3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
February 26, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SAAT INI BERITA tentang kasus penganiaayaan yang dilakukan oleh anak seorang pejabat ditjen pajak sedang memenuhi ruang berita di segala media, baik di media elektronik maupun media massa, dan juga di media komunikasi publik.

Kejadian ini memang menyita banyak perhatian publik dan memang sangat memprihatinkan. Kejadian seperti itu sebenarnya seperti penomena gunung es, yang kelihatannya di permukaan sangat sedikit, dan saya yakin kejadian sebenarnya pasti banyak.

Setiap orang tua sudah pasti berharap agar anaknya tumbuh sehat, pintar, baik, berprestasi dan sukses. Tidak satupun orang tua akan berharap anaknya akan gagal atau menjadi orang tidak baik. Karena itulah saya yakin tidak ada orang tua yang mengajari anaknya untuk menjadi anak berandalan, tega menyiksa orang.

Secara langsung memang benar seperti itu, bahwa tidak ada orang tua ingin anaknya berandalan dan suka melakukan penganiayaan. Tapi secara tidak langsung sering orang tua tidak sadar, bahwa apa yang dilakukan kepada ana—agar mereka menjadi sehat dan pintar, juga berbudi baik—penerapannya tidak tepat atau keliru.

Dan fenomena ini banyak terjadi pada anak-anak yang lahir dari keluarga yang serba ada, atau anak pejabat. Niat dari orang tua tidak ingin anaknya susah, segala kebutuhan atau keinginannya dipenuhi dengan mudah, karena memang fasilitas untuk memenuhi itu ada.

Bagi orang tua, niat untuk memenuhi segala kebutuhan anak dengan mudah itu adalah wujud kasih sayang kepada anak. Namun tanpa disadari hal-hal tersebut akan membuat anak menjadi lemah dari sisi karakter, sifat yang muncul menjadi kurang menghargai orang, agresif dan mau menang sendiri, dan sejenisnya.

Bentuk kasih sayang yang salah yang cenderung memanjakan justru akan berdampak kurang baik untuk anak ke depannya. Orang tua yang terlalu cepat mengambil alih dan mengatasi dengan cepat kesulitan sang anak, sebenarnya melemahkan anak itu dari sisi pembentukan kemandirian dan kepercayaan diri. Padahal, jika si anak dibiarkan mengatasi kesulitan sendiri, justru anak akan belajar dari kesulitan yang dihadapinya.

Pola asuh memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk anak ke depannya menjadi anak yang berkarakter, punya etika, mandiri dan sukses. Bentuk sayang yang cenderung memanjakan dan berusaha memenuhi segala kebutuhan fisik sang anak, sesungguhnya tidak banyak mendidik. Padahal yang sebaiknya dilakukan adalah memenuhi kebutuhan non fisik dari anak tersebut, seperti kehangatan, kebersamaan, yang sering terbentuk melalui diskusi-diskusi ringan, itu akan mengarahkan anak untuk lebih memahami tentang hakekat diri.

Pamer kekayaan orang tua, pengeroyokan, dan segala suatu yang tergolong dalam kenakalan remaja, sampai kasus narkoba, adalah salah satu sikap yang memperlihatkan bahwa anak haus pada penghargaan. Anak dengan perilaku  seperti itu akan merasa lebih dihargai di kelompoknya. Kasus tersebut semuanya diawali dari kurang tepatnya orang tua dalam menerapkan pola asuh ke anaknya

Menurut Baumrind (1991), ada tiga aspek dalam pola asuh, yaitu warmth, control dan komunikasi. Dalam keseharian orang tua harus menunjukkan kasih sayang dengan menyediakan waktu bersama.

Kasih sayang tidak berarti sudah cukup dengan memberi segala kebutuhan yang diinginkan oleh anak, tapi di dalamnya harus ada sentuhan emosi  dan komunikasi dengan menerapkan kontrol dan selalu menjaga keseimbangan antara reward dan punishmen. Dan inti dari pola asuh itu adalah komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, karena dari komunikasi akan membentuk pandangan, perilaku dan pola pikir anak sejak dini.

Secara umum pola asuh, ada pola otoriter, pola permisif, dan pola asuh yang seimbang . Pola asuh otoriter yang cenderung memberikan aturan-aturan yang kaku dan membatasi kebebasan anak, hal ini dapat mempengaruhi karakter anak menjadi cenderung pasif dan tidak mampu mengambil inisiatif sendiri karena takut salah dan akan menjadi anak yang tidak mandiri. Pola asuh yang terlalu otoriter malah akan menjadi lebih agresif yang cenderung merusak dan akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Pola asuh yang terlalu permisif dapat membuat anak menjadi lebih individualistis dan kurang memperhatikan perasaan dan kebutuhan orang lain, atau kurang memiliki rasa empati, dan anak yang tumbuh dengan pola asuh permisif ini akan cendrung kurang disiplin dan kurang terampil daalam mengelola emosi yang mengarah pada anak akan menjadi lebih impulsif dan kurang bertanggung jawab.

Pola asuh yang seimbang yaitu menggabungkan antara otiriter dan permisif, ini dapat membantu anak mengembangkan karakter yang lebih positif dalam mengembangkan sikap mandiri dan bertanggung jawab, tetapi tetap memberikan dukungan dan panduan yang diperlukan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Pola asuh yang seimbang ini akan membantu anak dalam mengembangkan karakter yang lebih baik, yang akan memberikan kepercayaan diri pada anak dan membantu mereka dalam mengembangkan keterampilan sosial yang baik. Anak yang tumbuh dalam lingkungan pola asuh ini akan cendrung lebih terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain.

Dapat disimpulkan bahwa pola asuh sangat berpengaruh terhadap karakter anak, ketika orang tua salah dalam menerapkan pola asuh kepada anak maka akan membuat anak cenderung pasif, individualistis, kurang bertanggung jawab dan kurang terampil dalam mengelola emosi. Pengetahuan tentang pola asuh anak mutlak diketahui dan dipahami oleh orang tua untuk mengantarkan anak-anak ke depannya menjadi anak yang berkarakter positif dan baik. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Saya Pernah Gagal, dan Itu Berkah
Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati
Tags: anak-anakKeluargapola asuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan “Tiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia

Next Post

Mangku Pastika Siap “Endorse” Anak Muda Jadi Pemimpin dan Entrepreneur | Suardana Bagikan Ilmu Branding

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails
Next Post
Mangku Pastika Siap “Endorse” Anak Muda Jadi Pemimpin dan Entrepreneur | Suardana Bagikan Ilmu Branding

Mangku Pastika Siap “Endorse” Anak Muda Jadi Pemimpin dan Entrepreneur | Suardana Bagikan Ilmu Branding

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co