14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wanita Hebat Itu Megawati Soekarno Putri

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 23, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

MEGAWATI Soekarnoputri, adalah figur yang menjelma sebagai wanita hebat dalam sejarah Indonesia. Dikenal sebagai Presiden kelima Indonesia, dan perjalanan karirnya menandai kontribusi luar biasa seorang wanita dalam dunia politik yang seringkali didominasi oleh laki- laki.

Lahir pada 23 Januari 1947, Megawati memiliki latar belakang keluarga yang kaya akan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Putri dari Soekarno, Presiden pertama Indonesia, Megawati tumbuh dalam bayang-bayang revolusi dan ketahanan nasional. Dedikasinya untuk meneruskan perjuangan ayahnya menjadi salah satu pendorong utama kesuksesannya.

Megawati memulai kiprahnya di dunia politik pada awal 1980-an dan secara bertahap menanjak melalui berbagai posisi dalam partai politik. Namun, puncak karirnya adalah ketika ia terpilih sebagai Presiden Indonesia pada tahun 2001, menjadi wanita pertama yang menduduki posisi tertinggi di negara ini. Kepemimpinannya di tengah dinamika politik dan ekonomi membuatnya diakui sebagai pemimpin yang tegas dan berkomitmen pada kepentingan rakyat.

Sebagai presiden, Megawati fokus pada peningkatan stabilitas ekonomi, penanggulangan kemiskinan, dan pemberdayaan perempuan. Keberhasilannya dalam menangani krisis ekonomi pada masa pemerintahannya mencerminkan kebijakan yang cermat dan keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan.

Dalam sejarahnya, Megawati juga dikenal sebagai perawat setia konsep “Bhinneka Tunggal Ika” yang menekankan pentingnya keragaman dalam kesatuan. Ide ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dan persatuan, mewakili semangat Indonesia yang beraneka ragam.

Meskipun masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada tahun 2004, peran Megawati dalam memimpin dan membentuk arah politik Indonesia tetap memberikan dampak positif. Sebagai wanita hebat, Megawati Soekarnoputri menginspirasi generasi penerusnya untuk bermimpi lebih besar dan memperjuangkan hak-hak mereka dalam panggung politik.

Sikap kenegarawanan dari seorang Ibu Mega patut dicontoh oleh semua anak bangsa, khususnya para pemimpin pemangku kebijakan. Saat 2014, Beliau merekomendasikan Joko Widodo untuk menjadi presiden, bukan merekomendasi diri Ibu Mega sendiri untuk menjadi capres saat itu. Begitu juga saat ini dalam Pemilu 2024, Ibu Mega dengan sikap kenegarawanannya memberikan rekomendasi kepada Ganjar Pranowo bukan pada anaknya yaitu Puan Maharani.

Beberapa kali Ibu Mega memberi arahan kepada kader PDI Perjuangan saya simak, saya selaku kader anak ideologi Beliau merasa tidak saja nilai-nilai nasionalisme yang diajarkan tapi juga nilai spiritualisme yang saya dapatkan dari arahan atau pidato Beliau.

Dalam memberi arahan kepada kader-kadernya atau anak-anaknya, selalu menekankan pentingnya untuk selalu turun ke rakyat, dekat dengan rakyat dan selalu peduli dengan rakyat. Bagi saya ini memiliki nilai spirit yang sangat luar biasa, ada pernyataan dengan bahasa latin vox populi vox dei yang berarti suara rakyat suara Tuhan. Dan kita selaku kader senantiasa diingatkan untuk selalu ingat rakyat, ingat rakyat, ingat rakyat yang bagi saya memaknai agar selalu anaknya para kader ingat dengan Tuhan.

Spirit inilah yang mengajarkan kita bahwa tuan kita adalah rakyat, dan sejatinya kita lahir sebagai manusia adalah pelayan, yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melayani Tuhan, Tuhan dalam arti sempit ya rakyat itu.

Kecintaan Ibu Mega terhadap tanaman, ini mengajarkan kita senantiasa kita harus menyatu, menyayangi dan hamonis terhadap alam yang sudah memberi segalanya untuk kehidupan kita. Nilai nilai seperti ini yang ada pada ajaran agama Hindu yaitu Tri Hita Karana, tiga penyebab kebahagiaan yaitu Tuhan, Manusia dan lingkungan atau alam semesta.

Melalui kepemimpinan seorang Ibu Mega, PDI Perjuangan telah diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai nasionalisme, tapi juga diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai spiritualisme, sehingga tdak berlebihan kalau saya berpendapat bahwa PDI Perjuangan menjadi partai nasionalis yang religius.

Memang seorang ibu kadang-kadang marah, keras dan sebagainya, tapi keyakinan saya justru karena sayang seorang ibu akan berbuat seperti itu kepada anaknya. Teringat dengan ibu yang melahirkan saya, seorang ibu yang hanya tamat SLTP, tidak bekerja, tapi dalam mendidik anak- anaknya sangat keras, penuh kedisiplinan dan dengan didikan yang keras dan disiplin itulah menjadikan saya seperti ini, keras dan disiplin itulah bentuk kasih sayang dari seorang ibu.

Agama apapun memiliki pandangan yang sama terhadap nilai ibu (perempuan) bahwasannya nilai seorang Ibu (perempuan) jika dihormati, dimuliakan, dicintai, dijaga dan dibahagiakan maka di tempat itu kebahagiaan, kemakmuran, kedamaian dan rejeki akan datang tanpa henti.

Dan di dalam organisasi politik, saya sangat bangga karena hanya PDIP partai yang mempercayai kepemimpinan dan menghormati perempuan. Mungkin inilah rahasia kunci mengapa PDIP mampu memenangkan berkali-kali pemilu sejak reformasi. Malah mampu menumbangkan rezim otoriter Orde Baru. Dan dari rahim PDIP telah banyak melahirkan pemimpin serta kader yang tegak lurus terhadap 4 pilar kebangsaan.

Sebagai rasa hormat dan bhakti saya sebagai anak ideologi Ibu Mega ijinkan saya mengucapkan selamat hari ulang tahun Ibu Megawati Sukarno Putri yang ke 77, hanya ucapan selamat yang disertai dengan doa semoga Ibu senantiasa diberi kesehatan, panjang umur dan bahagia selalu, tetaplah menjadi Ibu Bangsa, Ibu untuk kita semua rakyat Indonesia. [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati
Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru
Tags: ibuMegawati Soekarno PutriPDIPPerempuanPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SULUH TULIS #3 : Pentas Karya Mahasiswa di SMIK Sukasada

Next Post

Juru Gender dan Guru Dalang

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Juru Gender dan Guru Dalang

Juru Gender dan Guru Dalang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co