3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 27, 2023
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 Januari 2023

[][][]

Lontar WAWATEKAN mengandung chandrasangkala penting yang memberikan angka tahun peristiwa penting yang terjadi di masa silam era Jawa Kuno, utamanya adalah tahun penulisan kakawin atau karya sastra utama berbahasa Kawi yang terwariskan di Bali.

Di masa sebelum kemerdekaan WAWATEKAN inilah menjadi rujukan para tokoh mababasan (kegiatan tembang dan interpretasi kakawin) dalam mendiskusikan periodisasi penciptaan kakawin dan kerajaan di Jawa yang ditulis dalam bahasa Kawi (baru belakangan mengikuti sarjana Belanda bahasa Kawi disebut “Bahasa Jawa Kuno” — sebelumnya secara tradisional disebut “Bahasa Kawi”).

Dr. H. H. JUYNBOLL di tahun 1911 memasukkan lontar ini dalam katalog JAVAANSCHE EN MADOEREESCHE HANDSCHRIFTEN DER LEIDSCHE UNIVERSITEITS-BIBLIOTHEEK, Deel II diterbitkan oleh E.J. BRILL LEIDEN — 1911.

Dalam buku Juynboll ini terdapat sedikit kesalahan pembalikan tahun śaka terkait tahun penulisan lontar USANA BALI. “Bwat Bali Wangśa Prabhu” semestinya dikonversi menjadi 1411 Śaka atau 1478 Masehi, inilah secara tradisional disebutkan sebagai tahun penulisan USANA BALI oleh DANGHYANG NIRARTHA.

Dari informasi WAWATEKAN ini kita mendapat dua informasi penting terkait DANGHYANG NIRARTA: 1). Penulisan Kakawin Usana Bali, yang merupakan salah satu rujukan utama sejarah ditulis tahun 1478 Masehi oleh Danghyang Nirartha; 2). Diperkirakan tahun ini adalah tahun kedatangan Danghyang Nirartha di Bali.

Isi WAWATEKAN yang lain adalah informasi bahwa:

— Kakawin Ramayana ditulis Mpu Yogisśwara dengan candrasangkana: “sasti jana śuddha manah” = 1016 Śaka (1094 Masehi).

— Kakawin Bhomakawya ditulis oleh Mpu Bradah dengan candrasangkana: “sangang awak kilangö murti” = 1019 Śaka (1097 Masehi).

— Kakawin Sumanasantaka oleh Mpu Monaguna dengan candrasangkana: “sśuddha wrtta wara hira” = 1020 Śaka (1098 Masehi).

— Kakawin Smaradahana oleh Mpu Dharmaja dengan candrasangkana: “janangrengö windu wacana” = 1021 Śaka (1099 Masehi).

— Kakawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa dengan candrasangkana: “nayakangrengö windu wong” = 1022 Śaka (1100 Masehi).

— Kakawin Arjunawijaya oleh Mpu Tantular dengan candrasangkana: “hato tuna gura wak” = 1031 Śaka (1109 Masehi).

— Kakawin Krsnayana oleh Mpu Triguna dengan candrasangkana: “wak warna nanira” = 1041 Śaka (1119 Masehi).

— Kakawin Lubdhaka oleh Mpu Tanakung dengan candrasangkana: “nora prapanca pětěng hati”

1050 Śaka (1128 Masehi).

— Kakawin Ghatotkacasśraya oleh Mpu Panulung dengan candrasangkana: “iku tuna rasa wak” = 1061 Śaka (1139 Masehi).

— Kakawin Parthayajna oleh Mpu Widyatmaka dengan candrasangkana: “hěnu wiku ngambare lemah” = 1075 Śaka (1153 Masehi).

— Kakawin Bharatayuddha dengan candrasangkana: “sanga kuda sśuddha candrama” = 1079 Śaka (1157 Masehi).

— Kakawin Usana Bali oleh DH Nirartha dengan candrasangkana: “bwat bali wangśa prabhu” = 1411 Śaka (1478 Masehi).

Setelah kemerdekaan, muncul banyak sarjana Kawi yang mempelajari lontar-lontar Kawi, diantaranya Prof Poerbotjoroko yang punya opini lain tentang tahun penulisan Kakawin Ramayana, yang memperkirakan penulisannya jauh sebelum 1016 Śaka (1094 Masehi), diperkirakan pada abad 9 Masehi.

Demikian juga Kakawin Siwaratrikalpa atau Lubdhaka, karya Mpu Tanakung, oleh para peneliti belakangan meragukan penulisannya yang bertahun 1050 Śaka (1128 Masehi).  Prof Zoetmulder memperkirakan kakawin ini ditulis pada pertengahan abad ke-15.

Nama penyair Mpu Tanakung sebagai pengarang Kakawin Śiwaratrikalpa muncul dari pupuh ke tiga puluh delapan. Menurut tradisi Bali, Mpu Tanakung adalah saudara Dharmaja, penulis Smaradahana, yang mana kakawin ini diperkirakan disusun pada masa pemerintahan Kamesvara. Jika Mpu Tanakung identik dengan penulis Vrttasancaya, maka masa kehidupannya adalah pada seperempat kedua abad ke-12 M, ketika kakawin dari Dharmaja disusun. Kembali ke lontar Wewatekan, Kakawin Śiwarātrikalpa disusun pada tahun 1128 M, pada masa pemerintahan Kamesvara I. Demikian informasi yang terkandung dalam WAWATEKAN terkait Mpu Tanakung.

Disamping Lontar WAWATEKAN, lontar penting yang memuat tahun-tahun peristiwa di Bali masa kerajaan Bali adalah BABAD GUMI (disimpan dalam Gedong Kirtya dengan nomor 808).

Informasi peristiwa dan tahun era kerajaan Bali bisa dibaca dan diperbandingkan antar satu naskah, sebagaimana yang tertera dalam Babad Blabatuh (lihat tulis Berg, 1932), Babad Buleleng (bac disertasi/buku Worsley, 1972), Babad Dalem (silahkan periksa karangan Warna, 1986), Babad Dalem Bodakeling (HKS, 3837), Babad Pambancangah Dalem (Museum Bali 5165), Candrasangkala (HKS 2852; HKS 3630). [T]

Lontar Pajak Tanah
Catatan Harian Sugi Lanus: Stempel Bodoh Orang Bali
Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar
Tags: bahasa jawa kunobahasa kawibalihindulontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati

Next Post

Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co