2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater dan Oleh-Oleh dari Jogja

Satria Aditya by Satria Aditya
October 31, 2023
in Tualang
Teater dan Oleh-Oleh dari Jogja

THEATRE GAMES di Yogyakarta

THEATRE GAMES, begitu instruktur di Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMVP Seni dan Budaya) di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta menyebutnya. Ini adalah metode yang baru saya dengar. 

Ceritanya begini. Pada awal September 2023, saya tiba-tiba dihubungi Made Adnyana Ole, pendiri Komunitas Mahima. Saya diminta mengikuti diklat teater di Yogyakarta. Berangkat 2 Oktober. Saya langsung mengiyakan walaupun diklat itu dilaksanakan selama 16 hari.

Setelah mengiyakan itu, saya baru berpikir bahwa saya harus izin dari tempat bekerja selama 16 hari. Tetapi segala cara saya usahakan untuk dapat berangkat ke Yogyakarta, tempat impian saya sebelum menjadi mahasiswa dulu.

Waktu semakin dekat, hati semakin berkecamuk karena saya harus berangkat sendiri. Beberapa teman mungkin kesal saya tanyai bagaimana cara cek in saat di bandara nanti, kemana saya harus melaporkan tiket yang sudah saya pesan online itu saat berada di bandara nanti.

Untung saja, beberapa teman mau memberitahu saya kemana saya harus melaporkan tiket sampai ke detail harus berangkat jam berapa dan harus menunggu di mana nanti. Perasaan saya sedikit lega kala itu.

Barang-barang sudah saya kumpulkan sedemikian rapi di dalam koper. Pikir saya itu cukup untuk 2 minggu di Yogyakarta. Dilema semakin menyelimuti saat saya akan berangkat. Mungkin ini terlalu lebay tapi saya harus meninggalkan kekasih tercinta saya selama 2 minggu. Sedih memang, tapi untuk mencapai impian, memang harus memendam kerinduan.

Saya berangkat ke Yogyakarta, dengan rasa senang dan juga syukur saya akhirnya bisa berangkat ke Yogyakarta. Sampai di bandara Kulonprogo, ya Kulonprogo, membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk dapat sampai di Balai Diklat di Sleman. Sayangnya, saya sampai di Yogyakarta saat malam hari.

Agak sedih karena tidak bisa menikmati suasana dari Kulonprogo ke Sleman saat hari sedang terang. Karena beberapa waktu lalu sebelum berangkat ke Yogyakarta, saya membaca Twitter dan secara kebetulan saya membaca cerita mistis di Ringroad Jogja. Begitu sampai di Ringroad Jogja, pikiran-pikiran ngeri terbesit. Takutnya, sopir saya berubah menjadi sosok yang mengerikan atau di sebelah saya ada sosok yang mengerikan juga.

Singkat waktu, saya sampai di Balai Diklat yang sangat luas malam itu. Untuk menuju asrama yang akan saya tinggali dari gedung utama di depan membutuhkan waktu kurang lebih 7 menit jika berjalan. Untung satpam di Balai Diklat itu sigap membantu mengantar saya menuju gedung asrama. Pikir saya sebelumnya, saya tak akan nyaman dengan teman sekamar, takut tak ada obrolan yang seru dari saya.

Tetapi semua itu berubah semenjak saya masuk kamar. 2 orang teman sudah menunggu di dalam kamar, baru menghela nafas, kita langsung membicarakan kerja-kerja teater dan komunitas di daerah kita sendiri. Sedikit untuk untuk kawan pembaca, saya sekamar dengan orang Jakarta dan Indramayu. Beberapa praktek kerja teater dari daerah mereka masing-masing tergolong sama dengan apa yang ada di Bali.

Theatre Games

Saya adalah orang yang takut akan sesuatu yang baru pernah saya dengar. Misalkan kegiatan di Diklat Teater, saya takut bahwa kegiatan akan membosankan dan sangat membuat saya jenuh.

Tetapi semua itu berjalan tidak sesuai dengan pikiran saya. Setelah pengenalan teater secara teoritis, keesokan harinya kami, Bidang Seni Teater dengan 12 orang peserta berkumpul di gedung Seni Teater. Di dalam Balai Diklat, ada beberapa gedung yang dikhususkan untuk bidang-bidang tertentu. Misalkan, gedung Karawitan, Pedalangan, Musik dan gedung yang lain yang mencangkup seni dan budaya.

Kami sudah ditunggu oleh Mas Eko dan Mas Haris kala itu. Dengan secangkir kopi dan rokok yang sudah habis setengah, kami lantas ikut berbincang mengenai teater dan sedikit bercanda mengenai daerah kami sendiri-sendiri. Dari obrolan itu, kami menjadi saling berkenalan satu sama lain. Ada teman dari Lampung, Surabaya, Jogja, Kudus, Jepara, Tuban dan Banten.

Theatre Games sungguh sangat awam bagi saya. Karena selama ini, pola latihan hanya pada olah vokal A,I,U,E dan O, begitu pula olah tubuh dan olah rasa. Tetapi, ketika mempelajari Theatre Games pola pikir saya kepada teater berubah. Ternyata, teater bisa mengasyikkan jika pola latihan dibuat pula menarik. Pola latihan Theatre Games sangat cocok digunakan bagi saya, seorang pengajar yang juga mengajar extra teater di luar sekolah karena extra teater di sekolah sendiri dibubarkan.

Saya memutar otak sebelum adanya undangan untuk mengikuti diklat. Karena pola latihan yang itu-itu saja dan membuat anak-anak sekolah jenuh. Ditambah lagi, sampai hari ini, anak-anak sekolah di Denpasar tak tahu banyak teater, mereka lebih tahu operet yang memang mempunyai pasar besar di Denpasar. Tapi saya tidak menyalahkan itu, hanya saja, kerja saya menjadi bertambah untuk menjelaskan teater, tokoh yang terlibat dan teater “bagus” di Bali.

Pola-pola latihan Theatre Games seperti bermain anak-anak. Membuat lingkaran sembari menunjuk teman, begitu pula yang ditunjuk menunjuk teman lain dan seterusnya. Sampai akhirnya, kita berjalan ke arah teman yang ditunjuk, begitu pula seterusnya.

Posisi menjadi acak, kita menjadi bingung dari posisi teman sebelumnya dan bisa berubah seketika, apalagi ketika kita dituntut untuk menaikkan ritme gerak dan suara. Ternyata, pola latihan itu secara tidak sadar, kita dapat mengolah tubuh kita dengan bergerak, mengolah vokal ketika ketika menyebut nama teman dan dapat lebih peka terhadap lawan main nantinya di atas panggung.

Pola latihan ini yang sangat dibutuhkan untuk mengajar anak-anak sampai anak SMA. Karena, beberapa kali saya menemukan kejenuhan dalam latihan teater yang polanya begitu saja. Pemanasan, latihan vokal, olah tubuh lalu dilanjutkan ke latihan teks.

Tetapi berbeda dengan Theatre Games, pola latihan ini bisa saja digunakan sebelum latihan, di tengah-tengah latihan dan di akhir latihan. Sangat fleksibel tergantung kebutuhan dan metode sendiri-sendiri nantinya. Metode Theatre Games memang tidak langsung mengajarkan kita olah vokal, olah tubuh dan olah rasa secara sadar, namun ketika kita berada di atas panggung, vokal, tubuh dan rasa kita telah terbentuk seiring berjalannya proses.

Selama 9 hari, kami menerapkan metode itu sebelum Latihan untuk dipresentasikan pada magang industry nanti di Solo. Ya, Solo, tempat yang tidak pernah saya bayangkan. Dan pada akhirnya, 5 hari kami di Solo. Oemah Arturah menyambut kami di Taman Budaya Solo. Banyak pula yang kami dapat di sana.

Yang menarik adalah, ketika ada kunjungan ke sebuah tempat penyewaan busana, di sana saya sempat berpikir bahwa ini bukan bidang saya untuk merias, tetapi ternyata saat saya berada di Bali, saya tahu riasan apa yang harus diaplikasikan kepada pemain dan hanya memberitahu perias saat itu. Semua sangat berguna bagi saya yang masih banyak harus berproses ini. Begitu pula kami diajak untuk membuat sebuah property. Saya untuk pertama kalinya membuat wayang jawa. Unik, menarik dan pengalaman yang berkesan.

Pada akhirnya perpisahan adalah hal yang paling saya benci. Ya, saya harus segera kembali ke Bali karena jadwal pesawat yang mepet. Bandara terlampau jauh dari Balai Diklat. Saya hanya sempat mengucapkan salam perpisahan kepada beberapa teman di asrama sebelum penutupan berlangsung.

Mungkin saya tidak akan menjelaskan secara rinci, metode-metode yang digunakan saat Theatre Games, karena memang susah dijelaskan jika tidak praktek langsung. Tetapi, hal lain yang saya rasakan adalah saya bisa terus tumbuh melalui teater, mendapatkan teman baru, metode baru dan pencarian baru. Begitu pula mendapatkan oleh-oleh sebuah cerita yang dapat saya bagikan kepada mereka yang ingin belajar dan tumbuh bersama. 

Sekali lagi, Yogyakarta adalah tempat paling indah yang selalu ingin saya kunjungi. Tak hanya sekali dua kali saja, tetapi saya ingin mengunjunginya berkali-kali. [T]

“Gema Ladang”: Nyanyian Ladang dan Ratapan dari Flores Timur
“Dapur Bangsa”: Eksplorasi Kekayaan Kuliner Nusantara
“Pangan dan Kata-Kata yang Tak Cukup”: Relasi Antara Pangan, Tubuh, dan Higienitas
Tags: TeaterYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pangan dan Kata-Kata yang Tak Cukup”: Relasi Antara Pangan, Tubuh, dan Higienitas

Next Post

Anak Muda, Literasi dan Golput

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Anak Muda, Literasi dan Golput

Anak Muda, Literasi dan Golput

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co