12 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 27, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

TIDAK ADA yang tidak pernah mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu itu selalu dikumandangkan pada setiap acara di wilayah NKRI. Bahkan acara-acara di luar negeri yang melibatkan Indonesia, terdengar pula lagu Indonesia Raya.

Setiap mendengar lagu kebangsaan itu, rasa nasionalisme kita terbangun dan membuat semangat bergelora. Saya sendiri seakan merasakan sesuatu yang ajaib ketika mendengar dan menyanyikan lagu ini. Entah karena apa, bulu kuduk terasa berdiri, dan saya yakin tidak sedikit masyarakat juga merasakan hal itu juga.

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman pada  saat ia berumur 21 tahun. Secara perdana lagu itu dikumandangkan saat malam penutupan Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia.

Seiring waktu lagu ini dikenal secara masif dan pada setiap acara-acara kongres organisasi selalulah lagu itu dikumandangkan. Saat itu pemerintah Hindia Belanda merasa panik dan menyita seluruh piringan hitam, hingga akhirnya pada tahun 1930 lagu Indonesia Raya dilarang untuk dinyanyikan secara publik sebab dikhawatirkan lagu ini akan memicu semangat kemerdekaan atau pemberontakan.

Dan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, lagu itu dikumandangkan dan semenjak itu lagu Indonesia Raya dijadikan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Indonesia Raya memang hanya sebuah lagu, tapi lagu itu terasa hidup dan benar-benar hidup hingga saat ini, dan akan tetap hidup selamanya. Dan inilah salah satu contoh karya seni manusia yang penuh jiwa.

Dalam isi lagu Indonesia Raya, ada bait lagu berbunyi “bangunlah jiwanya, bangunlah raganya”. Syair itu bukan sekadar syair, tapi memiliki nilai spirit yang sangat dalam maknanya.

Memang, harus diakui. lagu Indonesia Raya ini dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan semangat persatuan. Selain itu, lebih dalam lagi, saya melihat dalam syair itu juga terdapat spirit yang kuat untuk membangun apa pun juga, termasuk membangun daerah.

Agar hidup menjadi bernilai maka kita harus selalu membangun dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi jiwa dan raga. Dan ketika kita hanya memperhatikan raga atau fisik tanpa memperhatikan jiwa atau rohnya, maka karya itu sudah pasti akan kurang memiliki nilai, atau dipastikan tidak akan bertahan lama.

Dalam keseharian kita, baik dalam bekerja, berkomunikasi atau berinteraksi, sering kita dengar bahasa “bekerja dangan hati” dan “komunikasi dengan hati”. Dan, jika benar-benar dilakukan dengan hati, maka pekerjaan, hasil komunikasi dan karya-karya yang dilahirkan benar-benar akan berjiwa dan menjadi hidup.

Yang pasti, karya-karya apapun juga, yang diciptakan pada zaman dulu, dan kita masih tetap lihat hingga saat ini, pasti karya-karya itu dikerjakan dengan spirit hati.

Termasuk juga dalam membangun wilayah atau daerah. Perhatian terhadap jiwa atau roh yang berasal dari  tempat kita membangun itu harus menjadi perhatian utama, seperti bali yang sampai saat ini memiliki taksu dan hidup. Apalagi jika kita hidup di Bali, di mana jiwa atau roh Bali itu ada pada adat budayanya, sehingga perhatian terhadap hal itu jelas sangat penting.

Masing-masing individu punya ciri khas atau gaya yang beda dengan yang lain. Setiap daerah pasti memiliki kharakteristik dan ciri khas yang beda dengan daerah yang lain, dan hal ini sangat dipengaruhi oleh jiwa atau roh pada individu, atau jiwa dari tempat itu sendiri.

Sering kita mendengar jadilah diri kita sendiri sehingga kita akan bernilai dan dihargai. Berpikirlah dengan hati, berbicara dengan hati dan berprilaku dengan hati, maka sudah pasti jiwa (hati) siapapun pasti akan tersentuh dan di nsitulah nilai itu akan muncul.

Tapi dalam keseharian banyak orang hidup atas bayang-bayang orang lain dan tidak menjadi dirinya sendiri, atau sering ikut-ikutan, maka sudah pasti akan tidak kelihatan atau tidak muncul dan kurang bernilai. Karena ikut-ikutan, berarti dia akan tetap menjadi ikut atau ekor.

Daerah pun seperti itu, membangun daerah itu implementasi dari membangun diri kita sendiri, yaitu hidup jadi diri kita sendiri. Begitu juga daerah memiliki ciri khas, potensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Ketika kita mampu menggali potensi itu, mengembangkan potensi itu, maka sudah pasti hal itu akan meningkatkan produktifitas, yang pada akhirnya hasil dari buah penggalian dan pengembangan itu akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri.

Saya yakin spirit one vilage one product didapat dari cara berpikir seperti itu.

Spirit “bangunlah jiwanya, bangunlah raganya” dari lagu Indonesia Raya harus bisa diimplementasikan baik untuk diri kita sendiri maupun untuk membangun daerah. Dan bisa dipastikan, dengan spirit itu kita akan menjadi pribadi yang kuat, mandiri dan bernilai.

Membangun daerah jangan lupa membangun jiwa atau roh daerah itu, serta membangun dengan jiwa (dengan hati) kita sendiri dan bukan menjadi pribadi ikut-ikutan yang membuat kita akan tetap di belakang. Karena ikut atau ekor letaknya selalu di belakang.

Jadi, sejatinya, membangun daerah sama dengan membangun diri kita sendiri, yang semuanya dimulai dari diri kita sendiri, jiwa kita sendiri, hati kita sendiri.[T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Hari Raya Sebagai Spirit Hidup Kita
Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati
Buleleng: Dulu Maju, Kini Bisa Lebih Maju
Tags: Indonesia Rayalagu kebangsaanrenunganSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Destinasi Asyik untuk Nongkrong dan Pacaran Anak Muda Singaraja Bali

Next Post

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co