23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ruang Baca Publik Yang Sebenar-benarnya

Clara Listya Dewi by Clara Listya Dewi
January 8, 2023
in Opini
Ruang Baca Publik Yang Sebenar-benarnya

Foto ilustrasi; Ruang baca

DARI PERJALANAN singkat ke Taman Literasi Martha Tiahahu beberapa waktu lalu, penulis menemukan satu sudut perpustakaan mini yang dipenuhi oleh para pengunjung. Mereka berkumpul di ruangan kaca untuk membaca buku atau sekadar beristirahat menikmati senja. Dari koleksi buku yang tersedia, rata-rata adalah buku-buku populer yang menjadi incaran para pembaca khususnya anak-anak muda.

Pengamatan singkat tersebut membuat penulis tersadar bahwa di Bali nampaknya belum ada ruang baca publik yang seperti ini. Tidak banyak masyarakat apalagi anak muda yang mengetahui letak perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah daerah saat ini. Banyak dari ruang baca yang ada, justru diinisiasi oleh komunitas swasta yang secara swadaya membangun ruang-ruang baca komunal yang lebih menjanjikan.

Langkanya ruang baca komunal di Bali menjadi satu sinyal bahwa upaya peningkatan minat baca di daerah tidak bisa dilakukan secara sepenggal. Daripada terus menerus meratapi tingkat minat baca yang rendah, upaya realisasi ruang baca yang lebih banyak, mutlak dibutuhkan.

Lalu, ruang baca seperti apa yang dibutuhkan khususnya oleh anak muda? Yang jelas, yang dibutuhkan adalah ruang baca yang tidak monoton, cozy dan tidak eksklusif. Guna membentuk ruang baca yang super nyaman, sebagai penyelenggara kebijakan, pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan anak muda dan masyarakat saat ini terkait pengembangan budaya literasi kekinian. Apakah ruang baca yang ber-AC atau ruangan baca yang juga mampu menyediakan co-working space dengan daya internet yang baik.

Di samping itu, pilihan buku-buku yang populer dan beragam menjadi salah satu hal yang juga dapat menarik perhatian para pengunjung kelak. Mari kita tinggalkan sejenak buku 1001 resep kaya raya, atau buku cara menjadi kaya dalam waktu singkat. Memilih dan mengkurasi buku-buku yang sesuai dengan minat anak muda saat ini menjadi langkah cerdas untuk membangun ruang baca publik yang sebenar-benarnya.

Inisiasi pembentukan ruang baca publik seyogyanya menjadi upaya prioritas pemerintah daerah. Sebagai penerjemah kebijakan, pemerintah memiliki peran untuk menyediakan public goods.

Menurut Samuelson, negara bertanggung jawab atas ketersediaan public goods. Asumsinya adalah karena negara dianggap mengetahui barang apa saja yang perlu dikonsumsi oleh rakyatnya maka negara juga memiliki kewajiban untuk mendistribusikan ke rakyatnya dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan.

Penyediaan ruang baca adalah salah satu public goods yang non excludable dan non rivalrous. Non excludable artinya bahwa tidak ada orang yang dapat dikecualikan dari penggunaan suatu barang. Semua orang berhak menikmati manfaat dari barang tersebut. Sedangkan non rivalrous berarti bahwa konsumsi atas barang tersebut oleh suatu individu tidak akan mengurangi jumlah barang yang tersedia untuk dikonsumsi oleh individu lainnya.

Namun pada kenyataannya, tidak semua negara memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi public goods yang diinginkan oleh masyarakatnya. Beberapa kendalanya adalah keterbatasan anggaran dan juga kurangnya sumber daya manusia yang potensial yang mampu mengelola public goods tersebut. Akibatnya beberapa sektor public goods yang tidak mampu dipegang oleh negara, dialihkan kepada swasta yang dianggap memiliki kapasitas pengelolaan yang jauh lebih baik. Di Bali, upaya pembentukan ruang baca yang nyaman rata-rata diinisiasi oleh komunitas lokal yang secara swadaya membangun ruang baca bersama.

Harus disadari bahwa peningkatan minat baca menjadi jalan awal untuk menemukan anak muda yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Tujuannya jelas untuk menjadi agen pembangunan yang seperti selama ini diharapkan. Apalagi aspek penting utama yang menentukan kualitas hidup adalah tingkat melek huruf, kesehatan, dan juga keterampilan. Penduduk yang buta huruf dan tidak sehat dapat menjadi beban ekonomi sedangkan penduduk yang terpelajar dan sehat dapat menjadi aset perekonomian.

Bali dengan segala gemerlap pariwisatanya seharusnya tidak boleh luput dari upaya untuk memajukan bidang literasi. Upayanya tidak boleh sepenggal-sepenggal. Tidak hanya dengan membuat kegiatan ad hoc semata yang sifatnya sangat temporer. Memang upaya baik untuk memajukan literasi telah banyak dilakukan oleh komunitas-komunitas swadaya lokal. Tapi itu tidak cukup. Karena upaya pemajuan minat baca dan literasi adalah usaha yang membutuhkan kerjasama dari banyak pihak. Beban ini tidak boleh ditanggung sendiri oleh masyarakat. Giat pemerintah daerah dibutuhkan secara serius dan berkelanjutan.

Sudah saatnya prioritas pembangunan di daerah tidak hanya dititikberatkan pada satu sektor saja. Sengaja menganaktirikan sektor lain, khususnya literasi, pada akhirnya akan menyumbangkan masalah baru yang lebih besar lagi. Mengingat kurangnya keterampilan membaca dan menulis dasar pada diri manusia adalah kerugian yang luar biasa karena literasi tidak hanya memperkaya kehidupan individu, tetapi juga menciptakan peluang bagi orang untuk mengembangkan keterampilan yang akan membantu mereka menafkahi diri sendiri dan keluarganya. Minat baca yang meningkat yang didukung dengan penyediaan fasilitas yang lebih layak, mampu membuka pintu ke lebih banyak kesempatan pendidikan dan pekerjaan sehingga individu mampu keluar dari kemiskinan.

Dari beberapa hal di atas setidaknya tiga upaya peningkatan minat baca dan literasi dimulai dengan mendorong peningkatan kesadaran minat baca, meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan dan literasi serta yang lebih penting lagi adalah menyediakan lebih banyak ruang baca yang bisa diakses oleh seluruh komponen masyarakat sementara orang-orang harus didorong untuk memiliki akses ke buku-buku gratis. [T]

Ruang Hijau untuk Udara Sejuk – [Memandang Kebun Permakultur di Taman Baca Kesiman]
Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata
Tags: BukuLiterasiperpustakaanruang bacarumah baca
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik

Next Post

Menghayati Sakit

Clara Listya Dewi

Clara Listya Dewi

Ni Nyoman Clara Listya Dewi, Lecture & Engagement Director at BASAbali Wiki

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Menghayati Sakit

Menghayati Sakit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co