3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi

Chusmeru by Chusmeru
July 15, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

JIKA ADA karya sastra yang abadi, yang tak lekang dimakan zaman; maka dialah puisi. Salah satu karya sastra ini selalu hadir di setiap waktu, dan telah melahirkan sastrawan di setiap generasinya.

Mengapa puisi tetap abadi sepanjang masa? Jawabnya, karena puisi adalah detak nadi dan hembusan nafas setiap orang. Sepanjang masih ada fase yang bernama kehidupan, maka di saat itulah puisi hadir.

Bagi sebagian orang yang hanya dapat membaca dan menikmati puisi, karya sastra ini dapat mengisi jeda rutinitas kehidupan. Puisi dapat dibaca santai di sela-sela rehat kerja atau dibaca serius di ruangan pribadi. Namun bagi penulis puisi, kerja berkesenian ini tentunya tak sekadar mengisi waktu luang.

Setiap pusi sejatinya intensional. Ada tujuan dari setiap puisi yang ditulis. Lewat bait dan baris dalam puisi, sang penyair hendak mengkomunikasikan pesan kepada pembacanya. Maka puisi bukan hanya proses berkesenian, tetapi juga proses komunikasi.

Pesan Puisi

Interaksi antara penyair dan pembacanya sangat ditentukan oleh kekuatan dan interpretasi pesan. Setiap puisi memiliki kekuatan yang terbentuk oleh energi penyair ketika ketika menuangkan gagasannya. Sedangkan interpretasi pesan puisi oleh pembaca akan menimbulkan getaran jiwa, yang dalam beberapa kasus dapat menjadi spirit untuk bertindak.

Pesan puisi dapat bersifat eksitensial. Apa yang ingin disampaikan kepada pembacanya adalah tentang dirinya, tentang ke-aku-annya. Puisi “Aku” yang ditulis Chairil Anwar tahun 1943 mengandung pesan ekistensial. “Aku ini binatang jalang; dari kumpulannya terbuang; biar peluru menembus kulitku; Aku tetap menerjang; luka dan bisa kubawa berlari “.

Begitu cuplikan pusi karya Chairil Anwar. Sangat individualistik. Tapi memang demikianlah puisi eksistensial. Tak ada pesan yang terlalu penting untuk diketahui pembaca, selain agar memahami diri sang penyair.

Karya puisi dapat membawa pesan religius. Bermacam doa, rasa syukur atas nikmat Tuhan atau kebesaran Tuhan kerap mewarnai pesan puisi. Termasuk dalam penyair yang religius di Indonesia, terdapat nama Taufiq Ismail dengan karyanya “Sajadah Panjang”dan “Rindu Rasul” yang digubah menjadi lagu oleh grup musik Bimbo.

Puisi kerap digunakan mengkomunikasikan kritik sosial atas kondisi yang ada di masyarakat maupun di suatu negara. Puisi karya Si Burung Merak, WS Rendra yang berjudul “Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta” begitu keras dan vulgar membuka borok kehidupan di ibu kota Indonesia. Simak saja penggalan puisi WS Rendra tersebut: “Para kepala jawatan, Akan membuka kesempatan, Kalau kau membuka kesempatan, Kalau kau membuka paha, Sedang diluar pemerintahan, Perusahaan-perusahaan macet, Lapangan kerja tak ada”.

Bukan hanya sarana kritik, puisi juga dapat untuk menyampaikan pesan perlawanan terhadap situasi maupun rezim. Puisi karya Wiji Thukul berujudul “Peringatan” yang ditulis pada tahun 1986 telah menjadi spirit bagi rakyat, mahasiswa, dan aktivis untuk melawan rezim Orde Baru. Penggalan puisinya, “Maka hanya satu kata: lawan!”, telah menjadi ungkapan wajib para demonstran ketika menyuarakan perlawanan terhadap rezim yang menindas.

Mengungkapkan perasaan sedih, senang, dan cinta sering disampaikan lewat puisi. Begitu pula kekaguman terhadap alam semesta ini. Sastrawan Sapardi Djoko Damono menulis puisi bertajuk “Hujan Bulan Juni” yang selalu menjadi trending setiap bulan Juni tiba.

Puisi yang ditulis tahun 1989 itu begitu syahdu dan mampu mengaduk-aduk perasaan setiap orang tentang kenangan di bulan Juni. “Tak ada yang lebih tabah, dari hujan bulan Juni, Dirahasiakannya rintik rindunya, Kepada pohon berbunga itu”. Penggalan puisi “Hujan Bulan Juni” yang sungguh menyentuh relung hati.

Manfaat Puisi

Puisi bukan semata ekspresi penulisnya, tetapi juga apresiasi pembacanya. Menulis puisi dan membaca puisi tak sekadar aktivitas berkesenian. Puisi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, baik bagi penulis maupun pembaca.

Menulis puisi, sebagaimana aktivitas menulis lainnya memiliki banyak manfaat. Hasil penelitian Harvard Medical School, sebagaimana dikutip Kompas.com, 13 Agustus 2021 menyebutkan, menulis dapat dapat meningkatkan kesehatan mental, fisik, dan emosional. Bahkan, penelitian tersebut juga membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan membantu mengurangi rasa sakit.

Bagi pembacanya, puisi juga memberi manfaat untuk otak. Sebuah studi yang diterbitkan Frontiers in Psychology, seperti diungkap Sukocokongso dalam Lombokjournal.com, 4 Mei 2021, menyebutkan orang yang membaca puisi menunjukkan peningkatan kefasihan linguistik dan flesibilitas mental.

Terapi seni, termasuk puisi; dapat meredakan gejala nyeri fisik dan emosional kronis. Pusat Memori New York telah menerapkan puisi sebagai bentuk pengobatan dimensia atau penurunan daya ingat. Membaca puisi secara teratur bahkan dapat memperpanjang umur bagi orang dewasa yang menginjak usia lanjut.

Puisi memang sebuah karya yang mampu menembus ruang dan waktu, dapat ditulis dan dibaca oleh siapa pun tanpa memandang jenis kelamin, usia, ras, agama, dan suku bangsa. Puisi yang ditulis dan dibaca dengan sepenuh hati akan membuat hidup lebih bergairah.

Penyair Rusia Yevgeny Yevtushenko mengatakan, puisi itu seperti burung, mengabaikan semua batas. Sedangkan aktivis dan penyair Amerika Serikat  Lawrence Ferlinghetti menegaskan, puisi adalah grafiti abadi yang tertulis di hati setiap orang. [T]

  • BACA opini dan esai lain tentang komunikasi dari penulis CHUSMERU
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Tags: BudayakomunikasiPuisisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Filsafat Pendidikan Emansipatif Jacques Ranciére

Next Post

Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Bukan Liyan, Lebur Tiada Jarak:  Faisal Baraas dalam Leak

Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co