemajuan.

“Next, saya akan bikin film yang serius untuk festival. Sekarang sedang riset tentang petani cengkih di Tigawasa,” Gus Prim berkomitmen kepada dirinya sendiri dan kepada orang-orang yang hadir sebelum Kardian Narayana menutup acara pemutaran dan diskusi film malam itu.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Made (2022): Film Konvensional yang Mengabaikan Nalar-Logika
Minikino Film Week 2023 dan Hidupnya Ruang Kolaboratif di Singaraja
Tags: balifilmfilm pendekSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Forum Suluh Tulis: Dari Gamelan, Musik, sampai Kebudayaan yang Luntur

Next Post

Menilik Perjuangan Organisasi Mahasiswa Pergerakan di Singaraja dalam Mempertahankan Eksistensinya

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
0
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

Read moreDetails

Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

LOMBA Menyanyi Lagu Pop Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 berlangsung bak "perang bintang". Hampir seluruh...

Read moreDetails

BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

 “Hari ini kalian mungkin berpikir narkoba itu urusan orang lain. Padahal, yang dibutuhkan pengedar hanya satu celah, yaitu rasa penasaran.”...

Read moreDetails

Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SORAK-sorai ratusan murid baru memenuhi Aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sesekali tepuk tangan bergemuruh tatkala acara diselingi penampilan...

Read moreDetails

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

MINAT masyarakat terhadap dunia sastra kembali menunjukkan geliat yang menggembirakan. Lomba Menulis Cerpen dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ)...

Read moreDetails

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

Read moreDetails

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

Read moreDetails

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

Read moreDetails
Next Post
Menilik Perjuangan Organisasi Mahasiswa Pergerakan di Singaraja dalam Mempertahankan Eksistensinya

Menilik Perjuangan Organisasi Mahasiswa Pergerakan di Singaraja dalam Mempertahankan Eksistensinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co