2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 10, 2024
in Khas
Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja

Barongsai | Foto: Bayu

SEJAK pukul lima sore, Jumat, 9 Februari 2024, orang-orang mulai berkumpul di sekitaran Klenteng Ling Gwan Kiong, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Singaraja, Bali. Mereka tampak sibuk mencari tempat yang senyaman mungkin pada sore hari itu.

Ada yang duduk, ada yang berdiri. Ada yang berdesak-desakan, ada pula yang sudah berada di atap gedung Museum Sunda Kecil. Itu semua mereka lakukan untuk satu tujuan: menonton atraksi barongsai.

Di saat yang sama, di dalam Klenteng, warga keturunan Tionghoa, terutama yang mukim di Singaraja, mulai berdatangan dan silih berganti untuk melakukan persembahyangan pada perayaan Tahun Baru Imlek yang ke 2575. Busana merah mendominasi, lampion-lampion berwarna merah terpajang apik, hiasan bunga, kertas merah bertuliskan sajak, dan keriangan anak-anak, menjadikan Klenteng Ling Gwan Kiong bersolek malam itu.

Selain ada yang bersembahyang, ada juga ibu-ibu yang tampak sibuk menyiapkan kudapan untuk dihidangkan kepada umat yang datang. Ada yang sibuk merapikan makanan, ada yang sibuk menggoreng tahu, dan bapak-bapak mulai bertegur sapa.

Di sisi depan—masih di dalam Klenteng, lamat-lamat suara gamelan Bali mulai terdengar. Suaranya mendayu-dayu. Suaranya mengiringi setiap langkah orang yang hendak melakukan persembahyangan.

Meskipun berbeda budaya, masyarakat Bali—khususnya Singaraja— menyambut Tahun Baru Imlek dengan rasa keharmonisan yang dijunjung tinggi. Hal itu terbukti dengan adanya keterlibatan Sekaa Gong Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, selalu turut memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek pada setiap tahunnya. Apalagi, di Bali, Tahun Baru Imlek juga disebut sebagai Galungan Cina—dimiripkan dengan Hari Galungan yang dirayakan umat Hindu.

Nah, siap-siap. Malam tiba. Tambur, Lin dan Jik sudah dibunyikan. Barongsai mulai beratraksi lapangan agak luas di areal pelabuhan. Masyarakat pun mulai bersorak sorai. Kemeriahan atraksi barongsai, seakan membius penonton untuk tetap tidak mengedipkan mata meski sedetik saja. Ya, perayaan itu, benar-benar sangat memanjakan mata.

Tari Naga Liong | Foto: Bayu

Salah satu penonton yang hadir adalah Hilda Aulia. Wanita muda dengan hijab bergaya kekinian itu, benar-benar terpukau dalam kemerihan perayaan malam Tahun Baru Imlek pada malam hari itu.

“Bagus banget,” ucapnya, dengan wajah sumringah dan sorot matanya masih tetap terpaku dengan atraksi barongsai.

Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan barongsai, terkhusus mengikuti perayaan Tahun Baru Imlek.

“Ini kali pertamaku menonton barongsai secara langsung, dan ini pengalaman pertamaku juga mengikuti perayaan Imlek,” katanya kepada tatkala.co, Jum’at malam itu.

Pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2024 ini, Klenteng Ling Gwan Kiong, selain menampilkan atraksi barongsai, juga menampilkan atraksi tari Naga Liong. Kedua tarian tersebut menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, merupakan suatu cara yang dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan dan kesuksesan.

Meskipun perayaan malam Tahun Baru Imlek di Singaraja tak semeriah seperti di kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta, Medan dan Singkawang, namun, hal itu tidak menyurutkan niat para pelaku tari barongsai dan Liong untuk tetap semangat dalam menyambut malam Tahun Baru Imlek tahun ini.

Salah satu penari yang berhasil tatkala.co temui adalah Made Suardana. Pemuda Bali keturunan etnis Tionghoa ini mengaku bahwa untuk mempersiapkan diri menarikan barongsai, ia berlatih bersama rekan-rekannya selama satu bulan.

“Kami latihannya satu minggu, tiga kali selama satu bulan,” jelasnya.

Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Kami setiap tahun selalu menampilkan barongsai. Dan, setiap tahun juga kami deg-degan,” ucapnya sembari tertawa.

Umat Tionghoa bersembahyang | Foto: Bayu

Suardana adalah salah satu penari barongsai dari sanggar seni Bahana Surya Dharma yang dibentuk di Klenteng Ling Gwan Kiong. Menurutnya, dalam menarikan barongsai dan liong, hal paling dasar yang dilatih adalah kekompakan. Sebab, dari kekompakanlah akan membuat barongsai menari dengan lincah dan indah.

“Yang pertama dilatih itu kekompakan. Agar barongsainya lincah, dan kemudian baru melatih kekuatan kaki dan tangan,” katanya.

Sebagai seorang penari barongsai, ia merasa bangga bisa menampilkan sebuah pertunjukan atraksi barongsai dengan ditonton oleh ratusan orang malam itu. Dan, apa yang dilakukan oleh Made Suardana dan warga etnis Tionghoa lainnya di Singaraja ini, mampu memberikan sebuah hiburan tersendiri untuk masyarakat Singaraja dan sekitarnya.

Made Winarsa Polos—dengan nama cina Po Hwe Min—selaku sekertaris di Tempat Ibadah Tridharma Klenteng Ling Gwan Kiong, mengatakan persiapan dalam perayaan Tahun Baru Imlek ke 2575 tidak ada perubahan yang signifikan. Maksudnya, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Persiapan perayaan ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada bedanya,” terangnya.

Namun, ia kemudian menambahkan bahwa pihak Klenteng telah berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait mengenai perayaan Imlek tersebut, dengan maksud bahwa perayaan itu murni sebuah perayaan untuk etnis Tionghoa. Hal tersebut ia tekankan karena prosesi perayaan imlek ini berdekatan dengan akan dilangsungkannya Pemilu 2024.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait kalau perayaan ini tidak ada tujuan politik dan pemilu,” jelasnya.

Sebagai salah satu pengurus di Klenteng Ling Gwan Kiong, Winarsa mengaku bahwa umat Tionghoa yang datang untuk bersembahyang di Klenteng Ling Gwan Kiong untuk tahun ini mengalami peningkatan.

“Mungkin karena ini long weekend, ya, jadinya banyak umat yang pulang kampung ke Singaraja dan  datang untuk bersembahyang,” jelasnya.

Umat Tionghoa bersembahyang | Foto: Bayu

Prosesi perayaan Malam Tahun Baru Imlek kali ini menurutnya tidak ada acara khusus yang akan diselenggarakan. Namun, meskipun demikian, ia mengaku bahwa tidak akan mengurangi nilai esensi dari perayaan imlek tersebut.

“Acara khusus sih, tidak ada. Setelah bersembahyang, nanti dihibur dengan pertunjukan barongsai,” jelasnya.

Mengenai makanan yang telah disediakan untuk orang-orang yang hadir tersebut, Winarsa menjelaskan bahwa pihak Klenteng pada tiap tahunnya selalu mempersiapkan makanan gratis bagi siapa saja yang datang pada saat malam perayaan tersebut.

“Setiap tahunnya kami memang menyediakan makanan gratis untuk siapa saja. Karena kami yakin semuanya itu dari umat dan untuk umat,” jelasnya.

Malam itu, keharmonisan antar umat beragama tumbuh dalam kemeriahan perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah, baik yang datang untuk bermebahyang maupun masyarakat yang datang untuk menonton aksi pertunjukan barongsai.

Semua bahagia. Semua bersuka cita. Doa-doa baik dan harapan-harapan keluar dari mereka yang hadir dan merayakan Imlek pada malam hari itu.

Dan, untuk menutup prosesi perayaan Malam Tahun Baru Imlek malam itu, ada proses pelepasan balon sebagai simbol pergantian tahun dan disusul dengan adanya pesta kembang api tepat di jam 00.00 WITA.

Gong Xi Fa Cai…

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Adnyana Ole

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina
Ditunggu Karena Makna, Isi Angpao itu Bonus | Cerita Engkong Tentang Imlek
Galungan Ngelawang Barong Bangkung, Imlek Ngelawang Barongsai
Tags: balibulelengHari Raya ImlekImlekSingarajaTionghoa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Toleransi 2 Hari | Cerpen I Made Ariyana

Next Post

“Sandyakalaning” Demokrasi Indonesia

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

“Sandyakalaning” Demokrasi Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co