2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 6, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

DALAM KEHIDUPAN INI, wanita punya peran ganda, dan itu tidak dimiliki laki-laki. Apa itu?  Peran sebagai istri dan peran sebagai ibu.

Peran sebagai istri jelas sangat penting, karena istri bisa bertindak sebagai penyokong keberhasilan atau kesuksesan sang suami. Ada pernyataan: “Di balik kesuksesan suami, ada seorang istri yang setia mendampingi.”  Jadi, berpendidikan atau tidak, istri tetap punya peran sangat besar untuk suksesnya seorang suami.

Begitu juga peran sebagai ibu. Ini bahkan sangat luar biasa. Peran yang tidak bisa tergantikan oleh siapa pun. Ibu itu mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan serta membesarkan, dan mendidik anak-anaknya.

Peran seorang ibu inilah yang menjadi peran utama sebagai dasar atau pondasi kehidupan dari seorang anak hingga ke masa depan. Ada pernyataan untuk hal ini: “Sekolah pertama anak ada dalam kandungan ibunya dan guru pertama dari seorang anak adalah ibunya.”

Peran inilah yang menyebabkan seorang ibu sangat menentukan masa depan sang anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahap awal di dalam kandungan tidak semata pertumbuhan dan perkembangan fisik saja, melainkan juga psikologis. Perkembangan psikologis merupakan bagian dari karakter anak yang dibentuk semenjak dalam kandungan. Dan, yang jelas, perkembangan psikologis itu secara langsung dipengaruhi oleh kondisi ibu saat hamil.

Bahkan kondisi ibu saat “membuat” anak pun dikatakan berpengaruh. Seperti cerita kelahiran Drestarata, Pandu dan Widura dalam epos besar Mahabharata.

Ketika Ambika memejamkan matanya saat berhubungan badan karena takut melihat rupa dari Bagawan Abhyasa, maka lahirlah Drestarata yang buta. Begitu juga saat Dewi Ambalika dengan wajah pucat karena ketakutan melihat Bagawan Abhyasa saat berhubungan, maka lahirlah Pandu dengan kondisi lemah, pucat dan sakit-sakitan.

Dan terakhir karena Dewi Ambalika tidak ingin anak berikutnya lahir seperti kakak-kakaknya sebelumnya, maka dengan suka cita, senang dan bahagia menerima Bagawan Abhyasa, maka lahirlah Widura yang gagah, bagus rupanya, suci hatinya dan setia kepada dharma.

Saat hamil pun, kondisi ibu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anaknya, karena sejatinya apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan ibunya direkam oleh anak yang masih di dalam kandungan.

Di dalam cerita Mahabharata, suatu kali  Arjuna berdiskusi dengan Krisna. Mereka membicarakan masalah strategi melawan Korawa. Saat itu Krisna mengetahui bahwa Korawa akan menggunakan strategi formasi cakra wahyu dalam peperangan.

Saat mereka berdiskusi, ikutlah nimbrung Dewi Subadra, istri Arjuna yang sedang hamil. Dewi Subadra mendengar diskusi itu. Sang bayi, Abimanyu yang masih dalam kandungan juga ikut mendengarkannya.  

Tapi sayangnya, Dewi Subadya tak mendengar diskusi itu sampai tuntas, karena pada bagian tertentu Dewi Subadra tertidur.

Bagian diskusi yang didengar adalah adalah tentang bagaimana cara masuk ke dalam formasi cakra wahyu. Dan bagian yang tak didengar oleh Dewi Subadra adalah bagian tentang bagaimana cara keluar dari cengkraman cakra wahyu.

Ketika Abimanyu lahir dan tumbuh menjadi remaja yang gagah perkasa, ia ikut maju ke medan perang. Saat itu hanya Abimanyu yang mampu menerobos formasi cakra wahyu. Saat itu Korawa kewalahan menghadapi Abimanyu.  

Namun saat keluar dari cengkraman cakra wahyu, Abimanyu tidak tahu bagaimana caranya bisa keluar, dan akhirnya Abimanyu terbunuh dalam perang itu.

Dalam cerita itu sangat jelas maknanya, bahwa Abimanyu yang masih dalam kandungan bisa dipengaruhi oleh apa-apa yang terjadi di luar kandungan.  

Begitu juga saat seorang ibu melahirkan. Itu perjuangan luar biasa. Dan dalam perjuangan itu, atau di dalam proses melahirkan itu, sejatinya sang anak juga sedang berjuang pula melalui jalan yang sempit untuk bisa hidup dan ini pun sangat mempengaruhi karakter anak ke depannya.

Dalam salah satu buku Kanda Pat dikatakan, bahwa anak itu terbentuk dari pertemuan kama pethak (sperma) yang dibawa oleh Hyang Bapa Akasa dengan kama bang (ovum) yang dibawa oleh Hyang Ibu Pertiwi. Sang Hyang Ibu Pertiwi-lah yang membentuk fisik anak itu, sedangkan Sang Hyang Bapa Akasa memberi kehidupan atau jiwa.

Dalam pembentukan fisik serta karakter anak, jelas peran ibu sangat utama atau berperan secara langsung, sedangkan bapak dan lingkungan luar, berperan secara tidak langsung .

Seorang ibu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk karakter anak, terutama dalam hal moral dan nilai-nilai kehidupan. Semenjak kehamilan, kelahiran dan setelah anak lahir, ibu menjadi orang pertama yang memberikan kasih sayang, perhatian dan perlindungan pada anak. Ibu juga menjadi teladan dalam perilaku dan cara berbicara, sehingga anak akan meniru pola-pola perilaku dan bahasa yang dipelajari dari ibunya.

Selain itu, seorang ibu juga bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan awal pada anak, baik itu dalam kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Ibu harus mampu memberikan pengajaran dan pengalaman-pengalaman yang positif pada anak, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berkualitas.

Seorang ibu juga harus mampu membentuk karakter anak dengan memberikan contoh-contoh yang baik, seperti kejujuran, kebersihan, kedisiplinan dan sikap tanggung jawab. Ibu juga harus mampu memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pada anak, sehingga anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini sangat penting dalam membentuk rasa percaya diri dan kepribadian yang kuat.

Selain itu seorang ibu juga harus mampu memberikan dorongan dan motivasi pada anak untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Ibu harus mampu mengidentifikasi bakat dan minat anak, dan memberikan dukungan pada anak untuk mengembangkan bakat tersebut.

Dalam membentuk karakter anak, ibu juga harus mampu memberikan pengarahan dan arahan yang jelas pada anak, terutama dalam hal prilaku yang baik dan buruk. Ibu harus mampu memberikan batasan dan aturan yang jelas pada anak, sehingga anak tumbuh dengan disiplin dan memiliki nilai-nilai yang baik.

Dalam kesimpulannya, peran wanita terutama sebagai ibu, sangatlah penting dalam membentuk karakter anak. Dan karakter anak sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa dan negara.

Begitu besar peran seorang ibu dalam pembentukan karakter seorang anak, namun ketika anaknya berhasil dan sukses, seringkali justru nama bapaknya yang muncul atau dihargai, tapi nama ibunya tidak muncul.

Sering dalam dunia pendidikan kita dengar ketika ada anak yang berprestasi, dan pertanyaan akan muncul “anaknya siapa itu”, dan jawaban yang sering kita dengar adalah nama bapaknya, bukan ibunya. Dan harus diingat sehebat-hebat seorang ayah, tidak akan bisa menggantikan sosok seorang ibu bagi anak-anaknya. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Saya Pernah Gagal, dan Itu Berkah
Tags: anak-anakDokter Caputibukarakter anakPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji

Next Post

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co