2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Sembari”, Sekolah Berbasis Riset dan Inovasi

I Putu Sudibawa by I Putu Sudibawa
April 10, 2023
in Opini
“Sembari”, Sekolah Berbasis Riset dan Inovasi

Ilustrasi tatkala.co

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN), menggagas Program Sembari (Sekolah/Madrasah Berbasis Riset dan Inovasi) yang merupakan program prioritas dari Pusat Riset Pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjembatani pemikiran kritis siswa dalam menjawab rasa ingin tahu siswa terhadap permasalahan di lapangan.

Program Sembari hadir membersamai sekolah/madrasah untuk menanamkan kultur serta menerapkan struktur riset dan inovasi bagi ekosistem sekolah bisa terus berlanjut dan berkesinambungan.

Program ini diharapkan memberikan kebebasan berkreasi untuk mengeksplorasi riset dan inovasi dalam kehidupan. Membiasakan anak-anak mencari proyek-proyek riset yang kecil-kecil, menumbuhkan minat anak pada riset dan inovasi perlu diperkenalkan sejak dini.

Salah satu kunci utama yang diperlukan untuk belajar riset dan inovasi adalah rasa ingin tahu yang besar. Hal ini sejalan dengan memberikan keleluasaan dan kebebasan anak-anak dalam merancang kegiatan riset dan inovasi yang berkaitan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.

Berbagai macam poster riset dan inovasi yang berisikan kreativitas siswa beradu keunikan, keindahan, dan tentunya kejelian dalam menggali konsep-konsep riset dan dan inovasi yang ada di lingkungan mereka.

Dan benar, untuk menggalakkan kecintaan anak-anak pada dunia riset dan inovasi, dimulai dengan memperkenalkan anak-anak pada proyek-proyek riset dan inovasi yang sederhana namun menantang bagi mereka.

Model kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kreativitas guru dan siswa, secara lambat laun budaya riset dan inovasi akan bergeser kepada siswa sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator, sehingga siswa terkondisikan menjadi kritis, kreatif, dan dapat mengeksplorasi alam sesuai dengan kemampuannya.

Tetapi, konsekuensi lanjutannya adalah terjadinya proses alienasi siswa dari lingkungannya. Siswa tidak paham untuk apa riset dan inovasi itu dilakukan, karena konsep-konsep riset dan inovasi yang mereka pelajari tidak bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Maka, muncullah anggapan, melakukan riset dan inovasi hanya akan menjadi beban bagi mereka dan akhirnya siswa akan merasa bahwa riset dan inovasi merupakan momok yang menakutkan dalam pembelajarannya. Padahal, semestinya proses pembelajaran riset dan inovasi dimulai dari mengamati fenomena-fenomena alam secara terstruktur.

Membutuhkan Guru yang Ahli

Proses pembelajaran yang menekankan pengamatan secara terstruktur itu tentunya memerlukan guru yang memahami bidang keilmuannya secara mendalam, luas, dan menjiwainya serta menguasai ilmu pedagogi secara baik. Karena itu peningkatan kompetensi guru, baik dalam pemahaman akan riset dan inovasi sesuai dengan bidang ilmunya, juga dalam pedagoginya merupakan sesuatu yang mutlak.

Rasa ingin tahu yang ada dalam diri remaja jangan dibiarkan berlalu tanpa bekal yang berarti dalam perjalanan hidup selanjutnya. Maka, sekali lagi, kuncinya terletak pada kreativitas guru untuk menggugah siswa menjawab rasa ingin tahu mereka. Guru yang ahli harus mampu melakukan aksi nyata dalam menjembati kegemaran siswa dalam melakukan penelitian dan penulisan.

Peneliti dunia rata-rata memulai kegiatan penelitiannya sejak usia muda. Thomas Alva Edison, misalnya, saat menginjak usia 12 tahun sudah mendapatkan paten dan saat usianya mencapai 81 tahun telah mengumpulkan 1.033 paten.

Benar, panggilan hidup seorang ilmuwan adalah menemukan pengetahuan baru. Semuanya itu adalah suatu proses berkreasi dan pengetahuan baru itu sendiri adalah suatu kreasi. Orang yang memiliki kemampuan mencipta demikianlah yang dikatakan memiliki sikap kreatif.

Inovasi yang siswa tampilkan minimal dapat menyelesaikan masalah mendasar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kita perlu bercermin pada pernyataan seorang pakar pertanian Jepang bernama Shoichi Nakata: “Kehidupan kanak-kanak adalah khayalan, kehidupan remaja adalah mimpi, kehidupan setengah baya adalah kenyataan, kehidupan manula adalah kenangan”.

Sudah saatnya penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran membutuhkan guru sekaligus peneliti yang jeli dan tangguh—yakni guru yang mampu melaksanakan tugas dan mengadopsi strategi baru dalam pengajarannya. Bukan guru yang statis, tapi yang dinamis, sesuai dengan tuntutan zaman/kurikulum.

Disadari atau tidak, masyarakat yang lebih maju memiliki sejarah yang runtut mengenai perkembangan budayanya. Mulai dari budaya lisan, bergerak maju seiring kebutuhan dengan budaya menulis. Baru menanjak pada penggunaan teknologi. Mereka memahami bahwa teknologi adalah perangkat, pada sisi yang lain budaya menulis telah dan tetap terbentuk.

Sedangkan di sini, budaya tulis dikembangkan di antara budaya lisan yang begitu kuat. Belum tuntas pekerjaan ini, masuk budaya menggunakan teknologi. Hal ini menyebabkan tugas membudayakan masyarakat menulis semakin berat, sebab melihat dan mendengar lebih mudah untuk dilakukan.

Kesulitan sekolah dalam melakukan aktivitas penelitian sebenarnya amat terkait dengan faktor budaya ini. Ada lompatan besar pada budaya pendidikan di Indonesia, dari budaya lisan melonjak pada budaya pemanfaatan teknologi informasi.

Sementara budaya menulis yang seharusnya lebih dulu dilalui, malah terlewatkan. Mencita-citakan peningkatan profesionalitas guru harus sejak awal dikemas dalam rangka pembentukan pengembangan sistem pendidikan, di mana workshop/pertemuan ilmiah, menulis, dan meneliti adalah tiga serangkai kegiatan yang akan memberikan kemampuan pembentukan pengetahuan tersebut.

Harapan atmosfer budaya meneliti di kalangan guru tumbuh secara kondusif, pelan tapi pasti, para guru akan tampil percaya diri.

Sekolah juga perlu bekerja sama dengan beberapa komunitas belajar untuk melakukan proses riset dengan melibatkan anak-anak dan para guru. Dengan demikian, laporan dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 2022 tentang kesadaran pelajar Indonesia pada lingkungan belum cukup baik akan mulai terkikis.

Sebuah Pemantik

Program Sembari ini dapat mendorong siswa tidak hanya peduli pada diri sendiri, tetapi juga peduli kepada lingkungan, dan menjadi awal entry point (titik masuk) mengembangkan sekolah berbasis riset.

Oleh karenanya, upaya menumbuhkan semangat riset dan inovasi di kalangan siswa tidak akan optimal bila sistem pembelajaran kita masih menggunakan pola hafalan. Bagaimana meningkatkan kemampuan yang tidak sekadar mengajar, tetapi juga harus bisa menggali daya imajinasi siswa, tidak memasung dan membunuh daya kreativitas siswa.

Guru harus memegang titik sentral dalam proses pembelajaran di sekolah dan memainkan peran secara profesional dan cukup inovatif—inovatif karena mampu mengintegrasikan konsep-konsep pembelajaran dengan fakta-fakta nyata yang ada di alam semesta.

Hal ini sangat sejalan dengan filosofi kontruktivisme bahwa strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.

Sekolah berinovasi dengan lebih banyak melakukan penelitian ilmiah yang melibatkan siswa. Dalam tatanan lebih lanjut, diharapkan proses pembelajaran di kelas, tidak mengkerucut pada satu disiplin keilmuan, melainkan terintegrasi dengan mata pelajaran yang lain.

Mewujudkan sekolah berbasis riset dan inovasi sejalan dengan ungkapan alam merupakan guru terbaik, karena setiap adegan petualangan pasti akan mengajarkan ilmu yang sangat berharga untuk kita.

Layaknya seorang anak, alam adalah hal yang perlu selalu kita jaga keindahannya, agar anak dan cucu kita kelak tetap dapat menikmati keindahan yang telah dikreasi oleh Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam.

Program Sembari yang digagas oleh BRIN dapat menjadi pemantik bagi sekolah untuk mengembangkan suasana akademis yang berdasarkan penalaran dan berpikir kritis. Berharap budaya riset dan inovasi dengan pemikiran yang tajam tumbuh dari anak-anak sejak dini.[T]

Menebar Inspirasi Menempa Mental dan Budaya Inovasi
Memaknai Esensi Guru Pengerak: Siapa yang Digerakkan?
Melompati Ruang Batas, Pembelajaran Bersahabat dengan Alam
Tags: guruinovasipenelitiansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

Next Post

Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran

I Putu Sudibawa

I Putu Sudibawa

Kepala SMAN 1 Semarapura. Peserta Teacher Training on Inclusive Education, Jepang

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co