1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film “Aftersun” : Kesedihan yang Berwibawa

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
November 4, 2022
in Ulas Film
Film “Aftersun” : Kesedihan yang Berwibawa

Gambar diambil dari Aftersun Trailer/youtube

Rekaman vidio yang kabur mencatat keping-keping percakapan antara anak dan ayah. Zoom in—zoom out yang agak goyah, memulai sebuah pertanyaan—sekaligus mengakhirinya: “Apa itu?”, “Ketika kau berumur 11 tahun, apa yang kau lakukan?”.

Dan jeda. Gambar tenggelam oleh nyaring suara, seketika gelap, seketika hitam. Dari kegelapan mengkilat segaris cahaya yang terbuka, ada kerumunan orang-orang menari. Namun masih belum tampak jelas, semuanya lewat dan melintas begitu saja.

Di tengah-tengah cahaya yang jatuh bangun, seorang wanita memejamkan kedua matanya—terpenjara dalam framing. Sepertinya ia menarik diri ke lembaran masa lalunya, menggapai ingatan yang lusuh bagai kertas terlepas dari kepalan tangan. Tetapi cuma satu yang dihinggapi. Di sana segalanya nyaris putih. Dan tampak seorang gadis kecil melambaikan tangan dengan wajah yang entah menyembunyikan tangisan—entah melawan senyuman.

Sebuah debut fitur yang bersih dari Charlotte Wells selaku sutradara dan penulis skenario. Lewat kolaborasinya dengan Paul Mescal dan si gadis cantik Frankie Corio, Aftersun arahannya memberi sentuhan yang informal—bukan  drama ayah-anak layaknya Fathers and Daughters atau The Pursuit of Happyness, yang memaksa penonton untuk berlinang air mata terus-menerus.

Dalam Aftersun, keakraban dan keberjarakan tersegmentasi lewat subjek-subjek yang tampil. Terkesan selalu ada jarak antara keduanya dan kita (para penonton) dari kaca jendela, televisi cembung juga kamera perekam. Namun di balik benda-benda yang menjadi semacam pantulan kisah, yang menahan kita untuk bisa lebih dekat, mereka—ayah dan anak itu mempunyai semesta kedekatannya sendiri.

Musim panas pertengahan, Sophie dan Calum, pasangan ayah-anak, pergi berlibur untuk menghabiskan waktu bersama ke sebuah kota di negara Turkey. Di sana momen-momen acak mereka lakukan bersama tanpa banyak mengungkit apa yang pernah ada dan terjadi pada masa lampau.

Shopie, gadis berumur 11 tahun itu, tak pernah menanyakan dengan spesifik kenapa ayahnya dan ibunya berpisah. Calum tak pula berkenan mengungkapkan. Ruang kedekatan mereka ternyata meletakkan sekatnya sendiri. Kerenggangan tercipta dari cerita yang tak terungkap. Sophie seperti tak mengenal utuh sosok ayahnya. Tapi tak perlu menjadi pusat keresahan. Karena titik perhatian mengarah pada relasi kedua karakter. Pada momen penghabisan mereka terhadap waktu.

Mungkin lebih dari satu jam durasi, kita akan melihat jelajah keduanya di kawasan wisata, kolam renang, kamar, dan tempat pemandian lokal Turkey. Peristiwa-peristiwa yang datang dan tergambarkan dalam kurung durasi tersebut—tentu akan kita anggap sebagai sebuah penawaran yang nihil. Pun kekosongan ruang yang begitu lama ditampilkan—melahirkan kebosanan.

Bahkan hal-hal yang sengaja ditinggalkan oleh Charlotte Wells di sana. Seperti penggalan-penggalan tegas karakter Calum yang mengidap depresi dan rasa cemas. Yang mana Calum tak menyangka Sophie akan beranjak dewasa, dan ia harus lebih awas akan hal yang terjadi pada waktu mendatang—akan terlihat tak memiliki motif yang krusial. Asumsi itu akan tumbuh bersama kita, akan mengekori kita.

Namun asumsi itu harus kita gugurkan sementara oleh kilasan adegan yang disusupi di tengah-tengah cerita. Kita patut curiga atas kehadiran salindia tersebut. Apa maksudnya? Dan apakah ada kesenjangan dalam cerita? Salindia tersebut, fragmen yang muncul secara kedipan mata itu—adalah jembatan antara momen-momen acak dan apa yang berusaha Charlotte Wells munculkan dalam Aftersun. Sebuah upaya mengais memori dari Sophie terhadap sosok ayahnya dan peristiwa yang mereka jalani bersama-sama.

Charlotte Wells mampu mengemas semua ini begitu artistik, terartikulasikan dengan kuat dan narasi yang sanggup tak berloncatan, kendati ada sejumput kilas-balik—ia menangkis interupsi tersebut. Sebuah debut fitur yang benar-benar mengagumkan.

Aftersun adalah kesedihan yang berwibawa. Mengungkapkan kerinduan kepada ingatan yang tersangkut di jantung masa lalu—dan itu menghantuinya. Jalinan cerita yang awalnya cuman sebagai bukti dari kenangan yang memadat dalam diri Sophie dewasa—berhasil menyentuh sensibilitas yang paling sensitif dari diri kita.

Walau film ini mempunyai beberapa catatan seperti: graphic match yang terlalu boros dan mudah ditebak kedatangannya, lalu latar Turkey yang cuman sebagai tempelan dan bukan eksplorasi kisah. Catatan tersebut tak melemahkan kisah ini ketika kita berlabuh di penghujung. Semua catatan itu lenyap—semua itu menjelma sebuah kelebihan dan karakteristik.

Pamungkasnya yang emosional, Calum menari bersama para turis lainnya dan mengajak Sophie bergabung. Iringan lagu Under Pressure  dari Queen mewarnai tarian mereka. Lalu kilasan adegan itu muncul lagi, menyusup ke tengah-tengah tarian. Tampak seorang wanita, wanita yang sebelumnya memejamkan mata itu—Sophie dewasa.

Ia melewati kerumunan, melihat ayahnya, Calum, menari-nari di antara cahaya yang jatuh bangun. Ia berteriak memanggilnya—tapi tiada terdengar, segalanya kedap, ia menariknya, memeluknya—dan menangis di pelukannya. Tapi seketika semuanya nyaris putih. Tak ada kelip-kelip lampu lagi. Tak ada kerumunan yang menari-nari. Hanya lambaian seorang gadis kecil, yang entah menyembunyikan tangisan—entah melawan senyuman.

Dan jeda. Saya melihat momentum ending yang sangat apik: sebuah paralel penutup dari Krzystof Kieslowski dalam Three Colours Red, dan saya nikmati lagi dalam Aftersun. Indah, menakjubkan, luar biasa menarik emosi. Atmosfir kesedihan yang sulit dielakan. [T]

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal
Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos
Film Pendek “Kala Rau When the Sun Got Eaten”: Gerhana, Mitos, dan Sedikit Orde Baru
Tags: filmfilm layar lebarsinema
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasi Kuning: Warisan Intangible | Pintu Akselerasi Perempuan Mewujudkan Mimpi Pemberdayaan

Next Post

Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails
Next Post
Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co