25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ambisi Arsy | Cerpen Vito Prasetyo

Vito Prasetyo by Vito Prasetyo
November 4, 2023
in Cerpen
Ambisi Arsy | Cerpen Vito Prasetyo

Ilustrasi tatkala.co

   ARSY ingat betul kata-kata Ratri, saat mereka masih kuliah manajemen. Kali ini, mereka sedang mengikuti seminar tentang manajemen. Mungkin bagi orang awam, hal ini hanya sia-sia dan kurang efektif. Namun bagi Arsy, ini sangat penting untuk jenjang karirnya. Memang sebetulnya, buku-buku tentang manajemen sangat banyak diperjual-belikan di toko buku. Namun Arsy memang bukan kutu buku, yang mampu menghabiskan berjam-jam waktunya, hanya demi membaca buku.

   Seperti biasa, malam minggu bagi Arsy tidak ada yang istimewa, selain duduk di hadapan laptop dan bermain game. Terkadang ia menonton TV, hingga tak terasa sudah tertidur. Tapi malam ini, kenapa tiba-tiba perasaannya sedikit berbeda. Kenapa dia merasa gugup, dan sama sekali tidak tahu apa penyebabnya. Sejenak tiba-tiba ponselnya berdering.

   “Keluar yuk.”

   “Mau kemana?”

   “Biasalah….kita cari angin. Aku lagi jenuh di rumah.”

   “Memang suami kamu kemana?”

   “Terus kita mau kemana?”

   “Ah, sudahlah…tidak usah pakai banyak tanya. Pokoknya setengah jam lagi aku sampai di rumahmu.”

   “Dasar Ratri!” umpat Arsy dalam hatinya.

   Entah kenapa, Arsy juga merasa bahagia bisa melepaskan suntuknya. Bayangkan pekerjaan rutin yang dikerjakannya tiap hari. Sepertinya sudah tidak ada lagi waktu untuk membahagiakan atau menghibur dirinya. Tanpa disadarinya, usianya mulai beranjak makin tua. Ratri teman akrabnya sejak SMA, sudah berumah tangga. Lantas apa Arsy hanya berdiam diri dan menunggu jodoh datang sendiri. Rasanya tidak mungkin!?

   Mobil Ratri meluncur meninggalkan rumah Arsy. Laju mobil itu seakan menembus pekat malam di antara kelap-kelip lampu jalanan. Angin pun menusuk lewat jendela mobil. Hembusan itu bagaikan aroma rindu, yang entah kemana berlari. Di antara angin liar itu, seperti ada nada gelisah yang mampir di telinga Arsy. “Kenapa engkau tutup hatimu? Bukankah engkau merindukan seorang kekasih?”

   “Kamu, kok diam saja Arsy?”

   “Tidak, kok.” Balas Arsy

   Ratri yang dulu pernah mengalami hal seperti itu, seakan bisa membaca keresahan hati sahabatnya ini. Orang yang belum memiliki pacar, sering gelisah. Mimik Arsy kelihatan seperti memendam sebuah kerinduan asmara. Ratri sebetulnya kasihan, karena nasib sahabatnya ini sangat jauh berbeda dengan dirinya. Sejak kegagalan Arsy bersama kekasihnya, hati Arsy seperti tertutup untuk laki-laki.

   “Kita nikmati saja hidup ini.” Akhirnya Ratri coba menghibur Arsy dengan mengalihkan pembicaraan.

   Tak terasa mobil yang dikendarai Ratri masuk ke pelataran parkir sebuah rumah makan. Tak ingin kehilangan momen malam minggu, Arsy pun tak memikirkan persoalan masa lalu. Ia harus menikmati hidup ini, sudah lama ia tidak keluar rumah untuk menikmati malam minggu. Meski malam minggu ini hanya sekedar mencari makan. Hidup memang bagaikan irama musik, akhirnya akan tersudahi.

   “Jadi aku ajak kamu makan, habis itu kita pulang dan kamu nginap di rumahku.”

   “Iih… biasa kamu, pasti ada maunya.”

   Mereka betul-betul menikmati malam minggu ini. Arsy yang tadinya kelihatan galau, berubah seratus delapan puluh derajat. Senyumnya mengalir bagai bunga mawar yang merekah. Keindahan bunga mawar ketika dipetik dan dicium aromanya. Arsy bagaikan terlepas dari segala beban dan rutinitas setiap hari. Pagi berangkat kerja, lalu pulang sampai sore, kadang malam, tak pernah memikirkan bagaimana tubuhnya juga sudah terlalu penat.

   Sambil mengobrol di kamar, Ratri memutar sinetron religi kesukaannya, sangat pas dengan kehidupan mereka. Dari film ini, Ratri banyak belajar untuk menjadi istri yang baik. Meski sangat tidak mudah menjadi istri seperti dalam sinetron religi. Berbanding terbalik dengan Arsy yang sangat disiplin dalam beribadah. Memang, hanya nasib mereka saja yang berbeda.

   “Arsy, aku bisa melakukan tugas-tugas perusahaan, karena aku banyak belajar dari film ini. Arsy, kamu lihat di film itu, bagaimana sang sekretaris mengatur jadwal kerja pengusaha besar, tetapi begitu taat dengan suaminya. Itu super banget dan keren. Wanita karir, kebanyakan mendambakan jabatan sebagai sekretaris. Dan aku pikir kamu juga mampu melakukannya.”

   Dalam benak Arsy, ada betulnya omongan sahabatnya ini. Apa yang membedakan bagi mereka. Itu cuma soal nasib saja. Orang harus berani mengubah nasibnya. Ratri dan Arsy sejak dulu bersama. Sama-sama juga bertitel sarjana, dan bekerja satu kantor. Tetapi apakah mungkin Arsy bisa menduduki jabatan yang kini dipegang Ratri sebagai sekretaris direksi? Pikiran Arsy mulai dipenuhi oleh sebuah ambisi. Semua orang pasti mampu, jika ingin berusaha dan banyak belajar.

   “Eh, Arsy…kamu luar biasa banget. Aku tidak menyangka penampilan kamu kayak seorang bidadari, meski dengan pakaian berhijab.” Tanpa sengaja, suatu ketika Ratri dan Arsy bertemu di lobi kantor.  Arsy hanya tersenyum, ia menyadari ternyata penampilan juga bisa membuat orang lain jadi kagum. Bahkan karena penampilannya itu, Arsy sempat digoda temannya.

   Arsy memang tidak bergeming, masih begitu sulit ia melupakan Reza, lelaki yang dicintainya. Dan sebagai seorang karyawan memang harus lebih profesional, menyingkirkan hal-hal yang sifatnya pribadi.

   Beberapa minggu kemudian, Ratri menghubungi Arsy. Sepertinya ada yang penting dan sangat serius.

   “Arsy, nanti kamu gantikan aku sebagai sekretaris direksi. Aku ditugaskan untuk menggantikan direktur perusahaan yang ada di Singapura.” Bagai disambar petir, Arsy seakan tidak percaya dengan berita ini. Tapi, dari nada bicara Ratri kelihatan sangat serius. Arsy sebetulnya ingin membantah, kenapa harus dirinya. Tetapi seketika itu juga batinnya membantah. Bukankah Arsy juga punya cita-cita untuk menduduki jabatan sekretaris?

   “Direktur di Singapura, Liem Wiraguna, tiga hari lalu meninggal, karena kecelakaan pesawat. Perusahaan tidak mau membiarkan jabatan itu kosong cukup lama. Aku tadi dihubungi pemilik perusahaan untuk mengisi posisi itu. Dan aku merekomendasikan kamu, untuk mengganti posisiku disini.” Arsy hanya mampu mendengarkan, tak mampu berkata-kata atau membantah ucapan Ratri. Akhirnya, setelah agak tenang, Arsy berkata singkat ke Ratri.

   “Oh, iya Ratri….. selamat ya, kamu memang perempuan hebat. Kamu pantas jadi direktur.”

   Sejak saat itu, Arsy mulai berkonsentrasi untuk mempersiapkan diri sebagai sekretaris direksi. Baginya, ia dan Ratri sama. Arsy juga sarjana, lulusan kampus yang sama dengan Ratri. Lantas, apa yang menghalangi dirinya untuk membuktikan bahwa ia juga mampu.

   Seminggu sejak keberangkatan Ratri ke Singapura, Arsy belum berani memasuki ruangan kerja yang ditinggalkan Ratri. Hingga akhirnya, Ratri menghubungi Arsy.

   “Kamu kok tidak masuk kerja. Tadi aku ditelpon presiden direktur, posisiku belum ada yang isi. Kamu kan sudah aku rekomendasikan.”

   “eee…. Iya.” Arsy tergagap dan entah mau ngomong bagaimana. Mulutnya terkatup, seakan tanpa keberanian.

   Tanpa pikir panjang, keesokan harinya, Arsy mulai memasuki ruangan kerja sekretaris direksi. Arsy begitu kaget, karena ternyata di ruangan itu sudah ada seseorang perempuan, yang duduk di kursi kerja. Perempuan itu tak lain, Nikita. Perempuan yang sering memantik keributan di kantor, tetapi dia selalu berlindung di balik Manajer Personalia. Mungkin saja mereka ada hubungan khusus..

   Arsy akhirnya memilih kembali pada posisi semula. Ada rasa curiga, jangan-jangan Ratri hanya berbasa-basi padanya. Sejak saat itu Arsy tidak berusaha menghubungi Ratri. Begitu pula sebaliknya, Ratri tidak pernah menghubungi Arsy. tetapi ini bisa dimaklumi, karena jabatan baru yang dipegang Ratri, begitu penting. Mungkin tidak ada lagi waktu untuk sekedar santai. Apalagi Ratri juga sudah berada di Singapura.

   Arsy tidak mau larut dalam kesedihannya, ia tetap bekerja sesuai dengan tanggung-jawabnya. Ia begitu yakin, jika suatu saat itu menjadi miliknya, pasti akan kembali. Lagi-lagi batinnya seakan membantah. Kodrat sebagai perempuan lemah tidak lepas dari dirinya, saat salat, Arsy sering menangis. Tetapi apakah bukan sebuah nafsu, jika ia tetap menginginkan menjadi seorang sekretaris. Siang-malam perang batin terus bergolak di dadanya. Tetapi saat ia sadar, mulutnya bergumam: “astaghfirullah.”

   Sejak sekretaris direksi diduduki oleh Nikita, ada banyak masalah yang muncul. Beberapa tender besar perusahaan gagal. Nikita tidak mampu bekerja seperti Ratri.

   Tidak ada ampun bagi Nikita, ia dipecat dari perusahaan dan segera digantikan oleh Arsy. Betapa gembiranya Arsy, apa yang ada di benaknya selama ini ternyata salah. Ia telah memvonis sahabatnya sendiri, Ratri, dengan prasangka yang salah.

   Kini Arsy bukan lagi perempuan lemah yang hanya bisa berpasrah menerima kodratnya sebagai perempuan. Arsy telah menjadi perempuan tegar, kokoh, kuat dan enerjik. Arsy tidak mau mengkhianati perasaan sahabatnya, Ratri. Ia bisa menduduki jabatan ini, semua berkat pertolongan Ratri. Bagaimana jika seandainya, Ratri kembali lagi ke Jakarta dan kembali menempati jabatan yang kini diisi Arsy?

   “Aku tidak mau mengkhianati persahabatanku dengan Ratri.” Itu yang melintas dalam benaknya.

   “Apakah ini sebuah ambisi? Entah..” Hati Arsy seakan penuh pertentangan. [T]

  • Baca CERPEN lain
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Saklon | Cerpen Sonhaji Abdullah
Sebuah Tas Untuk Istri Dokter | Cerpen Putu Arya Nugraha
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Arif Billah | Sepanjang Pantai Aku Mengumpat

Next Post

Jelajah Aksara Dalam Sarira : Catatan dari Tutur Sang Hyang Aji Saraswati

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Lahir di Makassar, Februari 1964. Kini tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar.

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Jelajah Aksara Dalam Sarira : Catatan dari Tutur Sang Hyang Aji Saraswati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co