12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Cherik Ayyash by Cherik Ayyash
March 6, 2023
in Esai
Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Ilustrasi foto dari penulis

O iya, Ndul, kemarin saat dirimu menyampaikan masalahmu, responku hanya tertawa. Selanjutnya dirimu marah, kesal dan semacamnya. Mencoba untuk menjauh dan aku hanya bilang, “Silahkan, tapi kalau sudah cukup waktumu meluapkan emosimu bilang-bilang ya!”

Hey, Ndul. Bukan maksud meremehkan, menganggap enteng masalahmu. Membiarkanmu berjarak padaku, bukan berarti aku tidak peduli. Aku hanya memberikan ruang meluapkan ekspresimu. Tapi baiklah jika dengan berjarak-mu itu adalah respon terbaik untukku, tidak masalah.

Jika akhirnya kamu pergi dan menghilang, berarti tugasku untuk berkenalan dan berproses denganmu telah selesai. Sesimpel itu, Ndul.

Aku sudah mafhum, manusia akan berkumpul dengan yang punya ide dan visi yang sama to? Manusia akan datang dan pergi sesuai selera masing-masing to? Tidak ada kapasitasku untuk menahan, memaksa tidak pergi, Ndul. Berarti ‘bahan’ untuk berbagi dariku mungkin sudah habis, tidak memenuhi kebutuhanmu. Dirimu akan pergi mencari ‘bahan’ yang dirimu perlukan untuk proses tumbuh-mu. Betul begitu to, Ndul?

Ndul, saat dirimu berkeluh kesah masalahmu dan responku tertawa, ada dua makna, Ndul.

Pertama, kisahmu menarik. Kok menarik to? Pertanyaanmu akan begitu kan? Begini, Ndul, Tuhan sedang punya maksud apa atas dirimu, Ndul, hingga Tuhan pilih dirimu untuk menghadapi masalah itu? Dirimu akan diberi apa sama Tuhan, saat dirimu mampu menyelesaikan masalah, pastinya dirimu akan diberi reward sama Tuhan.

Dirimu sedang diproyeksikan sama Tuhan untuk naik satu level lagi, bukan begitu, Ndul?

Aku tertawa bahagia sekaligus iri, Ndul.Pastinya Tuhan tidak akan memberikan masalah pada pundak yang salah to? Selain itu, Ndul, masalah yang datang padamu, mungkin Tuhan sedang ingin menyapamu to? Kkangen denganmu, Ndul. Mungkin baiknya saat aku tertawa, dirimu juga ikut tertawa, Ndul, sembari jumawa, ‘merasa’ lebih besar atas masalah yang sedang dirimu hadapi.

Dirimu punya bekingan Tuhan atas masalah yang dirimu hadapi dari Tuhan. Artinya dirimu akan mampu melewati masalah itu. Gimana ndul, jika demikian menarik bukan?

Dan kedua, Ndul. Mengapa dirimu malah bercerita masalahmu kepadaku, Ndul? Terkadang, tidak selesai juga masalah yang dirimu sampaikan kepadaku. Aku tidak cukup mampu untuk menyelesaikan masalahmu, Ndul. Aku heran, Ndul, Tuhan sedang punya maksud apa, hingga dirimu dengan masalah yang begitu besar (versimu) datang padaku. Ha? Coba, kasih tahu, Ndul. Tuhan sedang punya maksud apa kepadaku?

Bercerita kepadaku, mungkin dirimu hanya membutuhkan tempat untuk membuang beban. Hanya sekadar melampiaskan emosi yang dirimu rasakan. Dirimu butuh pegangan, mencari manusia di pihakmu untuk tetap stabil. Dan akhirnya aku meluangkan waktu untuk menjadi tempat nyamanmu berbagi kisah.

Aku tidak masalah, Ndul, dijadikan ‘tempat pembuangan’ kisahmu, tapi aku berpikir serius lhoo, Ndul. Tuhan sedang punya maksud apa dalam kisah yang tersampaikan kepadaku. Atau, jangan-jangan Tuhan menyapaku lewat dirimu yang datang kepadaku ya, Ndul?

Begini Ndul. Saat dirimu berbagi kisah kepadaku, artinya aku sedang diberi pelajaran tanpa harus mengalami. Aku menjadi orang ketiga dari pengalamanmu, Ndul. Meskipun aku sudah banyak merasakan asam garam kehidupan. Tapi masih saja ada yang belum tercicipi. Eh ini, dirimu malah sudah mencicipi asam garam kehidupan yang belum aku cicipi.

Bagaimana mungkin aku tidak overthinking untuk memikirkan, Tuhan sedang mau tunjukkan apa kepadaku, bukankah begitu, Ndul?

Ya kurang lebih begitu, Ndul. Obrolan kita beberapa waktu lalu membahas sesuatu yang esensial, tidak mungkin aku akan merespon tertawa pada sembarang orang.

Menurutku merespon dengan tertawa bentuk keakraban, mengajakmu dalam mencari sudut pandang yang lain, berselancar dalam gelombang masalah. Aku mendapatkan pelajaran itu dari pelatih fulsalku, saat tim kami tertinggal 0-3 di babak pertama dalam sebuah tournament.

Kami tidak dimarahi oleh pelatih. Tapi kami dipaksa tertawa, Ndul. Mengherankan memang. Akhirnya kami tertawa terbahak-bahak lepas, melepas beban makian hinaan dari suporter dan beban fikir. Alhasil dibabak kedua, kami mampu melewati babak kedua dengan menyenangkan. Mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Itu pelajaran penting, Ndul, bagiku.

Atau begini saja, Ndul. Jika dengan tertawa membuatmu tersinggung, coba ajarkan aku untuk bersikap lebih sopan. Setidaknya terlihat bersimpati, atau bersikap formalitas yang diterapkan kebanyakan orang. Tapi jangan memaksa. Bagaimana, Ndul? [T]

Bagaimana Cara Menjaga Hal Baik yang Sudah Melekat? | Pesan Kepada Ndul…
Memilih Jakarta, Kedua Kalinya
Tags: filosofirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 

Next Post

Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!

Cherik Ayyash

Cherik Ayyash

Saat ini masih terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus di Surakarta. Memiliki hobi membaca, menulis dan berdiskusi tentang berbagai hal. Menjalankan rutinitas hobi sebagai bentuk belajar memahami rumusan alam dan karakteristik manusia yang telah Tuhan ciptakan. Karena banyak episode kisah dari orang lain yang perlu didengar, dibaca, ditulis dan didiskusikan untuk diambil hikmah.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!

Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co