4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komang Ego | Kabur dari SD, Mengemis, Jual Gelang, Sekolah Lagi, Juara Olimpiade

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 23, 2021
in Khas
Komang Ego | Kabur dari SD, Mengemis, Jual Gelang, Sekolah Lagi, Juara Olimpiade

Komang Ego

Usianya sekira 7 tahun saat itu. Baru sebulan masuk SD, ia tiba-tiba kabur dari sekolah. Tanpa pulang ke rumah, ia langsung naik angkutan umum bersama empat temannya. Sempat singgah di Amlapura, lalu jenak di Klungkung. Di situ ia, bersama temannya, memulai pekerjaan baru; jadi gelandangan dan pengemis alias gepeng, dan tidur di sembarang tempat.

Dari Klungkung ia kemudian berpindah-pindah kota. Hingga seluruh kota di Bali (kecuali Negara) pernah ia jadikan tempat untuk mengemis. Sampai akhirnya ia mengadukan nasib kanak-kanaknya di wilayah Kuta. Dari Kuta, nasibnya kemudian berubah. Berubah, terus berubah.

Anak itu bernama I Komang Ego. Kini usianya sudah 21 tahun. Selama 21 tahun itu, ia mengalami lika-liku kehidupan yang mungkin tak banyak dialami anak-anak lain di desa lainnya.

Ia lahir Desa Tianyar Tengah, Pedahan Kelod, Karangasem. Tepatnya di Dusun Padang Sari. Kenal daerah itu? Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Trunyan di Kintamani, Bangli. Memang sebagian wilayah Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem, berbatasan langsung dengan wilayah Kintamani seperti Desa Trunyan dan Desa Songan.

Jadi, dengan menyebut nama-nama desa itu, bisa dibayangkan di titik mana Dusun Padang Sari itu berada.

***

Pada Minggu yang cerah, 20 Juni 2021, saya berkunjung ke rumah Komang Ego, di kampungnya di atas bebukitan itu. Saat menuju rumahnya, dari Jalan Raya Singaraja-Amlapura, saya melewati jalan hotmik. Saya pikir jalan semulus itu akan berujung di rumah Komang Ego, tapi tidak. Saya harus melewati jalan tanah terlebih dulu, berliku, dan kecil, dan tentu saja harus melewati tanjakan dan turunan.

Tiba di rumah Komang Ego, selain bertemu lelaki muda itu, saya juga bertemu sepasang suami istri, I Jero Budi dan Ni Jero Budi, sedang membuat gula lontar. Itu adalah orang tua Komang Ego. Pembuatan gula lontar masih menggunakan cara-cara tradisional khas petani gula dari Pedahan. Gula itu dibungkus kroso (anyaman daun lontar), hingga gula jadi padat dan langsung dipasarkan bersama pembungkus kroso. [Bagian gula kroso ini akan saya ceritakan nanti pada tulisan lain.]

Ibu Komang Ego membuat gula lontar

Ego anak ketiga dari enam bersaudara. Sejak lahir, sebagaimana juga warga yang lain, ia mengandalkan hidup dari air tadah hujan. Kehidupan yang tentu saja berbeda dengan banyak desa lain di Bali. Kemiskinan membuat liku-liku hidupnya penuh warna.

Untuk mengubah nasib, ia disekolahkan oleh orang tuanya. Apalagi, semua anggota keluarganya buta huruf, sehingga Komang Ego adalah andalan satu-satunya untuk bisa sekolah dan kelak mendapatkan pekerjaan yang layak.

Tapi, baru sebulan di sekolah, ia kabur untuk bertualang keliling Bali. Petualangan itu adalah awal dari liku-liku hidupnya yang penuh warna, suka-duka, pahit-manis.  

Petualangan menjadi gepeng ia jalani satu setengah tahun. Tidur di emper toko, diciduk Satpol PP, sudah biasa ia jalani. Sampai akhirnya, salah satu bibinya mengajak ia untuk menetap di Kuta, Badung. Jalanan masih saja menjadi tempat utama Komang Ego. Ia diajak bibinya jualan buah potong berkelilling di jalan dan pantai.

Berhenti jualan buah potong, Komang kecil menjual gelang souvenir untuk ditawarkan pada wisatawan. Semacam pedagang acung. Beberapa kali ia ditangkap petugas karena tak punya ijin berjualan. Ia sebenarnya tak kuat hidup semacam itu, tapi mau apa lagi.

Bertemu Turis Baik

Di tengah rasa putus asa, ia bertemu seorang warga Negara Hongkong, nama panggilannya Toni. Toni  yang biasa bolak -balik bali dan berlibur di Pantai Kuta .

Warga Hongkong itu meminta Komang sekolah lagi. Komang pun menurut. Komang pun melanjutkan sekolahnya di SD Prashanti Nilayam Kuta sambil terus berjualan sepulang sekolah. Biaya sekolah dibantu warga Hongkong itu.

Tapi kegetiran kembali hinggap dalam hidupnya. Ketika hendak naik ke kelas lima, ia kehilangan kontak dengan Toni, warga Hongkong yang membantu biaya sekolahnya. Ia bingung, apakah melanjutkan ke kelas lima atau putus sekolah lagi.  

Akhirnya ia bertekad untuk tetap sekolah, bagaimana pun caranya. Timbullah ide membuat gelang sendiri dan menjualnya. Jika dulu ia mengambil gelang di tempat lain, lalu dijual, kini dia membikin gelang sendiri agar hasilnya bisa lebih banyak untuk biaya sekolah. Dengan tekad yang besar, ia akhirnya tamat SD.

Komang Ego (berdiri)

Tamat SD, tiba akhirnya ia pulang kampung, hidup kembali bersama ayah-ibu, dan tentu saja untuk melanjutkan ke SMP. Di kampungnya, ia sekolah di SMPN Satap (Satu Atap) Tianyar Tengah. Di SMP ini ia mulai menunjukkan kecerdasannya. Mungkin kecerdasannya terpupuk oleh pengalaman hidup yang begitu keras, sehingga beberapa kali ia menjadi juara dalam ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional), kini disebut KSN (Kompetisi Sains Nasional), terutama di bidang ekonomi dan akuntansi.

Ketika kelas 7 SMP  tahun 2014, ia sukses ikut OSN IPS di Palu Sulteng dan di kelas 8 ia ikut OSN di Palembang, Sumsel. Atas prestasinya itu, Komang Ego diterima melanjutkan pendidikan ke SMA Bali Mandara tahun 2017 Jurusan IPS dengan biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah. Usianya tentu lebih tua dari teman-teman sekolahnya, karena hidupnya banyak dihabiskan di jalanan.

Prestasi Berlanjut

Prestasinya di SMA Bali Mandara berlanjut. Ia berhasil mengikuti beberapa lomba   ekonomi tingkat nasional  di UGM  dan  ikut OSN Ekonomi di Manado. Wajahnya sempat terpampang di sebuah surat kabar lokal sebagai “peraih juara 1 lomba cerdas cermat bergengsi bidang ekonomi”.

Ia tamat SMA Bali Mandara tahun 2020, lalu diterima melalui program bidikmisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Ia pun mulai kuliah, tapi perjuangan hidupnya yang penuh tantangan ternyata belum berhenti.

Pada saat pandemi, masa pengenalan kampus dan kuliah dilakukan secara daring. Nah, masalah baru pun muncul. Di desanya yang terpencil dan berbukit itu amat susah mendapatkan sinyal internet sehingga program pengenalan kampus tak bisa diikuti dengan lancar.

Ayah Komang Ego memelihara sapi

Untuk mendapatkan sinyal internet, ia harus membangun semacam kubu beratap klangsah di sebuah tempat yang sinyal internetnya cukup kuat. Tapi upaya itu tetap tak berjalan lancar karena sinyal di tempat itu tetap saja terputus-putus.

Ia hampir putus asa dan hampir memutuskan untuk tak jadi kuliah. Untung ia bertemu guru SMA-nya di Bali Mandara. Ia diberi kekuatan untuk tetap kuliah. Seorang teman kemudian memberinya sejumlah bantuan perangkat agar tugas-tugas kuliahnya bisa diselesaikan dengan mulus.

Dan syukurnya, hingga kini ia tetap bisa kuliah dari rumah, dan tetap bisa membantu pekerjaan keluarga.

“Anak-anak di sini (di Pedahan dan sekitarnya) tidak sekolah karena dipaksa oleh keadaan, bukan ingin!” kata Komang Ego seakan memberi kesimpulan dari seluruh cerita tentang dirinya. [T][Editor: Adnyana Ole]

Tags: gelandangan dan pengemiskarangasemkemiskinanPendidikanSMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri “Tapa Mentas” di Nusa Penida | Mitos atau Fakta?

Next Post

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co