3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Arif Billah | Sepanjang Pantai Aku Mengumpat

Arif Billah by Arif Billah
November 4, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Arif Billah | Sepanjang Pantai Aku Mengumpat

Arif Billah

SALINDIA UTARA

Aku masih menerawang jauh
tempat leluhur benihkan sauh,
mereka harum semerbak aroma garam
sehampar lelehan perak mengeram
tumbuh bersama tegarnya karang
pada abrasi yang mengerang

Aku masih menerawang jauh
pada leluhur yang menanam peluh,
berkompromi dengan Dewi Sri
untuk melahirkan hutan asri
beranak pinak kebun melati
serta sedap aroma teh pada dataran tinggi

Aku masih menerawang
ketika,
semerbak aroma garam datang basahi muka
rindu dan haru menempel lengket pada pasir di kepala
larik-larik cemara kini subur sarang kebinalan remaja
rimbunan teh jadi milik bos besar asia tenggara
dan hutan pinus bertumbuh tandus ditengkrengi kafe anak muda

Aku menerawang semakin lekat
ketika,
awan mulai merontokan bulir hitam
menara pemintal daya buraikan dengusnya
dari pelabuhan, batu bara diantarkan
seribu MegaWatt listrik disalurkan

Bagiku,
begitu sulit merobek salindia
agar Aku tak menerawang saja.

bagaimana caranya
mendamaikan diamnya laut utara
yang penuh mutahan darah hitam
atau membatalkan talak dari Dewi Sri
untuk mempersuntingnya kembali?

26/02/2023
 

UTARA KECILKU

Setelah jauh kakiku menjajah arah Selatan
Semakin kencang tiupan angin urban
Kota yang kata mereka menyimpan sejuta rindu
Pagi-sore menyiksaku

Aku ingin dimandikan Ibu, di Utara kecilku;
Dengan gelombang tenang, atau saat
Sungai-sungai sedang pasang.

Aku hanya ingin pulang,
bukan datang dengan berpura-pura
menjadi bilah setajam pedang
atau bertubuh laut kokoh menentang karang

Aku ingin ditimang Ibu, di Utara kecilku;
dengan hawa lembut, semilir angin berkabut,
di antara pepohonan pinus dan cemara beringsut.

sungguh sangsi menapaki tanah kelahiran kembali
nedhak siten seperti bayi
di utara kecilku ini.

26/02/2023

ELEGI TENGAH LAUT

Seonggok bangunan di tengah lautan
yang hanya ujungnya menyembul di permukaan
tak akan pernah merasakan tenang ombak berdeburan
dan riak-riak serupa kerling kelopak mata Durga

Makara buas, lepas dari tunggangan Baruna
menghambur masuk pangkal ruang tak terjamah
menyelinapkan gelembung kesuburan paling liar
membongkar perabotan dan isian sebuah rumah

Lahirlah gelap sempurna di kelamnya suasana
bahkan bulan tak mampu menembus kulitnya
yang pekat di antara besi cair paling kental

Mercusuar paling terang tak henti menangis
karena tangan eloknya telah lemas dan kebas
menengadah hamparan kosong, doa-doa bohong
untuk meraih seonggok bangunan di tengah lautan

Tak ada riuh riak berlabuh
Tak ada ramai desir pantai
seonggok bangunan di tengah lautan
mati perlahan.

16/04/2023

SEPANJANG PANTAI AKU MENGUMPAT

senja telah memicingkan mata
dan cakrawala terbahak-bahak
melihatku belepotan kata umpatan
di sepanjang pantai tak karuan

baru jam empat kalong sudah menyambar
mereka sukar dengar bus karyawan
antre keluar dari gerbang proyek PLTU
dan itu sangat mengganggu pelancong sepertiku
yang ingin bertukar keringat dengan garam
pantai utara, melelehkan aspal di tengkuk
dan aku mengeraskan upil untuk menahan batuk

saat jendela keterjagaan pantai masih ditutup rapat
jalanku lewat hanya kebun melati warga setempat,
pun hanya diramaikan: pemberontakan udang dalam tambak;
remaja tanggung kebelet senggama bermotor dua tak;
pemancing yang kabur dari istri, atau;
orang pusing cari wangsit setelah kalah berebut hak waris.

aku merasa pergi dari sini hanya sebentar
namun, siklus bulan telah berputar hingga pengar
aroma peradaban menguarkan harum pembangunan
di atas kobaran tuntutan harga tanah milyaran
wangsit datang bersama dengan ombak mimpi
indah peradaban baru dibangun dalam paksaan
tanah kotor akibat bibir-bibir jontor
pun akhirnya dapat diolah para investor
garis pantai meringis bakaunya habis
kavling-kavling di tanah rendah
mengusir peziarah
aku terusir?
kepul debu telah berlalu,
tinta malam lumer pada taburan cahaya
gemintang palsu di antara cemara
cafe meruput di setiap sudut seperti lumut
dibangun semi permanen dengan model:
gedongan
meniru arsitektur gaya barat:
gadungan

tau begitu aku akan mencegah simbahku
untuk jangan menjual tambaknya dulu,
tunggu sampai ganti beberapa bupati baru
lalu jual tanahnya saat ada proyek PLTU
atau bangun cafe yang jual kopi dan susu
ah, timingnya sungguh asu!

14/3/2023

BATANG BERKEMBANG

Tambak ikan, kebun melati
Surut layu ditimbun aspal mewangi
Cerobong asap menjulang tinggi
Menggusur nelayan dan petani

Teriakan pledoi: PLTU kita terbesar se-Asia Tenggara!

Pantura telah senyap
Alas Roban semakin gelap
Tol menjarah segala arah
Riuh rumah makan
Rontok layu berkepanjangan

Sepertinya Batang memang semakin berkembang
Muda-mudi tak takut lagi membeli kopi harga tinggi
Mau itu di tataran tengah hutan atau di riuh tepi pantai
Menganggur, merah atau putih di jalan tengah kota
bisa juga bikin senang belaka

Ruang kosong adalah ruang nongkrong
Kebinalan kembali merong-rong
Entah ke dalam darah pemuda pembangkang
Atau ke mereka yang suka membuat Batang lebih berkembang

Sambong Kebon, 14/11/2022

  • BACA puisi-puisi lain
Puisi-puisi Rusdy Ulu | Keruh, Gelisah, Propaganda
Puisi-puisi Gilang Sakti Ramadhan | Anggaran Perubahan Daerah
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Bau Kita Garam dan Darah Yang Sama
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi: Judul adalah Kunci

Next Post

Ambisi Arsy | Cerpen Vito Prasetyo

Arif Billah

Arif Billah

Lahir di Batang, Jawa Tengah. Menyelesaikan studi Ilmu Komunikasi di UMY

Related Posts

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails
Next Post
Ambisi Arsy | Cerpen Vito Prasetyo

Ambisi Arsy | Cerpen Vito Prasetyo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co