4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pekan Apresiasi Seni, Tari Magrumbungan, dan Pengalamanku sebagai Pembimbing

Dyah Sri Khrisna Aryantini by Dyah Sri Khrisna Aryantini
April 10, 2023
in Esai
Pekan Apresiasi Seni, Tari Magrumbungan, dan Pengalamanku sebagai Pembimbing

Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, Sukasada | Dok. Penulis

PADA MALAM hari pertengahan 2022, seperti biasa, aku dan teman-teman komunitas di desa sedang antusias latihan, gladi, untuk ikut memeriahkan kegiatan Pekan Apresiasi Seni (PAS) 27 Agustus tahun lalu.

Ya, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan berbagai pihak memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau Bung Karno Sukasada dengan kembali mengadakan program Pekan Apresiasi Seni.

Seperti namanya, Pekan Apresiasi Seni yang rutin dilaksanakan setiap malam Minggu itu, berupaya melestarikan seni tradisi, adat, dan budaya yang ada di Kabupaten Buleleng. Artinya, seluruh sanggar dan komunitas seni di Buleleng memiliki kesempatan untuk tampil setiap minggu, secara bergantian.

Pekan Apresiasi Seni sebenarnya sudah berjalan jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Awalnya, kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Singaraja dengan konsep yang masih dipertahankan seperti sekarang. Bedanya, selain tempat, dulu PAS berlangsung setiap hari Jumat pagi. Sedangkan sekarang diselenggarakan setiap malam Minggu.

Dan, tidak seperti sekarang, dulu penonton atau yang menyaksikan pementasan itu hanya golongan orangtua saja karena pementasan dilaksanakan pada hari produktif. Jadi, siswa maupun mahasiswa tidak dapat menyaksikannya. Ya, walaupun hasil dari pementasan tersebut akan diunggah melalui media sosial dan Youtube, tetap saja suasananya akan berbeda.

Nah, setelah proses pembangunan Ruang Terbuka Hijau Bung Karno rampung, PAS kembali dilaksanakan tepat setelah 2 tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Aku akui, PAS memang berhasil sebagai wadah untuk menampung ekspresi dan kreatifitas seniman maupun kreator di Buleleng.

***

Seingatku, pada malam itu, yang akan tampil untuk mebarung adalah Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, Sukasada, dan Sanggar Seni Wrdhi Kumara Santhi Desa Pacung, Tejakula.  Sedangkan aku sendiri tergabung dalam komunitas yang pertama, Komunitas Seni Manik Hasta Gina.

Malam itu aku tidak hanya menari seperti biasanya. Aku berkesempatan mengajak adik-adik yang aku bina untuk tampil, mementaskan Tari Magrumbungan dalam kegiatan tersebut.

Aura, anggota Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, sedang mementaskan Tari Magrumbungan di PAS di Taman Bung Karno

Sekadar informasi, Tari Magrumbungan merupakan tarian asli Buleleng yang menceritakan tentang petani sedang membajak sawah. Tarian ini diciptakan oleh Ketut Artika, sedangkan penata dan tabuhnya diciptakan oleh Nyoman Durpa.

Magrumbungan termasuk tarian yang energik jika dilihat dari geraknya dan terdapat dua peran saat memainkannya: peran sebagai sapi dan petani. Menjadi sapi adalah PR berat karena setiap berjalan ia akan melompat, lari, dengan teknik yang sudah ditentukan. Unsur tari agem, tandang, tangkep, semua tergambar dalam tarian ini.

Dan sebagai pembimbing, tekatku sangat besar, dan tentu saja aku sangat antusias saat melibatkan mereka. Karena bagiku, ini salah satu ajang yang bagus untuk tes mental dengan tampil di atas panggung besar, mewah, dan disaksikan banyak orang, bukan hanya disaksikan orang desa sendiri saja.

Maka, setelah aku mencari bekal tambahan dari merias orang metatah di Desa Sawan, tepat pukul 1 siang aku langsung pulang tanpa singgah ke mana-mana lagi. Dan benar, adik-adik dan teman-teman yang akan ikut menari nanti malam sudah menunggu kehadiranku.

Tanpa basa-basi, aku langsung menyiapkan pakaian tari yang akan dipakai dan lanjut merias mereka. Ya, sebelum merias diri sendiri, aku merias adik-adik dan teman-teman terlebih dahulu. Jujur, hari itu super krodit, aku hampir tidak sempat makan.

Setelah adik-adik dan teman-teman selesai berias, aku lanjut mandi dan baru merias diri sendiri. Hah, malam itu kami sedikit telat datang ke lokasi pentas, karena waktu pentas 30 menit dimajukan tanpa alasan. Tapi, tidak apa-apa, kami bisa mengondisikan masalah tersebut.

***

Kursi penonton sudah penuh terisi. Karena cuaca cukup mendukung, pementasan segera dimulai. Sebelum mulai, kami sempatkan untuk berdoa bersama agar pementasan berjalan lancar.

Malam itu, kami mementaskan 1 tabuh dan 2 tarian dari masing-masing gong kebyar. Sanggar Seni Wrdhi Kumara Santhi menampilkan Tabuh Telu Batur Sari, Tari Panyembrama, dan Tari Baris Tunggal.

Sedangkan Komunitas Seni Manik Hasta Gina menampilkan Tabuh Kreasi Wrehat Cendana, Tari Selat Segara, dan Tari Magrumbungan. Aku sendiri berkesempatan untuk  mementaskan Tari Selat Segara. Karena tarian tersebut termasuk dalam tari penyambutan, maka aku tampil lebih dulu.

Dan ini yang aku tunggu-tunggu, penampilan Tari Magrumbungan yang dipentaskan adik-adikku. Jujur, rasanya deg-degan bercampur haru. Padahal, bukan aku yang menari, tapi aku tetap deg-degan sampai susah bernapas.

Merlan, anggota Komunitas Seni Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, sedang mementaskan Tari Magrumbungan di PAS di Taman Bung Karno

Aku sempat merasa cemas, karena ini pertama kali mereka tampil di panggung besar dan megah—selama ini mereka hanya tampil di lingkup acara desa saja.

Hal lain yang aku takutkan adalah kalau mereka sampai salah atau ada yang kurang menurut penonton, pasti yang dianggap kurang mampu membimbing mereka adalah aku—walau aku sudah berusaha dengan maksimal. Huf! namanya juga pendapat orang pasti berbeda-beda.

Tetapi, tampaknya itu hanya ketakutan itu hanya ada dalam kepalaku saja. Pada kenyatannya, riuh tepuk tangan penonton sesaat mereka selesai pentas membuat aku lega, walaupun mungkin ada satu-dua orang dari ratusan penonton yang berbeda pendapat.

Aku bangga, senang, bahagia, dan haru. Mereka dapat tampil dengan maksimal dan membuktikan ke dirinya sendiri bahwa mereka bisa. Padahal, waktu berlatih dan menghafalkan gerak tarinya hanya 1 bulan kurang.

Memang aku belum sebagus kak Arif Mahendra, penari idolaku, dalam mengajar tari, tapi aku akan terus berusaha supaya bisa sebaik dia dalam membimbing adik-adik. Aku sadar masih banyak hal yang belum aku ketahui dan kuasai—untuk itu aku harus terus belajar.

***

Setelah pementasan selesai, seperti biasa, kami melakukan foto bersama dan balik ke rumah dengan mobil pick up. Malam itu kami tidak langsung balik ke rumah masing-masing, tetapi aku dan teman-teman berkumpul di wantilan melakukan makan-makan bersama sebagai wujud rasa syukur sebab pementasan malam itu berjalan sukses, lancar, sesuai keinginan.

Dengan dorongan orang-orang terdekat, keluarga besar Komunitas Seni Manik Hasta Gina, dan juga masyarakat Desa Adat Sangket, kami akan terus semangat berlatih supaya penampilan selanjutnya lebih baik dari penampilan sebelumnya.

Terakhir, terima kasih aku sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Melalui Pekan Apresiasi Seni, kami mempunyai wadah, tempat, untuk mengekspresikan diri melalui seni dan menjalin tali persaudaraan dengan teman-teman dari sanggar maupun komunitas lain. Sekali lagi, terim kasih.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Tercipta Tari Maskot Desa Batur “Tirtha Mahamreta Pratistha” | Catatan Pengabdian ISI Denpasar di Desa Batur
Gempita Fragmen Tari Bawi Srenggi Dadia Pudeh, Begini Awal Mula Ogoh-Ogoh di Tajun
Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Tags: seni taritari baliTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran

Next Post

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Dyah Sri Khrisna Aryantini

Dyah Sri Khrisna Aryantini

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi di STAH N Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co