21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perahu | Cerpen Dian Suryantini

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 9, 2023
in Cerpen
Perahu | Cerpen Dian Suryantini

Ilustrasi tatkala.co

RANIA tertegun menatap laut. Hatinya gelisah. Matanya awas tertuju pada satu perahu. Sementara di depannya ada Raden yang sibuk makan. Ia dengan mantap melahap hidangan yang ada di meja. Sedikitpun ia tidak memperhatikan Rania. Begitu juga dengan Rania yang seakan tidak peduli dengan Raden. Mata Rania seakan tidak berkedip. Perahu di tengah laut itu terus saja ia perhatikan.

“Rania, makanlah. Makanannya mulai habis. Ini enak,” kata Raden tanpa melihat Rania. Ia tetap sibuk menyomot satu per satu hidangan di meja.

Rania hanya melirik sebentar. Pandangannya kembali ke laut. Rania kaget, perahu itu tidak ada di tempat semula. Ia tambah gelisah. Kemana perahu itu? Rania mendongakkan kepala dan memandang sekitar laut. Ia menghela napas panjang, perahu itu kini berada di sebelah barat. Pergerakan perahu itu begitu cepat. Padahal Rania hanya berpaling sebentar. Sesekali ia melirik handphone yang tergeletak di meja. 

“Kamu kenapa? Tidak makan? Makanlah. Ini sangat enak.” Kali ini Raden membujuk Rania. Ia memandangi Rania. Ia sadar ada yang aneh dengan calon kekasihnya itu. Tapi Raden tidak mau tahu terlalu jauh. Raden baru seminggu mengenal Rania. Ia merasa masih belum pantas jika terlalu buru-buru bertanya hal pribadi.

Seolah tidak mendengar Raden, Rania terus menatap perahu itu. Tatapannya semakin tajam. Seperti elang yang membidik mangsanya.

“Rania,” kata Raden mengagetkannya. “Ayo, makan!” Rania mengangguk dan tersenyum tipis. Tetapi Rania masih mencuri-curi pandang ke tengah laut saat Raden sibuk dengan piringnya. Ia tak ingin lagi kehilangan perahu itu. Makannya pun tak selahap Raden. Nafsu makannya terganggu. Hatinya semakin gelisah.

Kegelisahan Rania tertangkap Raden. Ia penasaran. Hal apa yang membuat pandangan Rania tertawan, hingga ia begitu gelisah. “Kamu lihat nelayan? Sudahlah, nelayan itu hidupnya memang di laut. Tugasnya mencari ikan. Nah, kita tugasnya makan ikan,” kata Raden mencoba menenangkan Rania, tetapi ia tetap menyantap makanan.

Tapi hal itu sama sekali tidak mengubah apa pun. Pandangan Rania masih tetap tertawan ke perahu itu. Matanya seperti corong. Segala gerak-gerik nelayan itu ia perhatikan dari kejauhan 200 meter. Sesekali Raden ikut melirik perahu itu sambil menoleh wajah Rania yang mungil simetris. Ia tersenyum tapi masih tetap melanjutkan untuk menyantap ikan bakar, udang pedas manis, kerang saus padang. Perlahan namun pasti masuk ke mulut Raden. Lahap sekali.

Sementara nasi di piring Rania masih utuh. Sendok dan garpu yang dipegang hanya dimainkan. Jam tangan kecil yang melingkar di tangan kirinya ia pandang lalu memandang kembali ke perahu itu. Seolah ia menanti sesuatu. Tanpa disadari, Raden telah menyelesaikan makanannya. Rasa puas tergambar pada wajahnya. Raden menjentikkan jari memanggil waitress restoran itu.

“Terima kasih, Mbak,” ujar Raden sembari memberikan beberapa lembar uang kepadanya. Raden kembali memandang Rania. Ia heran kenapa gadis yang dicintainya itu selalu memandang laut. Raden ingin bertanya tetapi niat itu ia urungkan.

“Rania, ayo pulang. Rania…Rania!”

“Hah,” Rania kaget hingga lututnya terantuk di ujung meja. Ia bergegas bangkit dari kursi. Ia berjalan mengekor Raden. Matanya pun masih mencuri-curi pandang menengok perahu nelayan di tengah laut.

Saat perjalanan pulang, Rania sangat gelisah. Ia melirik lagi jam tangannya. Pukul 18.30 wita. Dalam perjalanan Rania hanya diam. Ia resah. Ia ingin segera sampai di rumah. Sikap Rania pun membuat Raden ikut tegang. Tapi lagi-lagi Raden tak berani bicara.

Selama 30 menit perjalanan akhirnya Rania sampai di rumah. Ia turun di depan gang rumah, karena mobil Raden tak cukup bila masuk ke gang itu. Rania turun tergesa-gesa tanpa berpamitan dengan Raden. Ia membanting pintu mobil dan berlari ke dalam gang. Raden bingung melihat sikap Rania. “Aku salah apa? Apa karena makanannya aku habiskan? Tapi, ah sudahlah,” Raden membatin. Ia kemudian meninggalkan Rania.

Setibanya di rumah Rania segera berganti baju. Dari dapur ibunya tak berhenti mengomel. Suara piring dan gelas terdengar beradu menandakan betapa kesal ibunya menunggu Rania pulang. “Kamu bisa lebih cepat, kan!” teriak ibu dari dapur.

Tanpa mengiraukan ibunya, Rania segera mengendarai sepeda motornya. Matanya was-was. Alisnya mengkerut. Laju gas sepeda motor ia kencangkan lagi. Tidak berapa lama, motor berwarna hitam itu terparkir di pinggir pantai.

Hari sudah mulai gelap. Dari kejauhan lampu berkedip-kedip. Sebuah perahu mendekat. Mesinnya mulai terdengar menderu dengan jelas. Sesaat perahu itu menepi. Rania berlari menghampiri dengan sumringah.

“Bapak!”[T]

  • Cerpen ini adalah hasil workshop Cipta Sastra dalam acara Pekan Raya Cipta Karya Mahima yang diselenggarakan Komunitas Mahima, Selasa 28 November 2023, di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali.

  • Baca CERPEN lain
Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM
Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-Puisi Heza Hara | Menjelang Subuh

Next Post

Tuban dan Sedikit Hal di Baliknya: Sebuah Celotehan

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Tuban dan Sedikit Hal di Baliknya: Sebuah Celotehan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co