12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Acara KCKB Buleleng: Sebuah Usaha Menumbuhkan Kesadaran Perempuan

Jaswanto by Jaswanto
June 18, 2023
in Khas
Acara KCKB Buleleng: Sebuah Usaha Menumbuhkan Kesadaran Perempuan

Moderator dan narasumber dalam talkshow KCKB Buleleng | Foto: Dok. Jayen

BULAN JUNI, bukan saja istimewa kerena puisi Sapardi Djoko Damono yang terkenal itu, lebih dari itu, Juni menjadi istimewa juga sebab dua hal: Soekarno dan Pancasila. Pada bulan Juni Soekarno dilahirkan sekaligus kembali ke haribaan Tuhan—ia lahir 6 Juni 1901 dan wafat 21 Juni 1970.

Pada bulan ini pula, tepatnya 1 Juni 1945, Pancasila resmi ditetapkan sebagai dasar negara—kelahiran Pancasila sebagai dasar negara bermula dari sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Oleh sebab dua hal tersebut, bulan Juni juga disebut sebagai “Bulan Bung Karno”. Dan di Bali, peringatan bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno sudah menjadi agenda tahunan. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno.

Maka tak heran, setiap tiba bulan Juni, banyak instansi pemerintah, kampus, sampai komunitas-komunitas, dari yang berbadan hukum sampai yang tak tahu hukum, sama-sama, dengan gembira, memperingatinya. Dan seperti umumnya komunitas atau instansi lain, Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Kabupaten Buleleng juga tak mau ketinggalan.

Pada Sabtu (17/6/2023) sore, bertempat di Open Stage Hotel Bali Taman Beach Resort and Spa, KCKB Buleleng menggelar kegiatan talkshow, fashion show, dan pementasan teater (kisah cinta Nyoman Rai Srimben) dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan mengapresiasi sosok ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Srimben—yang memang lahir dan besar di Buleleng.

Suasana hadirin saat menyanyikan lagu Indonesia Raya / Foto: Dok. Jayen

Menurut Agata, selaku ketua panitia, melalui kegiatan yang memacak tema “Perempuan dalam Balutan Patriotisme Bangsa” itu, Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Kabupaten Buleleng ingin tetap menggelorakan jiwa patriotisme—seseorang yang rela mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah air atau cinta tanah air—di setiap anggota khususnya dan perempuan pada umumnya.

Benar, acara yang dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, Kadis Perdagangan Kabupaten Buleleng, Komunitas Cinta Kain Bali pusat, Ketua HIPMI Buleleng, Ketua IWAPI Buleleng, Komunitas Mahima, beberapa media—termasuk Tatkala.co—yang diundang, dan sejumlah tokoh perempuan seperti Mas Aries Sujati dan Ida Ayu Wardhany itu, memang sarat akan nuansa patriotismenya—paling tidak, itu dibuktikan dengan penampilan ibu-ibu yang tergabung dalam KCKB maupun tamu undangan, yang mengenakan sandang, mulai dari pakaian sampai aksesoris, khas Bali.

Agata dan Paramita Lihadnyana / Foto: Dok. Jayen

Kecintaan terhadap tanah air, atau patriotisme, mereka tampakkan dalam bentuk kepedulian terhadap kelestarian kain Bali: tenun maupun songket.

“Kebijakan bangga menggunakan produk lokal merupakan upaya pemerintah guna mendorong pelaku IKM pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Hal ini menjadi penopang dan penggerak utama perekonomian di Kabupaten Buleleng,” terang Ketua Dekranasda Kabupaten Bueleleng, Paramita Lihadnyana, dalam sambutannya.

Seusai sambutan Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng yang sekaligus membuka acara secara resmi, tak lengkap rasanya jika komunitas pecinta kain tak “memamerkan” kain-kainnya. Maka, dengan kepercayaan diri penuh, tanpa ragu dan malu, bersama dengan riuh tepuk tangan hadirin, ibu-ibu cantik dan elegan yang tergabung dalam KCKB Buleleng dan Denpasar itu, tampil dalam peragaan busana.

Ibu-ibu itu mengenakan kain dan motif khas Bali—sebuah kesadaran perempuan untuk melestarikan warisan bangsa.

Usaha menumbuhkan kesadaran perempuan

Tak hanya fashion show saja, seperti yang sudah disinggung di awal, acara komunitas yang berdiri sejak tahun 2019 dan beraggotakan Ibu-ibu dari berbagai profesi—dengan satu tujuan menjaga warisan budaya khususnya kain Bali—itu, juga menghadirkan lima perempuan hebat di bidang entrepreneur dalam acara talkshow yang dimoderatori langsung oleh Kadek Sonia Piscayanti, tokoh perempuan di bidang sastra dan pendidikan.

Kelima perempuan hebat itu adalah: Yoseva Listyati, Direktur CV. Surya Tirta Buana sekaligus pendiri Komunitas Cinta Kain Bali; Ni Made Adnyani, guru dan pengelola usaha kain jumputan dengan brand Ratu Bali; Eva Elyanthi, pemilik usaha Bunga Pertiwi yang menjual kue-kue tradisional; Ketut Radinna Wikantari, Direktur Operasional dan Pemasaran Kopi Banyuatis sekaligus Owner Naz Beauty Lounge; dan  I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri, Dokter Umum, Direktur Krisna Agung Property, Direktur Kamitra Sejahtera Properti, dan Owner Bimbingan Belajar Dunia Prestasi.

Dari kiri ke kanan: Kadek Sonia Piscayanti, Eva Elyanthi, I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri, Ni Made Adnyani, Yoseva Listyati, dan Ketut Radinna Wikantari / Foto: Dok. Jayen

Kadek Sonia, selaku moderator, dalam mukadimahnya mengungkapkan, bahwa kita tahu dan percaya, salah satu penyangga bangsa adalah perempuan. Dari rahim perempuan lahir calon-calon pemimpin bangsa yang besar. “Hari ini kita berkumpul di sini untuk merayakan kebesaran salah satu perempuan bangsa yang melahirkan pendiri Republik Indonesia, Ir Sukarno. Perempuan itu bernama Nyoman Rai Srimben,” lanjutnya.

Benar, dari rahim Nyoman Rai Srimben memang lahir pemimpin bangsa yang besar. Darinya kita belajar bahwa perempuan juga harus memiliki ketangguhan dan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup di dunia. Perempuan juga harus tetap menyokong ekonomi keluarga dan menjadi penggerak dalam keluarga.

Dengan adanya talkshow ini, secara tidak langsung, KCKB Buleleng mencoba membangun dan menumbuhkan kesadaran perempun yang sebenarnya. Mengingat, di Indonesia, khususnya di Bali, beberapa orang masih menganggap bahwa perempuan hanya manusia “kelas dua”.

Tidak bisa dimungkiri, bahwa sejarah peradaban manusia didominasi oleh peradaban patriarki. Peradaban ini telah menggiring dan menjadikan perempuan tak ubahnya sebuah properti. Sebagai sebuah properti kebudayaan, perempuan “dituntut” agar tumbuh berkembang sesuai kehendak laki-laki.

Laki-laki dianggap memiliki otoritas mutlak dalam menentukan spesifikasi terhadap pembentukan fisik dan moral perempuan. Hal tersebut seolah-olah mengisyaratkan perempuan sebagai sosok yang tidak mampu membentuk kebudayaannya sendiri. Yang lebih mengerikan, peradaban menganggap bahwa kesadaran perempuan tidak lebih dari kesadaran laki-laki.

Padahal, seperti ungkapan pameo tua “di balik laki-laki sukses, ada perempuan hebat di belakangnya”, jelas mengisyaratkan bahwa peran perempuan dalam kehidupan laki-laki tak main-main.

Yoseva Listyati, Direktur CV. Surya Tirta Buana, dalam talkshow KCKB, mengaku, bahwa kesuksesan suaminya kini juga berkat dorongan darinya. “Istri adalah partner kerja suami. Maka dari itu saya memacu suami saya supaya bisa membuka usaha sendiri,” kata perempuan yang akrab dipanggil Eva itu.

Benr, apa yang disampaikan Eva sebenarnya banyak terjadi di luar sana. Nyatanya, banyak istri hebat yang mampu menjadi pemantik suaminya dalam hal apapun. “Jelas, saya tidak bisa melakukan apapun seperti yang saya lakukan sekarang tanpa Michelle,” ucap Obama, Presiden Amerika, kepada istrinya di hari pernikahan mereka ke-25.

Tak hanya mampu mendorong suami saja, menurut Ni Made Adnyani, pemilik brand Ratu Bali, tak ada salahnya perempuan juga terjun sendiri ke lapangan. Ia mengatakan, perempuan harus mampu melihat peluang usaha di sekitarnya. “Misalnya, Pergub tentang mamakai kain Bali itu menurut saya peluang. Dari situ saya memulai usaha,” ujarnya.

Sedangkan menurut I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri—atau yang lebih akrab disapa Gek Igar—, selain harus dapat membaca peluang, perempun juga harus mampu menerima dan membuat tantangan. Apalagi perempuan yang memilih terjun ke dunia bisnis, tak hanya kuat, tapi juga harus tangguh.

“Jadi pengusaha itu harus siap capek, nggak ada pengusaha yang enak. Tapi, di situlah tantangannya—dan saya memang suka tantangan,” ucap Gek Igar sambil tertawa.

Eva Elyanthi, pemilik usaha Bunga Pertiwi, untuk menjadi perempuan yang bisa membaca peluang atau mampu menerima tantangan, menurutnya perempuan harus terus belajar—kepada siapa pun, katanya.

Ia, misalnya, dalam rangka mengembangkan usahanya di bidang pembuatan kue-kue tradisional, ia rela belajar ke desa-desa untuk dapat menghasilkan kue dengan cita rasa luar biasa. “Saya belajar dari desa-desa. Menurut saya, dalam hal membuat kue, orang desa itu memang menggunakan rasa,” imbuhnya.

Dan terakhir, Ketut Radinna Wikantari, Direktur Operasional dan Pemasaran Kopi Banyuatis, mengatakan bahwa perempuan harus bekerja keras. Perempuan yang pernah menjadi pramugari itu merasa bahwa tak ada alasan apapun bagi perempuan untuk tidak berjuang.

“Kenapa perempuan harus takut untuk membuat usaha sendiri? Kenapa takut dengan kegagalan? Selama kita melakukan yang terbaik, dengan perhitungan-perhitungan yang tepat tentu saja, yakinlah, bahwa usaha kita akan berkembang,” kata Owner Naz Beauty Lounge itu.

Pada akhirnya, apa yang disampaikan kelima perempuan dalam talkshow KCKB Buleleng kemarin, sekali lagi, adalah sebuah usaha untuk menumbuhkan kesadaran kaum perempuan, khususnya dalam bidang kewirausahaan.

Perempuan memang harus menjadi pembebas bagi kaumnya sendiri, bukan justru melegitimasi dominasi laki-laki. Perjuangan kesetaraan gender tidak bisa dilakukan setengah-setengah—sebuah sikap yang tidak secara absolut memberikan kesempatan bagi perempuan untuk beraktualisasi dan bereksistensi sesuai dengan harapan dan keinginannya.

Dan sebagai langkah untuk menyuarakan keistimewaan perempuan, Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Kabupaten Buleleng, sudah sangat tepat menyelenggarakan kegiatan seperti kemarin—yang isinya tentang perempuan yang saling menguatkan perempuan lain melalui berbagi cerita, pengalaman, pengetahuan, dan jaringan, untuk lebih baik.

Adegan pementasan teater Nyoman Rai Srimben / Foto: Dok. Jayen.

Acara dalam rangka memperingati Bulan Bung itu di tutup dengan pementasan naskah teater karya Kadek Sonia Piscayanti tentang kisah cinta Nyoman Rai Srimben dan Raden Soekemi, foto bersama, dan makan bersama—sebuah penutupan yang manis.[T]

Profil 11 Pahlawan dalam 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah
Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji
Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng
Tags: baliBung Karnokain tenunPerempuan BaliRai Srimben
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tarian Indah Bernama Sepakbola dan Nasibnya di Tanah Air

Next Post

Barung Gong Kebyar Buleleng: Mengalir dan Berputar | Catatan PKB 2023 Duta Kabupaten Buleleng

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Barung Gong Kebyar Buleleng: Mengalir dan Berputar | Catatan PKB 2023 Duta Kabupaten Buleleng

Barung Gong Kebyar Buleleng: Mengalir dan Berputar | Catatan PKB 2023 Duta Kabupaten Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co