2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melompati Ruang Batas, Pembelajaran Bersahabat dengan Alam

I Putu Sudibawa by I Putu Sudibawa
April 4, 2023
in Opini
Melompati Ruang Batas, Pembelajaran Bersahabat dengan Alam

Ilustrasi tatkala.co

“Alam merupakan guru terbaik, karena setiap adegan petualangan pasti akan mengajarkan ilmu yang sangat berharga untuk kita. Layaknya seorang anak, alam adalah hal yang perlu selalu kita jaga keindahannya, agar anak dan cucu kita kelak tetap dapat menikmati, keindahan yang telah dikreasi oleh Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam”

Merdeka Belajar tidak membatasi ruang tatap muka guru dan murid. Namun. di balik tidak terbatasinya ruang bertemu guru dan murid, hadir berbagai kebaikan yang dahsyat tentang perilaku sehat-higienis.

Kehadiran program Merdeka Belajar yang yang digagas menjadi obor untuk bergerak bersama mengatasi permasalahan pendidikan di masa pandemi ini. Merdeka Belajar menginspirasi hadirnya kurikulum nirbatas terhadap waktu, jarak, usia, ruang, regulasi, variasi, dan stratifikasi.

Merdeka Belajar dapat digunakan bersama selama untuk kepentingan dunia pendidikan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Guru dituntut untuk dapat menjadi teladan, serta bisa memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memberdayakan peserta didik.

Tumbuh kembang secara holistik sejalan secara cipta, rasa, dan karsa. Tajam pikirannya, halus rasanya, kuat dan sehat jasmaninya. Diharapkan guru menghadirkan tiga kata kunci yang perlu diterapkan bagi seorang guru, yaitu teladan, motivasi, dan berdaya atau merdeka. Hal ini perlu terjadi di sekolah saya untuk menuju sekolah yang efektif dan efisien. Guru-guru belum termotivasi untuk mengkaitkan fenomena alam dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran.

Semangat Merdeka Belajar yang sedang dicanangkan ini juga memperkuat tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, di mana Pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Semangat ini yang kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia.

Urgensi Pembelajaran Bersahabat dengan Alam

Ulasan menarik dimunculkan James P. Comer dan Norris Haynes  (1994), dalam artikel rencana aliansi pembelajaran, membangun pendidikan yang lebih baik, dipaparkan sekolah komprehensif dengan tujuan khusus dalam iklim sosial dan bidang akademik, memungkinkan warga sekolah untuk memodifikasi program untuk memenuhi kebutuhan dan peluang yang teridentifikasi.

Paparan ini menginspirasi saya untuk bisa menjembati kesenjangan yang dihadapi guru dan murid mengambil langkah-langkah strategis yang dapat menjadi inspirasi untuk memanfaatkan fenomena alam dan kearifan lokal yang ada disekitar lingkungan sekolah dijadikan media pembelajaran.

Tentu langkah ini juga pernah dilakukan oleh Alit Mariana (2000), bahwa sumber belajar diharapkan tersedia dalam jumlah yanag banyak dan sering dijumpai oleh murid dalam kehidupan sehari-hari. Ulasan ini juga didukung oleh pemikiran Deni Hadiana (2020), pendiri Indonesia Bermutu, Merdeka Belajar episode guru penggerak, kurikulum nirbatas menjadi penting.

Kurikulum nirbatas itu hakikatnya melekat pada setiap hamba Tuhan yang telah ditakdirkan memiliki berbagai modal untuk menjaga diri, sesama, dan benda serta alam sekitar agar senantiasa berada dalam harmoni, sinergi, dan kedamaian dengan menjadikan ruang kehidupan bak ruang kelas dengan langit sebagai atap, bumi sebagai lantai, gunung, lembah, dan lautan sebagai dinding.

Kurikulum nirbatas adalah kurikulum kehidupan. Di sinilah keberanian kita untuk keluar dari fatamorgana standardisasi kurikulum ke kustomisasi kurikulum; satu murid satu kurikulum. Sekolah, guru, murid, orang tua bersama-sama memformulasi dan mensinkronisasi variasi minat dan bakat murid dengan tuntutan zaman dan berbagai sumber daya yang dimiliki.

Guru dan murid berkolaborasi dalam pembelajaran dan penilaian dari mulai menginisiasi, mengimplementasi, dan mengevaluasi baik perjalanan (proses) pembelajaran maupun destinasi-destinasi atau hasil pembelajaran.

Sisi lain, Homa Tavangar (2014), pemanfaatan lingkungan sosial di sekitar satuan pendidikan dapat mengembangkan karakter positif. Pengembanagan karakter positif ini membutuhkan usaha dan fokus, dan membentuk dasar dari seluruh pengalaman sekolah. Sekolah dengan misi dan komitmen yang jelas untuk mendidik seluruh anak cenderung menekankan perolehan karakter atau kebajikan yang positif. Sesi tentang berbagai aspek empati, kreativitas, ketabahan dan inklusi yang ada di sekitar peserta didik dapat mencerminkan inisiatif di sekolah.

Pemaparan di atas tentu akan mengikis generalisasi yang melabeli sekolah-sekolah dengan pelbagi sebutan sebagai sekolah elitis, terikat tradisi, dan homogen mungkin akan tereduksi secara perlahan.

Sekolah yang memiliki kelonggaran untuk tampil di depan tentang keadilan, merekrut murid yang layak dari berbagai latar belakang dan lokasi, dari pada diatur yang tidak sesuai dengan potensi dan karakteristik murid. Apa pun komitmen terhadap pendidikan publik, jika tujuan pendidikan adalah belajar dari sekolah terbaik, pilihan sekolah independen yang inovatif perlu dikembangkan secara masif.

Geografis negara kita yang beragam, dengan berbagai macam budaya dan karakteristik, kita tidak bisa menyeragamkan yang harus dilakukan selama pandemi. Dalam konteks ini, pembelajaran ibarat petualangan dan penilaian bak aplikasi peta.

Sebelum melakukan petualangan, guru dan murid bersama-sama merefleksi berbagai kekuatan dan kelemahan, keinginan dan kebutuhan, tantangan dan peluang, rute yang akan dilewati, moda-metode yang digunakan, dan destinasi-destinasi yang akan disinggahi dan dicapai, serta tempat dan waktu memulai perjalanan.

Dari paparan di atas, saya terinspirasi memotivasi guru-guru untuk sebisa mungkin mulai memikirkan memanfaatkan fenomena alam dan kearifan lokal yang ada di lingkungan murid dan satuan pendidikan untuk diadopsi sebagai media atau bahan pembelajaran.

Dalam pembelajaran kimia, saya memotivasi agar memanfaatkan limbah pembuatan kain endek atau kain songket (kain tradisional Bali) untuk dijadikan media atau bahan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang ada dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan selain mendekatkan murid dengan fenomena alam yang ada, diharapkan murid dapat lebih bijaksana dalam memanfaatkan dan memperlakukan alam.

Dalam praktik baik ini, pembelajaran kimia menjadi lebih menarik dan pembelajaran lebih konstektual. Diharapkan selama proses pembelajaran, tidak hanya konsep pembelajaran kimia saja yang dilalui oleh murid, melainkan selama proses pembelajaran beberapa konsep antar mata pelajaran yang sejalan dengan pengalaman murid selama pembelajaran dapat dilalui secara bersama-sama. Kedepan, diformulasikan kolaborasi pembelajaran proyek yang berbasis antar mata pelajaran.

Hal lain yang sudah saya lakukan adalah memotivasi guru-guru yang bergerak dalam pembelajaran sosial untuk memanfaatkan kearifan lokal yang ada dalam proses pembelajaran. Aksi nyata yang sudah dilakukan, mengajak murid mempraktikkan proses keterampilan menulis aksara Bali di atas daun lontar.

Keterampilan ini, selain menambah kecintaan murid terhadap kebudayaan Bali yang semakin menipis, juga dapat memperkenalkan bahwa dalam keterampilan menulis lontar sangat kaya dengan pesan-pesan moral kehidupan yang diambil dari cerita-cerita Mahabrata dan Ramayana. Pesan-pesan moral ini diharapkan dapat dijadikan pedoman oleh murid dalam menjalani kehidupan secara nya yang lebih bijaksana.

Di sinilah pembelajaran dan penilaian dengan pemanfaatan bahan alam menjadi penting dikembangkan dan diaplikasikan kepada murid. Kurikulum yang didesain, hendaknya mengacu pada “kurikulum alam“ yang dianut secara turun temurun bukan tidak mungkin untuk dikembangkan untuk keperluan lokal.

Kurikulum lokal yang ingin dikembangkan dijadikan satu paket untuk untuk siap hidup sesuai dengan kondisi daerahnya, yang tentunya didapatkan dari sejarah kehidupan yang panjang dalam kehidupan, dan dikukuhkan dalam kurikulum yang tidak tertulis, atau dalam sistem pendidikan yang berbijak pada bumi sendiri.

Dalam desain kurikulum pendidikan, adopsi pengalaman empiris mereka dengan memperhatikan potensi wilayah dan kajian secara akademis perlu dipadukan. Mengajak murid untuk memanfaatkan bahan alam yang ada di lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran kimia.

Sebagai seorang guru kimia, saya ingin murid-murid terus mendapatkan pelayanan untuk belajar secara baik. Niat saya, murid-murid tetap dalam kondisi belajar. Tetap menjaga psikologis mereka untuk selalu termotivasi dalam belajar. Sedangkan pandemi Covid-19 membuat kondisi belajar tidak dapat berjalan dengan baik. Belajar dan mengajar dari rumah merupakan kegiatan yang harus dilakukan.

Mata pelajaran kimia adalah mata pelajaran yang akrab dengan percobaan. Tentu sangat kesulitan melakukan proses pembelajaran kimia secara optimal dalam kondisi ini. Ada pilihan untuk belajar dan mengajar dari rumah menggunakan pembelajaran virtual, tetapi kondisi jaringan internet di sekitar lingkungan anak-anak tidak mendukung.

Saya memanfaatkan radio yang jaringannya sudah bisa masuk ke pelosok dan menyentuh semua murid sebagai media pembelajaran kimia.

Materi yang diangkat adalah memanfaatkan bahan-bahan alam dalam pembelajaran kimia. Saya mengajak murid-murid untuk memanfaatkan bahan alam yang ada dilingkungan sekitar sebagai media pembelajaran kimia. Misalnya, mengajak murid-murid menggunakan kunyit untuk menguji bahan-bahan yang bersifat asam dan basa yang ada di dapur.

Dengan mengetahui perubahan warna yang terjadi pada kunyit dalam asam dan basa, murid diajak untuk menguji bahan-bahan yang ada disekitarnya untuk mengetahui asam atau basa.

Murid juga bisa memanfaatkan kulit manggis sebagai indikator asam basa yang lain.  Dalam pembelajaran tata nama senyawa alkana, saya mengajak murid-murid untuk memanfaatkan ranting kayu. Hal ini dilakukan karena pengalaman murid-murid sering miskonsepsi dalam memberikan tatanama ketika struktur alkana dibalik.

Semua ini dilakukan agar murid-murid terbentuk karakternya dalam mencintai lingkungan dan rasa syukur kehadapan Tuhan. Bukankah pembelajaran di Merdeka Belajar lebih diutamakan pembentukkan karakter daripada ketuntasan materi?

Memang tidak semua materi kimia dapat memanfaatkan bahan alam, tapi minimal pemanfaatan ini dapat mengakrabkan murid dengan alam dan keluarga. Pemanfaatan bahan-bahan alam dalam proses pembelajaran kimia dari rumah menumbuhkan efek iringan, bahwa belajar kimia tidak selalu berhadapan dengan baha-bahan kimia yang berbahaya, tetapi bisa juga dilakukan dengan bahan-bahan yang ada disekitar dan ramah lingkungan.

Semua ini dilakukan agar murid-murid terbentuk karakternya dalam mencintai lingkungan dan rasa syukur kehadapan Tuhan. Belajar dengan mengikuti orang tuanya berladang, menembus hutan, belajar dengan orang tua mereka.

Mereka belajar kesuburan tanah, memilih bibit tanaman, tanda-tanda alam, pergantian musim, berpindah ladang demi pemulihan kesuburan dan daur alam. Atau anak-anak nelayan seperahu dengan bapaknya belajar tentang arah angin, ombak, kehidupan laut atau burungburung camar.

Hal menarik yang saya dapatkan dari implementasi ini semua, rasa ingin tahu dan mencoba hal-hal lain yang berhubungan dengan proses pembelajaran menjadi semakin besar. Tidak jarang murid menunjukkan dan menemukan hal-hal baru yang mereka dapatkan selama proses pembelajaran. Misalnya, murid menemukan bahan alam baru yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa yang selama ini belum terpikirkan manfaatnya.

Usaha ini perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan kolaborasi antar mata pelajaran dengan lebih awal melakukan pemetaan kompetensi yang sejenis yang nanti dikembangkan secara bersama-sama untuk dijadikan model pembelajaran proyek. Model ini akan sangat menguntungkan bagi murid dan guru, karena dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan pembelajaran denga melakukan satu tugas atau proyek sekaligus.

Akhirnya, tibalah guru dan murid pada destinasi-destinasi yang mereka tuju dan mengetahui sudah sampai setelah menyinkronkan informasi yang ada di aplikasi peta dengan ciri-ciri atau indikator destinasi yang mereka singgahi dan capai. Di sinilah guru harus betul-betul memastikan murid mencapai destinasi sesuai minat dan bakat para murid.

Oleh karena itu, guru harus piawai memformulasi indikator perencanaan, perjalanan, dan pencapaian destinasi, memfasilitasi semua murid, memandu perjalanan, dan memastikan semua murid tidak tersesat dan sampai di destinasi yang akurat dengan efektif.

Keterbatasan dan kekurangan yang ditemukan di lapangan, diharapkan menjadi memantik untuk berkreasi, memberikan peluang dan motivasi agar peserta didik tetap dalam kondisi belajar. Akhirnya, saya sepakat, praktik ini akan menghadirkan generasi emas di masa yang akan datang dan menghadirkan putra-putri Indonesia yang memiliki jiwa dan semangat Pancasila.

Besar harapan praktik ini bisa jadi penutup lubang pada jembatan keilmuan yang kembali menghubungkan guru dengan murid, menghubungkan sekolah dengan orang tua. Mengoptimalkan kemampuan orang tua, guru, tokoh masyarakat, pengamat, atau tokoh pendidian dan lainnya.

Mengingat banyak pihak di ekosistem pendidikan yang merasa kesulitan menjalankan proses pembelajaran di masa pandemi, kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini. Semoga derap langkah ini tetap berjalan dan terus menginspirasi dengan sinergi program yang membumi.[T]

Rujukan

  • Alit Mariana. 2000. Pemanfataan Alam dalam Proses Pembelajaran
  • Matt Weyers. June 18, 2015. PBL Pilot: What Will the Future Bring?
  • James P. Comer dan Norris Haynes. May 1, 1994. Rencana Aliansi Pembelajaran: Membangun Pendidikan yang Lebih Baik
  • Homa Tavangar. March 21, 2014. Memikirkan Kembali Sekolah Mandiri di Abad 21
  • Deni Hadiana. 2020. Urgensivitas Kurikulum Nirbatas dalam Pembelajaran
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2020. Pedoman Profil Pelajar Pancasila

Menebar Inspirasi Menempa Mental dan Budaya Inovasi
Menggali Kearifan Lokal dalam Kurikulum Merdeka
Merdeka Belajar di SMPN 2 Sawan: Belajar Memasak Dulu, Bikin Bazar Kemudian

Tags: alamKimiakurikulum merdekapembelajaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selayang Pandang tentang Masyarakat Matrilineal dan Patrilineal

Next Post

Maaf-Memaafkan: Budaya dan Tradisi untuk Meningkatkan Kualitas Diri

I Putu Sudibawa

I Putu Sudibawa

Kepala SMAN 1 Semarapura. Peserta Teacher Training on Inclusive Education, Jepang

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Maaf-Memaafkan: Budaya dan Tradisi untuk Meningkatkan Kualitas Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co