23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Sembari”, Sekolah Berbasis Riset dan Inovasi

I Putu Sudibawa by I Putu Sudibawa
April 10, 2023
in Opini
“Sembari”, Sekolah Berbasis Riset dan Inovasi

Ilustrasi tatkala.co

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN), menggagas Program Sembari (Sekolah/Madrasah Berbasis Riset dan Inovasi) yang merupakan program prioritas dari Pusat Riset Pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjembatani pemikiran kritis siswa dalam menjawab rasa ingin tahu siswa terhadap permasalahan di lapangan.

Program Sembari hadir membersamai sekolah/madrasah untuk menanamkan kultur serta menerapkan struktur riset dan inovasi bagi ekosistem sekolah bisa terus berlanjut dan berkesinambungan.

Program ini diharapkan memberikan kebebasan berkreasi untuk mengeksplorasi riset dan inovasi dalam kehidupan. Membiasakan anak-anak mencari proyek-proyek riset yang kecil-kecil, menumbuhkan minat anak pada riset dan inovasi perlu diperkenalkan sejak dini.

Salah satu kunci utama yang diperlukan untuk belajar riset dan inovasi adalah rasa ingin tahu yang besar. Hal ini sejalan dengan memberikan keleluasaan dan kebebasan anak-anak dalam merancang kegiatan riset dan inovasi yang berkaitan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.

Berbagai macam poster riset dan inovasi yang berisikan kreativitas siswa beradu keunikan, keindahan, dan tentunya kejelian dalam menggali konsep-konsep riset dan dan inovasi yang ada di lingkungan mereka.

Dan benar, untuk menggalakkan kecintaan anak-anak pada dunia riset dan inovasi, dimulai dengan memperkenalkan anak-anak pada proyek-proyek riset dan inovasi yang sederhana namun menantang bagi mereka.

Model kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kreativitas guru dan siswa, secara lambat laun budaya riset dan inovasi akan bergeser kepada siswa sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator, sehingga siswa terkondisikan menjadi kritis, kreatif, dan dapat mengeksplorasi alam sesuai dengan kemampuannya.

Tetapi, konsekuensi lanjutannya adalah terjadinya proses alienasi siswa dari lingkungannya. Siswa tidak paham untuk apa riset dan inovasi itu dilakukan, karena konsep-konsep riset dan inovasi yang mereka pelajari tidak bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Maka, muncullah anggapan, melakukan riset dan inovasi hanya akan menjadi beban bagi mereka dan akhirnya siswa akan merasa bahwa riset dan inovasi merupakan momok yang menakutkan dalam pembelajarannya. Padahal, semestinya proses pembelajaran riset dan inovasi dimulai dari mengamati fenomena-fenomena alam secara terstruktur.

Membutuhkan Guru yang Ahli

Proses pembelajaran yang menekankan pengamatan secara terstruktur itu tentunya memerlukan guru yang memahami bidang keilmuannya secara mendalam, luas, dan menjiwainya serta menguasai ilmu pedagogi secara baik. Karena itu peningkatan kompetensi guru, baik dalam pemahaman akan riset dan inovasi sesuai dengan bidang ilmunya, juga dalam pedagoginya merupakan sesuatu yang mutlak.

Rasa ingin tahu yang ada dalam diri remaja jangan dibiarkan berlalu tanpa bekal yang berarti dalam perjalanan hidup selanjutnya. Maka, sekali lagi, kuncinya terletak pada kreativitas guru untuk menggugah siswa menjawab rasa ingin tahu mereka. Guru yang ahli harus mampu melakukan aksi nyata dalam menjembati kegemaran siswa dalam melakukan penelitian dan penulisan.

Peneliti dunia rata-rata memulai kegiatan penelitiannya sejak usia muda. Thomas Alva Edison, misalnya, saat menginjak usia 12 tahun sudah mendapatkan paten dan saat usianya mencapai 81 tahun telah mengumpulkan 1.033 paten.

Benar, panggilan hidup seorang ilmuwan adalah menemukan pengetahuan baru. Semuanya itu adalah suatu proses berkreasi dan pengetahuan baru itu sendiri adalah suatu kreasi. Orang yang memiliki kemampuan mencipta demikianlah yang dikatakan memiliki sikap kreatif.

Inovasi yang siswa tampilkan minimal dapat menyelesaikan masalah mendasar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kita perlu bercermin pada pernyataan seorang pakar pertanian Jepang bernama Shoichi Nakata: “Kehidupan kanak-kanak adalah khayalan, kehidupan remaja adalah mimpi, kehidupan setengah baya adalah kenyataan, kehidupan manula adalah kenangan”.

Sudah saatnya penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran membutuhkan guru sekaligus peneliti yang jeli dan tangguh—yakni guru yang mampu melaksanakan tugas dan mengadopsi strategi baru dalam pengajarannya. Bukan guru yang statis, tapi yang dinamis, sesuai dengan tuntutan zaman/kurikulum.

Disadari atau tidak, masyarakat yang lebih maju memiliki sejarah yang runtut mengenai perkembangan budayanya. Mulai dari budaya lisan, bergerak maju seiring kebutuhan dengan budaya menulis. Baru menanjak pada penggunaan teknologi. Mereka memahami bahwa teknologi adalah perangkat, pada sisi yang lain budaya menulis telah dan tetap terbentuk.

Sedangkan di sini, budaya tulis dikembangkan di antara budaya lisan yang begitu kuat. Belum tuntas pekerjaan ini, masuk budaya menggunakan teknologi. Hal ini menyebabkan tugas membudayakan masyarakat menulis semakin berat, sebab melihat dan mendengar lebih mudah untuk dilakukan.

Kesulitan sekolah dalam melakukan aktivitas penelitian sebenarnya amat terkait dengan faktor budaya ini. Ada lompatan besar pada budaya pendidikan di Indonesia, dari budaya lisan melonjak pada budaya pemanfaatan teknologi informasi.

Sementara budaya menulis yang seharusnya lebih dulu dilalui, malah terlewatkan. Mencita-citakan peningkatan profesionalitas guru harus sejak awal dikemas dalam rangka pembentukan pengembangan sistem pendidikan, di mana workshop/pertemuan ilmiah, menulis, dan meneliti adalah tiga serangkai kegiatan yang akan memberikan kemampuan pembentukan pengetahuan tersebut.

Harapan atmosfer budaya meneliti di kalangan guru tumbuh secara kondusif, pelan tapi pasti, para guru akan tampil percaya diri.

Sekolah juga perlu bekerja sama dengan beberapa komunitas belajar untuk melakukan proses riset dengan melibatkan anak-anak dan para guru. Dengan demikian, laporan dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 2022 tentang kesadaran pelajar Indonesia pada lingkungan belum cukup baik akan mulai terkikis.

Sebuah Pemantik

Program Sembari ini dapat mendorong siswa tidak hanya peduli pada diri sendiri, tetapi juga peduli kepada lingkungan, dan menjadi awal entry point (titik masuk) mengembangkan sekolah berbasis riset.

Oleh karenanya, upaya menumbuhkan semangat riset dan inovasi di kalangan siswa tidak akan optimal bila sistem pembelajaran kita masih menggunakan pola hafalan. Bagaimana meningkatkan kemampuan yang tidak sekadar mengajar, tetapi juga harus bisa menggali daya imajinasi siswa, tidak memasung dan membunuh daya kreativitas siswa.

Guru harus memegang titik sentral dalam proses pembelajaran di sekolah dan memainkan peran secara profesional dan cukup inovatif—inovatif karena mampu mengintegrasikan konsep-konsep pembelajaran dengan fakta-fakta nyata yang ada di alam semesta.

Hal ini sangat sejalan dengan filosofi kontruktivisme bahwa strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.

Sekolah berinovasi dengan lebih banyak melakukan penelitian ilmiah yang melibatkan siswa. Dalam tatanan lebih lanjut, diharapkan proses pembelajaran di kelas, tidak mengkerucut pada satu disiplin keilmuan, melainkan terintegrasi dengan mata pelajaran yang lain.

Mewujudkan sekolah berbasis riset dan inovasi sejalan dengan ungkapan alam merupakan guru terbaik, karena setiap adegan petualangan pasti akan mengajarkan ilmu yang sangat berharga untuk kita.

Layaknya seorang anak, alam adalah hal yang perlu selalu kita jaga keindahannya, agar anak dan cucu kita kelak tetap dapat menikmati keindahan yang telah dikreasi oleh Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam.

Program Sembari yang digagas oleh BRIN dapat menjadi pemantik bagi sekolah untuk mengembangkan suasana akademis yang berdasarkan penalaran dan berpikir kritis. Berharap budaya riset dan inovasi dengan pemikiran yang tajam tumbuh dari anak-anak sejak dini.[T]

Menebar Inspirasi Menempa Mental dan Budaya Inovasi
Memaknai Esensi Guru Pengerak: Siapa yang Digerakkan?
Melompati Ruang Batas, Pembelajaran Bersahabat dengan Alam
Tags: guruinovasipenelitiansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

Next Post

Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran

I Putu Sudibawa

I Putu Sudibawa

Kepala SMAN 1 Semarapura. Peserta Teacher Training on Inclusive Education, Jepang

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co