24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seraya Popcorn, Usaha Kreatif Agus Tripayana Membangkitkan Jagung Desa Seraya

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
November 30, 2022
in Khas
Seraya Popcorn, Usaha Kreatif Agus Tripayana Membangkitkan Jagung Desa Seraya

Seraya Popcorn, jagung goreng dari Desa Seraya, Karangasem, Bali

PERNAH MENDENGAR JAGUNG SERAYA? Iya, jagung yang tumbuh di Desa Seraya, desa di ujung timur Pulau Bali, di Kabupaten Karangasem.

Desa Seraya adalah tempat dengan intensitas curah hujan yang rendah. Tanahnya berbatu. Tandus. Desa ini, selain memiliki tradisi budaya Gebug Ende sebagai tarian sakral, juga memiliki jagung dengan nama Jagung Seraya.  

Cerita Tentang Jagung

Desa Seraya terbagi menjadi tiga desa dinas, yakni Desa Seraya Barat, Seraya Tengah dan Seraya Timur. Namun ketiganya tergabung dalam satu desa adat, yakni desa Adat Seraya, yang biasa juga disebut dengan Desa Sraya.

Mata pencaharian warga Desa Seraya sebagian besar menjadi petani dan nelayan. Petani musiman—menunggu musim hujan. Karena pada saat musim hujanlah warga mengelola lahannya yang berbatu-batu itu.

Seraya Popcorn, popcorn dari Desa Seraya, Karangasem, Bali

Yang ditanam adalah jagung. Namun, meski Jagung seraya cukup diminati, namun tidak banyak juga warga yang kini mau menanam jagung. Budaya menanam jagung mulai terkikis dan banyak warga memilih untuk merantau ke kota besar ketimbang menanam jagung.

Ya, kini banyak petani yang enggan menanam jagung. Penyebabnya, jagung sudah bukan menjadi konsumsi pokok, sudah dikalahkan beras. Selain itu, akibat musim penghujan yang tidak menentu, sering pula membuat petani merugi.

“Amulto tuyuhe metajuk, jeg mati kebusan jagunge!” gumam petani dengan logat khas Desa Seraya. Artinya, sebegitu giat menanam, tiba-tiba jagung mati kepanasan.

Tentu saja mereka harus giat, dan melelahkan. Untuk mengolah lahan kering, mereka biasanya memakai jasa sapi untuk menarik tenggala agar tanah bisa gembur. Tenggala adalah alat untuk menggemburkan tanah tempat benih jagung ditanam.

Namun kini banyak petani yang tidak memiliki sapi. Sehingga para petani terbiasa menarik tenggala itu dengan tenaganya sendiri. Bisa terbayang bagaimana kekecewaan mereka yang lelah usai menanam jagung, namun jagung gagal hidup karena hujan tak kunjung datang.

Jagung Seraya bisa dikonsumsi ketika jagung masih muda dengan cara direbus, di panggang dan diolah untuk lauk.

Pada musim panen tiba, hasil panen distok atau disimpan sebagian untuk dipersiapkan sebagai benih, sisanya disimpan di sebuah tempat agar bisa dikonsumsi sehari-hari.

Tak jarang jagung itu jadi makanan ayam, karena tidak dikonsumsi sebagai bahan pokok. Olahan jagung yang paling terkenal dan masih sering dihidangkan ketika ada tamu yang datang adalah jagung goreng atau nama kerennya popcorn.

Jagung yang mekar sempurna menjadi cemilan yang menarik dan teman ngopi yang pas. Jagung goreng atau jagung nyanyah (sangrai) ini berhasil menarik hati orang-orang yang mencicipinya. Tak segan mereka meminta untuk dibungkus dan dibawa pulang ke rumah mereka.

Seraya Organik

Nah, tersebutlah seorang anak muda dari Desa Seraya yang merespon keunggulan popcorn dari Desa Seraya ini. Pemuda itu berada di Desa Seraya Timur. Anak muda inilah yang membuat petani jagung di Desa seraya bergairah lagi menanam jagung.

Anak muda itu bernama I Nengah Agus Tripayana. Agus yang kelahiran tahun 1991 itu melahirkan sebuah produk bernama Seraya Popcorn.

Ia mendirikan sebuah wirausaha sosial berbasis masyarakat bernama Seraya Organik yang bergerak di sektor pertanian dan bertujuan untuk memajukan pertanian di Desa Seraya.

I Nengah Agus Tripayana

Dengan usaha itu, ia mengubah stigma petani yang beranggapan nasi jagung sudah digantikan beras. Ia mengubah stigma bahwa, daripada menanam jagung, lebih baik menanam pohon besar yang bisa diambil kayunya.

Agus cukup berhasil mengubah stigma itu. Para petani mulai menanam jagung kini bukan semata untuk dimakan sendiri. Ada kesadaran baru bahwa jagung bisa diolah dan dipasarkan sampai seluruh Indonesia.

Dengan mengajak tim yang mampu bekerjasama, Seraya Popcorn itu dikemas dengan menarik dan beraneka rasa.

Menurut Agus, ia punya harapan besar pada produk yang dibuatnya itu. Harapannya itu bukan sekadar ekonomi, tapi munculnya kegairah kembali untuk bertani. Itu karena produktivitas petani meningkat,  lahan hidup kembali, dan banyak petani muda tidak merasa malu lagi untuk menanam jagung.

Pemasaran produk memakai media sosial berupa facebook dan Instagram, dan Agus sudah beberapa kali memperkenalkan produk asli desa ujung timur Pulau Bali ini ke kancah nasional.

Pembuatan popcorn dari Jagung Seraya ini dilakukan dengan cara di-nyanyah atau digoreng tanpa menggunakan minyak. Namun kebanyakan masyarakat saat ini sudah tidak menerapkan itu lagi, dan proses penggorengannya sudah memakai minyak.

Karena proses yang berbeda, sudah tentu menghasilkan produk yang berbeda pula. Proses pembuatan jagung nyanyah ini cukup unik, menggunakan tungku tradisional, dan beberapa lidi untuk mengaduk, jagung itu di goreng tanpa minyak. Suara biji jagung yang mekar karena panas menjadi ciri khas aktivas pembuatan popcorn itu. Suaranya menarik, berirama bersahutan.

I Nengah Agus Tripayana (kiri) dan Seraya Popcorn

Kini Jagung Seraya sudah mulai dibangkitkan lagi, lahan yang tidur sedikit demi sedikit mulai terbangun, rasa bangga petani desa mulai tumbuh, walau memiliki ukuran yang mungil namun bisa bersaing di pasar.

Semoga di musim tanam selanjutnya semua lahan hijau dengan jagung, dan Seraya Popcorn bisa terus berkembang dan tetap menjadi ciri khas Desa Seraya. [T]

Komang Ego | Kabur dari SD, Mengemis, Jual Gelang, Sekolah Lagi, Juara Olimpiade
Ketut Kertiyasa dari Desa Les, Menjual Juruh, Tuak dan Rengginang Hingga Sumatera
Gede Suryantara dari Desa Les | Menganyam Bambu, Menganyam Hidup, di Pondok Kecil Tepi Hutan
Tags: Desa Serayaekonomi kreatifjagungkarangasempertanianpetaniUMKM
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Jani Nugraha 2022 | I Wayan Dibia dan Tiga Hal Penting dalam Seni Kontemporer

Next Post

Workshop Pengawak Lelambatan Pegongan dari Yayasan Janahita Mandala, Merespon Telaga Sebagai Benih Reka Cipta

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Workshop Pengawak Lelambatan Pegongan dari Yayasan Janahita Mandala, Merespon Telaga Sebagai Benih Reka Cipta

Workshop Pengawak Lelambatan Pegongan dari Yayasan Janahita Mandala, Merespon Telaga Sebagai Benih Reka Cipta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co