23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran

Chusmeru by Chusmeru
April 10, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

LEBARAN ATAU IDUL FITRI  bagi umat Islam masih beberapa hari lagi. Namun hiruk pikuk lebaran sudah terasa jauh hari. Setiap tahun hal itu akan selalu terjadi. Puasa belum lagi usai, namun prosesi lebaran sudah mulai ramai.

Puasa dan lebaran bagi seorang muslim dapat dimaknai dalam tiga perspektif. Pertama, puasa dan lebaran adalah momentum religiusitas untuk beribadah kepada Tuhan. Kedua, sebagai media perenungan atas capaian pribadi dalam banyak hal. Ketiga, simbol kegembiraan sosial bagi rakyat Indonesia.

Seremoni masyarakat menyambut lebaran sudah terlihat jauh sebelum lebaran tiba. Tiket  transporatasi darat, laut, dan udara diserbu warga. Pasar tradisional dan pasar modern menjadi destinasi yang selalu dibanjiri masyarakat. Harga bahan kebutuhan pokok selalu saja melambung setiap puasa dan lebaran datang. Lebaran kian sempurna ketika pemerintah memberikan cuti bersama yang panjang pada tahun ini.

Mudik atau pulang kampung masih menjadi pemandangan menarik di setiap lebaran. Meski kehadiran media sosial bisa saja dimanfaatkan untuk sekadar mengucapkan selamat berlebaran, namun kehadiran secara fisik di tengah lingkungan keluarga dan masyarakat saat lebaran masih dianggap penting. Ada yang tidak lengkap dalam menjalankan puasa selama satu bulan jika lebaran tak berada di kampung halaman.

Puasa dan Komunikasi

Puasa di bulan suci ramadan bagi umat Islam sesungguhnya awal dari upaya membangun fondasi kehidupan yang penuh fitri di saat lebaran. Puasa memiliki tiga dimensi komunikasi, yakni intrapersonal, sosial, dan transendental.

Secara intrapersonal puasa merupakan momentum untuk menguji komitmen dan integritas diri. Berkomunikasi secara intrapersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri dalam menjalankan dan memaknai puasa. Paling tidak, mekanisme pengawasan moral secara pribadi akan lebih terasah selama puasa. Sehingga ketika berpuasa orang diharapkan lebih bijak dalam bertutur dan menghindari perilaku menyimpang yang bertentangan dengan kata hati dan moralitasnya.

Puasa memiliki dimensi komunikasi sosial dalam membangun toleransi dan empati terhadap orang lain. Bulan ramadan kerap identik dengan bulan berbagi kepada sesama, bulan untuk berempati kepada derita orang lain. Dengan demikian puasa selain meningkatkan spiritualitas juga membangun solidaritas tanpa memandang latar belakang status sosial seseorang.

Secara transendental, puasa merupakan bentuk ketundukan manusia pada Sang Pencipta. Selama orang yakin bahwa puasa adalah perintah Tuhan, maka tak perlu upaya kritis untuk menggugat mengapa ia harus menahan haus dan lapar setiap hari selama sebulan. Puasa menjadikan Tuhan terinternalisasi dalam diri. Ketika orang berbuat kesalahan di bulan puasa, maka Tuhan menjadi rujukan berkomunikasi dalam mendapatkan hakikat kebenaran.

Simbol Sosial Lebaran

Lebaran menjadi momen yang paling ditunggu sekaligus paling riuh di Indonesia. Lebaran identik dengan mudik dan sesuatu yang baru. Tentu ini dapat dimaklumi. Meski kehidupan masyarakat Indonesia sudah diwarnai dengan gemerlap modernitas, namun kultur agraris tetap saja melekat. Mudik atau pulang kampung adalah salah satu ciri budaya agraris dimana orang selalu ingin dekat dengan komunitasnya.

Kehebohan mudik menjadi simbol sosial dalam merayakan lebaran. Bahkan mudik lebaran bukan hanya milik umat Islam, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Kementerian Perhubungan telah memprediksi 123,8 juta orang akan mudik tahun ini. Dapat dibayangkan kemacetan lalu lintas yang akan terjadi pada jalur mudik lebaran.

Bukan hanya mudik, simbol-simbol sosial juga menandai lebaran di Tanah Air. Sesuatu yang serba baru menjadi simbol lebaran. Simbol sosial lebaran tentu saja tidak terlepas dari karakteristik masyarakat Indonesia yang atributif.

Masyarakat atributif sangat menghargai simbol, lambang, atau atribut  sebagai penanda status dan posisi sosial seseorang. Tidak heran, menjelang lebaran tiba segala hal yang berkaitan dengan atribut itu harus disiapkan. Pagar rumah dicat baru jauh hari sebelum lebaran. Pedagang baju diburu warga agar bisa dikenakan saat lebaran. Berbagai menu makanan juga disiapkan untuk menyambut lebaran. Tanpa atribut itu semua, orang akan merasa dianggap tidak siap secara sosial untuk  berlebaran.

Visualisasi atribut dipandang penting dalam konteks memaknai lebaran. Mudik dijadikan momentum kebanggaan bagi seseorang untuk menunjukkan perkembangan atribut yang telah berhasil dicapainya di tempat lain. Orang akan dianggap berhasil secara sosial, jika saat lebaran pulang kampung dengan  mobil baru atau bercerita tentang  jabatan baru. Tanpa atribut kebaruan, seseorang masih dipandang belum berhasil.  

Sesungguhnya  tidak ada yang salah dari seremoni lebaran yang sudah berlangsung sejak dahulu itu. Mudik lebaran bisa menjadi upaya merajut benang sosial kultural ketika seseorang merantau ke lain daerah. Sehingga orang tidak tercerabut dari akar budayanya. Hiruk-pikuk mudik juga dapat berfungsi  membangun soliditas, kohesitas, dan solidaritas sosial seseorang dengan daerah asalnya. Lebaran  menjadi bermasalah ketika seremoni atributif lebih dihargai ketimbang substansi religiusitas Idul Fitri.

Puasa dan lebaran memang simbolisasi ritual beragama. Capaian dari keduanya bukan sekadar religiusitas transendental, namun juga peningkatan kualitas diri setelahnya. Jika tidak, maka layak disimak sindiran Karl Marx, agama hanya matahari ilusi yang berputar di sekitar manusia, selama dia tidak berputar di sekitar dirinya. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Merawat Tradisi dari Masjid Saka Tunggal yang Ikonik
Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Tags: agamaIdul Fitriilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Sembari”, Sekolah Berbasis Riset dan Inovasi

Next Post

Pekan Apresiasi Seni, Tari Magrumbungan, dan Pengalamanku sebagai Pembimbing

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pekan Apresiasi Seni, Tari Magrumbungan, dan Pengalamanku sebagai Pembimbing

Pekan Apresiasi Seni, Tari Magrumbungan, dan Pengalamanku sebagai Pembimbing

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co