22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wanita Hebat Itu Megawati Soekarno Putri

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 23, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

MEGAWATI Soekarnoputri, adalah figur yang menjelma sebagai wanita hebat dalam sejarah Indonesia. Dikenal sebagai Presiden kelima Indonesia, dan perjalanan karirnya menandai kontribusi luar biasa seorang wanita dalam dunia politik yang seringkali didominasi oleh laki- laki.

Lahir pada 23 Januari 1947, Megawati memiliki latar belakang keluarga yang kaya akan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Putri dari Soekarno, Presiden pertama Indonesia, Megawati tumbuh dalam bayang-bayang revolusi dan ketahanan nasional. Dedikasinya untuk meneruskan perjuangan ayahnya menjadi salah satu pendorong utama kesuksesannya.

Megawati memulai kiprahnya di dunia politik pada awal 1980-an dan secara bertahap menanjak melalui berbagai posisi dalam partai politik. Namun, puncak karirnya adalah ketika ia terpilih sebagai Presiden Indonesia pada tahun 2001, menjadi wanita pertama yang menduduki posisi tertinggi di negara ini. Kepemimpinannya di tengah dinamika politik dan ekonomi membuatnya diakui sebagai pemimpin yang tegas dan berkomitmen pada kepentingan rakyat.

Sebagai presiden, Megawati fokus pada peningkatan stabilitas ekonomi, penanggulangan kemiskinan, dan pemberdayaan perempuan. Keberhasilannya dalam menangani krisis ekonomi pada masa pemerintahannya mencerminkan kebijakan yang cermat dan keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan.

Dalam sejarahnya, Megawati juga dikenal sebagai perawat setia konsep “Bhinneka Tunggal Ika” yang menekankan pentingnya keragaman dalam kesatuan. Ide ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dan persatuan, mewakili semangat Indonesia yang beraneka ragam.

Meskipun masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada tahun 2004, peran Megawati dalam memimpin dan membentuk arah politik Indonesia tetap memberikan dampak positif. Sebagai wanita hebat, Megawati Soekarnoputri menginspirasi generasi penerusnya untuk bermimpi lebih besar dan memperjuangkan hak-hak mereka dalam panggung politik.

Sikap kenegarawanan dari seorang Ibu Mega patut dicontoh oleh semua anak bangsa, khususnya para pemimpin pemangku kebijakan. Saat 2014, Beliau merekomendasikan Joko Widodo untuk menjadi presiden, bukan merekomendasi diri Ibu Mega sendiri untuk menjadi capres saat itu. Begitu juga saat ini dalam Pemilu 2024, Ibu Mega dengan sikap kenegarawanannya memberikan rekomendasi kepada Ganjar Pranowo bukan pada anaknya yaitu Puan Maharani.

Beberapa kali Ibu Mega memberi arahan kepada kader PDI Perjuangan saya simak, saya selaku kader anak ideologi Beliau merasa tidak saja nilai-nilai nasionalisme yang diajarkan tapi juga nilai spiritualisme yang saya dapatkan dari arahan atau pidato Beliau.

Dalam memberi arahan kepada kader-kadernya atau anak-anaknya, selalu menekankan pentingnya untuk selalu turun ke rakyat, dekat dengan rakyat dan selalu peduli dengan rakyat. Bagi saya ini memiliki nilai spirit yang sangat luar biasa, ada pernyataan dengan bahasa latin vox populi vox dei yang berarti suara rakyat suara Tuhan. Dan kita selaku kader senantiasa diingatkan untuk selalu ingat rakyat, ingat rakyat, ingat rakyat yang bagi saya memaknai agar selalu anaknya para kader ingat dengan Tuhan.

Spirit inilah yang mengajarkan kita bahwa tuan kita adalah rakyat, dan sejatinya kita lahir sebagai manusia adalah pelayan, yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melayani Tuhan, Tuhan dalam arti sempit ya rakyat itu.

Kecintaan Ibu Mega terhadap tanaman, ini mengajarkan kita senantiasa kita harus menyatu, menyayangi dan hamonis terhadap alam yang sudah memberi segalanya untuk kehidupan kita. Nilai nilai seperti ini yang ada pada ajaran agama Hindu yaitu Tri Hita Karana, tiga penyebab kebahagiaan yaitu Tuhan, Manusia dan lingkungan atau alam semesta.

Melalui kepemimpinan seorang Ibu Mega, PDI Perjuangan telah diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai nasionalisme, tapi juga diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai spiritualisme, sehingga tdak berlebihan kalau saya berpendapat bahwa PDI Perjuangan menjadi partai nasionalis yang religius.

Memang seorang ibu kadang-kadang marah, keras dan sebagainya, tapi keyakinan saya justru karena sayang seorang ibu akan berbuat seperti itu kepada anaknya. Teringat dengan ibu yang melahirkan saya, seorang ibu yang hanya tamat SLTP, tidak bekerja, tapi dalam mendidik anak- anaknya sangat keras, penuh kedisiplinan dan dengan didikan yang keras dan disiplin itulah menjadikan saya seperti ini, keras dan disiplin itulah bentuk kasih sayang dari seorang ibu.

Agama apapun memiliki pandangan yang sama terhadap nilai ibu (perempuan) bahwasannya nilai seorang Ibu (perempuan) jika dihormati, dimuliakan, dicintai, dijaga dan dibahagiakan maka di tempat itu kebahagiaan, kemakmuran, kedamaian dan rejeki akan datang tanpa henti.

Dan di dalam organisasi politik, saya sangat bangga karena hanya PDIP partai yang mempercayai kepemimpinan dan menghormati perempuan. Mungkin inilah rahasia kunci mengapa PDIP mampu memenangkan berkali-kali pemilu sejak reformasi. Malah mampu menumbangkan rezim otoriter Orde Baru. Dan dari rahim PDIP telah banyak melahirkan pemimpin serta kader yang tegak lurus terhadap 4 pilar kebangsaan.

Sebagai rasa hormat dan bhakti saya sebagai anak ideologi Ibu Mega ijinkan saya mengucapkan selamat hari ulang tahun Ibu Megawati Sukarno Putri yang ke 77, hanya ucapan selamat yang disertai dengan doa semoga Ibu senantiasa diberi kesehatan, panjang umur dan bahagia selalu, tetaplah menjadi Ibu Bangsa, Ibu untuk kita semua rakyat Indonesia. [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati
Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru
Tags: ibuMegawati Soekarno PutriPDIPPerempuanPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SULUH TULIS #3 : Pentas Karya Mahasiswa di SMIK Sukasada

Next Post

Juru Gender dan Guru Dalang

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Juru Gender dan Guru Dalang

Juru Gender dan Guru Dalang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co