2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Juru Gender dan Guru Dalang

Gusti Putu Sudarta by Gusti Putu Sudarta
January 23, 2024
in Esai
Juru Gender dan Guru Dalang

Pekak Wayan Loceng (almarhum) juru gender dan guru dalang dari Sukawati | Foto: Dok. Gusti Sudarta

JURU Gender adalah sebutan untuk musisi gender wayang di Bali. Untuk menjadi juru gender sudah tentu melalui proses pembelajaran yang panjang, karena untuk menguasai ketrampilan menabuh gender wayang dan mampu mengiringi dalang dalam pertunjukan wayang diperlukan disiplin aguron-guron.

Aguron-guron dilakukan dengan penuh rasa pengabdian dan komitmen kepada guru gender dan juga kepada diri sendiri sebagai seorang murid. Kedalaman proses aguron-guron yang dilakukan akan menentukan kualitas seorang penabuh gender sampai menjadi juru gender wayang, karena seorang juru gender tidak hanya menguasai teknik ketrampilan dan gending-gending gender wayang saja (lelintihan gending gender), namun juga memahami dengan baik cerita wayang, bah-bangun wayang (dramatic), ngesehang bayun paigelan (musical spirit, mood, interpretation and improvisation) yang disebut dengan ngewangsa wayang.

Dalam proses aguron-guron, hal yang didapat tidak hanya ilmu dan ketrampilan tetapi juga terjadi transmisi pengalaman panjang seorang guru gender wayang. Pengalaman seorang guru sangat penting bagi seorang murid karena secara tidak langsung memberikan pencerahan disiplin, etika, moral, dan spiritual.

Dalang Nganten Mesakapan Ngajak Juru Gender

Seorang dalang diharuskan nganten mesakapan dengan juru gender. Nganten mesakapan artinya menikah dan disahkan dengan komitmen bersama. Istilah nganten mesakapan ini sangat biasa digunakan jaman lampau sebagai ungkapan bahwa seorang dalang harus menyatu dengan juru gender.

Menyatu yang dimaksud di sini adalah proses kerja sama bagaimana mengupayakan supaya pertunjukan wayang berhasil dan sukses. Proses kerja sama dalang dengan juru gender terjadi tidak hanya saat berlangsungnya pertunjukan wayang saja akan tetapi sesungguhnya interaksi intim antara dalang dan juru gender terjadi setiap saat, saat ide kreativitas muncul.

Ide kreatif ini dibahas dan dikreasikan supaya bisa digunakan dalam pertunjukan wayang. Bentuk kreasi ini ketika ditampilkan dalam adegan pertunjukan wayang menjadi satu reragragan yang tidak terduga karena memberikan satu bentuk kreasi baru dan sentuhan baru dalam satu adegan, cerita (satwa), dialog (kanda, bebangkrekan), igel wayang, dan entan-entanan tabuh gender.

Ngewangsa Wayang

Ngewangsa wayang  adalah kemampuan seorang juru gender terutama seorang pengugal (leader musician yang  mokokin, molosin) membangun dan menghidupkan suasana adegan wayang dengan kemampuan kreativitas-improvisasi musikal yang dihadirkan.

Kemampuan juru gender ngewangsa wayang tentunya harus didukung dengan keahlian teknik bermain gender wayang. Seperti gegedig tetekep cepung artinya setiap lagu gender wayang dimainkan dengan teknik dan penjiwaan (mayunang gending) yang tepat sesuai dengan spirit gending.

Celang dan sengeh dalam mengiringi wayang. Celang artinya konsentrasi penuh dengan memberikan perhatian yang mendalam setiap adegan yang dibangun oleh dalang sehingga tidak ada yang luput. Dalam hal ini kalau diterapkan dengan sungguh-sungguh akan terjadi suatu tuning system atau frekwensi kesadaran dalam gelombang yang sama antara dalang dan juru gender.

Ketika celang terbangun secara otomatis sengeh akan terjadi dengan sendirinya. Sengeh adalah suatu kesadaran dan sensitifitas yang tidak terpikirkan, terjadi begitu saja ketika juru gender merespon rangsangan keindahan, suasana, penanda, dan gerakan yang dihadirkan oleh dalang dalam pertunjukan yang sering terjadi diluar kebiasaan, kesapakatan yang sudah biasa dilakoni.

Celang dan sengeh menghadirkan pertunjukan yang tertata dan kompak antara jalannya alur dramatic wayang dengan kreativitas musikal yang disebut dengan saman sepel.

Saman Sepel adalah hadirnya kekompakan, kerapian, ketepatan antara suasana alur dramatik yang dibangun oleh dalang dengan kreativitas musikal yang digarap oleh juru gender. Saman sepel menyajikan hasil dari suatu proses latihan, kebersamaan, dedikasi, kreativitas dalam satu kesadaran estetika yang tidak mekanik namun hidup dan bertumbuh dalam konteks ruang dan waktu.

Ketika kesadaran atau kepekaan estetika juru gender bertumbuh dan terjadi dalam konteks ruang dan waktu saat pertunjukan wayang digelar, seolah-olah atau dengan sendirinya seorang pengugal gender wayang bisa membaca pikiran dalang, sehingga apa yang diingini oleh seorang dalang dalam menghidupkan suasana pertunjukan bisa direspon dengan cepat dan tepat secara otomatis walaupun penanda dari dalang tidak selalu dalam bentuk verbal. Hal ini menjadikan pertunjukan wayang hidup dan mampu membangun suatu citra kehidupan di ruang imajinasi penonton, dan tentunya memberikan support energy kepada dalang.

Dalam kurun waktu yang lama interaksi intim dialog kreativitas dalang dan juru gender menjadikan ke dua pihak mendapatkan keuntungan pengetahuan. Dalang memahami musik dan mampu memberikan arahan, ide kreatif  ke pada juru gender dan juru gender mampu memahami, dan merespon dengan berkreativitas menciptakan gending iringan wayang, menciptakan pattern-pattern batel baru, phrase-phrase baru untuk mengelaborasi gending-gending iringan wayang untuk bisa menghidupkan suasana pakeliran sesuai dengan tuntutan alur dramatik.

Interaksi yang intens terus menerus memberikan pengetahuan praktik sehingga juru gender sampai menguasai ilmu pewayangan seperti bah-bangun cerita, tandak wayang, anda (kanda) atau dialog wayang, bahkan sampai hapal petikan sastra-sastra kawi (kakawin dan parwa) yang biasa dipakai oleh dalang dalam pertunjukan wayang, walaupun para master gender wayang ini tidak menjadikan dirinya seorang dalang.

Foto koleksi Nobue Tani murid Wayan Loceng dari Jepang

Seorang juru gender yang memahami dan menguasai ilmu pewayangan inilah ada yang menjadi guru dalang, artinya mampu mengajar seorang murid yang belajar mendalang sampai menjadi dalang, seperti Pekak Rajin (almarhum) dan Pekak Loceng (almarhum) dari Banjar Babakan Sukawati Gianyar.

Pekak Rajin yang memberikan pendidikan dasar-dasar pewayangan kepada dalang  I Ketut Madra (almarhum), dalang  yang terkenal dengan sebutan dalang jengki, dan juga dalang I Wayan Wija yang terkenal dengan kreasi Wayang Tantri-nya.

Pekak Loceng, di samping mendidik calon dalang di masyarakat juga menjadi dosen luar biasa  yang memberikan pelajaran praktik padalangan dan gender wayang di Jurusan Pedalangan ASTI Denpasar (ISI Denpasar).

Salah satu murid Pekak Loceng di masyarakat adalah dalang I Gusti Made Lunga (I Gusti Mangku Desa) dari Tangkulak Kaja Kemenuh Gianyar. Pekak Loceng mendidik Gusti Made Lunga dari umur belia sehingga menjadi dalang muda yang terkenal di daerah Gianyar sekitar tahun 1970-80an.

Sekarang I Gusti Made Lunga sudah menjadi Pemangku Pura Desa di desa Tangkulak Kaja, Kemenuh Gianyar, namun masih tetap aktif sebagai dalang untuk upacara terutama pertunjukan wayang untuk ngewatekan atau otonan (sudamala) dan juga wayang sapuleger. [T]

  • BACA artikel lain tentang WAYANG atau tulisan lain GUSTI PUTU SUDARTA
Teater Pakeliran Tutur Candra Bherawa | Proses Penciptaan Karya Teater Bertolak Dari Penjelajahan Teater Tradisi Bali
Upaya & Kiat Pembinaan Gending Gender Wayang Banaspati Gaya Tenganan Pegringsingan
Gusti Sudarta | Sejak SD Main Gender Wayang, Pentas Jalan Kaki ke Desa-Desa
Tags: gamelan gendergender wayangkisah pewayanganpewayanganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wanita Hebat Itu Megawati Soekarno Putri

Next Post

Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

Gusti Putu Sudarta

Gusti Putu Sudarta

Dr. I Gusti Putu Sudarta, SSP., M.Sn. adalah dalang dan dosen ISI Denpasar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co