2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Konsep dan Kepercayaan Orang Bali Dalam Film Avatar; The Way Of Water

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
December 20, 2022
in Pilihan Editor, Ulas Film
Konsep dan Kepercayaan Orang Bali Dalam Film Avatar; The Way Of Water

Avatar 2 The Way of Water. Foto: The Daily Mail

PRINSIP AIR menghubungkan semua hal. Sebelum kelahiranmu, dan setelah kematianmu. Apa yang disampaikan Lo’ak seorang avatar dari keluarga Sully dalam film Avatar: The Way of Water mungkin tak jauh dari prinsip dan kepercayaan orang Bali terhadap laku air dan laut; tirta, nyambutin, dan ngelarung. Air dan laut adalah awal sekaligus akhir bagi orang Bali. Hal-hal ini berhubungan dan hal-hal ini terjadi dalam film Avatar: The Way of Water.

Avatar: The Way of Water bercerita tentang Keluarga Jake Sully dan Na’vi (penduduk lokal) yang berhadapan melawan invasi manusia yang ingin menjajah dan menguasai Pandora, sebuah dunia Avatar. Jake Sully hidup sebagai kepala suku Omaticaya dan berkeluarga dengan Neytiri, termasuk putranya Neteyam dan Lo’ak dan putrinya Tuk, putri angkatnya Kiri dan seorang anak laki-laki bernama Spider, yang sejatinya adalah putra Kolonel Miles Quaritch yang lahir di Pandora dan tidak dapat diangkut ke Bumi namun begitu paham budaya Na’vi.

Manusia datang ke Pandora untuk menjajahnya, mendirikan basis operasi utama baru bernama Bridgehead City. Di antara pendatang baru itu adalah “rekombinan” Na’vi. Rekombinan atau dalam bahasa Inggris sering disingkat rDNA (recombinant DNA) adalah suatu bentuk DNA buatan yang dibentuk dengan cara menggabungkan atau merekombinasi dua atau lebih untaian benang DNA yang dalam keadaan normal tidak berpasangan atau terjadi bersama. Rekombinan ini bernama RDA dan Quaritch yang menjadi pemimpin mereka.

Jake Sully bergerilya melawan kedatangan RDA. Quaritch dan rekombinannya melakukan misi kontra-pemberontakan melawan Jake, menangkap anak-anaknya. Jake dan Neytiri tiba dan membebaskan sebagian besar dari mereka, namun sial Spider berhasil diambil oleh Quaritch. Sadar akan bahaya pengetahuan Spider tentang keberadaannya menimbulkan keresahan bagi Jake yang akan memiliki efek fatal terhadap keluarganya dan para Na’vi, Jake mengundurkan diri sebagai kepala suku Omaticaya (klan yang tinggal di Hutan dan Gunung) dan mengasingkan ke Metkayina (klan orang karang) yang berada di pesisir timur Pandora, di mana mereka diberi perlindungan, meskipun beberapa anggota suku mencemooh Jake dan anak-anak terhadap warisan genetik manusia mereka.

Sepanjang film yang berdurasi tiga jam karya James Cameron ini, saya menyadari adanya prinsip-prinsip kepercayaan para Na’vi khususnya klan Orang Karang terhadap konsep dan kepercayaan orang Bali. Yang paling terlihat adalah bagaimana mereka memperlakukan air. Bagi orang Bali, selain sebagai sumber kehidupan, masyarakat Bali memaknai air sebagai simbol penyucian dan pembersihan. Tirta atau Air Suci merupakan sarana pokok dalam pelaksanaan kegiatan dan upacara di Bali.

Pada waktu-waktu tertentu, masyarakat Bali juga melakukan ritual melukat guna menyucikan jiwa-raga di sumber-sumber mata air, seperti laut, sungai atau pancuran. Selain hal itu, dalam Avatar: The Way of Water saya tergelitik ketika menyadari beberapa kemiripan konsep dan kepercayaan lain seperti:

Melik dan Meluasang

Istilah melik dalam tradisi masyarakat Bali, yaitu sebuah anugrah yang dipercaya jika seseorang melik bisa melihat roh mistis atau hal-hal yang manusia biasa tidak bisa lihat. Dalam Avatar: The Way of Water, karakter Kiri menyerupai orang yang melik.

Dia bisa berkomunikasi dengan lingkungan-lingkungannya, baik ketika di Omaticaya maupun di Metkayina. Kiri mampu berkomunikasi dengan rumput, dengan ikan-ikan maupun ketika dia pergi ke pohon roh yang dianggap bisa menghubungkannya dengan pengalaman sebelumnya yang di sanalah dia bertemu dengan ibunya.

Yang membuat saya juga tergelitik adalah adanya medium yang bisa menghubungkan karakternya pada sebab musabab masalalu. Seperti asal usul ibu Kiri dan penyebab kenapa Payakan (seekor paus kepala baja) memilih untuk mengasingkan diri dari kawanannya.

Kesepekang

Kasepekang merupakan sanksi adat Bali, dimana si penerima sanksi akan dikucilkan, diasingkan atau diberhentikan dari kegiatan di desa (Madesa). Hal ini dikarenakan si pelaku melanggar aturan desa adat berkali-kali (keterlaluan), sehingga sanksi ini dianggap pantas untuk diberikan. Dalam film, Payakan (seekor paus kepala baja) dikucilkan dari kawanannya para Tulkun.

Tulkun adalah makhluk yang sangat cerdas, dan mereka dapat berkomunikasi dengan Na’Vi. Mereka juga memiliki budaya mereka tersendiri, dan menganggap bahwa perdamaian adalah segalanya. Payakan adalah anggota Tulkun yang “terbuang”. Berbeda dengan Tulkun lain yang menjunjung kedamaian, Payakan malah mencoba menginisiasi perang, demi membalaskan dendamnya pada manusia yang membunuh ibunya.

Dia ingin memulai perang terhadap pemburu paus. Namun perang yang dia mulai gagal, sehingga menimbulkan banyak kematian dari kubu Tulkun. Payakan bertanggung jawab atas banyak kematian Tulkun. Dan karena Payakan mengkhianati budaya bangsanya dengan memulai perang, karena itulah dia diasingkan dan selalu berenang sendirian di lautan. Adegan Lo’ak bertemu Payakan dalam film ini bagi saya sungguh emosional, ketika dia menjelaskan bahwa hidup bersama kawanan yang tidak bisa mengertinya sungguh menyakitkan. Hal yang sama pula terjadi saat Lo’ak tidak dipercaya ketika dia menjelaskan pada orang-orang di Metkayina bahwa Payakan adalah Tulkun yang baik.

Nyegara Gunung & Bhuana Agung dan Bhuana Alit

Nyegara Gunung adalah filosofi Bali bahwa antara laut (segara) dan gunung adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Oleh karena itu, setiap tindakan di gunung akan berdampak pada laut. Hal yang sama pula terjadi di Pandora. Sebagai kesatuan semesta antara Omaticaya dan Metkayina, mereka saling berhubungan dan berkeluarga.

Apapun yang terjadi pada Jake Sully yang adalah orang dari suku di Omaticaya (Hutan dan Gunung) juga dirasakan pada orang-orang di suku Metkayina (klan Orang Karang). Memiliki kesamaan terhadap perasaan tersebut mereka berkerjasama dan melindungi satu dengan yang lain.

Konsep Bhuana Agung dan Bhuana Alit juga bisa kita lihat dalam film ini bahwa dalam diri kita (bhuana alit) adalah semesta kecil dari semesta yang lebih besar (bhuana agung) yang bagi para Na’vi dipercaya keberadaannya lewat Tulkun (saudara roh) atau The Great Mother, ibu Agung.

Nyentana

Nyentana adalah istilah dalam perkawinan adat di Bali dimana mempelai laki–laki tinggal di rumah mempelai perempuan. Kalau kita lihat sejarah Jake Sully, dia adalah manusia. Itu kenapa keluarga Jake Sully adalah Na’vi yang “blasteran”, gabungan antara manusia dan Na’vi. Jake adalah manusia dan Neytiri adalah orang Na’vi asli. Neytiri memiliki busur pemberian ayahnya. Jake memutuskan untuk tinggal bersama Neytiri dan berkeluarga.

Tak jarang, keputusan-keputusan Neytiri lebih mementingkan klannya, karena dia merasa bahwa dirinya adalah Na’vi asli, Na’vi tulen dengan keyakinan bahwa ia hidup dan akan mati di Pandora.

Yang berbeda hanya saja status Jake sebagai suami di sini dia hanya tinggal di rumah Neytiri, tidak mengubah statusnya sebagai pradana (perempuan) ​​karena kalau kita melihat konsep Nyentana sepenuhnya selain tinggal dalam di rumah mempelai perempuan, ia juga mengubah statusnya sebagai pradana. Namun dalam Avatar: The Way of Water status Jake masih sebagai kepala keluarga dan purusa.

Laut adalah tempat untuk pulang

Bagi orang Bali, laut adalah gerak selaras hidup. Misalnya, ngelarung, ngelarung adalah prosesi untuk penghormatan dan penyucian diatas landasan keyakinan. Dimana laut merupakan tempat melebur atau mengembalikan ke unsur aslinya atau unsur yg seharusnya menurut hukum alam.

Dalam film Avatar laut adalah tempat melarung Nateeyam, saudara Lo’ak, seolah menegaskan pandangannya pada laut dan air; The Way of Water connects all things. Before your birth, and after your death. (Prinsip air menghubungkan banyak hal. Sebelum kelahiranmu, dan setelah kematianmu).

Film Avatar: The Way of Water ini memberikan pengalaman visual yang luar biasa. Selain membawa pesan akan Anti-Imprealisme yang kuat, kecintaan dan hidup harmonis dengan lingkungan serta toleransi menjadi hal-hal yang membuat film ini penting dan layak ditonton anak-anak bahkan keluarga. Dari Avatar kita belajar bahwa semua hal dalam hidup ini berhubungan; kita dengan manusia, kita dengan lingkungan, dan kita dengan semesta. Selamat menonton! [T]

Film “Aftersun” : Kesedihan yang Berwibawa
Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal
White Building : Potret Keruntuhan
Tags: avatarbalifilmFilm Avatarfilm layar lebarhinduHindu Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Subak | Cerpen DN Sarjana

Next Post

Gagal (Paham) Menulis Esai | Tanggapan Atas Esai I Wayan Artika

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails
Next Post
Gagal (Paham) Menulis Esai | Tanggapan Atas Esai I Wayan Artika

Gagal (Paham) Menulis Esai | Tanggapan Atas Esai I Wayan Artika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co