24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
February 26, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SAAT INI BERITA tentang kasus penganiaayaan yang dilakukan oleh anak seorang pejabat ditjen pajak sedang memenuhi ruang berita di segala media, baik di media elektronik maupun media massa, dan juga di media komunikasi publik.

Kejadian ini memang menyita banyak perhatian publik dan memang sangat memprihatinkan. Kejadian seperti itu sebenarnya seperti penomena gunung es, yang kelihatannya di permukaan sangat sedikit, dan saya yakin kejadian sebenarnya pasti banyak.

Setiap orang tua sudah pasti berharap agar anaknya tumbuh sehat, pintar, baik, berprestasi dan sukses. Tidak satupun orang tua akan berharap anaknya akan gagal atau menjadi orang tidak baik. Karena itulah saya yakin tidak ada orang tua yang mengajari anaknya untuk menjadi anak berandalan, tega menyiksa orang.

Secara langsung memang benar seperti itu, bahwa tidak ada orang tua ingin anaknya berandalan dan suka melakukan penganiayaan. Tapi secara tidak langsung sering orang tua tidak sadar, bahwa apa yang dilakukan kepada ana—agar mereka menjadi sehat dan pintar, juga berbudi baik—penerapannya tidak tepat atau keliru.

Dan fenomena ini banyak terjadi pada anak-anak yang lahir dari keluarga yang serba ada, atau anak pejabat. Niat dari orang tua tidak ingin anaknya susah, segala kebutuhan atau keinginannya dipenuhi dengan mudah, karena memang fasilitas untuk memenuhi itu ada.

Bagi orang tua, niat untuk memenuhi segala kebutuhan anak dengan mudah itu adalah wujud kasih sayang kepada anak. Namun tanpa disadari hal-hal tersebut akan membuat anak menjadi lemah dari sisi karakter, sifat yang muncul menjadi kurang menghargai orang, agresif dan mau menang sendiri, dan sejenisnya.

Bentuk kasih sayang yang salah yang cenderung memanjakan justru akan berdampak kurang baik untuk anak ke depannya. Orang tua yang terlalu cepat mengambil alih dan mengatasi dengan cepat kesulitan sang anak, sebenarnya melemahkan anak itu dari sisi pembentukan kemandirian dan kepercayaan diri. Padahal, jika si anak dibiarkan mengatasi kesulitan sendiri, justru anak akan belajar dari kesulitan yang dihadapinya.

Pola asuh memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk anak ke depannya menjadi anak yang berkarakter, punya etika, mandiri dan sukses. Bentuk sayang yang cenderung memanjakan dan berusaha memenuhi segala kebutuhan fisik sang anak, sesungguhnya tidak banyak mendidik. Padahal yang sebaiknya dilakukan adalah memenuhi kebutuhan non fisik dari anak tersebut, seperti kehangatan, kebersamaan, yang sering terbentuk melalui diskusi-diskusi ringan, itu akan mengarahkan anak untuk lebih memahami tentang hakekat diri.

Pamer kekayaan orang tua, pengeroyokan, dan segala suatu yang tergolong dalam kenakalan remaja, sampai kasus narkoba, adalah salah satu sikap yang memperlihatkan bahwa anak haus pada penghargaan. Anak dengan perilaku  seperti itu akan merasa lebih dihargai di kelompoknya. Kasus tersebut semuanya diawali dari kurang tepatnya orang tua dalam menerapkan pola asuh ke anaknya

Menurut Baumrind (1991), ada tiga aspek dalam pola asuh, yaitu warmth, control dan komunikasi. Dalam keseharian orang tua harus menunjukkan kasih sayang dengan menyediakan waktu bersama.

Kasih sayang tidak berarti sudah cukup dengan memberi segala kebutuhan yang diinginkan oleh anak, tapi di dalamnya harus ada sentuhan emosi  dan komunikasi dengan menerapkan kontrol dan selalu menjaga keseimbangan antara reward dan punishmen. Dan inti dari pola asuh itu adalah komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, karena dari komunikasi akan membentuk pandangan, perilaku dan pola pikir anak sejak dini.

Secara umum pola asuh, ada pola otoriter, pola permisif, dan pola asuh yang seimbang . Pola asuh otoriter yang cenderung memberikan aturan-aturan yang kaku dan membatasi kebebasan anak, hal ini dapat mempengaruhi karakter anak menjadi cenderung pasif dan tidak mampu mengambil inisiatif sendiri karena takut salah dan akan menjadi anak yang tidak mandiri. Pola asuh yang terlalu otoriter malah akan menjadi lebih agresif yang cenderung merusak dan akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Pola asuh yang terlalu permisif dapat membuat anak menjadi lebih individualistis dan kurang memperhatikan perasaan dan kebutuhan orang lain, atau kurang memiliki rasa empati, dan anak yang tumbuh dengan pola asuh permisif ini akan cendrung kurang disiplin dan kurang terampil daalam mengelola emosi yang mengarah pada anak akan menjadi lebih impulsif dan kurang bertanggung jawab.

Pola asuh yang seimbang yaitu menggabungkan antara otiriter dan permisif, ini dapat membantu anak mengembangkan karakter yang lebih positif dalam mengembangkan sikap mandiri dan bertanggung jawab, tetapi tetap memberikan dukungan dan panduan yang diperlukan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Pola asuh yang seimbang ini akan membantu anak dalam mengembangkan karakter yang lebih baik, yang akan memberikan kepercayaan diri pada anak dan membantu mereka dalam mengembangkan keterampilan sosial yang baik. Anak yang tumbuh dalam lingkungan pola asuh ini akan cendrung lebih terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain.

Dapat disimpulkan bahwa pola asuh sangat berpengaruh terhadap karakter anak, ketika orang tua salah dalam menerapkan pola asuh kepada anak maka akan membuat anak cenderung pasif, individualistis, kurang bertanggung jawab dan kurang terampil dalam mengelola emosi. Pengetahuan tentang pola asuh anak mutlak diketahui dan dipahami oleh orang tua untuk mengantarkan anak-anak ke depannya menjadi anak yang berkarakter positif dan baik. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Saya Pernah Gagal, dan Itu Berkah
Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati
Tags: anak-anakKeluargapola asuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan “Tiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia

Next Post

Mangku Pastika Siap “Endorse” Anak Muda Jadi Pemimpin dan Entrepreneur | Suardana Bagikan Ilmu Branding

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Mangku Pastika Siap “Endorse” Anak Muda Jadi Pemimpin dan Entrepreneur | Suardana Bagikan Ilmu Branding

Mangku Pastika Siap “Endorse” Anak Muda Jadi Pemimpin dan Entrepreneur | Suardana Bagikan Ilmu Branding

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co