23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Azkiya Adalah Bagian “Penting” dari Minikino Film Week Bali International Short Film Festival

Jaswanto by Jaswanto
September 19, 2023
in Khas
Warung Azkiya Adalah Bagian “Penting” dari Minikino Film Week Bali International Short Film Festival

Warung Azkiya pada malam hari | Foto: Dok. Jaswan

SEJAK PUKUL 6 pagi, nyaris setiap hari, Bu Azkiya—sebagaimana ia akrab dipanggil—sudah menyiapkan dagangan di warung makan miliknya. Perempuan dengan nama lengkap Azkiyatun Nisa’ itu, mendirikan warung di Jalan Pulau Madura Denpasar sejak Januari 2018. Warung kecil, khas warung makan sekaligus kopi di pinggiran kota urban, berdiri tepat di depan markas Minikino, organisasi festival film pendek dengan jaringan kerja internasional.

Sebagaimana lazimnya sebuah warung, Warung Azkiya juga banyak menawarkan menu makanan dan minuman. Ada lalapan ayam, lele, soto, mie instan, kopi, teh, dan minuman rasa-rasa, seperti kantin zaman sekolah dulu. Tentu saja ada cemilan, kerupuk, rokok, air mineral, sebagai pelengkapnya. Ada juga meja dan kursi—meski tentu bukan arti yang sesungguhnya.

“Warung saya berdiri di sini setahun sebelum Minikino pindah ke MASH di depan itu,” ujar Bu Azkiya, sambil mencuci alat-alat dapurnya, kepada tatkala.co, Senin (18/9/2023) malam.

Reporter tatkala.co foto bersama Bu Azkiya / Foto: Dok. Jaswan, tatkala.co

Bu Azkiya bercerita, sebelum merantau ke Bali, pada awal tahun 2000-an ia sempat bekerja di Arab Saudi selama delapan tahun. Itu bukan waktu yang sebentar bagi orang yang tidak bisa bahasa asing. “Bisa bahasa Arab, sedikit-sedikit,” katanya.

Dulu ia adalah seorang penjahit yang cukup ahli. Berbagai jenis sandang pernah ia bikin. Namun, menjahit ternyata membuatnya jenuh. Ia ingin, seperti katanya, “bekerja dengan rileks, tanpa tekanan dan tengat waktu”. Oleh sebab itulah, ia memutuskan untuk membuka warung makan dan kopi kecil-kecilan dengan pikiran waktu kerjanya lebih fleksibel. Padahal, dan ini yang menarik, awalnya ia tak banyak menguasai resep masakan Indonesia.

Sejak ada MASH Denpasar—tempat anak-anak Minikino bekerja—di Jalan Pulau Madura, Bu Azkiya mengaku, warungnya seperti ketiban berkah, semacam mendapatkan momentum kebangkitan. Sebab, sebelum berinteraksi, berkenalan, lalu akrab—bahkan akrab sekali—dengan anak-anak Minikino, Warung Azkiya tak ada bedanya dengan warung-warung “pinggiran” pada umumnya. Namun, saat ini, Warung Azkiya telah menjelma menjadi semacam tempat yang sama pentingnya dengan ruang kerja Minikino.

Beberapa undangan Minikino Film Week 2023 sedang ngobrol di Warung Azkiya / Foto: Dok. Jaswan, tatkala.co

Lantas, apa yang menjadikannya istimewa? Apakah karena kopinya yang hitam, keras, kental, dan terkesan jalanan? Kelihatannya. Apakah karena mereka yang datang makan dan ngopi adalah anak-anak muda dengan semangat berkarya yang menggebu? Mungkin. Tapi hal pertama yang membuat Warung Azkiya menjadi istimewa adalah sikap pemiliknya—Bu Azkiya—yang ranah, suka bercanda, mudah akrab, dan sangat keibuan. Ah, bagi beberapa anak Minikino, itu bahkan bukan warung. Itu rumah!

“Anak-anak Minikino itu baik-baik sekali. Mereka sudah saya anggap sebagai anak sendiri. Ibu dibantu banyak hal. Banner-banner itu mereka yang bikin. Terus itu… apa itu… pembayaran digital itu, mereka juga yang bikin. Ibu mana tahu yang begitu-begituan,” terangnya, dengan logat Madura yang khas.

Warung Azkiya semakin meriah saat Minikino Film Week Bali International Short Film Festival diselenggarakan. Festival film pendek yang diselenggarakan sekali dalam setahun itu menjadi berkah tersendiri bagi Bu Azkiya. Seperti tahun ini, misalnya, berkat adanya Minikino Film Week yang berlangsung dari tanggal 15-23 September 2023, Warung Azkiya harus siap sibuk melayani para tamu undangan yang menghadiri festival tersebut. Para tamu yang hadir, khsusnya di MASH Denpasar, nyaris semuanya pernah berbelanja di Warung Azkiya.

“Pas baru pertama ada festival itu, saya buka sampai jam 1 malam, Mas, saking ramenya orang belanja,” ujarnya.

Sekadar informasi, Minikino Film Week tak hanya dihadiri oleh pelaku film tanah air, tapi juga luar negeri—dan ini yang membedakan Warung Azkiya dengan warung-warung pada umumnya. Ya, jangan salah, meski bentuk fisiknya nyaris seperti tempat nongkrong para blandongan, pembeli yang makan dan minum di sana kebanyakan bukan orang sembarangan. Mereka adalah sutradara, produser, programer film, dari dalam dan luar negeri. Warung Azkiya telah naik kelas.

“Banyak orang luar negeri yang makan dan minum di sini. Kadang ibu dikasih uang tip,” ungkapnya, senang.

Warung Azkiya merupakan fenomena urban. Tampilan bangunannya yang sederhana dan segmen pasarnya yang membidik kelompok ekonomi bawah kerap mengaburkan status sosial pemiliknya.

Meski memulai bisnis dari bawah, banyak pemilik warung seperti Bu Azkiya yang kemudian berhasil meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman. Kerja keras, keuletan, dan tahan banting adalah sebagian kuncinya.

Dan sejak awal mula kehadirannya, DNA warung seperti Azkiya adalah juru selamat bagi mereka yang ingin kenyang, makan dengan lauk layak, tapi tetap bisa hemat. Maka tak heran, kalau dari warung seperti ini ada banyak cerita kebaikan.

Tempat Diplomasi Informal

Seperti yang dikatakan oleh pihak penyelenggara, Minikino Film Week merupakan tempat bertemunya pelaku industri film dari dalam dan luar negeri. Banyak pelaku film yang datang ke festival tersebut dengan niat, selain belajar dan berburu film dan sosialisasi, juga berusaha mengakses jaringan yang lebih luas.

Maka jangan heran jika berkunjung ke MASH Denpasar, misalnya, Anda akan melihat orang-orang pada ngobrol di mana-mana. Ada yang di dalam ruangan dengan meja, kursi, laptop, dan kopi ala kafe; ada pula yang tak keberatan ngelesot di trotoar pinggir jalan yang ramai kendaraan.

Para pelaku industri film sedang bertemu dan ngobrol di depan MASH Denpasar / Foto: Dok. Jaswan, tatkala.co

Dan jangan lupakan satu tempat lagi: Warung Azkiya. Di meja dan bangku panjangnya, tak sedikit pemikiran lahir, masalah terpecahkan, dan diplomasi mencapai titik kesepakatan. Kalau sudah begitu, Warung Azkiya menjelma menjadi ruang rapat, diplomasi, diskusi, dan tempat selfi. Tak jarang pula kegiatan-kegiatan itu terjadi secara bersamaan. Uniknya, semua itu dilakukan dengan cara informal.

“Yang bergerombol dan saling ngobrol itu biasanya filmmaker. Dan tak jarang kesepakatan justru lahir dari situ, bukan di ruangan resmi,” terang I Made Suarbawa, Direktur Traveling Cinema Minikino Film Week.

Tampaknya orang-orang yang hadir di Minikino Film Week memang lebih suka sesuatu yang santai, fleksibel, informal. Pertemuan formal dan penuh protokoler kadang memang menjenuhkan dan terkesan kaku. Maka, tak jarang keputusan-keputusan penting justru lahir dari ruang-ruang informal seperti warung kopi, misalnya.

Sekadar contoh, sejak sebelum pendirian ASEAN lewat sebuah akta singkat pada 8 Agustus 1967, diplomasi di Asia Tenggara telah menunjukkan warna unik: penggunaan diplomasi informal. Pakar sejarah diplomasi dan sejarah regional Asia Tenggara dari Universitas Indonesia, Linda Sunarti, sempat mengungkapkan bahwa porsi penting negosiasi di Asia Tenggara sepanjang sejarahnya seringkali direbus di “kedai-kedai sambil duduk minum kopi”.

Pernyataan itu merujuk pada negosiasi-negosiasi informal—seringkali dilakukan secara rahasia—yang terjadi sebelum adanya sebuah perundingan formal. Dengan demikian, poin-poin perundingan telah disepakati sebelumnya sehingga pertemuan formal yang terjadi sesudahnya hanya merupakan pemukul gong dari butir-butir yang secara serius akan dikerjakan pihak-pihak dalam perundingan—mengingat kesepakatan pribadi yang sudah terbangun sebelumnya. Ini adalah kenyataan corak diplomasi yang terjadi di Asia Tenggara pada dekade 1960-an.

Sebagai ruang pertemuan bagi semua orang, disadari atau tidak, Warung Azkiya memiliki peran yang lumayan terhadap perhelatan ini. Dan terlepas dari itu semua, secara tidak langsung, barangkali Warung Azkiya memang bagian, sekali lagi, “penting”—dari sisi yang lain—Minikino Film Week Bali International Short Film Festival.

Akhirnya, tak hanya tentang makanan dan minuman apa yang ditawarkan, tapi tentang bagaimana sebuah tempat, dapat mempertemukan kita semua. Itu.[T]

Baca juga artikel terkait FILM atau tulisan menarik lainnya JASWANTO

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Minikino Film Week 2023 dan Hidupnya Ruang Kolaboratif di Singaraja
Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang
Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang
Minikino Film Week 2023: Tempat Bertemunya Pelaku Industri Film dan Upaya Penguatan Perfilman Bali
Tags: festival filmMinikinoMinikino Film Week
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film Soma (Muasal): Sebuah Usaha Mengenalkan dan Melestarikan Subak

Next Post

283 Keluarga Terima Bantuan Bedah Rumah, Pj. Bupati: Kemiskinan Ekstrem di Buleleng Tuntas 2024

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
283 Keluarga Terima Bantuan Bedah Rumah, Pj. Bupati: Kemiskinan Ekstrem di Buleleng Tuntas 2024

283 Keluarga Terima Bantuan Bedah Rumah, Pj. Bupati: Kemiskinan Ekstrem di Buleleng Tuntas 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co