25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pekan Apresiasi Seni, Tari Magrumbungan, dan Pengalamanku sebagai Pembimbing

Dyah Sri Khrisna Aryantini by Dyah Sri Khrisna Aryantini
April 10, 2023
in Esai
Pekan Apresiasi Seni, Tari Magrumbungan, dan Pengalamanku sebagai Pembimbing

Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, Sukasada | Dok. Penulis

PADA MALAM hari pertengahan 2022, seperti biasa, aku dan teman-teman komunitas di desa sedang antusias latihan, gladi, untuk ikut memeriahkan kegiatan Pekan Apresiasi Seni (PAS) 27 Agustus tahun lalu.

Ya, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan berbagai pihak memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau Bung Karno Sukasada dengan kembali mengadakan program Pekan Apresiasi Seni.

Seperti namanya, Pekan Apresiasi Seni yang rutin dilaksanakan setiap malam Minggu itu, berupaya melestarikan seni tradisi, adat, dan budaya yang ada di Kabupaten Buleleng. Artinya, seluruh sanggar dan komunitas seni di Buleleng memiliki kesempatan untuk tampil setiap minggu, secara bergantian.

Pekan Apresiasi Seni sebenarnya sudah berjalan jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Awalnya, kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Singaraja dengan konsep yang masih dipertahankan seperti sekarang. Bedanya, selain tempat, dulu PAS berlangsung setiap hari Jumat pagi. Sedangkan sekarang diselenggarakan setiap malam Minggu.

Dan, tidak seperti sekarang, dulu penonton atau yang menyaksikan pementasan itu hanya golongan orangtua saja karena pementasan dilaksanakan pada hari produktif. Jadi, siswa maupun mahasiswa tidak dapat menyaksikannya. Ya, walaupun hasil dari pementasan tersebut akan diunggah melalui media sosial dan Youtube, tetap saja suasananya akan berbeda.

Nah, setelah proses pembangunan Ruang Terbuka Hijau Bung Karno rampung, PAS kembali dilaksanakan tepat setelah 2 tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Aku akui, PAS memang berhasil sebagai wadah untuk menampung ekspresi dan kreatifitas seniman maupun kreator di Buleleng.

***

Seingatku, pada malam itu, yang akan tampil untuk mebarung adalah Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, Sukasada, dan Sanggar Seni Wrdhi Kumara Santhi Desa Pacung, Tejakula.  Sedangkan aku sendiri tergabung dalam komunitas yang pertama, Komunitas Seni Manik Hasta Gina.

Malam itu aku tidak hanya menari seperti biasanya. Aku berkesempatan mengajak adik-adik yang aku bina untuk tampil, mementaskan Tari Magrumbungan dalam kegiatan tersebut.

Aura, anggota Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, sedang mementaskan Tari Magrumbungan di PAS di Taman Bung Karno

Sekadar informasi, Tari Magrumbungan merupakan tarian asli Buleleng yang menceritakan tentang petani sedang membajak sawah. Tarian ini diciptakan oleh Ketut Artika, sedangkan penata dan tabuhnya diciptakan oleh Nyoman Durpa.

Magrumbungan termasuk tarian yang energik jika dilihat dari geraknya dan terdapat dua peran saat memainkannya: peran sebagai sapi dan petani. Menjadi sapi adalah PR berat karena setiap berjalan ia akan melompat, lari, dengan teknik yang sudah ditentukan. Unsur tari agem, tandang, tangkep, semua tergambar dalam tarian ini.

Dan sebagai pembimbing, tekatku sangat besar, dan tentu saja aku sangat antusias saat melibatkan mereka. Karena bagiku, ini salah satu ajang yang bagus untuk tes mental dengan tampil di atas panggung besar, mewah, dan disaksikan banyak orang, bukan hanya disaksikan orang desa sendiri saja.

Maka, setelah aku mencari bekal tambahan dari merias orang metatah di Desa Sawan, tepat pukul 1 siang aku langsung pulang tanpa singgah ke mana-mana lagi. Dan benar, adik-adik dan teman-teman yang akan ikut menari nanti malam sudah menunggu kehadiranku.

Tanpa basa-basi, aku langsung menyiapkan pakaian tari yang akan dipakai dan lanjut merias mereka. Ya, sebelum merias diri sendiri, aku merias adik-adik dan teman-teman terlebih dahulu. Jujur, hari itu super krodit, aku hampir tidak sempat makan.

Setelah adik-adik dan teman-teman selesai berias, aku lanjut mandi dan baru merias diri sendiri. Hah, malam itu kami sedikit telat datang ke lokasi pentas, karena waktu pentas 30 menit dimajukan tanpa alasan. Tapi, tidak apa-apa, kami bisa mengondisikan masalah tersebut.

***

Kursi penonton sudah penuh terisi. Karena cuaca cukup mendukung, pementasan segera dimulai. Sebelum mulai, kami sempatkan untuk berdoa bersama agar pementasan berjalan lancar.

Malam itu, kami mementaskan 1 tabuh dan 2 tarian dari masing-masing gong kebyar. Sanggar Seni Wrdhi Kumara Santhi menampilkan Tabuh Telu Batur Sari, Tari Panyembrama, dan Tari Baris Tunggal.

Sedangkan Komunitas Seni Manik Hasta Gina menampilkan Tabuh Kreasi Wrehat Cendana, Tari Selat Segara, dan Tari Magrumbungan. Aku sendiri berkesempatan untuk  mementaskan Tari Selat Segara. Karena tarian tersebut termasuk dalam tari penyambutan, maka aku tampil lebih dulu.

Dan ini yang aku tunggu-tunggu, penampilan Tari Magrumbungan yang dipentaskan adik-adikku. Jujur, rasanya deg-degan bercampur haru. Padahal, bukan aku yang menari, tapi aku tetap deg-degan sampai susah bernapas.

Merlan, anggota Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, sedang mementaskan Tari Magrumbungan di PAS di Taman Bung Karno

Aku sempat merasa cemas, karena ini pertama kali mereka tampil di panggung besar dan megah—selama ini mereka hanya tampil di lingkup acara desa saja.

Hal lain yang aku takutkan adalah kalau mereka sampai salah atau ada yang kurang menurut penonton, pasti yang dianggap kurang mampu membimbing mereka adalah aku—walau aku sudah berusaha dengan maksimal. Huf! namanya juga pendapat orang pasti berbeda-beda.

Tetapi, tampaknya itu hanya ketakutan itu hanya ada dalam kepalaku saja. Pada kenyatannya, riuh tepuk tangan penonton sesaat mereka selesai pentas membuat aku lega, walaupun mungkin ada satu-dua orang dari ratusan penonton yang berbeda pendapat.

Aku bangga, senang, bahagia, dan haru. Mereka dapat tampil dengan maksimal dan membuktikan ke dirinya sendiri bahwa mereka bisa. Padahal, waktu berlatih dan menghafalkan gerak tarinya hanya 1 bulan kurang.

Memang aku belum sebagus kak Arif Mahendra, penari idolaku, dalam mengajar tari, tapi aku akan terus berusaha supaya bisa sebaik dia dalam membimbing adik-adik. Aku sadar masih banyak hal yang belum aku ketahui dan kuasai—untuk itu aku harus terus belajar.

***

Setelah pementasan selesai, seperti biasa, kami melakukan foto bersama dan balik ke rumah dengan mobil pick up. Malam itu kami tidak langsung balik ke rumah masing-masing, tetapi aku dan teman-teman berkumpul di wantilan melakukan makan-makan bersama sebagai wujud rasa syukur sebab pementasan malam itu berjalan sukses, lancar, sesuai keinginan.

Dengan dorongan orang-orang terdekat, keluarga besar Komunitas Seni Manik Hasta Gina, dan juga masyarakat Desa Adat Sangket, kami akan terus semangat berlatih supaya penampilan selanjutnya lebih baik dari penampilan sebelumnya.

Terakhir, terima kasih aku sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Melalui Pekan Apresiasi Seni, kami mempunyai wadah, tempat, untuk mengekspresikan diri melalui seni dan menjalin tali persaudaraan dengan teman-teman dari sanggar maupun komunitas lain. Sekali lagi, terim kasih.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Tercipta Tari Maskot Desa Batur “Tirtha Mahamreta Pratistha” | Catatan Pengabdian ISI Denpasar di Desa Batur
Gempita Fragmen Tari Bawi Srenggi Dadia Pudeh, Begini Awal Mula Ogoh-Ogoh di Tajun
Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Tags: seni taritari baliTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran

Next Post

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Dyah Sri Khrisna Aryantini

Dyah Sri Khrisna Aryantini

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi di STAH N Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co