12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perahu | Cerpen Dian Suryantini

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 9, 2023
in Cerpen
Perahu | Cerpen Dian Suryantini

Ilustrasi tatkala.co

RANIA tertegun menatap laut. Hatinya gelisah. Matanya awas tertuju pada satu perahu. Sementara di depannya ada Raden yang sibuk makan. Ia dengan mantap melahap hidangan yang ada di meja. Sedikitpun ia tidak memperhatikan Rania. Begitu juga dengan Rania yang seakan tidak peduli dengan Raden. Mata Rania seakan tidak berkedip. Perahu di tengah laut itu terus saja ia perhatikan.

“Rania, makanlah. Makanannya mulai habis. Ini enak,” kata Raden tanpa melihat Rania. Ia tetap sibuk menyomot satu per satu hidangan di meja.

Rania hanya melirik sebentar. Pandangannya kembali ke laut. Rania kaget, perahu itu tidak ada di tempat semula. Ia tambah gelisah. Kemana perahu itu? Rania mendongakkan kepala dan memandang sekitar laut. Ia menghela napas panjang, perahu itu kini berada di sebelah barat. Pergerakan perahu itu begitu cepat. Padahal Rania hanya berpaling sebentar. Sesekali ia melirik handphone yang tergeletak di meja. 

“Kamu kenapa? Tidak makan? Makanlah. Ini sangat enak.” Kali ini Raden membujuk Rania. Ia memandangi Rania. Ia sadar ada yang aneh dengan calon kekasihnya itu. Tapi Raden tidak mau tahu terlalu jauh. Raden baru seminggu mengenal Rania. Ia merasa masih belum pantas jika terlalu buru-buru bertanya hal pribadi.

Seolah tidak mendengar Raden, Rania terus menatap perahu itu. Tatapannya semakin tajam. Seperti elang yang membidik mangsanya.

“Rania,” kata Raden mengagetkannya. “Ayo, makan!” Rania mengangguk dan tersenyum tipis. Tetapi Rania masih mencuri-curi pandang ke tengah laut saat Raden sibuk dengan piringnya. Ia tak ingin lagi kehilangan perahu itu. Makannya pun tak selahap Raden. Nafsu makannya terganggu. Hatinya semakin gelisah.

Kegelisahan Rania tertangkap Raden. Ia penasaran. Hal apa yang membuat pandangan Rania tertawan, hingga ia begitu gelisah. “Kamu lihat nelayan? Sudahlah, nelayan itu hidupnya memang di laut. Tugasnya mencari ikan. Nah, kita tugasnya makan ikan,” kata Raden mencoba menenangkan Rania, tetapi ia tetap menyantap makanan.

Tapi hal itu sama sekali tidak mengubah apa pun. Pandangan Rania masih tetap tertawan ke perahu itu. Matanya seperti corong. Segala gerak-gerik nelayan itu ia perhatikan dari kejauhan 200 meter. Sesekali Raden ikut melirik perahu itu sambil menoleh wajah Rania yang mungil simetris. Ia tersenyum tapi masih tetap melanjutkan untuk menyantap ikan bakar, udang pedas manis, kerang saus padang. Perlahan namun pasti masuk ke mulut Raden. Lahap sekali.

Sementara nasi di piring Rania masih utuh. Sendok dan garpu yang dipegang hanya dimainkan. Jam tangan kecil yang melingkar di tangan kirinya ia pandang lalu memandang kembali ke perahu itu. Seolah ia menanti sesuatu. Tanpa disadari, Raden telah menyelesaikan makanannya. Rasa puas tergambar pada wajahnya. Raden menjentikkan jari memanggil waitress restoran itu.

“Terima kasih, Mbak,” ujar Raden sembari memberikan beberapa lembar uang kepadanya. Raden kembali memandang Rania. Ia heran kenapa gadis yang dicintainya itu selalu memandang laut. Raden ingin bertanya tetapi niat itu ia urungkan.

“Rania, ayo pulang. Rania…Rania!”

“Hah,” Rania kaget hingga lututnya terantuk di ujung meja. Ia bergegas bangkit dari kursi. Ia berjalan mengekor Raden. Matanya pun masih mencuri-curi pandang menengok perahu nelayan di tengah laut.

Saat perjalanan pulang, Rania sangat gelisah. Ia melirik lagi jam tangannya. Pukul 18.30 wita. Dalam perjalanan Rania hanya diam. Ia resah. Ia ingin segera sampai di rumah. Sikap Rania pun membuat Raden ikut tegang. Tapi lagi-lagi Raden tak berani bicara.

Selama 30 menit perjalanan akhirnya Rania sampai di rumah. Ia turun di depan gang rumah, karena mobil Raden tak cukup bila masuk ke gang itu. Rania turun tergesa-gesa tanpa berpamitan dengan Raden. Ia membanting pintu mobil dan berlari ke dalam gang. Raden bingung melihat sikap Rania. “Aku salah apa? Apa karena makanannya aku habiskan? Tapi, ah sudahlah,” Raden membatin. Ia kemudian meninggalkan Rania.

Setibanya di rumah Rania segera berganti baju. Dari dapur ibunya tak berhenti mengomel. Suara piring dan gelas terdengar beradu menandakan betapa kesal ibunya menunggu Rania pulang. “Kamu bisa lebih cepat, kan!” teriak ibu dari dapur.

Tanpa mengiraukan ibunya, Rania segera mengendarai sepeda motornya. Matanya was-was. Alisnya mengkerut. Laju gas sepeda motor ia kencangkan lagi. Tidak berapa lama, motor berwarna hitam itu terparkir di pinggir pantai.

Hari sudah mulai gelap. Dari kejauhan lampu berkedip-kedip. Sebuah perahu mendekat. Mesinnya mulai terdengar menderu dengan jelas. Sesaat perahu itu menepi. Rania berlari menghampiri dengan sumringah.

“Bapak!”[T]

  • Cerpen ini adalah hasil workshop Cipta Sastra dalam acara Pekan Raya Cipta Karya Mahima yang diselenggarakan Komunitas Mahima, Selasa 28 November 2023, di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali.

  • Baca CERPEN lain
Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM
Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-Puisi Heza Hara | Menjelang Subuh

Next Post

Tuban dan Sedikit Hal di Baliknya: Sebuah Celotehan

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Tuban dan Sedikit Hal di Baliknya: Sebuah Celotehan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co