24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 27, 2023
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 Januari 2023

[][][]

Lontar WAWATEKAN mengandung chandrasangkala penting yang memberikan angka tahun peristiwa penting yang terjadi di masa silam era Jawa Kuno, utamanya adalah tahun penulisan kakawin atau karya sastra utama berbahasa Kawi yang terwariskan di Bali.

Di masa sebelum kemerdekaan WAWATEKAN inilah menjadi rujukan para tokoh mababasan (kegiatan tembang dan interpretasi kakawin) dalam mendiskusikan periodisasi penciptaan kakawin dan kerajaan di Jawa yang ditulis dalam bahasa Kawi (baru belakangan mengikuti sarjana Belanda bahasa Kawi disebut “Bahasa Jawa Kuno” — sebelumnya secara tradisional disebut “Bahasa Kawi”).

Dr. H. H. JUYNBOLL di tahun 1911 memasukkan lontar ini dalam katalog JAVAANSCHE EN MADOEREESCHE HANDSCHRIFTEN DER LEIDSCHE UNIVERSITEITS-BIBLIOTHEEK, Deel II diterbitkan oleh E.J. BRILL LEIDEN — 1911.

Dalam buku Juynboll ini terdapat sedikit kesalahan pembalikan tahun śaka terkait tahun penulisan lontar USANA BALI. “Bwat Bali Wangśa Prabhu” semestinya dikonversi menjadi 1411 Śaka atau 1478 Masehi, inilah secara tradisional disebutkan sebagai tahun penulisan USANA BALI oleh DANGHYANG NIRARTHA.

Dari informasi WAWATEKAN ini kita mendapat dua informasi penting terkait DANGHYANG NIRARTA: 1). Penulisan Kakawin Usana Bali, yang merupakan salah satu rujukan utama sejarah ditulis tahun 1478 Masehi oleh Danghyang Nirartha; 2). Diperkirakan tahun ini adalah tahun kedatangan Danghyang Nirartha di Bali.

Isi WAWATEKAN yang lain adalah informasi bahwa:

— Kakawin Ramayana ditulis Mpu Yogisśwara dengan candrasangkana: “sasti jana śuddha manah” = 1016 Śaka (1094 Masehi).

— Kakawin Bhomakawya ditulis oleh Mpu Bradah dengan candrasangkana: “sangang awak kilangö murti” = 1019 Śaka (1097 Masehi).

— Kakawin Sumanasantaka oleh Mpu Monaguna dengan candrasangkana: “sśuddha wrtta wara hira” = 1020 Śaka (1098 Masehi).

— Kakawin Smaradahana oleh Mpu Dharmaja dengan candrasangkana: “janangrengö windu wacana” = 1021 Śaka (1099 Masehi).

— Kakawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa dengan candrasangkana: “nayakangrengö windu wong” = 1022 Śaka (1100 Masehi).

— Kakawin Arjunawijaya oleh Mpu Tantular dengan candrasangkana: “hato tuna gura wak” = 1031 Śaka (1109 Masehi).

— Kakawin Krsnayana oleh Mpu Triguna dengan candrasangkana: “wak warna nanira” = 1041 Śaka (1119 Masehi).

— Kakawin Lubdhaka oleh Mpu Tanakung dengan candrasangkana: “nora prapanca pětěng hati”

1050 Śaka (1128 Masehi).

— Kakawin Ghatotkacasśraya oleh Mpu Panulung dengan candrasangkana: “iku tuna rasa wak” = 1061 Śaka (1139 Masehi).

— Kakawin Parthayajna oleh Mpu Widyatmaka dengan candrasangkana: “hěnu wiku ngambare lemah” = 1075 Śaka (1153 Masehi).

— Kakawin Bharatayuddha dengan candrasangkana: “sanga kuda sśuddha candrama” = 1079 Śaka (1157 Masehi).

— Kakawin Usana Bali oleh DH Nirartha dengan candrasangkana: “bwat bali wangśa prabhu” = 1411 Śaka (1478 Masehi).

Setelah kemerdekaan, muncul banyak sarjana Kawi yang mempelajari lontar-lontar Kawi, diantaranya Prof Poerbotjoroko yang punya opini lain tentang tahun penulisan Kakawin Ramayana, yang memperkirakan penulisannya jauh sebelum 1016 Śaka (1094 Masehi), diperkirakan pada abad 9 Masehi.

Demikian juga Kakawin Siwaratrikalpa atau Lubdhaka, karya Mpu Tanakung, oleh para peneliti belakangan meragukan penulisannya yang bertahun 1050 Śaka (1128 Masehi).  Prof Zoetmulder memperkirakan kakawin ini ditulis pada pertengahan abad ke-15.

Nama penyair Mpu Tanakung sebagai pengarang Kakawin Śiwaratrikalpa muncul dari pupuh ke tiga puluh delapan. Menurut tradisi Bali, Mpu Tanakung adalah saudara Dharmaja, penulis Smaradahana, yang mana kakawin ini diperkirakan disusun pada masa pemerintahan Kamesvara. Jika Mpu Tanakung identik dengan penulis Vrttasancaya, maka masa kehidupannya adalah pada seperempat kedua abad ke-12 M, ketika kakawin dari Dharmaja disusun. Kembali ke lontar Wewatekan, Kakawin Śiwarātrikalpa disusun pada tahun 1128 M, pada masa pemerintahan Kamesvara I. Demikian informasi yang terkandung dalam WAWATEKAN terkait Mpu Tanakung.

Disamping Lontar WAWATEKAN, lontar penting yang memuat tahun-tahun peristiwa di Bali masa kerajaan Bali adalah BABAD GUMI (disimpan dalam Gedong Kirtya dengan nomor 808).

Informasi peristiwa dan tahun era kerajaan Bali bisa dibaca dan diperbandingkan antar satu naskah, sebagaimana yang tertera dalam Babad Blabatuh (lihat tulis Berg, 1932), Babad Buleleng (bac disertasi/buku Worsley, 1972), Babad Dalem (silahkan periksa karangan Warna, 1986), Babad Dalem Bodakeling (HKS, 3837), Babad Pambancangah Dalem (Museum Bali 5165), Candrasangkala (HKS 2852; HKS 3630). [T]

Lontar Pajak Tanah
Catatan Harian Sugi Lanus: Stempel Bodoh Orang Bali
Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar
Tags: bahasa jawa kunobahasa kawibalihindulontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati

Next Post

Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co