2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buku Puisi “Blengbong” | Jejak Penting Kompetisi Puisi ala Umbu Landu Paranggi di Bali

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 26, 2021
in Khas
Buku Puisi “Blengbong” | Jejak Penting Kompetisi Puisi ala Umbu Landu Paranggi di Bali

Buku kumpulan puisi “Blengbong” diluncurkan Selasa, 25 Mei 2021 malam, di Gedung Kriya Taman Budaya Denpasar.

Buku kumpulan puisi “Blengbong” diluncurkan Selasa, 25 Mei 2021 malam, di Gedung Kriya Taman Budaya Denpasar. Di Bali, buku ini sungguh istimewa. Selain berisi puisi yang ditulis 58 penyair penting di Bali dan sekitarnya, buku ini juga memberitahu dunia sastra tentang jejek-jejak “perguruan puisi” asuhan Umbu Landu Paranggi di Bali dan sekitarnya.

58 penyair yang puisinya terkumpul dalam Blengbong adalah penyair yang lolos Posbud (Pos Budaya), sebuah kelas tertinggi dalam kompetisi puisi ala Umbu Landu Parnggi di Bali Post  era tahun 1980-an hingga 1990-an. Hampir semua penyair yang lolos Posbud itu kini dikenal sebagai penyair papan atas, bukan hanya di Bali, juga di tingkat nasional, bahkan internasional.

Umbu Landu Paranggi

Kompetisi ala Umbu

Umbu Landu Paranggi, sebagai pengasuh halaman Apresiasi, ruang sastra dan budaya di Bali Post Minggu pada era 1980-an hingga 1990-an, memang menerapkan pola kompetisi seperti pola-pola kompetisi dalam liga sepakbola Eropa.

Jenjang kompetisi itu dimulai dari Pawai, lalu masuk jenjang Kompetisi, lalu Kompetisi Promosi (Kompro). Jika lolos Kompro, baru kemudian mamsuk Pos Budaya.  Begitu seorang penulis puisi mengirim puisi ke Bali Post, harus masuk Pawai dulu bersama-sama dengan penulis puisi pemula lainnya. Dari penyair-penyair Pawai itu kemudian dipilih siapa-siapa saja yang lolos ke jenjang Kompetisi.

Jenjang Kompetisi ini dibuat perkelompok. Kompetisi 1 adalah kelompok yang dipilih pada periode pertama Kompetisi itu dimulai, yakni sekitar tahun 1980-an. Lalu dilanjutkan dengan Kompetisi 2, Kompetisi 3, Kompetisi 4, dan seterusnya. Kalau tidak salah, hingga pertengahan tahun 1990-an, terdapat sekitar 17 kelompok Kompetisi.

Dari setiap kelompok Kompetisi itu akan dipilih siapa-siapa saja yang layak dipromosikan ke jengang Pos Budaya. Bisa saja anggota di Kompetisi 7 lebih dulu lolos dari Kompetisi 1 atau 2. Hingga kini mungkin sudah ada ratuasan penyair yang tak pernah lolos ke jenjang Pos Budaya sesuai jenjang kompetisi yang dibikin Umbu. Namun, yang lolos juga banyak. Menurut penyair Wayan Jengki Sunarta, penulis puisi yang lolos Posbud hingga kini jumlahnya lebih dari 100 penyair.

Sesungguhnya terdapat satu kasta lagi yang mungkin bisa dianggap lebih tinggi dari Posbud. Namanya, lagi-lagi mirip istilah sepakbola, “Solo Run”. Penyair yang masuk Solo Run adalah penyair yang diundang khusus oleh Umbu untuk mengisi satu halaman penuh ruangan “Apresiasi” di Bali Pos Minggu. Dalam satu halaman itu bukan hanya berisi puisi, melainkan juga prosa liris dan esai, karya satu penyair.

Memang tak mudah menembus Pos Budaya.  Saat itu, sajak-sajak Pos Budaya dianggap setara kualitasnya dengan sajak-sajak di majalah sastra Horison. Boleh jadi itu pula sebabnya, para penyair Bali masa itu menganggap Pos Budaya sebagai semacam penasbihan sebagai penyair.

Buku Blengbong

Blengbong

Buku Blengbong disusun tiga penyair yang karyanya juga menembus gawang Pos Budaya asuhan Umbu, yakni Ketut Syahruwardi Abbas, Gm Sukawidana, dan Wayan Jengki Sunarta. Acara peluncuran di Taman Budaya itu juga diisi pameran sketsa dari pelukis dan penyair Nyoman Wirata.

Acara itu dihadiri para penyair yang sajaknya dimuat dalam Blengbong serta putri Umbu Landu Paranggi, Rambu Anarara Wulang Paranggi. Seniman teater yang juga istri Gubernur Wayan Koster, Ni Putu Putri Suastini Koster, turut hadir dan memberikan apresiasi.

Syahruwardi Abbas sebagaimana dikutip dari balisaja.com, mengungkapkan Blengbong merupakan persembahan sekaligus sebagai wujud kecintaan kepada Umbu yang dipandang sebagai mahaguru para penyair di Bali, bahkan di Indonesia. Melalui Umbulah, para penyair itu lahir dan terus menulis hingga kini, bahkan turut bersanding dan bersaing dalam jagat perpuisian Indonesia.

Menurut Gm Sukawidana, tampilnya para penyair Bali di kancah perpuisian Indonesia merupakan buah dari tempaan Umbu di Bali Post Minggu yang sangat ketat. “Saya harus menunggu tiga tahun untuk bisa muncul di kelas Pawai,” ungkap Gm. 

Jengki menjelaskan ada sekitar seratusan penyair yang lolos pos budaya di Bali Post Minggu yang diasuh Umbu. Namun, para penyair yang sajaknya dibukukan dalam Blengbong sebanyak 58 orang. Penyair-penyair itu menghuni Pos Budaya Bali Post Minggu pada rentang waktu tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990-an. Pada periode 2000-an, Umbu mengubah format menjadi Pos Siswa (Possis) dan Pos Mahasiswa (Posmas). 

“Kami menginginkan tidak ada penyair Pos Budaya yang tercecer. Tapi, dalam perjalanannya, ada penyair yang bisa kami hubungi, ada juga yang tidak bisa kami hubungi. Yang bisa kami himpun sajaknya dalam buku sebanyak 58 penyair,” beber Jengki.

Blengbong, menurut tim penyusun, diambil dari kosa kata bahasa Bali yang berarti “hujan yang amat lebat di tengah laut”. Jika langit berubah kelam, angin dan ombak mulai menampakkan gelagat tak biasa, itulah tanda-tanda blengbong. Blengbong juga merupakan suatu fenomena alam yang unik sekaligus puitik. Dalam konteks kepenyairan, blengbong bisa mengacu pada kegelisahan batin sang penyair saat melahirkan karya-karya kreatifnya. Dalam konteks kawah candradimuka kesusastraan yang dibangun Umbu, blengbong adalah simbol dari pergulatan dan pergumulan kreatif, dari Pos Pawai hngga menembus Pos Budaya. Judul Blengbong seturut dengan saran Umbu agar judul buku terdiri atas sembilan huruf.

Sebelum Berpulang, Umbu Menyambut Buku Ini…

Buku antologi penyair Pos Budaya ini mulai digarap akhir tahun 2020. Rencana awal, Blengbong terbit pada bulan Februari 2021 dan diluncurkan bertepatan dengan hari ulang tahunnya, 26 Mei 2021. JKP merupakan komunitas sastra yang turut dibangun dan diasuh Umbu. Umbu sendiri yang menentukan waktu dan tempat peluncuran itu. Dia pun mengungkapkan kegembiraannya menyambut buku ini. Umbu juga memberikan pengantar untuk buku ini, meskipun itu disusun melalui wawancara tim penyusun dengan Umbu dalam beberapa kesempatan.

“Tak pernah terbayangkan, buku ini yang awalnya kami rancang sebagai persembahan dan kecintaan kepada Pak Umbu mesti menjadi semacam dialog terakhir yang mengantar kepergian Pak Umbu ke ruang sunyi,” ujar Ngurah Aryadimas Hendratmo, Lurah JKP.

Umbu berpulang pada Selasa, 6 April 2021 di RS Bali Mandara, Denpasar. Meskipun Umbu sudah tiada, penerbitan buku Blengbong tetap dituntaskan sebagai wujud kecintaan sekaligus penghargaan atas segala dedikasi Umbu bagi dunia sastra modern di Bali, khususnya puisi.

Putri Suastini memberi apresiasi pada penerbitan Buku Blengbong

Putri Suastini juga mengapresiasi dedikasi Umbu dan ungkapan kecintaan murid-muridnya dalam buku Blengbong. Namun, Putri Suastini juga mengajak murid-muridnya untuk meneladani kesuntukan dan ketulusan Umbu kepada puisi. “Jangan hanya sebut nama beliau. Jangan hanya bangga membawa-bawa nama beliau, bangga jadi muridnya Umbu. Tapi aplikasikan didikan yang beliau berikan sehingga nanti lahir Umbu Umbu lain yang membawa kedamaian dan kemajuan di dunia sastra di Bali,” tandas Putri Suastini. [T][Bali Saja]

BACA ARTIKEL LAIN TENTANG UMBU LANDU PARANGGI

Tags: baliPuisisastraSastra IndonesiaUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Pitriani | Puisi “Nanggala 402” untuk Lomba Puisi Internasional

Next Post

Di “Ruang Plastik” Kami Belajar | Catatan Seni Rupa dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Di “Ruang Plastik” Kami Belajar | Catatan Seni Rupa dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Di “Ruang Plastik” Kami Belajar | Catatan Seni Rupa dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co