14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Cherik Ayyash by Cherik Ayyash
March 6, 2023
in Esai
Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Ilustrasi foto dari penulis

O iya, Ndul, kemarin saat dirimu menyampaikan masalahmu, responku hanya tertawa. Selanjutnya dirimu marah, kesal dan semacamnya. Mencoba untuk menjauh dan aku hanya bilang, “Silahkan, tapi kalau sudah cukup waktumu meluapkan emosimu bilang-bilang ya!”

Hey, Ndul. Bukan maksud meremehkan, menganggap enteng masalahmu. Membiarkanmu berjarak padaku, bukan berarti aku tidak peduli. Aku hanya memberikan ruang meluapkan ekspresimu. Tapi baiklah jika dengan berjarak-mu itu adalah respon terbaik untukku, tidak masalah.

Jika akhirnya kamu pergi dan menghilang, berarti tugasku untuk berkenalan dan berproses denganmu telah selesai. Sesimpel itu, Ndul.

Aku sudah mafhum, manusia akan berkumpul dengan yang punya ide dan visi yang sama to? Manusia akan datang dan pergi sesuai selera masing-masing to? Tidak ada kapasitasku untuk menahan, memaksa tidak pergi, Ndul. Berarti ‘bahan’ untuk berbagi dariku mungkin sudah habis, tidak memenuhi kebutuhanmu. Dirimu akan pergi mencari ‘bahan’ yang dirimu perlukan untuk proses tumbuh-mu. Betul begitu to, Ndul?

Ndul, saat dirimu berkeluh kesah masalahmu dan responku tertawa, ada dua makna, Ndul.

Pertama, kisahmu menarik. Kok menarik to? Pertanyaanmu akan begitu kan? Begini, Ndul, Tuhan sedang punya maksud apa atas dirimu, Ndul, hingga Tuhan pilih dirimu untuk menghadapi masalah itu? Dirimu akan diberi apa sama Tuhan, saat dirimu mampu menyelesaikan masalah, pastinya dirimu akan diberi reward sama Tuhan.

Dirimu sedang diproyeksikan sama Tuhan untuk naik satu level lagi, bukan begitu, Ndul?

Aku tertawa bahagia sekaligus iri, Ndul.Pastinya Tuhan tidak akan memberikan masalah pada pundak yang salah to? Selain itu, Ndul, masalah yang datang padamu, mungkin Tuhan sedang ingin menyapamu to? Kkangen denganmu, Ndul. Mungkin baiknya saat aku tertawa, dirimu juga ikut tertawa, Ndul, sembari jumawa, ‘merasa’ lebih besar atas masalah yang sedang dirimu hadapi.

Dirimu punya bekingan Tuhan atas masalah yang dirimu hadapi dari Tuhan. Artinya dirimu akan mampu melewati masalah itu. Gimana ndul, jika demikian menarik bukan?

Dan kedua, Ndul. Mengapa dirimu malah bercerita masalahmu kepadaku, Ndul? Terkadang, tidak selesai juga masalah yang dirimu sampaikan kepadaku. Aku tidak cukup mampu untuk menyelesaikan masalahmu, Ndul. Aku heran, Ndul, Tuhan sedang punya maksud apa, hingga dirimu dengan masalah yang begitu besar (versimu) datang padaku. Ha? Coba, kasih tahu, Ndul. Tuhan sedang punya maksud apa kepadaku?

Bercerita kepadaku, mungkin dirimu hanya membutuhkan tempat untuk membuang beban. Hanya sekadar melampiaskan emosi yang dirimu rasakan. Dirimu butuh pegangan, mencari manusia di pihakmu untuk tetap stabil. Dan akhirnya aku meluangkan waktu untuk menjadi tempat nyamanmu berbagi kisah.

Aku tidak masalah, Ndul, dijadikan ‘tempat pembuangan’ kisahmu, tapi aku berpikir serius lhoo, Ndul. Tuhan sedang punya maksud apa dalam kisah yang tersampaikan kepadaku. Atau, jangan-jangan Tuhan menyapaku lewat dirimu yang datang kepadaku ya, Ndul?

Begini Ndul. Saat dirimu berbagi kisah kepadaku, artinya aku sedang diberi pelajaran tanpa harus mengalami. Aku menjadi orang ketiga dari pengalamanmu, Ndul. Meskipun aku sudah banyak merasakan asam garam kehidupan. Tapi masih saja ada yang belum tercicipi. Eh ini, dirimu malah sudah mencicipi asam garam kehidupan yang belum aku cicipi.

Bagaimana mungkin aku tidak overthinking untuk memikirkan, Tuhan sedang mau tunjukkan apa kepadaku, bukankah begitu, Ndul?

Ya kurang lebih begitu, Ndul. Obrolan kita beberapa waktu lalu membahas sesuatu yang esensial, tidak mungkin aku akan merespon tertawa pada sembarang orang.

Menurutku merespon dengan tertawa bentuk keakraban, mengajakmu dalam mencari sudut pandang yang lain, berselancar dalam gelombang masalah. Aku mendapatkan pelajaran itu dari pelatih fulsalku, saat tim kami tertinggal 0-3 di babak pertama dalam sebuah tournament.

Kami tidak dimarahi oleh pelatih. Tapi kami dipaksa tertawa, Ndul. Mengherankan memang. Akhirnya kami tertawa terbahak-bahak lepas, melepas beban makian hinaan dari suporter dan beban fikir. Alhasil dibabak kedua, kami mampu melewati babak kedua dengan menyenangkan. Mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Itu pelajaran penting, Ndul, bagiku.

Atau begini saja, Ndul. Jika dengan tertawa membuatmu tersinggung, coba ajarkan aku untuk bersikap lebih sopan. Setidaknya terlihat bersimpati, atau bersikap formalitas yang diterapkan kebanyakan orang. Tapi jangan memaksa. Bagaimana, Ndul? [T]

Bagaimana Cara Menjaga Hal Baik yang Sudah Melekat? | Pesan Kepada Ndul…
Memilih Jakarta, Kedua Kalinya
Tags: filosofirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 

Next Post

Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!

Cherik Ayyash

Cherik Ayyash

Saat ini masih terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus di Surakarta. Memiliki hobi membaca, menulis dan berdiskusi tentang berbagai hal. Menjalankan rutinitas hobi sebagai bentuk belajar memahami rumusan alam dan karakteristik manusia yang telah Tuhan ciptakan. Karena banyak episode kisah dari orang lain yang perlu didengar, dibaca, ditulis dan didiskusikan untuk diambil hikmah.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!

Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co