14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskusi “Home Schooling” Bersama Mira Julia: Pendidikan Bertanggungjawab di Tengah Keluarga

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
January 22, 2024
in Khas
Diskusi “Home Schooling” Bersama Mira Julia: Pendidikan Bertanggungjawab di Tengah Keluarga

Diskusi “Home Schooling” Bersama Mira Julia di Warung Bebek Pesona, Rumah Intaran, Buleleng | Foto: Istimewa

MINGGU, 21 Januari 2024, di pelataran Warung Bebek Pesona, di kawasan Rumah Intaran, Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali, ada sesuatu yang berbeda. Ada diskusi dengan topik pendidikan yang tak biasa.

Rumah Intaran, sebagai penyelenggara, menghadirkan pembicara dalam diskusi itu, pembicara yang benar-benar katam soal teori dan praktik tentang home schooling.

Ia adalah Mira Julia atau yang dikenal dengan panggilan Lala. Lala memang dikenal sebagai praktisi home schooling yang telah menjalankan model pendidikan ini selama lebih dari dari dua dasawarsa.

Lala dalah ibu tiga orang anak. Ia merupakan sosok ibu rumah tangga yang juga inisiator Rumah Inspirasi. Rumah Inspirasi sendiri adalah ruang belajar home schooling, parenting dan pendidikan entrepreneurship yang didedikasikan untuk membantu menyediakan penyebaran informasi, pendampingan dan pelatihan bagi orang tua yang ingin mengetahui segala seluk-beluk dari home schooling, parenting hingga merangsang minat dan membangun entrepreneurship anak.

Home Schooling dikenal sebagai jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Home Schooling sendiri sebenarnya sudah ada sejak lama dipraktikkan oleh banyak orang tua. Sistem pendidikan yang mengakomidirnya masuk dalam kategori informal.

Hanya saja, dalam masyarakat sendiri keberadaan home schooling belum begitu dikenal. Inilah yang pada akhirnya membuat Lala bersama pasangannya, Aar Sumardiono, tergerak untuk memperkenalkannya ke khalayak umum.

Mereka sudah merasakan manfaat dari home schooling yang mampu menghadirkan alternatif sistem pembelajaran yang nyaman dan fleksibel bagi kebutuhan keluarganya.

“Yang membedakan home schooling dengan sekolah konvensional hanyalah pendelegasiannya saja. Jika pada sekolah umumnya tugas mengajar anak-anak didelegasikan kepada guru-guru di sekolah, maka dalam konsep home schooling orang tua yang bertugas langsung mengajar anak-anaknya,” ujar Lala dalam diskusi di Bebek Pesona, Rumah Intaran, Bengkala.

Mira Julia | Foto: Istimewa

Lala bercerita, ia memiliki tiga orang anak yakni Yudhis (22), Tata (19) dan Duta (15). Mereka tidak pernah mengenyam pendidikan formal seperti SD, SMP dan SMA seperti anak pada umumya. Lala memilih untuk mendidik anak-anaknya melalui home schooling.

Home schooling disini bukanlah sekolah yang berada di ruko atau lembaga-lembaga yang berlabel Home Schooling seperti kursus atau bimbel. Dalam konteks ini, home schooling adalah pendidikan berbasis keluarga, dan orang tua bertanggungjawab atas proses pendidikan.

Sebenarnya pemerintah sendiri sudah menyiapkan undang-undang sistem pendidikan nasional, dimana home schooling ini masuk dalam jalur pendidikan informal. Jalur pendidikan formal itu seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Jalur Pendidikan non formal yakni jalur pendidikan seperti lembaga kursus, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga pendidikan kesetaraan lainnya. Sementara jalur pendidikan informal merupakan alternatif pendidikan yang bisa dijalankan oleh keluarga.

Gede Kresna selaku founder Rumah Intaran, dalam diskusi itu  mengatakan, nilai-nilai yang ada dalam home schooling ternyata sangat fundamental. Misalnya, jika di sekolah kita diberikan pelajaran, di home schooling anak-anak digali untuk mempelajari apa yang disukainya.

“Tentu, home schooling juga memiliki sejumlah kekurangan, tetapi sebagai alternatif model pendidikan, ini sangat menarik,” kata Gede Kresna.

Dalam diskusi itu, saya sendiri sebagai pewawancara bersama Adipta  Eka Putra.

Saya memberi kesempatan kepada Tata untuk menyampaikan testimoni langsung mengenai apa yang dia alami saat menjalani proses belajar melalui jalur home schooling ini.

“Tidak lengkap dan adil rasanya, kalau kita hanya memberikan kesempatan kepada Ibu Lala untuk menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya dalam acara ini, bagaimana kalau kita mengundang Tata untuk ikut serta menceritakan pengalamannya?” ujar saya.

Peserta langsung memberikan applause kepada Tata yang langsung mengambil posisi sebagai narasumber selanjutnya.

“Tata, apa suka dan duka yang dialami saat mengikuti proses belajar Home Schooling?” Saya bertanya.

Dan dengan santai Tata menceritakan proses belajar dengan cara home schooling diperlukan kemandirian.

“Walau proses ini berat dan menantang, saya dilatih untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri,” ujarnya.

Tata berbicara dalam diskusi home schooling di Bebek Pesona Rumah Intaran, Buleleng | Foto: Istimewa

Namun, dia mengaku bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukungnya. Tata sendiri memang menyukai kesendirian, dia merasa bahwa dengan dia menjalani home schooling, dia memiliki banyak waktu untuk memperdalam aktivitas yang sangat dia senangi, satu di antaranya adalah menggambar dan membuat konten sosial media.

Ini dibuktikan, saat dia menyampaikan kepada para hadirin bahwa melalui platform Instagram dengan nama Kreasi.Ta, dia memiliki murid sekitar 8.000 yang dia kelola sendiri. Dan lagi-lagi para hadirin dibuat riuh karena kagum atas apa yang dicapai Tata.

Tata juga bercerita, walau dirinya menempuh jalur pendidikan Informal, bukan berarti dia ketinggalan dengan anak seusianya. Bahkan dia bisa membuktikan untuk diterima di Universitas Gajah Mada dengan mengambil jurusan Antropologi dengan seleksi terbuka layaknya remaja lainnya yang mendaftar melalui jalur sekolah umum.

Tata mungkin satu di antara remaja-remaja yang selama ini memilih untuk melakoni jalan senyap kehidupan home schooling di tengah keriuhan sistem pendidikan formal pada umumnya, namun dengan berbekal keutuhan tekad dan didukung oleh pendampingan yang intens diantar kedua orang tuanya, dia mampu membuktikan bahwa dia bisa menyetarakan dirinya dengan remaja lainnya dalam mendapat akses pengetahuan dan mencapai mimpi untuk melanjutkan kuliah di kampus yang diimpikannya.

Menurut saya, pendidikan sebagai usaha untuk menjadikan individu mengenal dirinya, dan membangunkan semua potensi yang ada untuk bergerak menuju pada sifat-sifat universalnya. Dan menjadi hak setiap individu untuk menentukan apa yang terbaik, karena sesungguhnya menjadi terpelajar itu adalah ruang aktualisasi untuk seseorang membuktikan pemahamannya terhadap kehidupan dan berkontribusi terhadap persoalan kemanusiaan. [T]

BACA artikel lain dari penulis Tobing Crysnanjaya

Bakwan Pak Kardi di Singaraja, Berdiri Sejak 1965, Enaknya Bertahan Hingga Kini
Mie Pangsit Merta Sari, Legenda Mie dari Kawasan Taman Lila Singaraja
Tags: bulelenghome schoolinghome schooling baliPendidikanpendidikan home schoolingpendidikan informalRumah Intaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Debat Cawapres: Penyakit Lupa, Gimik, dan Etika

Next Post

Pusparagam Kreativitas: Gemintang Adhiluhung, Semangat Unggul Seniman Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali 2024

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Pusparagam Kreativitas: Gemintang Adhiluhung, Semangat Unggul Seniman Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali 2024

Pusparagam Kreativitas: Gemintang Adhiluhung, Semangat Unggul Seniman Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co