23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 27, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

TIDAK ADA yang tidak pernah mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu itu selalu dikumandangkan pada setiap acara di wilayah NKRI. Bahkan acara-acara di luar negeri yang melibatkan Indonesia, terdengar pula lagu Indonesia Raya.

Setiap mendengar lagu kebangsaan itu, rasa nasionalisme kita terbangun dan membuat semangat bergelora. Saya sendiri seakan merasakan sesuatu yang ajaib ketika mendengar dan menyanyikan lagu ini. Entah karena apa, bulu kuduk terasa berdiri, dan saya yakin tidak sedikit masyarakat juga merasakan hal itu juga.

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman pada  saat ia berumur 21 tahun. Secara perdana lagu itu dikumandangkan saat malam penutupan Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia.

Seiring waktu lagu ini dikenal secara masif dan pada setiap acara-acara kongres organisasi selalulah lagu itu dikumandangkan. Saat itu pemerintah Hindia Belanda merasa panik dan menyita seluruh piringan hitam, hingga akhirnya pada tahun 1930 lagu Indonesia Raya dilarang untuk dinyanyikan secara publik sebab dikhawatirkan lagu ini akan memicu semangat kemerdekaan atau pemberontakan.

Dan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, lagu itu dikumandangkan dan semenjak itu lagu Indonesia Raya dijadikan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Indonesia Raya memang hanya sebuah lagu, tapi lagu itu terasa hidup dan benar-benar hidup hingga saat ini, dan akan tetap hidup selamanya. Dan inilah salah satu contoh karya seni manusia yang penuh jiwa.

Dalam isi lagu Indonesia Raya, ada bait lagu berbunyi “bangunlah jiwanya, bangunlah raganya”. Syair itu bukan sekadar syair, tapi memiliki nilai spirit yang sangat dalam maknanya.

Memang, harus diakui. lagu Indonesia Raya ini dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan semangat persatuan. Selain itu, lebih dalam lagi, saya melihat dalam syair itu juga terdapat spirit yang kuat untuk membangun apa pun juga, termasuk membangun daerah.

Agar hidup menjadi bernilai maka kita harus selalu membangun dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi jiwa dan raga. Dan ketika kita hanya memperhatikan raga atau fisik tanpa memperhatikan jiwa atau rohnya, maka karya itu sudah pasti akan kurang memiliki nilai, atau dipastikan tidak akan bertahan lama.

Dalam keseharian kita, baik dalam bekerja, berkomunikasi atau berinteraksi, sering kita dengar bahasa “bekerja dangan hati” dan “komunikasi dengan hati”. Dan, jika benar-benar dilakukan dengan hati, maka pekerjaan, hasil komunikasi dan karya-karya yang dilahirkan benar-benar akan berjiwa dan menjadi hidup.

Yang pasti, karya-karya apapun juga, yang diciptakan pada zaman dulu, dan kita masih tetap lihat hingga saat ini, pasti karya-karya itu dikerjakan dengan spirit hati.

Termasuk juga dalam membangun wilayah atau daerah. Perhatian terhadap jiwa atau roh yang berasal dari  tempat kita membangun itu harus menjadi perhatian utama, seperti bali yang sampai saat ini memiliki taksu dan hidup. Apalagi jika kita hidup di Bali, di mana jiwa atau roh Bali itu ada pada adat budayanya, sehingga perhatian terhadap hal itu jelas sangat penting.

Masing-masing individu punya ciri khas atau gaya yang beda dengan yang lain. Setiap daerah pasti memiliki kharakteristik dan ciri khas yang beda dengan daerah yang lain, dan hal ini sangat dipengaruhi oleh jiwa atau roh pada individu, atau jiwa dari tempat itu sendiri.

Sering kita mendengar jadilah diri kita sendiri sehingga kita akan bernilai dan dihargai. Berpikirlah dengan hati, berbicara dengan hati dan berprilaku dengan hati, maka sudah pasti jiwa (hati) siapapun pasti akan tersentuh dan di nsitulah nilai itu akan muncul.

Tapi dalam keseharian banyak orang hidup atas bayang-bayang orang lain dan tidak menjadi dirinya sendiri, atau sering ikut-ikutan, maka sudah pasti akan tidak kelihatan atau tidak muncul dan kurang bernilai. Karena ikut-ikutan, berarti dia akan tetap menjadi ikut atau ekor.

Daerah pun seperti itu, membangun daerah itu implementasi dari membangun diri kita sendiri, yaitu hidup jadi diri kita sendiri. Begitu juga daerah memiliki ciri khas, potensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Ketika kita mampu menggali potensi itu, mengembangkan potensi itu, maka sudah pasti hal itu akan meningkatkan produktifitas, yang pada akhirnya hasil dari buah penggalian dan pengembangan itu akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri.

Saya yakin spirit one vilage one product didapat dari cara berpikir seperti itu.

Spirit “bangunlah jiwanya, bangunlah raganya” dari lagu Indonesia Raya harus bisa diimplementasikan baik untuk diri kita sendiri maupun untuk membangun daerah. Dan bisa dipastikan, dengan spirit itu kita akan menjadi pribadi yang kuat, mandiri dan bernilai.

Membangun daerah jangan lupa membangun jiwa atau roh daerah itu, serta membangun dengan jiwa (dengan hati) kita sendiri dan bukan menjadi pribadi ikut-ikutan yang membuat kita akan tetap di belakang. Karena ikut atau ekor letaknya selalu di belakang.

Jadi, sejatinya, membangun daerah sama dengan membangun diri kita sendiri, yang semuanya dimulai dari diri kita sendiri, jiwa kita sendiri, hati kita sendiri.[T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Hari Raya Sebagai Spirit Hidup Kita
Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati
Buleleng: Dulu Maju, Kini Bisa Lebih Maju
Tags: Indonesia Rayalagu kebangsaanrenunganSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Destinasi Asyik untuk Nongkrong dan Pacaran Anak Muda Singaraja Bali

Next Post

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co