24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
November 1, 2022
in Ulas Film
Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Satu adegan dalam film Ballad of a White Cow | Gambar hasil screenshot dari video pada kanal youtube Berlinale - Berlin International Film Festival

Bagi kebanyakan penikmat film (terkhusus yang memiliki relasi tontonan yang luas), apa yang biasa dibayangkan ketika hendak menikmati film-film dari Iran? Yap, drama-dramanya.

Kebanyakan dari sinema-sinema Iran, masih ulat berkutat di lingkaran drama. Dan itu selalu menjadi identifikasi pertama kita untuk memahami bagaimana skema film-film Iran berjalan.

Ketimpangan sosial, alienasi diri, keluarga yang rumit, dan sebagainya dan sebagainya. Iran memang pusat bagaimana kita bisa melacak lalu memahami seluk dramatisasi yang kental dari rahim sinema.

Selepas kesuksesan besar Kiarostami dengan Taste Of Cherry, Makhmalbaf dengan A Moment of Innocent, Majid Majidi dengan Children of Heaven, Jafar Panahi dengan The White Balloon, sampai Ashgar Farhadi dengan A Separation, dan masih banyak lagi, di kancah sinema internasional. Kini, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, mencoba menyusul orang-orang hebat itu dengan gayanya sendiri, melalui Ballad of a White Cow.

The Ballad of a White Cow, adalah film terbaru dua sutradara, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, yang ditayangkan perdana di Festival Film Fajr ke-36.  Naskah film ditulis langsung oleh kedua sutradara tersebut bersama Mehrdad Kouroshniya. Selain sebagai sutradara, Maryam Muqoddam juga berkontribusi sebagai tokoh utama dalam filmnya, berperan sebagai seorang janda bernama Mina.

Bersama rekannya Alireza Sanifar yang berperan sebagai Reza. Dan beberapa aktor-aktor amatir lainnya. Satu hal yang menjadi kemenarikan bagi saya dan mungkin banyak orang dari sinema-sinema Iran adalah, para sutradaranya selalu membuka posisi bagi pemain-pemain amatir.

Iran, masih memegang teguh idealis neorealis di setiap garapan-garapannya. Dan itu, menjadi poin tambahan bagi sinema Iran, untuk lebih mudah membentuk kealamian di setiap film-filmnya.

The Ballad of a White Cow, menyajikan kehidupan seorang janda bernama Mina, dengan anaknya yang tuli, Bita, pasca pengeksekusian mati sang suami. Mina, menjalani hidupnya dengan wajah yang terus-menerus hampir mengeluarkan air mata. Tak jarang, ia selalu berbohong kepada anaknya, perihal kemana perginya si ayah.

Setahun berselang, Mina dengan kehidupannya yang masih melawan hari-hari yang kejam, mendapatkan panggilan dari pihak pengadilan. Ternyata pihak pengadilan menyatakan bahwa suami Mina tak bersalah dalam insiden pembunuhan yang dituduhkan.

Dari sini kita tahu seperti apa reaksi yang ditimbulkan. Pihak pengadilan menyesalkan keputusan. Mina, mengecam keputusan itu, yang telah merenggut nyawa suaminya. Namun film tak berhenti sampai di situ. Permulaannya, baru dimulai ketika seorang pria bernama Reza, datang ke rumah Mina dan mengaku sebagai sahabat masa muda suaminya. Tapi, sahabat hanya kedok yang dipakai Reza untuk menyamar. Ia ternyata orang di balik pengeksekusian suami Mina. Apa yang akan terjadi? Sisanya, bisa kalian ikuti lewat menonton The Ballad of a White Cow secara utuh.

Secara pribadi, saya sangat menyukai film-film yang lambat, dialog yang minim, yang bermain-main di lini bahasa visual. Itu memberikan peluang lebih besar dalam mengamati apa yang sedang diangkat.

The Ballad of a White Cow, mungkin sekilas demikian. Terlihat tidak tergesa-gesa mencapai klimaks. Film ini seperti sungai di pegunungan pada musim semi, beriak-beriak pelan dan mengalir jernih. Sayangnya, untuk melompat ke arah yang dituju, kedua sineas masih terbata-bata. Terlalu banyak gagasan yang dijejal tanpa disaring kepentingannya. Semisal menghadirkan kobobrokan birokrasi, ketika Mina mengajukan keluhannya terhadap kelalaian pengadilan. Adegan-adegan itu hadir secara subtil, tanpa ada pengaruh krusial bagi motivasi penceritaannya.

The Ballad of a White Cow, tak sekaliber film-film seniornya, seperti About Elly, Taste of Cherry, dan A Hero dalam menuntaskan-tampilkan sisi-sisi psikologis manusia. Banyak adegan yang kurang mencuri keprihatinan penonton. Efek psikologis—atau konfrontasi batin dalam diri seorang Reza, dan kesalahannya dalam memutuskan sebuah keadilan, yang menghantuinya siang dan malam, masih belum unjuk gigi.

Kesedihan dan emosinya terlalu enggan untuk dinampakkan, malah terkesan dipaksakan. Bahasa visual yang dihadirkan juga terbilang kurang mumpuni. Seakan belum bisa mengisi kekosongan dari setiap krisis dialog-dialognya. Pun, kedekatan Mina dan anaknya, Bita, belum diwujudkan dengan erat. Tak terkecuali penderitaan di antara mereka.

Lini-lini yang seharusnya dominan kurang diberikan ruang untuk ditampilkan lebih dalam lagi. Alhasil, beberapa sekuens tak punya kesinambungan satu sama lain. Saya, tentunya sedikit kecewa, dan merasa seharusnya film Iran bisa lebih dari ini.

Film The Ballad of a White Cow, adalah kumpulan gambar-gambar penampakan kehidupan yang miris sekaligus menyimpan banyak nilai. Yang disorot lewat mata kamera yang anggun. Keterkungkungan kelas menengah dalam menenggak keadilan, serta keterpurukan– kelas atas dalam upaya-upayanya mencari celah penebusan dosa.

Film ini, secara sadar, terselamatkan oleh sinematografinya. Resolusinya yang jernih, elaborasi warna hitam dan putih yang sangat kontras , pengambilan shot-shot-nya yang jauh, dan dari sisi-sisi yang tak terduga, menambah keistimewaannya. Tak lupa akting para pemainnya yang sudah sangat baik. Sedikit memudarkan apa-apa yang sudah saya sebutkan sebelumnya.[T]

White Building : Potret Keruntuhan
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)
Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos
Tags: filmFilm Iranfilm layar lebarIran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siapa pun Jumpa Puisi dalam Lomba Musikalisasi Puisi FNSP Jembrana | Juaranya SMAN 1 Kuta Utara

Next Post

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails
Next Post
Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co