2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi

Chusmeru by Chusmeru
July 15, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

JIKA ADA karya sastra yang abadi, yang tak lekang dimakan zaman; maka dialah puisi. Salah satu karya sastra ini selalu hadir di setiap waktu, dan telah melahirkan sastrawan di setiap generasinya.

Mengapa puisi tetap abadi sepanjang masa? Jawabnya, karena puisi adalah detak nadi dan hembusan nafas setiap orang. Sepanjang masih ada fase yang bernama kehidupan, maka di saat itulah puisi hadir.

Bagi sebagian orang yang hanya dapat membaca dan menikmati puisi, karya sastra ini dapat mengisi jeda rutinitas kehidupan. Puisi dapat dibaca santai di sela-sela rehat kerja atau dibaca serius di ruangan pribadi. Namun bagi penulis puisi, kerja berkesenian ini tentunya tak sekadar mengisi waktu luang.

Setiap pusi sejatinya intensional. Ada tujuan dari setiap puisi yang ditulis. Lewat bait dan baris dalam puisi, sang penyair hendak mengkomunikasikan pesan kepada pembacanya. Maka puisi bukan hanya proses berkesenian, tetapi juga proses komunikasi.

Pesan Puisi

Interaksi antara penyair dan pembacanya sangat ditentukan oleh kekuatan dan interpretasi pesan. Setiap puisi memiliki kekuatan yang terbentuk oleh energi penyair ketika ketika menuangkan gagasannya. Sedangkan interpretasi pesan puisi oleh pembaca akan menimbulkan getaran jiwa, yang dalam beberapa kasus dapat menjadi spirit untuk bertindak.

Pesan puisi dapat bersifat eksitensial. Apa yang ingin disampaikan kepada pembacanya adalah tentang dirinya, tentang ke-aku-annya. Puisi “Aku” yang ditulis Chairil Anwar tahun 1943 mengandung pesan ekistensial. “Aku ini binatang jalang; dari kumpulannya terbuang; biar peluru menembus kulitku; Aku tetap menerjang; luka dan bisa kubawa berlari “.

Begitu cuplikan pusi karya Chairil Anwar. Sangat individualistik. Tapi memang demikianlah puisi eksistensial. Tak ada pesan yang terlalu penting untuk diketahui pembaca, selain agar memahami diri sang penyair.

Karya puisi dapat membawa pesan religius. Bermacam doa, rasa syukur atas nikmat Tuhan atau kebesaran Tuhan kerap mewarnai pesan puisi. Termasuk dalam penyair yang religius di Indonesia, terdapat nama Taufiq Ismail dengan karyanya “Sajadah Panjang”dan “Rindu Rasul” yang digubah menjadi lagu oleh grup musik Bimbo.

Puisi kerap digunakan mengkomunikasikan kritik sosial atas kondisi yang ada di masyarakat maupun di suatu negara. Puisi karya Si Burung Merak, WS Rendra yang berjudul “Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta” begitu keras dan vulgar membuka borok kehidupan di ibu kota Indonesia. Simak saja penggalan puisi WS Rendra tersebut: “Para kepala jawatan, Akan membuka kesempatan, Kalau kau membuka kesempatan, Kalau kau membuka paha, Sedang diluar pemerintahan, Perusahaan-perusahaan macet, Lapangan kerja tak ada”.

Bukan hanya sarana kritik, puisi juga dapat untuk menyampaikan pesan perlawanan terhadap situasi maupun rezim. Puisi karya Wiji Thukul berujudul “Peringatan” yang ditulis pada tahun 1986 telah menjadi spirit bagi rakyat, mahasiswa, dan aktivis untuk melawan rezim Orde Baru. Penggalan puisinya, “Maka hanya satu kata: lawan!”, telah menjadi ungkapan wajib para demonstran ketika menyuarakan perlawanan terhadap rezim yang menindas.

Mengungkapkan perasaan sedih, senang, dan cinta sering disampaikan lewat puisi. Begitu pula kekaguman terhadap alam semesta ini. Sastrawan Sapardi Djoko Damono menulis puisi bertajuk “Hujan Bulan Juni” yang selalu menjadi trending setiap bulan Juni tiba.

Puisi yang ditulis tahun 1989 itu begitu syahdu dan mampu mengaduk-aduk perasaan setiap orang tentang kenangan di bulan Juni. “Tak ada yang lebih tabah, dari hujan bulan Juni, Dirahasiakannya rintik rindunya, Kepada pohon berbunga itu”. Penggalan puisi “Hujan Bulan Juni” yang sungguh menyentuh relung hati.

Manfaat Puisi

Puisi bukan semata ekspresi penulisnya, tetapi juga apresiasi pembacanya. Menulis puisi dan membaca puisi tak sekadar aktivitas berkesenian. Puisi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, baik bagi penulis maupun pembaca.

Menulis puisi, sebagaimana aktivitas menulis lainnya memiliki banyak manfaat. Hasil penelitian Harvard Medical School, sebagaimana dikutip Kompas.com, 13 Agustus 2021 menyebutkan, menulis dapat dapat meningkatkan kesehatan mental, fisik, dan emosional. Bahkan, penelitian tersebut juga membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan membantu mengurangi rasa sakit.

Bagi pembacanya, puisi juga memberi manfaat untuk otak. Sebuah studi yang diterbitkan Frontiers in Psychology, seperti diungkap Sukocokongso dalam Lombokjournal.com, 4 Mei 2021, menyebutkan orang yang membaca puisi menunjukkan peningkatan kefasihan linguistik dan flesibilitas mental.

Terapi seni, termasuk puisi; dapat meredakan gejala nyeri fisik dan emosional kronis. Pusat Memori New York telah menerapkan puisi sebagai bentuk pengobatan dimensia atau penurunan daya ingat. Membaca puisi secara teratur bahkan dapat memperpanjang umur bagi orang dewasa yang menginjak usia lanjut.

Puisi memang sebuah karya yang mampu menembus ruang dan waktu, dapat ditulis dan dibaca oleh siapa pun tanpa memandang jenis kelamin, usia, ras, agama, dan suku bangsa. Puisi yang ditulis dan dibaca dengan sepenuh hati akan membuat hidup lebih bergairah.

Penyair Rusia Yevgeny Yevtushenko mengatakan, puisi itu seperti burung, mengabaikan semua batas. Sedangkan aktivis dan penyair Amerika Serikat  Lawrence Ferlinghetti menegaskan, puisi adalah grafiti abadi yang tertulis di hati setiap orang. [T]

  • BACA opini dan esai lain tentang komunikasi dari penulis CHUSMERU
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Tags: BudayakomunikasiPuisisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Filsafat Pendidikan Emansipatif Jacques Ranciére

Next Post

Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bukan Liyan, Lebur Tiada Jarak:  Faisal Baraas dalam Leak

Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co