23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sudahi Bicara Mitos, Mulai Bicara Karya-karya Umbu Landu Paranggi | Dari Peluncuran dan Diskusi Buku Melodia

Redaksi Tatkala Denpasar by Redaksi Tatkala Denpasar
August 17, 2023
in Khas
Sudahi Bicara Mitos, Mulai Bicara Karya-karya Umbu Landu Paranggi | Dari Peluncuran dan Diskusi Buku Melodia

Diskusi buku Melodia karya Umbu Landu Paranggi | Foto: Agus Wiryadi Saidi

Selama ini Umbu Landu Paranggi lebih banyak dibicarakan sebagai sosok redaktur, inspirator, motivator, guru atau penempa bibit-bibit sastrawan muda. Tak jarang malah pembicaraan dibumbui mitos dan kisah-kisah misterius tentang sosok Umbu. Sebaliknya, karya-karya puisi Umbu malah jarang dibicarakan. Dengan terbitnya buku Melodia (Kumpulan Puisi 1959—2019) yang menghimpun cukup lengkap sajak-sajak Umbu, pembicaraan tentang mitos-mitos Umbu mesti makin dikurangi dan lebih diarahkan untuk membahas karya-karya puisinya dan pencapaiannya.

Pandangan ini mengemuka dalam peluncuran dan diskusi buku Melodia (Kumpulan Puisi 1959—2019) karya Umbu Landu Paranggi yang digelar Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP) di aula ITB Stikom Bali di Renon, Denpasar, Selasa, 15 Agustus 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Umbu Landu Paranggi yang digelar sejak 6 Agustus 2023 lalu dan akan berakhir 20 Agustus 2023 mendatang. Diskusi menghadirkan narasumber penyusun buku, I Wayan Jengki Sunarta dan akademisi sastra dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, I Made Sujaya.

Menurut Sujaya, pada mulanya dan hingga akhir hayatnya Umbu merupakan seorang penyair. Legitimasi kepenyairannya didapat melalui usaha kerasnya menembus arena sastra Indonesia pada tahun 1960-an. Sajak-sajaknya dimuat di berbagai surat kabar, majalah, maupun jurnal. Hanya memang, hingga dia berpulang, belum ada buku kumpulan puisi tunggal yang menghimpun sajak-sajaknya.

“Cerita dari kawan-kawannya atau ‘murid-muridnya’, Umbu memiliki sejumlah manuskrip, tetapi hingga kini tak satu pun ditemukan. Karena itu, penerbitan buku Melodia yang menghimpun 101 sajak Umbu ini tak hanya menjadi sejarah penting bagi jejak kepenyairan Umbu dan puisi Indonesia, tetapi juga menjadi titik tolak untuk membicarakan Umbu sebagai penyair, tak lagi sekadar mitos dan kisah-kisah misterius,” kata Sujaya.

Hanya memang, imbuh Sujaya, membicarakan sajak-sajak Umbu akan sangat sulit memisahkan dari sosoknya. Pasalnya, sajak-sajak Umbu umumnya menggambarkan perjalanan dirinya mencecap keindahan puisi yang dalam tradisi kesusastraan di Bali disebut dengan ungkapan alanglang kalangwan.

“Dalam kasus sajak-sajak Umbu, pengarangnya tak bisa dipisahkan. Tapi, dengan bertitik tolak pada karya, berpijak pada sajak, pembicaraan tentang Umbu menjadi berbasis pada teks, sehingga lebih mendekati objektivitas,” jelas Sujaya.

Sujaya pernah mengumpulkan dan meneliti sajak-sajak Umbu pada tahun 2003—2004 dan hasilnya dituangkan dalam skripsi di Jurusan Sastrav Indonesia, Unud. Dalam penelitiannya, Sujaya menemukan 38 sajak Umbu dengan delapan di antaranya merupakan variasi teks.

“Skripsi yang saya tulis itu memang berangkat dari kegelisahan minimnya pembicaraan mengenai sajak-sajak Umbu, padahal dia juga seorang penyair. Hanya saja saat itu tidak mudah mendapatkan sajak-sajak Umbu. Karena itu saya senang sekali buku Melodia ini terbit berkat usaha keras Jengki,” kata Sujaya.

Dosen sastra Indonesia dari Undiksha Singaraja, I Made Astika juga sependapat dengan Sujaya bahwa dengan terbitnya Melodia maka taka da lagi mitos tentang Umbu. Buku ini menegaskan Umbu sebagai penyair dengan karya-karyanya yang pantas untuk diapresiasi.

“Buku ini akan membuka lebih banyak kemungkinan untuk mengkaji Umbu dari teks, dari karya-karyanya,” kata Astika.  

Hal senada juga disampaikan Warih Wisatsana. Menurut Warih, Melodia telah membebaskan Umbu dari mitos-mitos yang sesungguhnya juga membuat Umbu tidak nyaman. Warih menyebut mitos-mitos itu justru memenjarakan Umbu, membuatnya berjarak dengan realitas yang sesungguhnya. “Padahal, Umbu sejatinya juga manusia biasa yang punya sisi-sisi humanis seperti kita,” kata Warih.

Puisi yang Membadan

Sujaya menilai sajak-sajak Umbu merupakan sajak-sajak yang berbicara tentang ‘dunia dalam diri’. Umbu lebih menyukai penjelajahan ke dalam diri untuk memahami realitas di luar diri, seperti diungkapkan dalam petikan sajak “Melodia”, “baiknya mengenal suara sendiri dalam mengarungi suara-suara di luar sana”.

Umbu dan puisi-puisinya, imbuh Sujaya, seolah luruh, “senyawa nyawaku”. Ini menyebabkan antara teks dan konteks dalam kaitan sajak-sajak Umbu seolah tak berjarak. Umbu kerap mengutip konsep salampah laku Ida Pedanda Made Sidemen yang bermakna keselarasan antara kata atau sastra dengan laku diri. Dalam tradisi kesusastraan di Bali hal ini kerap disebut sastra paraga, sastra yang membadan, sastra yang menubuh.

“Umbu juga mengamalkan dengan baik konsep ngijeng, yakni ngijeng di rumah puisi, di rumah sastra. Itu dilakukan dengan suntuk, sungguh-sungguh, tanpa pamrih dan penuh tanggung jawab. Itu yang membuat perannya nyaris tak tergantikan,” jelas Sujaya.  

Jengki yang menyusun buku Melodia menjelaskan Umbu sempat mengungkapkan keinginannya untuk memiliki antologi puisi tunggal. Keinginan ini beberapa kali disampaikan saat ngampung seni di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP). Namun, hingga dia berpulang, keinginan itu tak terwujud.

Karena itu, sebagai bentuk penghormatan kepada Umbu yang dianggapnya sebagai mahaguru, pada tahun 2022, Jengki menginisiatifi penyusunan buku kumpulan puisi tunggal Umbu. Sejak tahun 2014, Jengki sudah mengumpulkan sajak-sajak Umbu dan sebagian di antaranhya dimuat di blog.

“Walaupun sudah terkumpul 101 sajak, saya yakin masih ada sajak-sajak Umbu yang belum ditemukan. Semoga setelah terbitnya Melodia akan ditemukan sajak-sajak Umbu lainnya lalu buku ini diterbitkan kembali edisi revisinya dengan sajak-sajak yang lebih lengkap,” ujar Jengki.

GM Sukawidana memberi testimoni tentang Umbu Landu Paranggi | Foto: Agus Wiryadi Saidi

Acara peluncuran buku Melodia juga disertai dengan testimoni sejumlah tokoh. Rektor ITB Stikom Bali, Dadang Hermawan mengapresiasi kegiata peluncuran dan diskusi buku kumpulan puisi Melodia di ITB Stikom Bali. Pihaknya menyatakan terbuka jika parav sastrawan hendak mengadakan kegiatan di ITB Stikom Bali.

Prof. I Made Bandem mengaku mulai mengenal Umbu tahun 1985. Umbu, kata dia, berjasa besar dalam menggairahkan seni sastra modern di Bali sehingga bisa tumbuh berdampingan dengan seni tradisi.

IB Dharmadiaksa juga mengakui peran penting Umbu dalam melahirkan sastrawan di Bali era tahun 80-an hingga tahun 2000-an. Dharmadiaksa merupakan generasi pertama yang mendapat sentuhan sastra dari Umbu.

Marlowe Bandem juga mengaku sosok Umbu membuatnya bangga sekaligus cemburu. Pasalnya, dia tidak secara langsung mendapatkan sentuhan Umbu, namun dia mengagumi sosok Umbu yang dengan penuh cinta dan kasih sayang menempa bibit-bibit sastrawan muda.

Penyair Hartanto, Gm Sukawidana dan K Landras Syailendra juga turut membagikan pengalaman intim bersama Umbu. Ketiganya merasakan kedekatan Umbu dengan ‘anak didiknya’ itu menjadi suatu pendekatan “cara Umbu” yang khas.

Di sela-sela peluncuran dan diskusi juga diisi pementasan musikalisasi puisi dari Heri Windi Anggara. Selain para sastrawan dan budayawan, peluncuran dan diskusi juga dihadiri mahasiswa ITB Stikom Bali, siswa SMA/SMK, khususnya SMK TI Bali Global. [T][Jay}

“Tarung Bebas” Lomba Baca Puisi dalam Festival Umbu Landu Paranggi 2023
Ditanam, Sudah Jadi Taman | Tribute To Umbu Landu Paranggi di Festival Seni Bali Jani
Buku Puisi “Blengbong” | Jejak Penting Kompetisi Puisi ala Umbu Landu Paranggi di Bali
Tags: baliJatijagat Kehidupan PuisiPuisiUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Manusia Merdeka: Catatan dari Adikawya Kakawin Rāmāyana

Next Post

Perayaan Kemerdekaan yang Sederhana di Rumah Belajar Gebang, Desa Tembok-Buleleng

Redaksi Tatkala Denpasar

Redaksi Tatkala Denpasar

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Perayaan Kemerdekaan yang Sederhana di Rumah Belajar Gebang, Desa Tembok-Buleleng

Perayaan Kemerdekaan yang Sederhana di Rumah Belajar Gebang, Desa Tembok-Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co