2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tuanku Adalah Rakyat, Jabatan Adalah Mandat”

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
February 10, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SLOGAN “Tuanku adalah rakyat, jabatan adalah mandat” pertama saya dengar dari salah satu tokoh nasional, yaitu Ganjar Pranowo, yang juga calon presiden dari PDIP.  Slogan itu bukan sekedar selogan, tapi mengandung makna yang sangat dalam, yang seolah-olah mengingatkan kita, khususnya para pemangku kebijakan, para pemimpin kita, tentang siapa sesungguhnya tuan, apa sesungguhnya jabatan itu.

Vox populi vox dei, adalah salah satu ungkapan bahasa latin yang berarti suara rakyat adalah suara Tuhan. Dan dalam ungkapan Tuanku adalah rakyat, maka bisa kita artikan juga Tuhanku itulah rakyat.

Dalam lingkup kecil manusia adalah bagian kecil dari alam semesta. Dalam diri kita, unsur alamnya itulah tubuh kita. Pikiran/manu/manah adalah unsur manusianya. Sang jiwa/ jiwatma itulah Tuhan atau Tuan dari diri kita yang sering juga disebut hati nurani.

Dalam kehidupan ini, kita memiliki keyakinan bahwa penyebab kebahagiaan adalah Tuhan, manusia dan lingkungan. Dalam diri kita, sebagai wujud mikros/buana alit/semesta kecil itulah Jiwatma/Tuhan/hati-nurani, pikiran, dan  tubuh atau badan kita.

Dalam berkomunikasi sering kita mendengar, “Ikuti suara hatimu!“ Atau, ikuti suara Tuhan yang ada dalam hatimu, karena sejatinya itulah suara KEBENARAN, sedangkan pikiran sering memberikan suara PEMBENARAN saja. Dari hal inilah kita menyadari sesungguhnya Tuan/Tuhan kita adalah hati nurani.

Yakinlah, ketika dalam berkehidupan ini kita selalu mengikuti suara Tuan/hati-nurani/Tuhan yang ada dalam diri kita, maka pasti kita terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

Dalam perjalanan sejarah kebangsaan, kita menyaksikan transformasi peran kepemimpinan yang semakin matang. Terkhusus, ungkapan “Tuanku Adalah Rakyat, Jabatan Adalah Mandat” mencerminkan gagasan penting tentang pelayanan dan tanggung jawab yang terletak pada inti kepemimpinan. Saat ini, pada era kebijakan partisipatif dan pemerintahan yang demokratis, esensi dari ungkapan ini semakin meresap dalam pola pikir dan tindakan para pemimpin.

Tuanku, sebagai lambang institusi kehormatan dan identitas negara, tidak hanya dianggap sebagai simbol keagungan, tetapi juga sebagai bagian integral dari masyarakat. Tuanku adalah rakyat, memiliki ikatan emosional dan tanggung jawab yang mendalam terhadap kesejahteraan seluruh warganya. Pemahaman bahwa Tuanku adalah bagian dari rakyat, bukan sekadar pewaris tahta, membawa nuansa kehangatan dalam hubungan antara penguasa dan yang diperintah.

Di sisi lain, jabatan yang diemban oleh seorang pemimpin tidak sekadar sebuah posisi berkuasa, melainkan amanah yang harus diemban dengan penuh kesadaran dan dedikasi. Jabatan adalah mandat yang diberikan oleh rakyat melalui mekanisme demokratis.

Menyadari bahwa jabatan adalah mandat dari rakyat, atau yang memberikan jabatan itu sebenarnya rakyat, maka jelas yang menjadi tuan itu adalah yang memberi mandat itu, yaitu rakyat.

Rakyat memberikan mandat kepada sekelompok kecil orang yang kemudian disebut Pemimpin, sehingga pemimpin itu harus melayani dan menjadi abdinya rakyat atau mengabdi untuk rakyat, bukan menguasai rakyatnya.

Kembali pada nilai dari VOX POPULI VOX DEI atau suara rakyat suara Tuhan, maka tepat sekali rakyat itulah TUHAN/Tuan bagi seorang pemimpin, yang sejatinya bahwa kita hidup untuk melayani dan mengabdi untuk TUHAN.

Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memahami bahwa setiap keputusan dan tindakan yang diambilnya adalah representasi dari keinginan dan harapan rakyat yang menjadi TUAN-nya atau yang diwakilinya.

Pemimpin yang memahami bahwa dirinya adalah mandat dari rakyat akan lebih cenderung mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, kesadaran akan mandat dalam jabatannya mendorong pemimpin untuk bertanggung jawab dan bekerja demi kesejahteraan kolektif.

Dalam kerangka “Tuanku Adalah Rakyat, Jabatan Adalah Mandat”, kolaborasi antara pemimpin dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan bersama. Melalui dialog yang terbuka, partisipasi aktif rakyat, dan kebijakan yang responsif, sebuah negara dapat mengarah pada arah yang positif dan inklusif.

Dan ketika seorang Pemimpin yang selalu ingat bahwa Tuannya adalah rakyat dan yang memberi mandat adalah rakyat serta dalam mengambil kebijakan selalu berdasarkan hal itu, maka sudah pasti Pemimpin tersebut sangat dicintai oleh rakyatnya.

Dengan demikian, kita dapat menilai kemajuan suatu bangsa bukan hanya dari prestasi materi, tetapi juga dari kualitas hubungan antara pemimpin dan rakyat, serta kesadaran pemimpin terhadap amanah yang diembannya.

Sebuah kepemimpinan yang mencerminkan nilai-nilai “Tuanku Adalah Rakyat, Jabatan Adalah Mandat” membawa harapan akan masa depan yang lebih baik bagi semua warganya. [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG

Wanita Hebat Itu Megawati Soekarno Putri
Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati
Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru
Tags: IndonesiaPilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”, Akhirnya Teridentifikasi

Next Post

Puisi-puisi Emi Suy | Kepada Capres

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Emi Suy | Kepada Capres

Puisi-puisi Emi Suy | Kepada Capres

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co