25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komang Ego | Kabur dari SD, Mengemis, Jual Gelang, Sekolah Lagi, Juara Olimpiade

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 23, 2021
in Khas
Komang Ego | Kabur dari SD, Mengemis, Jual Gelang, Sekolah Lagi, Juara Olimpiade

Komang Ego

Usianya sekira 7 tahun saat itu. Baru sebulan masuk SD, ia tiba-tiba kabur dari sekolah. Tanpa pulang ke rumah, ia langsung naik angkutan umum bersama empat temannya. Sempat singgah di Amlapura, lalu jenak di Klungkung. Di situ ia, bersama temannya, memulai pekerjaan baru; jadi gelandangan dan pengemis alias gepeng, dan tidur di sembarang tempat.

Dari Klungkung ia kemudian berpindah-pindah kota. Hingga seluruh kota di Bali (kecuali Negara) pernah ia jadikan tempat untuk mengemis. Sampai akhirnya ia mengadukan nasib kanak-kanaknya di wilayah Kuta. Dari Kuta, nasibnya kemudian berubah. Berubah, terus berubah.

Anak itu bernama I Komang Ego. Kini usianya sudah 21 tahun. Selama 21 tahun itu, ia mengalami lika-liku kehidupan yang mungkin tak banyak dialami anak-anak lain di desa lainnya.

Ia lahir Desa Tianyar Tengah, Pedahan Kelod, Karangasem. Tepatnya di Dusun Padang Sari. Kenal daerah itu? Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Trunyan di Kintamani, Bangli. Memang sebagian wilayah Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem, berbatasan langsung dengan wilayah Kintamani seperti Desa Trunyan dan Desa Songan.

Jadi, dengan menyebut nama-nama desa itu, bisa dibayangkan di titik mana Dusun Padang Sari itu berada.

***

Pada Minggu yang cerah, 20 Juni 2021, saya berkunjung ke rumah Komang Ego, di kampungnya di atas bebukitan itu. Saat menuju rumahnya, dari Jalan Raya Singaraja-Amlapura, saya melewati jalan hotmik. Saya pikir jalan semulus itu akan berujung di rumah Komang Ego, tapi tidak. Saya harus melewati jalan tanah terlebih dulu, berliku, dan kecil, dan tentu saja harus melewati tanjakan dan turunan.

Tiba di rumah Komang Ego, selain bertemu lelaki muda itu, saya juga bertemu sepasang suami istri, I Jero Budi dan Ni Jero Budi, sedang membuat gula lontar. Itu adalah orang tua Komang Ego. Pembuatan gula lontar masih menggunakan cara-cara tradisional khas petani gula dari Pedahan. Gula itu dibungkus kroso (anyaman daun lontar), hingga gula jadi padat dan langsung dipasarkan bersama pembungkus kroso. [Bagian gula kroso ini akan saya ceritakan nanti pada tulisan lain.]

Ibu Komang Ego membuat gula lontar

Ego anak ketiga dari enam bersaudara. Sejak lahir, sebagaimana juga warga yang lain, ia mengandalkan hidup dari air tadah hujan. Kehidupan yang tentu saja berbeda dengan banyak desa lain di Bali. Kemiskinan membuat liku-liku hidupnya penuh warna.

Untuk mengubah nasib, ia disekolahkan oleh orang tuanya. Apalagi, semua anggota keluarganya buta huruf, sehingga Komang Ego adalah andalan satu-satunya untuk bisa sekolah dan kelak mendapatkan pekerjaan yang layak.

Tapi, baru sebulan di sekolah, ia kabur untuk bertualang keliling Bali. Petualangan itu adalah awal dari liku-liku hidupnya yang penuh warna, suka-duka, pahit-manis.  

Petualangan menjadi gepeng ia jalani satu setengah tahun. Tidur di emper toko, diciduk Satpol PP, sudah biasa ia jalani. Sampai akhirnya, salah satu bibinya mengajak ia untuk menetap di Kuta, Badung. Jalanan masih saja menjadi tempat utama Komang Ego. Ia diajak bibinya jualan buah potong berkelilling di jalan dan pantai.

Berhenti jualan buah potong, Komang kecil menjual gelang souvenir untuk ditawarkan pada wisatawan. Semacam pedagang acung. Beberapa kali ia ditangkap petugas karena tak punya ijin berjualan. Ia sebenarnya tak kuat hidup semacam itu, tapi mau apa lagi.

Bertemu Turis Baik

Di tengah rasa putus asa, ia bertemu seorang warga Negara Hongkong, nama panggilannya Toni. Toni  yang biasa bolak -balik bali dan berlibur di Pantai Kuta .

Warga Hongkong itu meminta Komang sekolah lagi. Komang pun menurut. Komang pun melanjutkan sekolahnya di SD Prashanti Nilayam Kuta sambil terus berjualan sepulang sekolah. Biaya sekolah dibantu warga Hongkong itu.

Tapi kegetiran kembali hinggap dalam hidupnya. Ketika hendak naik ke kelas lima, ia kehilangan kontak dengan Toni, warga Hongkong yang membantu biaya sekolahnya. Ia bingung, apakah melanjutkan ke kelas lima atau putus sekolah lagi.  

Akhirnya ia bertekad untuk tetap sekolah, bagaimana pun caranya. Timbullah ide membuat gelang sendiri dan menjualnya. Jika dulu ia mengambil gelang di tempat lain, lalu dijual, kini dia membikin gelang sendiri agar hasilnya bisa lebih banyak untuk biaya sekolah. Dengan tekad yang besar, ia akhirnya tamat SD.

Komang Ego (berdiri)

Tamat SD, tiba akhirnya ia pulang kampung, hidup kembali bersama ayah-ibu, dan tentu saja untuk melanjutkan ke SMP. Di kampungnya, ia sekolah di SMPN Satap (Satu Atap) Tianyar Tengah. Di SMP ini ia mulai menunjukkan kecerdasannya. Mungkin kecerdasannya terpupuk oleh pengalaman hidup yang begitu keras, sehingga beberapa kali ia menjadi juara dalam ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional), kini disebut KSN (Kompetisi Sains Nasional), terutama di bidang ekonomi dan akuntansi.

Ketika kelas 7 SMP  tahun 2014, ia sukses ikut OSN IPS di Palu Sulteng dan di kelas 8 ia ikut OSN di Palembang, Sumsel. Atas prestasinya itu, Komang Ego diterima melanjutkan pendidikan ke SMA Bali Mandara tahun 2017 Jurusan IPS dengan biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah. Usianya tentu lebih tua dari teman-teman sekolahnya, karena hidupnya banyak dihabiskan di jalanan.

Prestasi Berlanjut

Prestasinya di SMA Bali Mandara berlanjut. Ia berhasil mengikuti beberapa lomba   ekonomi tingkat nasional  di UGM  dan  ikut OSN Ekonomi di Manado. Wajahnya sempat terpampang di sebuah surat kabar lokal sebagai “peraih juara 1 lomba cerdas cermat bergengsi bidang ekonomi”.

Ia tamat SMA Bali Mandara tahun 2020, lalu diterima melalui program bidikmisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Ia pun mulai kuliah, tapi perjuangan hidupnya yang penuh tantangan ternyata belum berhenti.

Pada saat pandemi, masa pengenalan kampus dan kuliah dilakukan secara daring. Nah, masalah baru pun muncul. Di desanya yang terpencil dan berbukit itu amat susah mendapatkan sinyal internet sehingga program pengenalan kampus tak bisa diikuti dengan lancar.

Ayah Komang Ego memelihara sapi

Untuk mendapatkan sinyal internet, ia harus membangun semacam kubu beratap klangsah di sebuah tempat yang sinyal internetnya cukup kuat. Tapi upaya itu tetap tak berjalan lancar karena sinyal di tempat itu tetap saja terputus-putus.

Ia hampir putus asa dan hampir memutuskan untuk tak jadi kuliah. Untung ia bertemu guru SMA-nya di Bali Mandara. Ia diberi kekuatan untuk tetap kuliah. Seorang teman kemudian memberinya sejumlah bantuan perangkat agar tugas-tugas kuliahnya bisa diselesaikan dengan mulus.

Dan syukurnya, hingga kini ia tetap bisa kuliah dari rumah, dan tetap bisa membantu pekerjaan keluarga.

“Anak-anak di sini (di Pedahan dan sekitarnya) tidak sekolah karena dipaksa oleh keadaan, bukan ingin!” kata Komang Ego seakan memberi kesimpulan dari seluruh cerita tentang dirinya. [T][Editor: Adnyana Ole]

Tags: gelandangan dan pengemiskarangasemkemiskinanPendidikanSMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri “Tapa Mentas” di Nusa Penida | Mitos atau Fakta?

Next Post

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co