29 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 6, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

DALAM KEHIDUPAN INI, wanita punya peran ganda, dan itu tidak dimiliki laki-laki. Apa itu?  Peran sebagai istri dan peran sebagai ibu.

Peran sebagai istri jelas sangat penting, karena istri bisa bertindak sebagai penyokong keberhasilan atau kesuksesan sang suami. Ada pernyataan: “Di balik kesuksesan suami, ada seorang istri yang setia mendampingi.”  Jadi, berpendidikan atau tidak, istri tetap punya peran sangat besar untuk suksesnya seorang suami.

Begitu juga peran sebagai ibu. Ini bahkan sangat luar biasa. Peran yang tidak bisa tergantikan oleh siapa pun. Ibu itu mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan serta membesarkan, dan mendidik anak-anaknya.

Peran seorang ibu inilah yang menjadi peran utama sebagai dasar atau pondasi kehidupan dari seorang anak hingga ke masa depan. Ada pernyataan untuk hal ini: “Sekolah pertama anak ada dalam kandungan ibunya dan guru pertama dari seorang anak adalah ibunya.”

Peran inilah yang menyebabkan seorang ibu sangat menentukan masa depan sang anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahap awal di dalam kandungan tidak semata pertumbuhan dan perkembangan fisik saja, melainkan juga psikologis. Perkembangan psikologis merupakan bagian dari karakter anak yang dibentuk semenjak dalam kandungan. Dan, yang jelas, perkembangan psikologis itu secara langsung dipengaruhi oleh kondisi ibu saat hamil.

Bahkan kondisi ibu saat “membuat” anak pun dikatakan berpengaruh. Seperti cerita kelahiran Drestarata, Pandu dan Widura dalam epos besar Mahabharata.

Ketika Ambika memejamkan matanya saat berhubungan badan karena takut melihat rupa dari Bagawan Abhyasa, maka lahirlah Drestarata yang buta. Begitu juga saat Dewi Ambalika dengan wajah pucat karena ketakutan melihat Bagawan Abhyasa saat berhubungan, maka lahirlah Pandu dengan kondisi lemah, pucat dan sakit-sakitan.

Dan terakhir karena Dewi Ambalika tidak ingin anak berikutnya lahir seperti kakak-kakaknya sebelumnya, maka dengan suka cita, senang dan bahagia menerima Bagawan Abhyasa, maka lahirlah Widura yang gagah, bagus rupanya, suci hatinya dan setia kepada dharma.

Saat hamil pun, kondisi ibu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anaknya, karena sejatinya apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan ibunya direkam oleh anak yang masih di dalam kandungan.

Di dalam cerita Mahabharata, suatu kali  Arjuna berdiskusi dengan Krisna. Mereka membicarakan masalah strategi melawan Korawa. Saat itu Krisna mengetahui bahwa Korawa akan menggunakan strategi formasi cakra wahyu dalam peperangan.

Saat mereka berdiskusi, ikutlah nimbrung Dewi Subadra, istri Arjuna yang sedang hamil. Dewi Subadra mendengar diskusi itu. Sang bayi, Abimanyu yang masih dalam kandungan juga ikut mendengarkannya.  

Tapi sayangnya, Dewi Subadya tak mendengar diskusi itu sampai tuntas, karena pada bagian tertentu Dewi Subadra tertidur.

Bagian diskusi yang didengar adalah adalah tentang bagaimana cara masuk ke dalam formasi cakra wahyu. Dan bagian yang tak didengar oleh Dewi Subadra adalah bagian tentang bagaimana cara keluar dari cengkraman cakra wahyu.

Ketika Abimanyu lahir dan tumbuh menjadi remaja yang gagah perkasa, ia ikut maju ke medan perang. Saat itu hanya Abimanyu yang mampu menerobos formasi cakra wahyu. Saat itu Korawa kewalahan menghadapi Abimanyu.  

Namun saat keluar dari cengkraman cakra wahyu, Abimanyu tidak tahu bagaimana caranya bisa keluar, dan akhirnya Abimanyu terbunuh dalam perang itu.

Dalam cerita itu sangat jelas maknanya, bahwa Abimanyu yang masih dalam kandungan bisa dipengaruhi oleh apa-apa yang terjadi di luar kandungan.  

Begitu juga saat seorang ibu melahirkan. Itu perjuangan luar biasa. Dan dalam perjuangan itu, atau di dalam proses melahirkan itu, sejatinya sang anak juga sedang berjuang pula melalui jalan yang sempit untuk bisa hidup dan ini pun sangat mempengaruhi karakter anak ke depannya.

Dalam salah satu buku Kanda Pat dikatakan, bahwa anak itu terbentuk dari pertemuan kama pethak (sperma) yang dibawa oleh Hyang Bapa Akasa dengan kama bang (ovum) yang dibawa oleh Hyang Ibu Pertiwi. Sang Hyang Ibu Pertiwi-lah yang membentuk fisik anak itu, sedangkan Sang Hyang Bapa Akasa memberi kehidupan atau jiwa.

Dalam pembentukan fisik serta karakter anak, jelas peran ibu sangat utama atau berperan secara langsung, sedangkan bapak dan lingkungan luar, berperan secara tidak langsung .

Seorang ibu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk karakter anak, terutama dalam hal moral dan nilai-nilai kehidupan. Semenjak kehamilan, kelahiran dan setelah anak lahir, ibu menjadi orang pertama yang memberikan kasih sayang, perhatian dan perlindungan pada anak. Ibu juga menjadi teladan dalam perilaku dan cara berbicara, sehingga anak akan meniru pola-pola perilaku dan bahasa yang dipelajari dari ibunya.

Selain itu, seorang ibu juga bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan awal pada anak, baik itu dalam kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Ibu harus mampu memberikan pengajaran dan pengalaman-pengalaman yang positif pada anak, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berkualitas.

Seorang ibu juga harus mampu membentuk karakter anak dengan memberikan contoh-contoh yang baik, seperti kejujuran, kebersihan, kedisiplinan dan sikap tanggung jawab. Ibu juga harus mampu memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pada anak, sehingga anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini sangat penting dalam membentuk rasa percaya diri dan kepribadian yang kuat.

Selain itu seorang ibu juga harus mampu memberikan dorongan dan motivasi pada anak untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Ibu harus mampu mengidentifikasi bakat dan minat anak, dan memberikan dukungan pada anak untuk mengembangkan bakat tersebut.

Dalam membentuk karakter anak, ibu juga harus mampu memberikan pengarahan dan arahan yang jelas pada anak, terutama dalam hal prilaku yang baik dan buruk. Ibu harus mampu memberikan batasan dan aturan yang jelas pada anak, sehingga anak tumbuh dengan disiplin dan memiliki nilai-nilai yang baik.

Dalam kesimpulannya, peran wanita terutama sebagai ibu, sangatlah penting dalam membentuk karakter anak. Dan karakter anak sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa dan negara.

Begitu besar peran seorang ibu dalam pembentukan karakter seorang anak, namun ketika anaknya berhasil dan sukses, seringkali justru nama bapaknya yang muncul atau dihargai, tapi nama ibunya tidak muncul.

Sering dalam dunia pendidikan kita dengar ketika ada anak yang berprestasi, dan pertanyaan akan muncul “anaknya siapa itu”, dan jawaban yang sering kita dengar adalah nama bapaknya, bukan ibunya. Dan harus diingat sehebat-hebat seorang ayah, tidak akan bisa menggantikan sosok seorang ibu bagi anak-anaknya. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Saya Pernah Gagal, dan Itu Berkah
Tags: anak-anakDokter Caputibukarakter anakPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji

Next Post

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
0
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

Read moreDetails

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

by Angga Wijaya
April 28, 2026
0
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

Read moreDetails

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails
Next Post
Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan
Esai

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi
Esai

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

by Angga Wijaya
April 28, 2026
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co