25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
November 1, 2022
in Ulas Film
Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Satu adegan dalam film Ballad of a White Cow | Gambar hasil screenshot dari video pada kanal youtube Berlinale - Berlin International Film Festival

Bagi kebanyakan penikmat film (terkhusus yang memiliki relasi tontonan yang luas), apa yang biasa dibayangkan ketika hendak menikmati film-film dari Iran? Yap, drama-dramanya.

Kebanyakan dari sinema-sinema Iran, masih ulat berkutat di lingkaran drama. Dan itu selalu menjadi identifikasi pertama kita untuk memahami bagaimana skema film-film Iran berjalan.

Ketimpangan sosial, alienasi diri, keluarga yang rumit, dan sebagainya dan sebagainya. Iran memang pusat bagaimana kita bisa melacak lalu memahami seluk dramatisasi yang kental dari rahim sinema.

Selepas kesuksesan besar Kiarostami dengan Taste Of Cherry, Makhmalbaf dengan A Moment of Innocent, Majid Majidi dengan Children of Heaven, Jafar Panahi dengan The White Balloon, sampai Ashgar Farhadi dengan A Separation, dan masih banyak lagi, di kancah sinema internasional. Kini, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, mencoba menyusul orang-orang hebat itu dengan gayanya sendiri, melalui Ballad of a White Cow.

The Ballad of a White Cow, adalah film terbaru dua sutradara, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, yang ditayangkan perdana di Festival Film Fajr ke-36.  Naskah film ditulis langsung oleh kedua sutradara tersebut bersama Mehrdad Kouroshniya. Selain sebagai sutradara, Maryam Muqoddam juga berkontribusi sebagai tokoh utama dalam filmnya, berperan sebagai seorang janda bernama Mina.

Bersama rekannya Alireza Sanifar yang berperan sebagai Reza. Dan beberapa aktor-aktor amatir lainnya. Satu hal yang menjadi kemenarikan bagi saya dan mungkin banyak orang dari sinema-sinema Iran adalah, para sutradaranya selalu membuka posisi bagi pemain-pemain amatir.

Iran, masih memegang teguh idealis neorealis di setiap garapan-garapannya. Dan itu, menjadi poin tambahan bagi sinema Iran, untuk lebih mudah membentuk kealamian di setiap film-filmnya.

The Ballad of a White Cow, menyajikan kehidupan seorang janda bernama Mina, dengan anaknya yang tuli, Bita, pasca pengeksekusian mati sang suami. Mina, menjalani hidupnya dengan wajah yang terus-menerus hampir mengeluarkan air mata. Tak jarang, ia selalu berbohong kepada anaknya, perihal kemana perginya si ayah.

Setahun berselang, Mina dengan kehidupannya yang masih melawan hari-hari yang kejam, mendapatkan panggilan dari pihak pengadilan. Ternyata pihak pengadilan menyatakan bahwa suami Mina tak bersalah dalam insiden pembunuhan yang dituduhkan.

Dari sini kita tahu seperti apa reaksi yang ditimbulkan. Pihak pengadilan menyesalkan keputusan. Mina, mengecam keputusan itu, yang telah merenggut nyawa suaminya. Namun film tak berhenti sampai di situ. Permulaannya, baru dimulai ketika seorang pria bernama Reza, datang ke rumah Mina dan mengaku sebagai sahabat masa muda suaminya. Tapi, sahabat hanya kedok yang dipakai Reza untuk menyamar. Ia ternyata orang di balik pengeksekusian suami Mina. Apa yang akan terjadi? Sisanya, bisa kalian ikuti lewat menonton The Ballad of a White Cow secara utuh.

Secara pribadi, saya sangat menyukai film-film yang lambat, dialog yang minim, yang bermain-main di lini bahasa visual. Itu memberikan peluang lebih besar dalam mengamati apa yang sedang diangkat.

The Ballad of a White Cow, mungkin sekilas demikian. Terlihat tidak tergesa-gesa mencapai klimaks. Film ini seperti sungai di pegunungan pada musim semi, beriak-beriak pelan dan mengalir jernih. Sayangnya, untuk melompat ke arah yang dituju, kedua sineas masih terbata-bata. Terlalu banyak gagasan yang dijejal tanpa disaring kepentingannya. Semisal menghadirkan kobobrokan birokrasi, ketika Mina mengajukan keluhannya terhadap kelalaian pengadilan. Adegan-adegan itu hadir secara subtil, tanpa ada pengaruh krusial bagi motivasi penceritaannya.

The Ballad of a White Cow, tak sekaliber film-film seniornya, seperti About Elly, Taste of Cherry, dan A Hero dalam menuntaskan-tampilkan sisi-sisi psikologis manusia. Banyak adegan yang kurang mencuri keprihatinan penonton. Efek psikologis—atau konfrontasi batin dalam diri seorang Reza, dan kesalahannya dalam memutuskan sebuah keadilan, yang menghantuinya siang dan malam, masih belum unjuk gigi.

Kesedihan dan emosinya terlalu enggan untuk dinampakkan, malah terkesan dipaksakan. Bahasa visual yang dihadirkan juga terbilang kurang mumpuni. Seakan belum bisa mengisi kekosongan dari setiap krisis dialog-dialognya. Pun, kedekatan Mina dan anaknya, Bita, belum diwujudkan dengan erat. Tak terkecuali penderitaan di antara mereka.

Lini-lini yang seharusnya dominan kurang diberikan ruang untuk ditampilkan lebih dalam lagi. Alhasil, beberapa sekuens tak punya kesinambungan satu sama lain. Saya, tentunya sedikit kecewa, dan merasa seharusnya film Iran bisa lebih dari ini.

Film The Ballad of a White Cow, adalah kumpulan gambar-gambar penampakan kehidupan yang miris sekaligus menyimpan banyak nilai. Yang disorot lewat mata kamera yang anggun. Keterkungkungan kelas menengah dalam menenggak keadilan, serta keterpurukan– kelas atas dalam upaya-upayanya mencari celah penebusan dosa.

Film ini, secara sadar, terselamatkan oleh sinematografinya. Resolusinya yang jernih, elaborasi warna hitam dan putih yang sangat kontras , pengambilan shot-shot-nya yang jauh, dan dari sisi-sisi yang tak terduga, menambah keistimewaannya. Tak lupa akting para pemainnya yang sudah sangat baik. Sedikit memudarkan apa-apa yang sudah saya sebutkan sebelumnya.[T]

White Building : Potret Keruntuhan
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)
Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos
Tags: filmFilm Iranfilm layar lebarIran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siapa pun Jumpa Puisi dalam Lomba Musikalisasi Puisi FNSP Jembrana | Juaranya SMAN 1 Kuta Utara

Next Post

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails
Next Post
Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co