2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 27, 2023
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 Januari 2023

[][][]

Lontar WAWATEKAN mengandung chandrasangkala penting yang memberikan angka tahun peristiwa penting yang terjadi di masa silam era Jawa Kuno, utamanya adalah tahun penulisan kakawin atau karya sastra utama berbahasa Kawi yang terwariskan di Bali.

Di masa sebelum kemerdekaan WAWATEKAN inilah menjadi rujukan para tokoh mababasan (kegiatan tembang dan interpretasi kakawin) dalam mendiskusikan periodisasi penciptaan kakawin dan kerajaan di Jawa yang ditulis dalam bahasa Kawi (baru belakangan mengikuti sarjana Belanda bahasa Kawi disebut “Bahasa Jawa Kuno” — sebelumnya secara tradisional disebut “Bahasa Kawi”).

Dr. H. H. JUYNBOLL di tahun 1911 memasukkan lontar ini dalam katalog JAVAANSCHE EN MADOEREESCHE HANDSCHRIFTEN DER LEIDSCHE UNIVERSITEITS-BIBLIOTHEEK, Deel II diterbitkan oleh E.J. BRILL LEIDEN — 1911.

Dalam buku Juynboll ini terdapat sedikit kesalahan pembalikan tahun śaka terkait tahun penulisan lontar USANA BALI. “Bwat Bali Wangśa Prabhu” semestinya dikonversi menjadi 1411 Śaka atau 1478 Masehi, inilah secara tradisional disebutkan sebagai tahun penulisan USANA BALI oleh DANGHYANG NIRARTHA.

Dari informasi WAWATEKAN ini kita mendapat dua informasi penting terkait DANGHYANG NIRARTA: 1). Penulisan Kakawin Usana Bali, yang merupakan salah satu rujukan utama sejarah ditulis tahun 1478 Masehi oleh Danghyang Nirartha; 2). Diperkirakan tahun ini adalah tahun kedatangan Danghyang Nirartha di Bali.

Isi WAWATEKAN yang lain adalah informasi bahwa:

— Kakawin Ramayana ditulis Mpu Yogisśwara dengan candrasangkana: “sasti jana śuddha manah” = 1016 Śaka (1094 Masehi).

— Kakawin Bhomakawya ditulis oleh Mpu Bradah dengan candrasangkana: “sangang awak kilangö murti” = 1019 Śaka (1097 Masehi).

— Kakawin Sumanasantaka oleh Mpu Monaguna dengan candrasangkana: “sśuddha wrtta wara hira” = 1020 Śaka (1098 Masehi).

— Kakawin Smaradahana oleh Mpu Dharmaja dengan candrasangkana: “janangrengö windu wacana” = 1021 Śaka (1099 Masehi).

— Kakawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa dengan candrasangkana: “nayakangrengö windu wong” = 1022 Śaka (1100 Masehi).

— Kakawin Arjunawijaya oleh Mpu Tantular dengan candrasangkana: “hato tuna gura wak” = 1031 Śaka (1109 Masehi).

— Kakawin Krsnayana oleh Mpu Triguna dengan candrasangkana: “wak warna nanira” = 1041 Śaka (1119 Masehi).

— Kakawin Lubdhaka oleh Mpu Tanakung dengan candrasangkana: “nora prapanca pětěng hati”

1050 Śaka (1128 Masehi).

— Kakawin Ghatotkacasśraya oleh Mpu Panulung dengan candrasangkana: “iku tuna rasa wak” = 1061 Śaka (1139 Masehi).

— Kakawin Parthayajna oleh Mpu Widyatmaka dengan candrasangkana: “hěnu wiku ngambare lemah” = 1075 Śaka (1153 Masehi).

— Kakawin Bharatayuddha dengan candrasangkana: “sanga kuda sśuddha candrama” = 1079 Śaka (1157 Masehi).

— Kakawin Usana Bali oleh DH Nirartha dengan candrasangkana: “bwat bali wangśa prabhu” = 1411 Śaka (1478 Masehi).

Setelah kemerdekaan, muncul banyak sarjana Kawi yang mempelajari lontar-lontar Kawi, diantaranya Prof Poerbotjoroko yang punya opini lain tentang tahun penulisan Kakawin Ramayana, yang memperkirakan penulisannya jauh sebelum 1016 Śaka (1094 Masehi), diperkirakan pada abad 9 Masehi.

Demikian juga Kakawin Siwaratrikalpa atau Lubdhaka, karya Mpu Tanakung, oleh para peneliti belakangan meragukan penulisannya yang bertahun 1050 Śaka (1128 Masehi).  Prof Zoetmulder memperkirakan kakawin ini ditulis pada pertengahan abad ke-15.

Nama penyair Mpu Tanakung sebagai pengarang Kakawin Śiwaratrikalpa muncul dari pupuh ke tiga puluh delapan. Menurut tradisi Bali, Mpu Tanakung adalah saudara Dharmaja, penulis Smaradahana, yang mana kakawin ini diperkirakan disusun pada masa pemerintahan Kamesvara. Jika Mpu Tanakung identik dengan penulis Vrttasancaya, maka masa kehidupannya adalah pada seperempat kedua abad ke-12 M, ketika kakawin dari Dharmaja disusun. Kembali ke lontar Wewatekan, Kakawin Śiwarātrikalpa disusun pada tahun 1128 M, pada masa pemerintahan Kamesvara I. Demikian informasi yang terkandung dalam WAWATEKAN terkait Mpu Tanakung.

Disamping Lontar WAWATEKAN, lontar penting yang memuat tahun-tahun peristiwa di Bali masa kerajaan Bali adalah BABAD GUMI (disimpan dalam Gedong Kirtya dengan nomor 808).

Informasi peristiwa dan tahun era kerajaan Bali bisa dibaca dan diperbandingkan antar satu naskah, sebagaimana yang tertera dalam Babad Blabatuh (lihat tulis Berg, 1932), Babad Buleleng (bac disertasi/buku Worsley, 1972), Babad Dalem (silahkan periksa karangan Warna, 1986), Babad Dalem Bodakeling (HKS, 3837), Babad Pambancangah Dalem (Museum Bali 5165), Candrasangkala (HKS 2852; HKS 3630). [T]

Lontar Pajak Tanah
Catatan Harian Sugi Lanus: Stempel Bodoh Orang Bali
Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar
Tags: bahasa jawa kunobahasa kawibalihindulontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati

Next Post

Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Ketut Sari, Penari Joged Sinabun: Menari untuk Biaya Merawat Orang Tua yang Sakit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co